<-- A Pillar of Mission: The Apostle Peter

BUAH ROH

 

 

Buah Roh ialah Kebenaran

(Yohanes 14 & 16, 1 Korintus 9, Roma 14)

Pelajaran 12

 

Copr. 2010, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Hetty Simatupang. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

 

Pendahuluan: Toby Keith menyanyikan sebuah lagu dengan kata-kata, “Saya berharap saat ini saya tidak mengetahui apa yang tadinya tidak saya ketahui.” Apakah itu pendangan Anda tentang hidup? Hal yang tidak menyenangkan terjadi dan Anda berharap lebih baik tidak pernah mendengarnya? Atau, mengetahui yang benar selalu lebih baik? Alkitab menampilkan kebenaran luar biasa dari pahlawan-pahlawan Perjanjian Lama. Itu menyarankan lebih baik untuk mengetahui. Disisi lain, Paulus sepertinya menyarankan bahwa keterbukaan tidak selalu merupakan pendekatan terbaik. Dalam hidup saya, kebenaran hadir dalam dua paket. Satu adalah kebenaran tentang Allah, keselamatan dan perputaran dari alam semesta. Kebenaran yang berikut adalah tentang hidup saya dan kebenaran tentang hidup orang lain. Tentu saja saya ingin mengetahui kebenaran tentang Allah. Sementara kebenaran mengenai saya… Mari selami lebih jauh dan simak apa yang Alkitab ajarkan kepada kita tentang kebenaran!

 

 

I.           Kebenaran Tentang Allah

 

A.          Baca Yohanes 14:1-4. Seberapa pentingkah bagi Anda kebenaran dari pernyataan Yesus? (Tidak ada yang lebih penting. Alkitab mengatakan dalam 1 Korintus 15:19: “Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.”)

 

1.          Apa hubungan kebenaran terhadap percaya? Yesus meminta kita untuk percaya kepadaNya sebelum Ia membuat pernyataan penting ini. (Kita tidak tahu apakah kita dapat meyakini orang kalau kita tidak dapat mempercayai mereka.)

 

B.          Baca Yohanes 14:5-7. Bagaimanakan Yesus menjawab pertanyaan Tomas? (Yesus katakan bahwa Ia adalah jalan.)

 

1.          Mari simak pernyataan Yesus lebih jauh lagi. Apa yang dimaksud Yesus ketika Ia mengatakan Ia adalah, “jalan, kebenaran dan hidup?”

 

a.          “Jalan” apakah yang sedang dibicarakan? Jalan ke sorga. Ke arah ke hidup kekal.)

 

b.          “Kebenaran” apakah yang Yesus bicarakan? (Seluruh jalinan pembicaraan adalah kebenaran tentang hidup kekal.)

 

c.          Bagaimanakah Yesus sebagai “hidup”? (Hidup kekal datang dari mengenal dan menerima Allah. Kita datang kepada Bapa melalui Yesus.)

 

2.          Saya sudah membaca ajaran-ajaran Dalai Lama, saya sudah membaca sebagian besar Kuran. Kelihatannya ajaran Budha tentang bagaimana menghidupkan kehidupan Anda sangat mendekati apa yang Yesus ajarkan dalam Khotbah diatas Bukit. Islam, dengan luarbiasa, menerima sebagian besar Perjanjian Lama sebagai kebenaran. Yudaisme menerima kebenaran seluruh Perjanjian Lama dan Yesus adalah seorang Yahudi! Karena kesamaan ini, saya pernah mereka-reka apakah semua agama besar didunia adalah cara pendekatan kepada kebenaran Allah. Apa yang Yesus katakan mengenai hal ini? (Tidak. “Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”)

 

a.          Apakah Anda mengerti logika dibalik pernyataan Yesus? Atau, apakah hal ini diluar jangkauan akal sehat, dan harus diterima dengan iman, kalaupun dapat diterima? (Saya bukanlah seorang ahli dalam hal agama-agama dunia, tetapi apa yang saya ketahui bahwa semuanya adalah berdasarkan usaha manusia. Penurutan membawa Anda ke sorga atau tingkatan berikut. Roma 3 mengatakan kepada kita bahwa pengamatan saya benar – kita semua adalah jahat. Hanya Kekristenan mengajarkan bahwa Allah menurut karena kita, Allah mati karena dosa kita, dan Allah mengalahkan dosa dan kematian karena kita. Perbuatan kita tidak dapat membawa kita ke sorga. Hanya Allah saja. Sesungguhnya, “tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui [Yesus]!”)

 

C.          Dalam Yohanes 16, Yesus lagi-lagi berdiskusi dengan murid-muridNya tentang fakta bahwa Ia akan pergi ke sorga. Baca Yohanes 16:12. Apakah yang dikatakan disini tentang Allah mengatakan kebenaran kepada kita? (Ia tidak selalu menceritakan kepada kita keseluruhan cerita.)

 

1.          Apakah Anda mendengarkan keluhan Tobey Keith? Apakah itu jujur untuk tidak menceritakan keseluruhan cerita?

 

a.          Apakah bedanya bahwa Allah yang memutuskan hal ini gantinya Anda?

 

b.          Kita saat ini melihat balik ke dua ribu tahun yang lalu. Apakah Anda setuju dengan Yesus bahwa keseluruhan cerita akan terlalu berat untuk ditanggung oleh murid-murid?

