BUAH ROH
Memuji Allah Sumber Aliran Semua Berkat!
(Mazmur 103, 2 Timotius 1:9, Keluaran 15, Roma 12)
Pelajaran 1
Copr. 2010, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Hetty Simatupang. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Seberapa pentingkah kesehatan Anda? Apakah Anda suka bangun setiap pagi dengan perasaan segar? Kalau uang sebagai alat ukur, saya baca di Amerika Serikat saja lebih dari dua trilion dolar (trilion, bukan bilion) dikeluarkan setiap tahun untuk kesehatan. Apakah Allah perduli dengan kesehatan kita? Apakah ada hubungannya antara kebenaran dan kesehatan? Apakah kita mempunyai kewajiban kepada Allah untuk melakukan yang terbaik dalam menjaga kesehatan? Mari selami seri pelajaran kita yang baru dan temukan apa yang Alkitab katakan tentang kesehatan!
I. Alasan-alasan untuk Memuji
A. Baca Mazmur 103:1. Apakah artinya memuji Allah dengan “segenap batin”? (Ini bukanlah pujian dangkal. Ini adalah memuji Allah dari dalam inti kita – dari bagian terdalam.)
B. Baca Mazmur 103:2. Saya sering dengar orang mengatakan kita harus memuji Allah “karena siapa Dia”. Apakah alasan tambahan yang diberikan pemazmur bagi kita untuk memuji Allah? (Ia memberikan kita kebaikan-kebaikan! Kelihatannya alasan yang mementingkan diri untuk memuji, tetapi ini adalah wajar (dan mudah) untuk memuji seseorang yang menolong kita.)
C. Baca Mazmur 103:3-5. Apakah yang diterangkan oleh pemazmur? (Kebaikan-kebaikan yang diberikan Allah kepada kita!)
1. Mari daftarkan kebaikan-kebaikan itu. (Pengampunan dosa. Menyembuhkan penyakit. Mengangkat kita keluar dari lobang. Memberikan kita kasih setia dan belas kasihan. Memuaskan keinginan-keinginan kita dengan hal-hal kebaikan. Memberikan kita masa muda.)
a. Ketika Anda melihat daftar ini, apakah ada dari kebaikan-kebaikan ini yang berhubungan dengan kesehatan? (Ya! Memberikan kita suatu perasaan masa muda dan menyembuhkan penyakit-penyakit kita.)
b. Apakah Anda memperhatikan pentingnya mengapa pemazmur ketika membuat daftar kebaikan-kebaikan ia menuliskan pengampunan dosa pertama dan menyembuhkan penyakit kedua? (Secaran logika kehidupan kekal lebih penting daripada kehidupan di dunia.)
(1) Mari lihat kedua kebaikan ini – mengampuni dosa-dosa kita dan menyembuhkan kita dari penyakit – dengan lebih rinci.
II. Pujian untuk Pengampunan Dosa
A. Baca 2 Timotius 1:9. Kapankah Allah merancang rencanaNya untuk memperbaiki problema dosa? (Sebelum penciptaan. Sebelum keberadaan kita.)
1. Apakah yang disarankan disini tentang pemikiran Allah ketika Ia menciptakan kita? (Ia menciptakan kita dengan pengetahuan kalau ada kemungkinan kita menolak Dia.)
a. Anggap saja Anda sebagai orangtua dan anak Anda menolak Anda. Kalau Anda dapat memutar kembali waktu dan tidak melahirkan anak ini, apakah Anda akan melakukannya? (Orang tua yang mengatakan, “Bagaimanapun juga saya akan melahirkan anak ini” menunjukkan kasih yang luar biasa. Allah kita telah menunjukkan kasih yang luarbiasa kepada kita.)
B. Baca Efesus 2:8-10. Apakah kita layak menerima pengampunan dosa dan hidup kekal? (Tidak. Itu adalah pemberian Allah, dan bukan hasil dari usaha kita. Bagaimanapun, kita diciptakan untuk melakukan hal-hal kebaikan.)
C. Sekarang kita mengerti mengapa pemazmur dalam Mazmur 103:3 memuji Allah karena mengampuni dosa-dosa kita.
III. Memuji Allah untuk Menyembuhkan Penyakit dan Memberikan Kita Masa Muda
A. Baca Keluaran 15:25. Apakah hubungannya antara menurut Allah dan penyakit? (Allah katakan kalau kita menurut, ia tidak akan menimpakan penyakit atas kita seperti yang telah Ia timpakan atas orang Mesir.)
1. Apakah ini berarti kalau kita sakit itu disebabkan karena kita berdosa? (Kemungkinan.)
2. Apakah yang diajarkan buku Ayub mengenai topik ini? (“Teman-teman” Ayub mengatakan kepadanya kalau ia sakit dan menderita karena ia tidak menurut Allah. Tetapi kita tahu dari fasal pertama buku Ayub kalau Allah mengatakan kepada Setan bahwa Ayub “saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." Ayub 1:8.)
a. Apakah yang kita simpulkan dari Ayub dan Keluaran 15:26 tentang asal dari penyakit? (Kadang-kadang kita sakit karena kita tidak menurut Allah dan kadang-kadang kita sakit karena menurut Allah. Sebagai tambahan, akal sehat kita mengatakan kadang-kadang kita sakit karena kita hidup di dunia yang dipenuhi dosa.)
