<-- A Pillar of Mission: The Apostle Peter

BUAH ROH

 

 

Buah Roh ialah Penguasaan Diri

(1 Korintus 9 & 10, Kolose 3, Roma 5)

Pelajaran 10

 

 

Copr. 2010, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Hetty Simatupang. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

 

Pendahuluan: Untuk sesaat renungkan Galatia 5:22/23 “Tetapi buah Roh ialah: . . . penguasaan diri”. Bukankah ini suatu logika yang kontradiksi? “Roh” adalah Roh Kudus, Roh Allah. Kalau Allah memberikan saya kendali, mengapa itu disebut “pengendalian-DIRI?” Apakah Roh memberikan saya otot-otot yang besar dan melepaskan saya untuk mengendalikan diri saya? Sudah jelas, mereka yang berpendapat bahwa pekerjaan saya penting, mempunyai tujuan tertentu. Apa tepatnya, saya tidak tahu pasti. Seperti biasa, mari selami pelajaran Alkitab kita dan coba untuk mencari tahu apakah pengendalian diri!

 

 

I.           Pelatihan

 

A.          Baca 1 Korintus 9:24-25. Apakah mahkota “yang abadi?” (Paulus berbicara mengenai pergi ke Sorga. Ia berbicara tentang hidup kekal.)

 

1.          Apakah ke Sorga itu sama seperti pertandingan Boston Maraton – hanya ada satu pemenang? Atau, satu pemenang dalam setiap kelas? (Tidak. Karena kalau tidak, Musa sudah melewati garis akhir sebelum kita dilahirkan!)

 

2.          Kalau analogi Paulus tidak tepat, apakah maksudnya? (Paling tidak, Paulus mengajarkan bahwa kita perlu bersikap serius akan pelatihan kita dalam perjalanan menuju sorga.)

 

B.          Baca 1 Korintus 9:26-27. Paulus memberikan kita dua analogi lagi: berlari tanpa mengetahui lokasi dari garis akhir; dan sebuah pertandingan tinju dimana Anda tidak mengetahui kalau Anda harus memukul lawan. Apakah kekuatan diperlukan untuk kedua masalah ini? (Tidak. Anda dapat saja seorang pelari tercepat dan seorang pemukul paling keras dan tetap saja menghadapi masalah-masalah ini.)

 

1.          Apakah yang menjadi jalan keluar akan masalah-masalah ini? “Pelatihan” seperti apakah yang disarankan Paulus? (Cuaca buruk menghalangi saya untuk mengendarai sepeda ketempat kerja, oleh karena itu saya berlatih dengan menggunakan permainan video. Salah satunya adalah dengan menempatkan kaki Anda diposisi tertentu pada saat yang tepat. Saya memerlukan waktu untuk mereka-reka apa yang harus saya lakukan. Saya pikir maksud Paulus adalah kita harus mengetahui tujuan akhir dari pertandingan. Kita harus mengerti gerakan apa yang diperlukan.)

 

2.          Paulus berbicara mengenai “diskwalifikasi” dari hadiah. Apakah yang menjadi penghalang untuk mendapatkan hadiah? (Paulus menulis tentang mengalahkah tubuhnya. Pasti dimaksudkan bahwa kita perlu menyesuaikan tubuh kita dengan dengan tujuan akhir.)

 

3.          Apa yang terjadi kalau tubuh kita tidak sejalan? (Karena hadiahnya adalah sorga, Paulus mengatakan keselamatan kita adalah taruhannya!)

 

C.          Sejauh ini kita lihat Paulus mengajarkan bahwa kita perlu suatu tujuan dan kita perlu menyesuaikan tubuh kita dengan tujuan itu. Apakah tujuan itu? (Saya pikir kita perlu maju ke fasal berikut. Dalam surat asli Paulus tidak ada pembagian fasal.)

 

D.          Baca 1 Korintus 10:1-4. Apakah mereka memiliki tujuan? (Ya. Tanah perjanjian.)

 

1.          Mereka dibaptis, makan makanan rohani dan minum, dan “minum” dari Kristus. Apakah hal-hal ini kedengarannya seperti tindakan-tindakan yang masuk akal untuk pengendalian diri? (Ya.)

