<-- Lesson 7 - Indonesian

Istirahat dan Pemulihan

(Matius 4, 5 & 11, Lukas 12, Bilangan 8)

Kesehatan dan Penyembuhan: Pelajaran 7

 

 

Copr. 2010, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Hetty Simatupang. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

 

Pendahuluan:  “Saya akan beristirahat ketika saya mati.”  Pernahkah Anda mendengarnya?  Apakah Anda pernah mengatakannya?  Kadang-kadang saya merasa seperti itu.  Ketika saya kuliah di fakultas hukum, para mahasiswa kelihatannya belajar setiap hari.  Saya percaya kalau saya tidak boleh bekerja pada hari Sabat.  Saat istirahat yang indah, bebas dari rasa bersalah.  Allah memberkati saya dan memberikan saya nilai yang lebih baik daripada rekan-rekan saya yang belajar setiap hari.  Tetapi, sekarang ini istirahat lebih sulit dipahami.  Saya tetap tidak melakukan pekerjaan sekuler pada hari Sabat, tetapi saya mengajar pelajaran ini dan kadang-kadang berkhotbah.  Yang mana sama saja dengan pekerjaan yang saya lakukan selama minggu bekerja.  Sebagian pendeta mengambil libur pada hari Senin, tetapi saya perlu bekerja pada hari Senin.  Bagaimana kita membuat bekerja dan beristirahat seimbang?  Mari selami pelajaran kita dan temukan apa yang Allah katakan tentang topik ini!

 

 

I.                   Definisi Istirahat

 

A.                Menurut Anda hal apakah yang paling menenangkan?  Ketika Anda memikirkan mengenai istirahat apakah yang timbul dalam benak Anda?  Baca Matius 11:28-30.  Istirahat seperti apakah yang Yesus tawarkan kepada kita?  Apakah ini rohani atau fisik atau keduanya?

 

1.                 Ketika saya berpikir mengenai istirahat, saya berpikir mengenai berhenti.  Ayat ini berbicara tentang beristirahat dalam “kuk” – yang merupakan alat untuk menarik beban.  Bagaimana mungkin mengenakan alat memikul beban dianggap “istirahat”?  (Diasumsikan bahwa kita sudah memikul beban (“mari... semua yang ... berbeban”).  Yesus menawarkan untuk mengambil bagian dalam usaha memikul beban kita.)

 

2.                 Bagaimanakah, tepatnya, kita menambahkan Yesus sebagai rekan dalam memikul beban kita?  (Ayat tersebut mengatakan kepada kita untuk “belajar” dari Yesus bagaimana untuk menjadi lemah lembut dan rendah hati.)

 

a.                 Apakah hubungannya (menjadi lemah lembut dan rendah hati) dengan istirahat?

 

 

B.                Selama beberapa tahun ini saya dan istri saya dalam proses untuk pindah ke kota dimana saya mengajar.  Kami belum menjual rumah kami dan belum membeli rumah di tempat yang baru.  Saya dan istri saya menyukai sebuah rumah yang sangat mengesankan yang sedang dijual.  Ketika saya mempertimbangkan harganya, saya pikir “Tidak banyak istirahat!”

 

1.                 Mengapa Anda atau saya membeli rumah yang mengesankan?  (Bukan karena rendah hati.)

 

a.                 Dapatkah Anda mengerti sekarang, mengapa istirahat berhubungan dengan kerendahan hati?  (Sepanjang kita berusaha untuk mengesankan orang disekeliling kita dengan benda-benda yang kita miliki, sulit untuk beristirahat.)

 

C.                Saya mengawali dengan bertanya kepada Anda apakah Yesus menawarkan istirahat rohani atau fisik.  Apakah pendapat Anda berubah setelah mempertimbangkan lebih jauh ayat tersebut?  (Keduanya berhubungan.  Kalau hati kita benar (kita rendah hati) maka istirahat fisik lebih mudah.)

