<-- Lesson 2

Kuasa Memilih

(Kejadian 2-4, Ulangan 30, Ibrani 11)

Kesehatan dan Penyembuhan: Pelajaran 2


Copr. 2010, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs.  Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian. Berdoalah untuk meminta tuntunan Roh Kudus sementara saudara mempelajari pelajaran ini.

Pendahuluan: Terlalu banyak pilihan! Pernahkan saudara mendengar seseorang mengucapkan hal tersebut? Wegman merupakan toserba baru di daerah tempat tinggal saya. Saya belum pernah melihat toko semacam itu. Pilihan yang beragam dan jumlah makanan yang bisa dipilih seperti menimbulkan rasa salah. Sebagian orang di dunia ini tidak punya cukup makanan, dan toko ini tampaknya memiliki tidak saja segala jenis makanan, namun juga keanekaragaman tiap makanan yang membuat tercengang. Milton Freedman adalah seorang ekonom yang menulis buku berjudul “Free to Choose” [Bebas Memilih]. Ia berargumen bahwa orang bebas dalam ekonomi bebas akan menjadi makmur. Jadi, Wegman, dengan pilihannya yang melimpah ruah itu, merupakan hasil langsung dari ekonomi bebas. Berbelanja di Wegman menimbulkan rasa berdosa. Apakah pemikiran tentang orang bebas yang membuat pilihan bebas merupakan dosa? Ataukah, pilihan bebas merupakan inti Kerajaan Allah? Mari mulaikan pelajaran Alkitab kita dan temukan jawabnya!


  1. Kebebasan Pertama

    1. Baca Kejadian 2:15-17. Apakah Allah bisa dituntut pengacara yang menangani kasus produk cacat?

      1. Di sini ada produk mematikan yang tampak seperti produk bermanfaat lainnya. Produk tersebut tidak diberi label. Allah hanya memberi peringatan secara lisan. Namanya pun mengecoh, bahkan memikat (“pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat”), bukannya “pohon pembunuh”. Buah berbahaya tersebut terlihat bagus (Kejadian 3:6). Tidak disembunyikan atau dipagari, letaknya (Kejadian 3:3) berada di “tengah-tengah taman”. Apakah Allah punya alasan untuk meletakkan pohon dengan buah yang memiliki racun mematikan di tempat di mana pohon tersebut dengan mudah bisa membahayakan seseorang?

    2. Baca Kejadian 3:9-12. Apakah Adam punya pembelaan penuh dan mutlak terhadap dakwaan yang akan Allah lemparkan? Tidak saja ia bisa menggugat hal-hal yang tadi saya sebutkan, kini agen Allah (perempuan) memberi dan menganjurkannya untuk memakan buah tersebut.
      .

      1. Perlukah kita menggugat Allah juga dengan hukuman denda (denda sebagai hukuman terhadap tergugat yang teledor?)

    3. Jika Allah adalah produsen mesin gergaji, maksud dari gergaji tersebut adalah untuk memotong kayu, bukan kaki saudara. Produsen telah melakukan segala sesuatu yang selayaknya untuk memastikan bahwa mesin gerjaji tersebut dilakukan seperti termaksud. Apakah tujuan penempatan pohon ini di tengah-tengah taman tersebut? (Hanya satu maksudnya, untuk menjadi ujian bagi kebebasan memilih manusia.)


      1. Dengan semua tahapan yang Allah bisa ambil untuk menjadikan manusia sulit untuk memakan buah tersebut, mengapa Ia tidak berbuat lebih? (Allah merupakan satu-satunya kecerdasan alam semesta. Ia jelas-jelas telah berketetapan untuk tidak berbuat lebih. Satu-satunya alasan yang terpikir oleh saya adalah bahwa Ia melakukan hal ini untuk memberi manusia kebebasan memilih yang mutlak.)

    1. Apa yang Allah lebih hargai dari kebebasan memilih? (Segala yang lainnya telah tercakup dalam kebebasan memilih. Tampaknya tidak ada lagi yang lebih penting dari hal itu. Akibat dari diberikannya kebebasan memilih, Allah dan manusia sangat sengsara. Bisakah saudara mendengar Adam dan Hawa mengucapkan, “Jika Engkau mengasihi kami, Engkau tidak akan mengijinkan hal ini terjadi?”)

      1. Sebagian orang mengatakan bahwa agama seharusnya tidak ada sangkut-pautnya dengan politik. Sebagian lain menganjurkan bahwa komunisme atau sosialisme itu paling berselarasan dengan kekristenan. Apakah yang diajarkan oleh kitab Kejadian? (Sistem pemerintahan Allah memaksimalkan kebebasan pribadi. Sekalipun Allah menciptakan rencana pertolongan bagi kebebasan memilih yang kita miliki, tidak ada jaring pengaman di Eden untuk mencegah kita memilih dosa.)

  1. Pilihan dan Konsekuensi

    1. Baca Kejadian 4:1-2. Kain adalah manusia pertama yang dilahirkan. Bagaimana Hawa memandang kelahiran Kain? (Usaha bersama dengan Allah.)

    2. Baca Kejadian 4:3-7. Pilihan apa yang diberikan kepada Kain?

      1. Apakah Kain memiliki kuasa untuk menaklukkan dosa? (Allah mengatakan “engkau harus berkuasa atasnya.”)

    3. Baca Kejadian 4:8. Apakah ini merupakan pembunuhan yang telah direncanakan sebelumnya? (Sepertinya demikian, karena Kain mengajak Habel untuk pergi ke padang.)

