Pelajaran 12: Kasih dan Hukum
(Roma 12 & 13)
Copr. 2010, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Hetty Simatupang. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Apakah Anda merasa kehabisan nafas? Kita telah melalui beberapa perdebatan mental yang berat! Kita telah melewati diskusi Paulus yang kompleks dan luarbiasa tentang hal yang sangat sederhana – bahwa kita diselamatkan oleh kasih karunia dan bukan oleh usaha. Begitu banyak orang Kristen berhenti disini. Kita perlu didorong lebih jauh dan maju terus karena Paulus membicarakan banyak hal lagi tentang bagaimana orang Kristen yang diselamatkan oleh kasih karunia harus hidup di dalam dunia yang kafir. Tarik nafas dalam: Mari masuki pelajaran Alkitab kita dan belajar lebih jauh lagi!
I.Korban yang Hidup
A.Baca Roma 12:1. Paulus memulai dengan kata “karena itu.” Bagaimanakah “karena itu” cocok dengan pernyataannya yang berikut bahwa kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai korban yang hidup? (Kita baru saja mempelajari bagaimana kehidupan dan kematian Yesus untuk kita memberikan orang-orang percaya jalan masuk ke sorga. “Karena itu”, sebab Yesus mati bagi kita, kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai korban kepada Allah.)
1.Apakah ini berarti kita harus mati? (“Hidup”, adalah kata yang pantas disini. Tidak seperti Yesus, kita tidak harus mati karena dosa-dosa kita. Ia sudah menyelamatkan kita dari kematian kekal. Sambutan kita adalah untuk hidup bagi Dia. IVP Bible Background Commentary mengatakan bahwa kata “korban” digunakann dalam kepercayaan Yahudi untuk melambangkan “pujian atau gaya hidup berbakti”. Paulus memanggil kita untuk menghidupkan kehidupan yang sesuai dengan pengorbanan Yesus bagi kita.)
A.Baca Roma 12:2. Apakah maksudnya “serupa dengan dunia?” (Paulus mengatakan Allah tidak mau kita meniru dunia. Kita jangan bertindak dan bersikap sama seperti dunia.)
1.Ketika ayat diatas berbicara mengenai “serupa,” “berubah,” dan “akal budi,” apakah itu kedengarannya seperti mempersembahkan tubuh atau pikiran kita? (Tindakan dimulai dengan pikiran kita. Pilihan kita adalah serupa dengan dunia atau kita berubah menjadi lebih baik dengan memperbaharui akal budi kita.)
a.Lebih spesifik lagi. Menurut Anda apakah artinya memperbaharui akal budi kita? (Paulus memanggil kita untuk menggunakan akal budi kita dalam kehidupan kita setiap hari bagi Yesus. Karena ia sebelumnya memanggil kita untuk menghidupkan kehidupan ayng dipimpin Roh (Roma 8:5), akal budi kita diperbaharui oleh kuasa Roh Kudus.)
1.Bagaimana kita dapat “menguji” bagaimana kita seharusnya hidup? (Akal budi yang dipimpin oleh Roh Kudus akan mengetahui apa yang pantas dan apa tidak sesuai.)
a.Apakah ini nyata dalam hidup Anda?
b.Menurut Anda sikap seperti apakah yang menjadi dasar dari hampir semua dosa? (Saya katakan “mementingkan diri” dan yang berikut adalah, “kesombongan.”)
(1)Dapatkan mementingkan diri berhasil menjadi korban yang hidup? (Paulus berikut ini memasuki masalah bagi orang Kristen.)
II.Pengorbanan Pertama: Kerendahan Hati
A.Baca Roma 12:3. Apakah ini topik dimana akal budi Anda perlu diubahkan? (Adalah umum di Amerika Serikat bagi seseorang untuk memiliki nomor mobil dimana singkatan nama orang tersebut diikuti dengan angka 1. Contohnya, “BNC 1”. Sebutan umum adalah “mencari angka nomor satu”. Saya adalah nomor satu adalah filsafat dunia.)
1.Ketika kepentingan diri diukur sesuai dengan “ukuran iman” kita, apakah artinya semakin besar iman saya semakin penting diri saya? (Mungkin. Kecenderungannya, Paulus katakan kerendahan hati bertambah dengan iman. Semakin besar iman kita, lebih baik kemampuan kita untuk secara sadar mengukur kepentingan kita.)
B.Baca Roma 12:4-8. Apakah yang diajarkan kepada kita tentang tugas kita di gereja? (Apakah talenta (sejujurnya dan realistik) yang Anda miliki? Persembahkanlah itu dalam gereja.)
1.Jangan lupakan hutan karena kita memusatkan perhatian pada pohon-pohon. Apakah yang Paulus ajarkan kepada kita sebagai bagian dari kewajiban kepada Allah sesudah diselamatkan? (Terlibat dalam kelompok orang-orang percaya adalah bagian penting dari kehidupan Kristen. Ini juga berbicara sehubungan dengan masalah mementingkan diri.)
IIIPengorbanan Kedua: Kasih
A.Baca Roma 12:9-13. Apakah semua yang sesudah perintah “kasih itu jangan pura-pura”, sebagai penjelasan praktis akan apa yang dimaksudkan?