 

E.          Baca 1 Korintus 10:5. Paulus mengatakan untuk melakukan pelatihan ketat agar tubuh kita sejalan dengan tujuan, dan sekarang kita lihat orang-orang yang tubuhnya “tersebar di padang gurun” walaupun mereka melakukan hal-hal yang pantas. Dapatkan Anda mengerti apa yang dikatakan Paulus?

 

F.          Mari lihat kalau Paulus akan membantu kita. Baca 1 Korintus 10:6. Apakah masalahnya? (Hati mereka menginginkan hal-hal jahat. Mereka memiliki masalah tujuan.)

 

1.          Apakah tujuan dari pelari yang berlari tanpa tujuan? Petinju yang memukul angin? (Mereka tidak mempunyai tujuan. Atau, kalau mereka memiliki tujuan, tujuan mereka tidak masuk diakal. Pelatihan Paulus adalah tentang menentukan tujuan: tentukan dan pastikan tujuan itu benar.)

 

 

II.         Tujuan-tujuan Benar

 

A.          Mari jelajah lebih jauh tentang tujuan pelatihan kita. Baca 1 Korintus 10:7. Bagaimanakah Anda menjelaskan tujuan pelatihan ini? (Sembah hanya Allah.)

 

1.          Apakah ini suatu tujuan dimana kita terlibat dalam “pelatihan ketat”? (Diperlukan pengendalian-diri untuk mempercayai Allah dan menempatkan Dia ditempat utama, gantinya mempercayai diri saya dan memberikan tempat utama bagi diri saya. Kita perlu mengatakan kepada diri kita “Menjauhlah!”)

 

B.          Baca 1 Korintus 10:8. Bagaimanakah Anda menjelaskan tujuan ini? (Kesucian seksual.)

 

1.          Apakah ini suatu tujuan dimana kita dapat terlibat dalam pelatihan ketat? (Ini adalah bidang dimana saya dapat melihat dengan jelas tujuan dan pelatihan. Baru-baru ini seorang pembicara di Universitas Regent mengatakan langkah pertama menuju cinta adalah meluangkan waktu dengan seseorang. Kalau Anda meluangkan banyak waktu dengan seseorang yang bukan pasangan Anda, hati-hati! Kalau Anda meluangkan waktu dengan pornografi, Anda melakukan pelatihan untuk tujuan yang salah. Billy Graham mempunyai satu aturan yaitu ia tidak akan pernah berdua dalam satu ruangan dengan seorang wanita yang bukan istrinya. Ia memiliki aturan yang berorientasi pada tujuan.)

 

C.          Baca 1 Korintus 10:9. Apakah maksudnya “mencobai Allah?”

 

1.          Baca Bilangan 21:4-6. Ini adalah peristiwa yang dimaksudkan Paulus. Bagaimanakah Anda menerangkan dosa ini? (Mereka tidak mempercayai Allah. Mereka tidak hormat kepada Allah. Mereka melihat pada hal-hal yang negatif.)

 

a.          Bagaimanakah ini menjadi suatu tujuan pelatihan? (Beri hormat kepada Allah! Jangan melihat pada hal-hal negatif.)

 

2.          Apakah ini suatu tujuan dimana kita terlibat dalam “pelatihan ketat?” (Bukankah ini inti dari mengendalikan diri: menerima rencana Allah, menghormati Dia dan mempercayai Dia?)

 

D.          Baca 1 Korintus 10:10. Bagaimanakah Anda menjelaskan ini sebagai tujuan pelatihan? (Jangan bersungut-sungut.)

 

1.          Apakah ini suatu tujuan dimana kita terlibat dalam “pelatihan ketat?” (Diperlukan pengendalian diri untuk berhenti bersungut-sungut.)