    4. Baca Kejadian 4:9-14. Apa hasil dari pilihan Kain? (Adiknya tewas dan hidup Kain hancur.)

      1. Mengapa Allah tidak melindungi Habel? Ingat bahwa Kejadian 4:4 mengatakan bahwa Allah mengindahkan Habel.

      2. Manakala Hawa dan Adam mendengar peristiwa ini, kira-kira bagaimana perasaan mereka?

        1. Apa yang muncul dalam benak Hawa tatkala ia mengingat bagaimana Allah memberkatinya dengan Kain (Kejadian 4:1)?

        2. Apakah Adam dan Hawa menyalahkan diri mereka sendiri atas tragedi ini? Apakah mereka turut bersalah? (Ya. Mereka menghadirkan dosa ke dalam dunia.)

        3. Pada titik ini, apakah Adam dan Hawa lebih suka jika mereka tidak memiliki kuasa memilih?

          1. Harga apa yang mereka harus tanggung untuk kebebasan memilih?

    5. Baca Ulangan 30:10-15. Apakah mungkin untuk memelihara hukum Allah? (Ayat ini mengatakan penurutan itu “tidaklah terlalu sukar” atau “terlalu jauh.”)

      1. Baca Roma 3:10-12 dan Roma 3:19-20. Bagaimana mempertemukan Ulangan 30 dan Roma 3? Tampaknya kedua kitab ini saling bertentangan!

    6. Baca Ulangan 30:15-19. Apakah ayat ini menolong kita untuk memahami apa yang terlihat seperti pertentangan antara kitab Ulangan dan Roma? (Kitab Roma menekankan bahwa tidak seorang pun, melalui upaya manusia, dapat mencapai standar sempurna dari kebenaran yang dituntut Allah. Di lain sisi, kitab Ulangan mengajarkan bahwa kita semua memiliki kebebasan memilih. Kita dapat memilih kehidupan atau kita dapat memilih kematian. Kita dapat memilih untuk “berjalan” di jalan Allah atau kita dapat memilih untuk menghidupkan kehidupan yang tidak menurut.)

      1. Apakah pilihan-pilihan ini memiliki konsekuensi? (Ulangan 30:16 mengatakan bahwa penurutan menolong kita untuk “hidup dan bertambah banyak.” Ulangan 30:8 mengatakan bahwa jika kita tidak menurut kita akan binasa.)

      2. Perhatikan kembali Ulangan 39:19-20. Siapa lagi yang mendapatkan keuntungan dari pilihan yang kita ambil? (Anak-anak kita! Tadi kita telah mengamati bagaimana pilihan yang diambil Adam dan Hawa berdampak pada kehidupan anak-anak mereka – yang juga membuat pilihan.)

  2. Aturan dalam Memilih

    1. Media dan sebagian orang Kristen mencemooh manakala seorang penginjil televisi di Amerika yang terkemuka menyatakan bahwa kehancuran yang terjadi baru-baru ini di Haiti mungkin ada kaitannya dengan praktek voodoo yang sudah berlangsung lama yang dilakukan oleh sebagian orang Haiti. Apakah pernyataan ini masuk akal, dengan melihat ayat-ayat yang baru saja kita baca? (Ya.)

      1. Bagaimana dengan orang-orang Haiti yang merupakan orang-orang Kristen yang saleh? Ataukah, gempa bumi tersebut tidak ada kaitannya dengan pilihan yang diambil oleh siapa pun?

    2. Baca Lukas 13:1-5. Apakah yang Yesus katakan mengenai penderitaan dan dosa? (Dosa pada akhirnya akan membunuh orang jahat. Namun, hal-hal buruk yang terjadi pada kita selama hidup mungkin saja bukan merupakan akibat dari dosa kita.)

      1. Bagaimana bisa Yesus tidak sepakat dengan apa yang menginspirasi Musa untuk menuliskan Ulangan 30? (Menurut saya ini seperti halnya tata-bahasa Inggris – ada pengecualian. Aturan umum, yang disebutkan oleh sang penginjil, adalah bahwa pilihan kita memiliki konsekuensi terhadap hal yang baik atau yang buruk. Namun, terkadang hal-hal buruk terjadi yang mana tidak ada sangkut-pautnya dengan pilihan yang kita ambil. Yesus mengamarkan kita terhadap anggapan bahwa kita lebih benar karena kita tidak menderita.)

    3. Baca Ibrani 11:32-34. Apakah orang-orang ini para pahlawan iman? (Ya. Ini merupakan “pasal iman” dalam Alkitab dan orang-orang ini merupakan sebagian dari para pahlawan.)

      1. Bagi para pahlawan ini, bagaimanakah jadinya hidup mereka? (Ternyata hebat! Mereka menang!

    4. Baca Ibrani 11:35-38. Apakah mereka ini juga pahlawan iman? (Ya. Namun, nama-nama mereka tidak disebutkan.)

      1. Bagi para pahlawan ini, bagaimanakah jadinya hidup mereka? (Buruk – paling buruk (“digergaji”)!)

    5. Baca Ibrani 11:40. Bagaimanakah saudara menjelaskan akibat ini dengan melihat pelajaran kita tentang pilihan dan akibatnya? (Aturan normalnya adalah memilih Allah membuat hidup saudara lebih baik di dunia ini. Terkadang aturan ini tidak berlaku, dan kita tidak bisa menyimpulkan bahwa seseorang berdosa semata karena mereka menderita. Namun, tidak ada pengecualian dalam aturan ini terkait hidup kekal. Memilih Allah membawa hidup kekal. Memilih kejahatan membawa kematian kekal.)

    6. Sobat, maukah engkau hari ini memilih hidup kekal? Mengapa tidak meminta Yesus, sekarang, untuk menjadi Tuanmu dan meminta Roh Kudus untuk menuntun hidupmu agar mengambil pilihan yang benar?

  3. Merayakan Kebugaran Rohani dan Badani.