 

 

II.                 Hal-hal Penting dalam Istirahat

 

A.                Baca Matius 4:23-25.  Bayangkan kehidupan Yesus.  Apakah kehidupanNya seperti bintang film?  (Ya, diikuti oleh banyak orang.)

 

1.                 Bagaimanakah perasaan Anda kalau Anda memiliki pekerjaan seperti Yesus?  (Bayangkan betapa hebatnya menyembuhkan dari sakit yang luar biasa, lumpuh dan kerasukan setan.  Saya yakin mereka yang disembuhkan gembira luar biasa dan berterima kasih.  Tugas yang besar.)             

 

B.              Baca Matius 5:1.  Apakah Yesus memalingkan diriNya dari mereka yang menderita sakit luar biasa, lumpuh dan kerasukan setan?  (Ya.  Ia melihat kerumunan orang banyak datang dan Ia pergi menuju pegunungan untuk beristirahat!)

 

1.                 Apakah dosa menolak memberikan kesembuhan kepada orang-orang yang membutuhkan?  (Yesus menghidupkan kehidupan yang sempurna.)

 

2.                 Apakah tugas Anda sama penting dan memaksa seperti tugas Yesus?  (Tidak.)

 

a.                 Apakah yang diajarkan kepada kita disini mengenai tugas kita dan istirahat?  (Kita pikir diri kita tidak dapat digantikan.  Kita pikir orang lain tidak dapat bekerja sama tanpa kita.  Kita pikir kita tidak dapat beristirahat.  Yesus menunjukkan dengan contoh ini bahwa kadang-kadang kita perlu berhenti dan beristirahat – walaupun ada hal-hal memaksa untuk tidak beristirahat.)

 

(1)              Apakah pendapat bahwa diri kita tidak dapat digantikan berhubungan dengan pertanyaan rendah hati yang baru saja kita bicarakan?

 

C.              Baca Kejadian 2:2-3.  Yohanes fasal 1 mengatakan bahwa Yesus adalah Pencipta.  Bahkan sebelum Yesus menjadi manusia, Ia beristirahat.  Menurut Anda apakah Allah yang dapat menciptakan alam semesta dengan berfirman perlu beristirahat?  (Saya sangat meragukan.)

 

1.                 Oleh karena itu, mengapa Yesus beristirahat?  Mengapa meninggikan istirahat sedemikian rupa sehingga hari beristirahat dianggap suci?  (Ia pasti melakukannya untuk kita.  Allah mau manusia beristirahat.)

D.              Baca Markus 6:30-31.  Apakah salah untuk sibuk – sedemikian sibuknya hingga Anda tidak ada waktu untuk makan?  (Ayat ini tidak mengatakan sibuk adalah salah, ayat ini mengatakan bahwa istirahat “ditempat yang sepi” penting.)

 

E.              Baca Keluaran 23:12.  Seberapa meluaskah kebutuhan manusia untuk beristirahat?  (Seandainya Anda memiliki hewan yang bekerja – Anda perlu memberikan istirahat kepada hewan tersebut.  Bahkan yang paling tidak berharga dalam masyarakatpun (budak dan orang asing) mempunyai hak untuk beristirahat.)

 

 

III.              Beristirahat dan Keseimbangan

                           

A.              Baca Lukas 12:16-18.  Apa pendapat Anda mengenai rencana ini?  (Kelihatannya rencana usaha yang masuk diakal.)

 

1.              Apakah ada pilihan lain?  (Membiarkan hasil panennya busuk atau membagi-bagikannya.)

 

B.                Baca Lukas 12:19.  Apakah Anda ingin untuk pensiun sesegera mungkin?  Menurut Anda apakah rencana petani tersebut?             

