<-- - no title specified

Semua yang Lain adalah Komentar

(Roma 14-16)

Penebusan dalam Kitab Roma: Pelajaran 13

 

Copr. 2010, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs.  Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.  Berdoalah minta tuntunan Roh Kudus sementara saudara mempelajari pelajaran ini.

 

Pendahuluan: Kita sudah tiba pada pelajaran terakhir dalam kitab Roma. Sedih rasanya.  Bahasan yang sungguh hebat mengenai keselamatan! Saya telah belajar lebih banyak mengenai kehendak Allah, dan jika saudara ada bersama-sama saya di setiap pelajaran, saya yakin pengetahuan saudara mengenai topik penting ini juga telah bertambah. Pekan ini kita akan mempelajari tentang keuntungan yang diperoleh dari sikap munafik. Mungkin juga bukan demikian. Biar saudara yang memutuskan. Mari selami pelajaran Alkitab kita sekali lagi dan lihat apa yang bisa kita pelajari.

 

  1. 1.Pemakan Sayur dan Pemelihara Sabat
     

    1. 1.Baca roma 14:1-4. Apa kaitan antara memakan sayuran dan iman? Saya sudah menjadi vegetarian puluhan tahun lamanya. Apakah iman saya dilemahkan (namun hati saya dikuatkan) olehnya?
       

      1. 1.Baca 1 Korintus 10:18-21. Apa yang jadi soal di sini? (Apakah orang-orang yang menyantap daging yang dipersembahkan kepada berhala itu sementara menjalin persekutuan dengan iblis atau tidak.)
         

      2. 2.Jawaban pertama Paulus terdapat dalam ayat berikutnya. Baca 1 Korintus 10:23-24. Menurut saudara apa pendapat Paulus mengenai makan daging yang telah dipersembahkan kepada berhala? (Dibolehkan, tapi tidak memberi manfaat.)
         

      3. 3.Coba lanjutkan dengan membaca 1 Korintus 10:25-29. Apa jawaban akhir Paulus? (Jangan risaukan hal tersebut kecuali ada yang mempermasalahkannya.)
         

    2. 2.Sekarang kita telah memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai latar belakang dari debat sayur-mayur ini. Pertanyaannya adalah, apa nasihat Paulus kepada orang-orang yang beranggapan bahwa Allah mengharuskan (atau tidak mengharuskan) para pemakan sayur untuk menjauhi segala hal-hal yang terkait dengan penyembahan berhala? (Paulus mengatakan ini merupakan satu (dari sekian) “hal yang dapat menimbulkan perbantahan,” (Roma 14:1) dan umat Kristen tidak perlu terlibat percekcokan tentang hal tersebut atau menyalahkan orang-orang yang tidak setuju.)
       

    3. 3.Baca Roma 14:5-6. Apakah Paulus sementara berbicara tentang hari kita pergi ke gereja? Apakah ini juga “hal yang dapat menimbulkan perbantahan” seperti makan sayur-mayur? Apakah ini artinya tidak perlu ke gereja pada hari tertentu? Apakah boleh kita bergabung dengan para sobat Muslim dan berbakti pada hari Jumat?
       

      1. 1.Baca Ibrani 10:25. Mengapa kepada orang Kristen diberitahu agar jangan lalai untuk hadir dalam pertemuan regular jika tidak ada hari khusus yang dipersoalkan?  (Banyak ulasan Alkitab, seperti Barnes’ Notes; Adam Clarke’s Commentary; Jamieson, Fausset, and Brown; Matthew Henry’s Commentary dan yang lainnya menganjurkan (dengan sangat meyakinkan dalam pikiran saya) bahwa Paulus tidak sedang membahas Sabat mingguan. Sebaliknya, Paulus sementara berbicara tentang hari-hari raya Sabat Yahudi. Orang Kristen Yahudi dibesarkan dalam lingkungan yang merayakan hari-hari raya tersebut dan orang Kristen dari bangsa lain tidak demikian. Secara umum hari-hari raya Sabat ini telah digenapi dalam Yesus, jadi melanjutkan perayaannya adalah murni soal pilihan.)
         