3. Mari lihat lagi kata-kata terakhir dari Keluaran 15:26: “sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau”. Apakah ada sisi negatif dan positif dari keterlibatan Allah dengan kesehatan kita? (Kelihatannya Allah mengatakan Ia adalah Allah yang menyembuhkan. Itu adalah sifat alamiahNya, sisi positif dari kesehatan. Tetapi ia juga menimpakan penyakit kepada yang tidak menurut. Allah terlibat dalam kesehatan kita baik itu dengan cara positif dan negatif.)
B. Baca Yeremia 7:22-23. Apakah Allah baru saja memberi perintah kepada bangsa Israel tentang penyembahan kepadaNya? (Tentu saja. Inilah caranya mereka memandang allah-allah kafir.)
1. Apa lagi yang Allah lakukan bagi kita? (Allah tidak saja meminta penyembahan kita, Ia meminta untuk mempunyai hubungan dengan kita. Ia mau kehidupan kita berlangsung dengan baik – dan untuk itu ia memberikan kita serangkaian perintah. Ini adalah sisi baik dari penurutan, sisi “penyembuhan”.)
2. Contoh-contoh apa yang kita lihat di Alkitab? (Kalau Anda membaca Imamat fasal 11-15 Anda akan menemukan sejumlah peraturan-peraturan yang Allah berikan kepada Musa untuk memelihara bangsa Israel sehat dan bebas-penyakit.)
C. Baca Amsal 3:7-8. Menghindari kesombongan, takut akan Allah, menjauhi kejahatan: apakah hal-hal ini memiliki hubungan nyata terhadap kesehatan dan tulang-tulang yang kuat? (Ini menyarankan hubungan antara kesehatan rohani dan kesehatan fisik. Kelihatannya melebihi pemikiran bahwa Allah memberikan penyakit sebagai hukuman atau ujian, atau menyembuhkan kita sebagai berkat. Ada hubungan erat antara kebenaran dan kesehatan. Hasil alamiah dari penurutan adalah tubuh yang kuat dan sehat.)
IV. Memuji Pengorbanan
A. Baca Roma 12:1. Saya pikir Yesus adalah Anak Domba Allah yang mati untuk memikul dosa-dosa kita. Mengapa kita berkorban?
1. Mari telusuri masalah ini. Apa alasannya bagi kita untuk berkorban? (“Sesuai dengan kasih karunia Allah”. Ini sesuai dengan kasih karunia yang ditunjukkan Yesus dengan mati bagi dosa-dosa kita. Sebagai pengikut-pengikutNya, kita perlu memiliki sikap pengorbanan yang sama.)
2. Bagaimanakah pengorbanan kita berbeda dengan yang Yesus lakukan? (Kita adalah pengorbanan “hidup”. Saya memilih ini daripada pengorbanan “mati”.)
3. Bagaimanakah dengan perbaktian? (Sebagai bagian dari perbaktian kita kepada seorang Allah yang memberikan hidupNya bagi kita, kita melakukan beberapa pengorbanan.)
4. Sekarang pertanyaan sulit, pengorbanan seperti apa yang kita sedang kita bicarakan? Apakah artinya bagi Anda untuk “mempersembahkan tubuh” Anda sebagai “persembahan yang hidup”?
B. Baca Roma 12:2. Apakah yang disarankan disini sebagai jawaban atas pertanyaan sebelumnya? (“Pengorbanan” kita adalah untuk menuruti kehendak Allah dan bukan kehendak dunia.)
1. Roma 12:1 menyebutkan tubuh kita dan ini mengartikan kepada pikiran kita. Apakah keduanya terlibat dalam persembahan yang hidup? (Sudah jelas, ada komponen fisik disini. Tubuh yang sehat mencerminkan hubungan positif dengan Allah adalah bagian dari “pengorbanan”. Tindakan-tindakan kita dimulai dengan sikap dari pikiran. Kita perlu mempersembahkan pengorbanan sepenuhnya: pikiran dan tubuh!)
2. Apakah kesehatan menjadi bagian dari hal ini? (Paralelnya menunjukkan kepada pikiran yang diperbaharui dan tubuh yang diperbaharui. Ini menunjukkan penyembahan Allah sepenuhnya.)
3. Berbagai macam orang menyembah tubuh mereka. Ini adalah salah satu tujuan utama masa kini. Apakah itu yang dibicarakan disini? (Ayat ini memperingatkan tentang menuruti keinginan dunia. Sebagai gantinya, persembahan kita adalah pikiran dan tubuh yang mencerminkan kebesaran Allah kita.)
C. Sahabat, kalau Anda tidak memikirkan tentang hubungan antara kesehatan dan kerohanian, kalau Anda tidak memikirkan bahwa memelihara tubuh Anda sebagai bagian dari perbaktian Anda kepada Allah, maukah Anda mempertimbangkannya hari ini? Mengapa tidak berjanji hari ini untuk meminta Allah membantu Anda untuk memperbaharui bukan saja pikiran, tetapi juga tubuh Anda sebagai bagian dari “persembahan hidup” Anda?
V Minggu depan: Kuasa Memilih