<-- - no title specified

Pemilihan berdasarkan Kasih Karunia

(Roma 10 & 11)

Penebusan dalam Kitab Roma: Pelajaran 11

 

Copr. 2010, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs.  Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.  Berdoalah minta tuntunan Roh Kudus sementara saudara mempelajari pelajaran ini.

 

Pendahuluan: Paulus menuliskan bahwa bangsa Yahudi “sungguh-sungguh giat untuk Allah,” namun kesungguh-sungguhan mereka adalah “tanpa pengertian yang benar.” (Roma 10:2) Pernahkah saudara bertemu dengan orang Kristen yang begitu bersemangat menjadi orang Kristen, namun tidak mengerti akan firman Allah? Saya yakin kita semua pernah. Namun, tampaknya ini merupakan tuduhan yang sulit dipercaya jika dikenakan kepada bangsa Yahudi. Yang menjadi target pembicaraan Paulus merupakan orang-orang yang mempelajari tulisan firman Allah. Orang-orang Farisi, seperti Paulus, hapal sebagian besar Alkitab.  Akan tetapi, mereka kehilangan jejak dalam pengenalan dan pemahaman akan Allah!

 

  1. 1.Akhir dari Hukum
     

    1. 1.Baca Roma 10:1.  Pekan lalu kita membahas soal “pemilihan” dan Allah “mengeraskan” hati manusia. Pertanyaannya adalah apakah semua orang memenuhi syarat untuk diselamatkan, ataukah hanya mereka yang “dipilih” oleh Allah? Apa yang terkandung dalam ayat ini? (Paulus mendoakan bahwa sobat-sobat Yahudinya diselamatkan. Jika hal tersebut tidak mungkin karena adanya unsur pemilihan, saya yakin Paulus tidak akan mau buang-buang waktu.)
       

    2. 2.Baca Roma 10:2-3. Saya belum pernah baca bahwa orang Yahudi di zaman Paulus tidak mengenal Alkitab mereka. Kebalikannya, mereka tampaknya merupakan pelajar-pelajar yang rajin mempelajari firman Allah. Apa yang luput dari mereka? (Yesus. Gantinya mengenal “kebenaran Allah” (yakni Yesus) mereka  “berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri“ -- yaitu menurut hukum supaya selamat.)
       

      1. 1.Paulus menggunakan istilah yang sangat menarik. Ia mengatakan bangsa Yahudi “tidak takluk kepada kebenaran Allah.” Jika saudara memelihara hukum agar selamat, apakah saudara seorang pemberontak? Apakah saudara menolak untuk menyerahkan diri?
         

    3. 3.Baca Roma 10:4. Apakah Sepuluh Hukum itu sudah mati? Jika tidak, apa yang dimaksudkan jika dikatakan bahwa hukum telah “digenapi” oleh Yesus? (Konteks dari ayat ini menunjukkan bahwa gagasan tentang pemeliharaan Sepuluh Hukum sebagai sarana mencapai keselamatan itu yang mati. Inilah yang membuat bangsa Yahudi tersandung.  Alih-alih bergantung pada hukum, iman dalam Yesus bagi “tiap orang yang percaya”-lah yang menjadi jalan menuju keselamatan.
       

      1. 1.Apakah Sepuluh Hukum sudah tidak lagi punya sangkut-paut dengan kehidupan orang Kristen? (Baca Roma 7:12 dan Roma 3:31. Jawabannya adalah “tidak,” hukum tidak mati. Hukum itu “suci, benar dan baik.” Masalahnya dengan standar yang agung dan suci ini adalah bahwa tanpa penurutan Kristus yang Dia lakukan ganti kita, hukum semata akan menghukum kita. Yesus telah mengakhiri semua argumentasi bahwa hukum merupakan sarana keselamatan.)
         

  2. 2.Keselamatan yang Baru
     

    1. 1.Baca Roma 10:5-8 dan Ulangan 30:9-14. Apakah memelihara hukum Allah terlalu sulit dilakukan oleh umat-Nya? (Jika saudara baca semua ayat dalam Ulangan 30, saudara akan temukan bahwa Allah meminta umat-Nya untuk memilih-Nya. Umat Allah tidak menuruti-Nya, dan manakala Yesus datang mereka tidak memilih Yesus, malahan sebagian besar menolak Dia.)
       