 

C.                Baca Lukas 12:20-21.  Ketika saya berkuliah, salah satu teman saya mengatakan bahwa saya sebaiknya berhenti dari sekolah, mencari uang dan bersenang-senang.  Saya menolak, dan mengatakan cita-cita saya untuk menjadi seorang ahli hukum dan saya perlu maju terus dalam pendidikan saya.  Teman saya membalas, “Bagaimana jika Anda dilindas truk?”  Saya mengakui itu akan menjadi masalah bagi rencana saya.             

 

1.                 Bukankah perumpaan Yesus sama seperti teman saya yang mengatakan “Bagaimana jika Anda dilindas truk?”  (Saya tidak dilindas truk (walaupun saya hampir mengalaminya), dan segera sesudah itu saya meraih gelar Doktor Hukum.  Teman saya, yang juga tidak dilindas truk, tidak pernah menyelesaikan pendidikannya.)

             

a.                 Apakah pengalaman saya menunjukkan perumpamaan Yesus agak tidak masuk diakal?  Atau, Yesus memiliki maksud lain?  (Yesus menerangkan maksudnya dalam ayat 21 – jangan mementingkan diri dihadapan Allah.)

 

b.                 Bagaimanakah petani tersebut tidak kaya dimata Allah?  Bagaimanakah rencana ini menjadi kecurangan terhadap Allah?

 

D.                Baca 1 Timotius 6:17-19.  Apakah ini memberikan jawaban terhadap pertanyaan kita mengenai petani tersebut?  (Petani tersebut bermaksud untuk beristirahat panjang yang akan berpusat hanya kepada dirinya sendiri.)

 

1.                 Apa yang Alkitab katakan mereka yang kaya (mereka yang tidak perlu bekerja) harus lakukan?  (Mereka perlu “berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan” dan untuk bermurah hati dan membagi-bagikan uang mereka.  Ini menyatakan kepada kita bahwa kita mempunyai kewajiban kepada Allah baik dalam hal waktu dan uang kita.)

 

2.                 Apa yang diajarkan kepada kita disini mengenai istirahat?  (Bahwa beristirahat harus dilakukan secara berkala.  Beristirahat terus menerus bukanlah rencana Allah.)

 

                           

IV.              Beristirahat dalam Pensiun

 

A.              Setelah membaca kisah petani, Anda mungkin mempunyai keraguan untuk pensiun.  Apakah ide untuk pensiun sesuai dengan Alkitab?

 

B.                Baca Bilangan 8:23-26.  Apakah yang dikatakan disini pandangan Allah mengenai pensiun?  (Paling tidak bagi suku Lewi, Allah membebaskan mereka dari tugas pelayanan pada usia 50.)

 

1.                 Apakah itu akhir dari bekerja bagi mereka?  (Tidak.  The Keil and Delitzsch Commentary membedakan kata-kata “bekerja” dari ungkapan “membantu saudara-saudara mereka”.  Bekerja berarti tugas, tetapi Commentary ini mengatakan bahwa kata Ibrani (mishmeret) berarti kekeliruan, gantinya daripada hanya membantu.  Apakah NIV atau Commentary ini mempunyai pandangan yang lebih tepat, mereka yang berusia diatas 50 tahun tidak berhenti.)

 

2.                 Apakah yang diajarkan disini dan juga kisah petani tentang beristirahat dalam pensiun?  (Tujuannya bukanlah berhenti dan menonton televisi sepanjang hari.  Ada saatnya kita dapat (dan harus) mengurangi pekerjaan fisik, tetapi istirahat yang ideal adalah untuk selalu tetap dalam kuk dengan Yesus menolong memajukan Kerajaan Allah.)

 

C.              Sahabat, sudahkah Anda mencapai keseimbangan yang benar dalam hidup?  Apakah Anda memiliki cukup, tetapi tidak berlebihan, istirahat?  Kalau tidak, bergabunglah dengan saya dalam doa agar Allah menolong Anda dalam menuju kepada keseimbangan yang benar.                             

 

 

V               Minggu depan:  Suasana Pujian