1.Saya melihat stiker dibelakang mobil, “Benci bukanlah nilai keluarga”. Ini bukanlah sandi-tidak-rahasia bagi “orang Kristen harus tidak menentang homoseksual”. Menurut Anda apakah yang dimaksudkan Paulus ketika ia berkata kepada orang Kristen untuk “membenci yang jahat?” Apakah benci suatu nilai keluarga?
a.Seandainya Anda pikir mungkin dapat berlindung dalam masalah penerjemahan, Strong’s menyarankan bahwa “benar-benar membenci” atau “tidak menyukai” adalah cara lain untuk melihat apa yang mendasari bahasa Yunani. Ketika kita menemukan seseorang yang terlibat dalam dosa, kalau ada - apakah tanggung jawab kita untuk “benar-benar membenci”?
b.Atau, apakah ini hanya menunjukkan kepada kejahatan dalam hidup kita, dan bukan hidup orang lain? (Barnes’ Notes menyarankan bahwa “benci” berarti kita harus “berpaling dari” kejahatan – dan bukan kejahatan secara umum, tetapi lebih kepada kejahatan dengki dan ketidakbaikan. Gantinya membenci seseorang karena ia terlibat dalam dosa, kita perlu berpaling dari bersikap dengki dan tidak baik kepada orang lain.)
c.Dapatkan kasih yang tidak berpura-pura hidup didalam seorang yang mementingkan diri? (Pertanyaan ini memperkuat pemikiran bahwa Paulus sedang berbicara tentang membenci kejahatan dalam hidup kita.)
1.Bagaimanakah Anda merapatkan diri Anda dengan hal-hal yang baik? (Dengan akal budi yang diubahkan oleh Roh Kudus!)
A.Baca Roma 12:14-18 dan Yohanes 15:18-19. Bagaimana mungkin Yesus mengatakan bahwa dunia hanya mengasihi kita kalau kita menjadi bagian dunia sementara Paulus menulis bahwa kita harus berdamai dengan semua orang? (Kuncinya adalah Roma 18:18, dimana Paulus mengajarkan kita bahwa kita tidak dapat mengendalikan dunia, tetapi kita dapat (dengan Roh Kudus) mengendalikan diri kita. Yang mana akan meluas, hidup dalam keharmonisan dengan siapapun – termasuk orang jahat.)
B.Baca Roma 12:19-21. Apakah resep Allah untuk hidup dalam keharmonisan? (Buku-buku dan film dunia mengalahkan kejahatan dengan kekuatan yang lebih besar. Kekristenan mengajarkan kita untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan yang lebih besar.)
1.Apakah ini aturan bagi pemerintah-pemerintah dan juga perorangan? (Roma 13:3-5 menyarankan tidak.)
IVPengorbanan Ketiga: Menyingkirkan Pemberontakan
A.Baca Roma 13:1-5. Penguasa seperti apakah bangsa Romawi? (Mereka memiliki beberapa penguasa yang paling kejam.)
1.Dua pelajaran apakah yang diberikan Paulus tentang takluk kepada otoritas pemerintah? (Hukuman dan suara hati.)
a.Bagian hukuman kelihatannya baik, nasehat praktis. Tetapi, mengapa Allah (suara hati) mempromosikan penguasa-penguasa jahat? (Saya pikir Allah tidak mendukung penguasa-penguasa jahat – atau penguasa jahat tertentu. Gantinya, Allah mendukung masyarakan yang teratur. Orang Kristen harus menjadi bagian dari masyarakat yang teratur.)
b.Kalau Allah memberikan persetujuan masyarakat yang teratur, apakah kewajiban orang Kristen dalam dunia politik?
(1)Kalau Roma 13:1 mengajarkan saya bahwa orang-orang pemerintahan “ditetapkan oleh Allah”, sejauh manakah saya menjadi alat Allah dalam tugas itu?
(a)Apakah ada perbedaan kalau Anda hidup dalam sistim demokrasi? (Ya. Kalau tidak Anda adalah pemberontak.)
A.Baca Roma 13:6-7. Apapun paham politik dimana Anda memihak, ada sikap tidak menghormati ditunjukkan terhadap Presiden Amerika yang terdahulu dan yang sekarang. Apakah orang Kristen memiliki kewajiban untuk menghormati presiden-presiden yang tidak kita sukai? (Paulus berbicaraa tentang penguasa. Oleh karena itu kita perlu menunjukkan hormat kepada presiden – walaupun kita berencana menjadi alat Allah dalam menyingkirkan dia!)
B.Baca Roma 13:8-10. Apakah Sepuluh Hukum sudah mati? (Tidak! Paulus memulai dengan pekabaran mempersembahkan hidup kita sebagai korban yang hidup. Kasih yang kita pelajari, adalah lawan dari mementingkan diri. Sekarang Paulus menunjukkan bahwa kasih adalah dasar dari Sepuluh Hukum “dan perintah lainnya yang ada.”)
C.Baca Roma 13:11-14. Kapankah waktunya untuk meninggalkan “perbuatan-perbuatan kegelapan” yang Anda tidak mau orang lain mengetahui? (Sekarang!)
D.Paulus, pendukung besar kebenaran melalui iman, mengajarkan kita bahwa tindakan-tindakan kita berarti besar bagi Allah. Sahabat, maukah Anda bertekad hari ini bahwa dengan kuasa Roh Kudus Anda akan memberikan tubuh dan akal budi Anda kedalam penurutan kepada Allah?
VMinggu Depan: Selebihnya Adalah Uraian