      1. 1.Bagaimana bisa Allah mengatakan dalam Ulangan 30:11: “Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh?” Bukankah ini bertentangan dengan pekabaran Paulus bahwa kita tidak bisa memperoleh keselamatan dengan menurut hukum? (Baca Ulangan 30:19-20. Ayat ini tampaknya mirip benar dengan tantangan Paulus dalam Roma 8:12-14 untuk memilih hidup yang dipimpin oleh Roh bukan dipimpin oleh sifat berdosa kita.)
         

    2. 2.Baca Roma 10:9. Apa yang dikatakan disini tentang peluang semua orang untuk diselamatkan? Apakah hanya sebagian yang dipilih untuk selamat? (Tidak.)
       

      1. 1.Apakah perlu mengadakan perjalanan ke surga atau ke neraka agar selamat? (Paulus mengatakan bahwa ada hal-hal yang tidak berubah. Keputusan untuk memilih Yesus berada tepat di hadapan kita. Ini merupakan pilihan yang bisa diambil oleh masing-masing kita.)
         

    3. 3.Baca Roma 10:10. Mengapa baik hati maupun mulut kita sama-sama terlibat dalam proses keselamatan? (Ini soal keyakinan dan pernyataan.)
       

    4. 4.Baca Roma 10:11-13. Apakah Allah mengeraskan hati segelintir orang sehingga mereka tidak bisa percaya? (Tidak. Paulus dengan jelas menuliskan “barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.” Pembahasan dalam Roma 9 mengenai “pemilihan” dan “mengeraskan hati” memang sulit untuk diikuti. Sekarang, Paulus membuat kebenaran menjadi sangat benderang: Semua yang mengakui Yesus akan diselamatkan.)
       

  3. 3.Melayangkan Panggilan
     

    1. 1.Baca Roma 10:14. Apa tantangan Paulus kepada kita? (Untuk menceritakan kepada orang lain tentang Yesus agar mereka memiliki kesempatan untuk percaya.)
       

      1. 1.Apakah yang dikemukakan dalam ayat ini tentang arti menyerukan nama Yesus? (Berseru bukanlah soal berbicara semata, namun mempercayai Yesus.)
         

    2. 2.Baca Roma 10:15. Apakah menceritakan Yesus kepada orang lain merupakan satu-satunya kewajiban kita? (Kita perlu membantu mengirimkan orang lain untuk membawa kabar baik tentang Yesus.)
       

  4. 4.Menerima Panggilan
     

    1. 1.Baca Roma 10:16-21. Mengapa manusia menolak kabar baik tentang Yesus? (Kesombongan. Keras kepala. Pemberontakan.)
       

    2. 2.Baca Roma 11:1-4. Apakah kini umat pilihan Allah telah ditolak oleh Allah? Apakah mereka tidak lagi terpilih untuk diselamatkan? (Ini merupakan konfirmasi lanjutan dari pemikiran bahwa semua orang dapat memilih keselamatan. Sekalipun kebanyakan orang Yahudi menolak pekabaran Elia, Allah tidak menolak umat-Nya. Malahan, Ia mengenal orang-orang yang tetap melayani-Nya.)
       

    3. 3.Baca Roma 11:5-6. Jika kita menuruti hukum supaya keselamatan terjamin, apakah hal ini hanyalah masalah kecil dalam teologi yang tidak begitu penting? (Tidak. Kasih karunialah yang menjadi sarana “pemilihan” untuk selamat!)
       

    4. 4.Baca Roma 11:7-10. Wah! Sekarang kita dapati bahwa Allah membuat Israel menjadi bisu, buta dan tuli terhadap injil – dan kalau ini belum cukup juga – Allah mengeraskan hati mereka. Apakah umat ini memiliki kerinduan untuk mengenal Allah? (Paulus katakan mereka mencari keselamatan “dengan sungguh-sungguh!”)
       