 

 

II.         Roh Kudus dan Kebenaran

 

A.          Baca Yohanes 16:13-15. Apakah peranan Roh Kudus dalam menolong kita mengerti kebenaran? (Ia memimpin kita.)

 

1.          Apakah ilustrasi mengenai seorang pemimpin menyarankan tentang peranan kita? (Baca Yeremia 29:13. Penjelajah mencari pimpinan. Sebutan kepada seorang pemimpin menyarankan bahwa kita perlu mencari kebenaran. Allah mengatakan kepada kita untuk mencari Dia “dengan segenap hati”.)

B.          Baca Yohanes 16:7-11. Sebagian pekerjaan Roh Kudus dengan kebenaran adalah untuk “menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman”. Ketika Anda berpikir tentang mempelajari kebenaran, apakah itu tentang mendengarkan informasi yang tepat? (Bagian dari kebenaran adalah mengetahui fakta-fakta. Bagian yang lebih penting dari kebenaran adalah mengerti fakta-fakta dan memberi perhatian yang serius. Orang mengetahui kalau merokok tidak baik. Orang mengetahui kalau kelebihan berat badan tidak baik. Isu yang sebenarnya adalah apakah Anda memperlakukan informasi ini dengan serius.)

 

1.          Apakah peranan Roh Kudus dalam menolong kita untuk menerima kebenaran dengan serius? (Hanya Roh Kudus dapat menginsafkan.)

 

2.          Apakah peranan Roh Kudus dalam usaha kita untuk membawa kebenaran injil kepada orang lain? (Lagi-lagi, itu adalah peranan Roh dalam menginsafkan akan kebenaran.)

 

B.          Kita baru saja mendiskusikan hal “sebagian kebenaran”. Apakah yang Yohanes 16:13 katakan kepada kita tentang Allah dan keseluruhan dari kebenaran? (Roh Kudus akan membawa kita ke dalam “seluruh kebenaran”.)

 

1.          Kalau Anda mengetahui bahwa keseluruhan kebenaran akan dinyatakan kepada Anda, tetapi untuk kepentingan Anda Allah akan menentukan kapan waktunya bagi keseluruhan dinyatakan, apakah itu akan memuaskan?

 

2.          Haruskah kita menggunakan pendekatan yang sama kepada orang lain? Menceritakan kepada mereka keseluruhan kebenaran – tetapi tidak sekaligus?

 

 

III     Kebenaran Kita

 

A.          Baca 1 Korintus 9:19. Apakah sikap Paulus tentang menobatkan orang lain? (Ia meninggalkan hak-haknya demi membawa orang lain kepada Yesus.)

 

B.          Baca 1 Korintus 9:20-22. Apa pendapat Anda tentang metode Paulus dan kebenaran?

 

1.          Apakah ini pendekatan “memberi mereka sebagian dari kebenaran”?

 

a.          Apakah ayat ini memberikan kita cukup informasi untuk memberikan penilaian akan metode Paulus?

 

C.          Baca Roma 14:13-18. Apakah ada kebenaran mutlak tentang makanan? (Sepertinya tidak. Paulus mengatakan bahwa ia memiliki satu pandangan, tetapi kalau orang lain memiliki pandangan yang berbeda, mereka terikat dengan pandangan itu.)

 

1.          Ketika Paulus menginstruksikan kita dalam Roma 14:15 “Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia”, apakah yang ia sarankan?

 

a.     Apakah ia menyarankan bahwa diperbolehkan untuk makan apa saja yang diperdebatkan, asal saja tidak dihadapan “saudara” tersebut?

(1.)    Apakah itu berarti Anda membohongi saudara Anda tentang apa yang Anda pikir baik untuk dimakan?  

 

D.          Baca Roma 14:22-23. Apa yang disarankan disini tentang kebenaran? (Kita bertanggung jawab kepada Allah. Kita tidak perlu benar-benar transparan terhadap saudara-saudara seiman kalau kita pikir itu akan melemahkan mereka.)

 

1.     Apakah ini otorisasi untuk menjadi seorang munafik?

 

2.          Apakah ini otorisasi untuk menyembunyikan dosa dari saudara-saudara seiman? (Baca Roma 14:1. Topiknya adalah "hal-hal yang dipedebatkan”. Berbohong untuk menyembunyikan kebenaran dosa adalah mempertambahkan dosa. Tetapi ada penggolongan hal-hal yang diperdebatkan, dimana suatu tindakan bisa menjadi dosa bagi seseorang dan tidak menjadi dosa bagi yang lain. Dalam ruang sempit itu, kebenaran mempertimbangkan keselamatan orang lain.)

 

a.          Ketika Anda berbohong, siapakah yang Anda lindungi? (Dusta pada umumya untuk melindungi diri kita. Paulus tidak menyarankan dusta, ia hanya menyarankan kita menutup mulut dalam hal perdebatan tertentu.)

 

B.          Sahabat, bagaimanakah dengan Anda dan kebenaran? Maukan Anda hari ini berjanji untuk mencari kebenaran Allah dengan segenap hatimu? Maukah Anda berjanji untuk bekerjasama dengan Roh Kudus untuk belajar lebih banyak dan membagikannya dengan orang lain? Maukah Anda berjanji untuk lebih sensitif dengan dampak dari pandangan Anda tentang kebenaran terhadap saudara-saudara seiman?

 

 

V      Minggu depan: Buah Roh ialah Intisari Karakter Kristen