      2. 2.Baca Yesaya 66:22-23. Apa yang ayat ini kemukakan mengenai Sabat mingguan? (Kita akan terus merayakan hari Sabat di Surga! Baca apa yang dikatakan Barnes’ Notes mengenai ayat ini: “Tidak mungkin ada ibadah kekal kepada Allah, tidak ada agama kekal di dunia, tanpa Sabat; … sementara peringatan [dari hari-hari raya Yahudi adalah] menjadi bagian dari hukum upacara, hukum mengenai hari-hari Sabat tergabung dengan sepuluh hukum sebagai kewajiban moral yang terus berlaku.” Saya setuju dengan pendapat ini.)
         

  2. 2.Toleransi dan Munafik
     

    1. 1.Baca Roma 14:7-12. Apa yang harus menjadi kekuatiran utama dalam perjalanan hidup Kristiani kita terkait penurutan dan para sobat Kristen kita? (Keselamatan kita! Pada akhirnya, kita akan dihakimi oleh Allah, bukan oleh orang lain. Karenanya, saling menghakimi dalam hal yang dapat menimbulkan perbantahan itu buang-buang waktu saja – dan berbahaya bagi tubuh Kristiani.)
       

    2. 2.Baca Roma 14:13-14. Apa yang harus menjadi tujuan kita sehubungan dengan para sobat Kristen yang tidak sepemahaman dengan kita dalam hal yang dapat menimbulkan perbantahan?  (Jangan menciptakan masalah yang akan menghalangi mereka untuk tetap tinggal dalam jemaat!)
       

      1. 1.Apakah mungkin bahwa sesuatu yang merupakan dosa bagi satu orang tidak menjadi dosa bagi orang lain? (Ya. Paulus mengatakan bahwa ia tidak menganggap bahwa menyantap makanan tertentu itu dosa. Namun jika pemakan sayuran menganggap hal itu sebagai dosa, maka bagi orang itu hal tersebut adalah dosa.)
         

    3. 3.Baca Roma 14:15-18. Apa yang Paulus katakan mengenai orang munafik – orang yang menyembunyikan sebagian dari apa yang mereka lakukan?  (Jika kita menganggap beberapa hal itu baik (contohnya makan daging), dan kita makan daging di hadapan seorang vegetarian (yang mengganggap bahwa makan daging itu tidak baik), maka kita tidak menunjukkan kasih. Paulus mengatakan kepada kita agar menjauhkan diri dari hal ini.)
       

    4. 4.Coba kita daftarkan aturan  Paulus mengenai hal yang dapat menimbulkan perbantahan:
       

      1. 1.Jangan mengganggap rendah orang-orang yang tidak sepaham dengan saudara;
         

      2. 2.Jangan menghakimi orang-orang yang menurut saudara tidak berpegang pada standar yang tepat.
         

      3. 3.Standar yang berlaku bagi satu orang bisa saja tidak sama dengan yang yang berlaku pada orang lain; dan
         

      4. 4.Jika saudara memiliki standar yang berbeda, jangan lakukan hal tersebut di depan orang-orang yang belum menguasai aturan 1-3!
         

    5. 5.Baca Roma 14:19-20. Apakah pada kita ada beberapa tujuan yang lebih penting dari yang lainnya? (Ya. Damai sejahtera dan mengangkat para sobat anggota jemaat merupakan tujuan kita. Menegakkan standar dalam hal makanan merupakan, setidak-tidaknya, tujuan lebih rendah yang harus takluk kepada tujuan yang lebih tinggi.)
       

    6. 6.Baca Roma 14:21-22. Jika saudara adalah orang benar yang makan daging dan minum anggur, apa himbauan yang diberikan kepada saudara? (Saudara dihimbau untuk paling tidak menyimpannya untuk diri sendiri. Paulus menyetujui sedikit kemunafikan. Namun, lebih dari itu, saudara mungkin dihimbau untuk melepaskan semua hal ini jika hal-hal tersebut menyebabkan seorang sobat Kristen kehilangan imannya.)
       