      1. 1.Baca ulang Roma 10:21. Apa satu-satunya kesimpulan yang masuk akal mengenai kebebasan memilih dan keselamatan?
         

        1. 1.Baca Mazmur 69:20-23. Siapa yang patah hati di sini? (Ini merupakan nubuatan Mesianik. Mazmur menceritakan bahwa Yesus disalibkan, “jamuan” dihidangkan di hadapan orang Yahudi. Allah memberi bangsa Yahudi pertunjukan kasih terbesar dan pemberian terbesar. Namun kasih dan pengorbanan Yesus menjadikan hati mereka keras, mata dan telinga mereka tertutup terhadap kebenaran. Inilah yang dituliskan oleh Paulus dengan “Allah membuat mereka [‘bodoh’].” Ini bukanlah yang Allah maksudkan, namun bagaimana pemberian itu diterima.
           

    5. 5.Baca Roma 11:11-12. Begitu umat Allah mengeraskan hati serta menutup mata dan telinga apakah nasib kekekalan mereka langsung ditetapkan? (Tidak! Sobat, sebagaimana bangsa Israel masih memiliki kesempatan untuk berbalik pada Yesus, kita juga memiliki kesempatan tersebut sekalipun kita telah menolaknya di masa lalu.)
       

    6. 6.Baca Roma 11:13-21. Apa yang harus kita kuatirkan? (Kita tidak bisa menyombongkan keselamatan oleh iman yang kita miliki. Sebagaimana halnya orang-orang yang mengira bisa selamat dengan usaha sendiri itu arogan adanya, kita juga bisa menjadi arogan dan kehilangan iman kita.)
       

    7. 7.Baca Roma 11:22. Apakah “sekali selamat tetap selamat” disokong oleh kitab Roma? (Bagaimana bisa kita “dipotong” dari pohon keselamatan jika keselamatan itu merupakan keputusan “sekali untuk selamanya?”)
       

    8. 8.Baca Roma 11:23. Perhatikan bagaimana Allah menggambarkan situasi mental dari orang yang tidak percaya. Apa sikap mental mereka: percaya atau tidak percaya? (Yang tidak percaya “bertahan” dalam ketidakpercayaan. Tampaknya mereka terus-menerus berupaya untuk tidak percaya dalam Yesus. Dalam bayangan saya ini seperti menarik keledai dan keledainya bertahan tidak mau bergerak!)
       

    9. 9.Baca Roma 11:25-27. Apakah ayat ini merupakan nubuatan?
       

      1. 1.Apa artinya “jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk?” (Kedengarannya seperti injil telah dikabarkan ke seluruh dunia.)
         

      2. 2.Sebelum Kedatangan Yesus Kedua kali, setelah injil diberitakan keseluruh dunia, apakah bangsa Yahudi akan bertobat?
         

        1. 1.Baca Roma 11:28-31.  Apakah yang ditambahkan oleh ayat ini pada gagasan mengenai pertobatan bangsa Yahudi? (Panggilan dan pemberian Allah “tidak dapat ditarik kembali.” Tawaran untuk menerima Yesus sebagai Mesias masih berlaku. Saya melihat ini sebagai nubuatan, dan menanti-nantikan saatnya kekristenan bangkit di Israel. Apa yang Paulus maksudkan dengan “seluruh Israeil” (ayat 26), saya tidak tahu.)
           

    10. 10.Baca Roma 11:33-36. Seberapa yakin kita dapat mengatakan bahwa kita mengerti Allah? (Tugas kita adalah memuji dan mempercayai Allah. Sementara kita harus selalu ingin untuk mengenal Allah lebih baik dan sedapat mungkin coba belajar, kita perlu mengerti bahwa mengenali dan memahami Allah sepenuhnya itu berada “diluar jangkauan kita!”)
       

    11. 11.Sobat, engkau sudah terpilih oleh kasih karunia. Maukah engkau menerimanya? Ataukah engkau akan terus menolak kasih karunia dan bersandar pada usahamu sendiri untuk memperoleh keselamatan?
       

  5. 5.Pekan depan: Kasih dan Hukum Taurat