<--

Buah Roh ialah Kebenaran (Righteousness)

(Efesus 5, Roma 3 & 5, 1 Yohanes 2)

Buah Roh: Pelajaran 11

 

Copr. 2010, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs.  Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian. Berdoalah untuk meminta tuntunan Roh Kudus sementara saudara mempelajari pelajaran ini.

 

Pendahuluan: Setiap pekan kita belajar satu demi satu daftar buah Roh yang terdapat dalam Galatia 5:22. Pekan lalu kita tiba pada akhir dari daftar yang terdapat dalam buku Galatia, karenanya saudara mungkin bertanya-tanya di mana lagi kita menemukan buah Roh lainnya? Kita bisa menemukannya pada “pohon terang!” Efesus 5:9 mengatakan “karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran.” Mari kita kembali mulaikan pelajaran Alkitab kita untuk mecari tahu apa artinya memiliki buah terang rohani, buah yang disebut kebenaran!

 

  1. Menemukan Kebenaran

    1. Baca Roma 3:21-24. Bagaimana kita dibenarkan? (Datangnya dari Allah, cuma-cuma dan memerlukan iman kepada Yesus.)

    2. Baca Roma 3:25-28. Dapatkah kita dibenarkan oleh menuruti Sepuluh Hukum? (Tidak. Jika kita bisa memelihara hukum maka ada yang bisa kita banggakan. Namun, kebenaran datang dari iman – dan kita tidak bisa bermegah atas pekerjaan yang dilakukan orang lain (Yesus). Dikatakan (dua kali) bahwa kebenaran ini “bukan karena melakukan hukum taurat.”)

    3. Baca Roma 5:17-19. Tindak penurutan siapa yang Alkitab bicarakan? (Tindak penurutan Yesus.)

      1. Apakah itu berarti yang saya hanya perlu pemikirkan penurutan Yesus, bukannya penurutan saya sendiri?

        1. Jika benar demikian, maka kebenaran benar-benar buah yang “ringan!” Betapa tidak – ada orang lain yang mengerjakan yang berat-berat!

  2. Melakoni Peran

    1. Baca Roma 3:29-31. Bagaimanakah kesimpulan ini (bahwa “kami meneguhkan hukum”) bisa dipahami secara logika? Jika kita mengajarkan bahwa kita bisa dibenarkan oleh memelihara hukum, bagaimana kita meneguhkannya? Bukankah hal tersebut membuat hukum menjadi tidak relevan?

      1. Orang lain yang berupaya memelihara hukum dan kemenangannya menjadi milik saya! Jadi memelihara hukum tinggal sejarah, bukan?

    2. Baca Efesus 5:1-3. Dapatkah kita menjadi “orang kudus” namun serakah, cemar dan melakukan percabulan?

      1. Jika saudara menjawab “tidak,” haruskan kita menyingkirkan keserakahan, kecemaran dan percabulan agar menjadi suci?

        1. Jika saudara menjawab “ya,” baca Roma 3:21-24 dan Roma 3:28!

    3. Tengok kembali Efesus 5:1. Apa yang Allah maksudkan manakala Ia mengatakan agar kita menjadi seperti Dia? (Roma 3 mengatakan bahwa kita ini jahat, dan satu-satunya jalan menuju kebenaran berasal dari iman akan Yesus. Hidup-Nya yang suci dan kematian-Nya ganti kita menjadikan kita suci. Namun, umat yang dikuduskan semestinya bertindak kudus. Karenanya kita dipanggil untuk “meniru” Allah kita yang Kudus.)

      1. Apakah tiruan itu barang asli? (Tidak.)

        1. Jadi, apa artinya bagi kita? Allah itu mentega dan kita margarin? Allah itu kayu dan kita plastik bermotif? Sepertinya tidak membesarkan hati. Coba kita tengok Efesus 5 lebih dalam lagi.

    4. Baca Efesus 5:3-7. Apa yang terjadi dengan dibenarkan oleh iman? Bagaimana bisa orang yang sama (Paulus) yang memperoleh inspirasi Roh Kudus menulis ayat-ayat ini dan Roma 3 & 5? (Perintah untuk “menjadi serupa” itu sungguh-sungguh. Ada reputasi yang perlu kita hidupkan. Karena Yesus menjadikan kita suci, kita perlu berbuat seperti itu. Itulah sebabnya Sepuluh Hukum bukanlah naskah kuno yang tidak relevan lagi namun merupakan jantung dari “tiruan” yang kita lakukan.)

      1. Apakah ada orang Kristen yang memperdayai kita dengan mengatakan bahwa perbuatan kita (dan hukum) tidak jadi soal? (Paulus mengamarkan kita dalam ayat 6 tentang penyesatan terkait hal-hal tersebut.)

    5. Bagaimana saudara menyimpulkan pelajaran yang perlu kita tarik dari Roma 3 dan Efesus 5:3-7? (Keselamatan tidak bisa diperoleh dengan menuruti hukum. Yesus melakukannya untuk kita. Namun, keselamatan bisa hilang jika kita melakukan perbuatan jahat.)