    7. 7.Baca Roma 14:23. Apakah dasar teologis untuk menyetujui standar yang berbeda-beda? (Ingat, Paulus mengawali bahasan ini dengan mengatakan bahwa bahasannya terbatas pada “hal yang dapat menimbulkan perbantahan.” Rahasia untuk mengenali dosa dalam hidup kita adalah dengan menanyakan apakah kita sementara menghidupkan kehidupan yang dituntun oleh Roh Kurus. Hidup kita dalam Roh, perjalanan hidup Kristiani kita, berlangsung setahap demi setahap. Paulus menganjurkan agar orang Kristen yang memiliki iman yang kuat menyadari bahwa daging yang dipersembahkan kepada berhala tidak punya arti apa-apa. Namun, hingga Roh menuntun saudara kepada tingkatan iman yang lebih tinggi, saudara harus mendasari perbuatan saudara pada tingkatan iman saudara pada saat ini.)
       

  3. 3.Sudut Pandang Kasih
     

    1. 1.Baca Roma 15:1-3. Apa kaitan antara kasih dan pengorbanan diri dengan toleransi yang kita berikan kepada orang-orang yang imannya lebih lemah dari kita? (Sebagaimana halnya Yesus menyerahkan hak-Nya sendiri, demikian juga kita perlu menyesuaikan kebebasan iman kita demi keuntungan orang Kristen yang lemah di lingkungan kita.)
       

      1. 1.Hak-hak apa yang Yesus lepaskan? (Hak untuk hidup sebagai Allah, hak untuk bebas dari pelecehan, hak untuk bebas dari siksaan, hak untuk bebas dari tuduhan yang tidak adil dan hukuman yang tidak adil. Hak untuk bebas dari hukuman mati atas kejahatan yang Dia tidak lakukan – dan banyak lagi.)
         

    2. 2.Baca Roma 15:4. Bagaimanakah himbauan Paulus kepada saudara untuk melepaskan hak-haj atas halhal yang dapat menimbulkan perbantahan dibanding hak-hak yang dilepas oleh  Yesus? (Paulus mengatakan bahwa sejarah harusnya mengajarkan kita sesuatu yang menunjang pengharapan kita. Hal kecil yang kita lepaskan dibanding dengan apa yang Tuhan lepaskan mengingatkan kita akan kasih-Nya yang mencengangkan bagi kita.)
       

    3. 3.Baca Roma 15:5-7. Manakala Allah menerima saudara, akankah saudara menjauhkan diri dari hal yang dapat menimbulkan perbantahan saja? (Menurut saya Paulus telah melangkah lebih jauh dari pembahasannya mengenai hal yang dapat menimbulkan perbantahan.)
       

      1. 1.Apa kira-kira yang menjadi tujuan Paulus bagi kita? (Tujuan akhirnya adalah untuk memberi kemuliaan bagi Tuhan. Kita tidak bisa melakukan hal tersebut dengan baik apabila kita terpecah belah. “Roh persatuan” ditengah-tengah umat percaya merupakan sarana terbaik untuk memuliakan Allah.)
         

    4. 4.Dengan kuasa Allah kita dapat bertekad untuk mengendalikan dorongan untuk memecah belah yang ada dalam diri kita. Apa perlakuan kita terhadap para sobat Kristen yang menciptakan perpecahan? (Baca Roma 16:17-18. Paulus menyuruh kita untuk menjauh dari mereka.)
       

      1. 1.Menurut Paulus, apa yang memotivasi orang-orang yang menciptakan perpecahan? (“Perut mereka sendiri.” Paulus tidak mengatakan dengan persis apa yang terkandung di sini, namun yang muncul dalam benak saya adalah rasa bangga, arogan, dan gemar bertikai.)
         

    5. 5.Baca Roma 16:25-27. Sobat, kita telah mempelajari bagaimana, melalui Yesus, kita diselamatkan oleh kasih karunia semata. Jika engkau belum mengambil keputusan untuk bersandar hanya pada Yesus demi keselamatanmu, maukah engkau mengambil keputusan itu sekarang juga? Kita juga telah mempelajari bagaimana orang-orang yang sudah diselamatkan memiliki kewajiban untuk hidup layaknya orang yang sudah diselamatkan. Jika engkau telah memilih untuk selamat, maukah engkau memutuskan setiap hari untuk menghidupkan kehidupan yang dituntun oleh Roh Kudus? Kehidupan yang membawa kemuliaan bagi Allah
       

  4. 4.Pekan depan:  Kita mulaikan seri pelajaran baru mengenai kehidupan dari orang-orang istimewa dalam Perjanjian Lama.