      1. Tidakkah hal ini semata cara lain untuk mengatakan bahwa perbuatan melayakkan kita untuk diselamatkan? Seperti halnya pemberi kerja yang mengatakan “Gajimu itu pemberian cuma-cuma selama kamu dipekerjakan. Tapi, jika kamu tidak bekerja, maka kamu dipecat.” Karenanya saudara mungkin akan menyimpulkan bahwa upaya itu penting. (Tengok ulang Efesus 5:5. Paulus menyebut orang yang terlibat dalam perbuatan jahat ini “penyembah berhala.” Artinya, mereka mengandalkan hal lain selain Yesus. Perbuatan kita merupakan indikasi dari alur pemikiran kita. Perbuatan mencerminkan apa yang diputuskan oleh akal kita. Perbuatan-perbuatan tersebut menyatakan apakah kita beriman kepada Yesus atau tidak. Saya membandingkannya dengan petunjuk isi tanki bensin mobil saudara. Petunjuk tersebut tidak memberi tenaga bagi mobilnya, namun menunjukkan berapa banyak tenaga yang tersedia.)

  3. Buah Terang

    1. Baca Efesus 5:8-10. Kini kita tiba pada buah terang. Jika seseorang menyebut saudara “terang,” apa yang akan saudara lakukan? Loncat? Pindah ke bulan? Mengganti nama menjadi Edison?

      1. Apakah Paulus menjelaskan apa yang ia maksudkan dengan “hidup sebagai anak-anak terang?” (Ya. Ia menyebutkan bahwa yang dihasilkan dari hidup sebagai terang adalah “kebaikan dan keadilan dan kebenaran.”)

        1. Apakah ini merupakan pilihan? Ataukah hal yang muncul dengan sendirinya saat kita dibenarkan oleh iman? (Karena Paulus mengatakan dalam Efesus 5:8 agar kita “hidup sebagai anak-anak terang,” hal ini menyatakan bahwa kita memiliki pilihan. Kita perlu memilih untuk menghidupkan kehidupan yang benar.)

      2. Bagaimana mengupayakan supaya kita bisa memlih? Bagaimana cara melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. (Perhatikan lagi Efesus 5:10: “ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.” Ini merupakan petunjuk untuk membaca Alkitab, cari tahu bagaimana Allah ingin kita hidup, kemudian hidupkan kehidupan yang demikian.)

    2. Baca Efesus 5:11-14. Perhatikan bahwa kita memiliki tugas, sebagai “buah terang,” untuk “menelanjangi” perbuatan kegelapan. Apakah itu berarti kita harus mem-video-kan dosa-dosa yang ada dalam masyarakat? Perlukah kita masuk koran dan mengungkap siapa-siapa yang berdosa?

      1. Apa yang Alkitab maksudkan saat mengatakan “segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak?” (Cara utama dimana kita “menelanjangi” kegelapan adalah dengan menjadi contoh hidup yang benar. Saya tidak beranggapan bahwa kita harus malu untuk menyebut dosa sebagai dosa, namun saya juga tidak beranggapan bahwa inilah yang Alkitab maksudkan di sini.)

      2. Ke arah mana cahaya Yesus akan terarah menurut Efesus 5:14? (Ke atas kita! Ini memperkuat gagasan bahwa “terang” kita adalah soal perbuatan baik kita – bukannya menunjuk langsung perbuatan buruk orang lain.)

      3. Bagaimana reaksi dunia terhadap orang-orang Kristen yang tidak menjadi “buah terang?” (Dunia menertawakan mereka (dan kekristenan). Kita diselamatkan oleh kasih karunia semata, namun kita berada dalam peperangan antara terang dan gelap. Cara hidup kita tidak hanya menunjukkan kesetiaan kita kepada terang, namun membantu pihak terang untuk memenangkan peperangan melawan kegelapan.)

  4. Mengenal Allah

    1. Kita telah mengetahui bahwa perbuatan baik kita, “terang” kita, merupakan upaya untuk menjadi serupa dengan Allah dan merupakan hal penting menghadapi pertentangan antara kebaikan dan kejahatan. Sepertinya ada pertanyaan penting yang tertinggal. Apa yang memotivasi kita untuk melakukan hal tersebut? Pertempurankah? Atau kerinduan untuk menjadi selaras dengan Allah?

    2. Baca 1 Yohanes 2:1-3. Apakah yang dianjurkan Alkitab sebagai motif untuk hidup benar? (Mengenal Allah. Sebagai orang luar, akan sangat sulit untuk menjadi serupa dengan orang yang tidak kita kenal.)

      1. Kata Alkitab, apa hal pertama yang penting terkait dengan mengenal Allah? (Yesus mati bagi dosa-dosa kita, dan sementara membela kita di surga.)

    3. Baca 1 Yohanes 2:4-6. Bagaimanakah mengenal Allah menjadi motivasi untuk melakukan yang benar, untuk berjalan dalam terang? (Kasih Allah bagi kita memotivasi-Nya untuk hidup dan mati ganti kita. Hal itu memberi kita sukacita! Vonis mati saya sudah dibatalkan! Mengetahui bahwa Yesus mati untuk memenuhi persyaratan hukum, mengetahui bahwa terang hidup saya membantu menelanjangi kegelapan dosa, semua ini memotivasi saya untuk taat pada Allah. Hal ini memulaikan proses di mana (ayat 5) kasih Allah menjadi sempurna di dalam diri saya.)

    4. Sobat, jika engkau memilih, engkau dapat diselamatkan oleh kasih karunia semata. Jika engkau telah menetapkan pilihan maka engkau wajib untuk berlalu seperti itu? Apakah engkau ingin kasih Allah sempurna dalam dirimu? Jika ya, belajarlah tentang Allah agar engkau dapat mengenal-Nya. Dalam proses yang ajaib itu, engkau akan menempatkan dirimu sebagai “buah terang,” sebagai orang yang berjalan di dalam terang, sebagai orang yang berjalan di dalam kebenaran.

  5. Pekan depan: Buah Roh ialah Kebenaran (Truth)