 

E.          Baca 1 Korintus 10:11. Dapatkah Anda melihat suatu pola disini dalam peringatan-peringatan ini? (Kecuali masalah seksual yang tidak bermoral yang mana adalah juga suatu aspek penyembahan kafir) semua ini kelihatannya berkenan dengan hubungan dengan Allah. Apakah kita mempercayai Allah dan memberikan dia tempat utama, apakah kita menghormati Dia, apakah kita memuji Dia gantinya bersungut-sungut? Ini adalah tujuan-tujuan kita. Kita perlu mengalahkah tubuh kita (terlebih otak kita) untuk tunduk pada topik-topik ini dengan pelatihan ketat.)

 

 

III     Kasih Karunia dan Perbuatan

 

A.          Kalau Anda percaya akan kebenaran melalui iman, apakah Anda menjadi cemas dengan pendapat bahwa kita bisa mengalahkan otak kita untuk menurut? Kalau Anda tidak percaya, saya percaya! Baca Roma 5:1-5. Dimana, dalam urutan ini, kita temukan mengalahkan otak kita untuk menurut? (Kita dibenarkan melalui iman dalam Yesus, tetapi hidup kekristenan adalah pertumbuhan menuju kebenaran.)

 

B.          Baca 1 Korintus 10:13. Apakah dikatakan disini mengenai peranan Anda dan peranan Allah dalam hal pencobaan dan pengendalian diri dalam hidup Anda? Allah membatasi pencobaan sehingga kemenangan dimungkinkan. Allah memberikan jalan keluar dari pencobaan. Peranan saya adalah menolak pencobaan sekuat kemampuan saya. Mencari pintu yang diberikan Allah sebagai jalan keluar dari pencobaan.)

 

1.          Apakah yang diajarkan kepada kita disini mengenai pengendalian diri alamiah? (Ada kata DIRI dalam “pengendalian-diri”. Diselamatkan oleh kasih karunia adalah awal dari perjalanan dengan Allah. Sesudah itu kita tidak diperkenankan untuk rebah dan beristirahat, gantinya kita dilibatkan dalam kerja sama dengan Allah untuk menghidupkan kehidupan yang memantulkan tujuan-tujuanNya. Gagal terlibat dalam kerja sama itu dapat berarti kita kehilangan hadiah (1 Korintus 9:27).

 

C.          Baca Kolose 3:1-3. Saran apakah diberikan disini untuk melawan pencobaan? Tujuan apa yang diberikan kepada kita? (Menetapkan hati kita pada hal-hal yang diinginkan Allah. Untuk mencari tahu apa kehendak Allah.)

 

D.          Baca 1 Korintus 10:14. Ingat bahwa tujuan utama kita (1 Korintus 10:7) adalah mengutamakan Allah. Nasehat tambahan apa yang diberikan Paulus untuk mencapai tujuan itu? (Menjauhi penyembahan berhala!)

 

E.          Baca 1 Korintus 10:15-17. Apakah peranan “roti” dalam menjauhi penyembahan berhala? Apakah kita perlu karbohidrat untuk berlari menjauh? (Paulus menunjuk pada lambang-lambang keselamatan melalui iman, dan pada intinya mengatakan “Penyembahan berhala menghalangi bergantung pada pengorbanan Yesus bagi kita”.)

 

F.          Baca 1 Korintus 10:18-22. Bagaimanakah kasih karunia dan perbuatan dijelaskan dalam ayat-ayat ini? (Paulus berargumen akan hubungan sangat erat antara kasih karunia dan perbuatan. Kalau perbuatan Anda adalah “pengorbanan” bagi Setan, bagaimana mungkin Anda mengaku menerima kasih karunia? Perbuatan kita harus sejalan, dengan sekuat kemampuan kita, dengan “meja” dimana kita makan. Kalau kita makan pada meja Allah (suatu analogi akan Perjamuan Kudus dan kasih karunia), kita perlu memiliki tujuan dan pelatihan (pengendalian diri) yang konsisten dengan makan di meja.)

 

G.          Sahabat, Paulus adalah pendukung terkuat dalam Alkitab sehubungan dengan keselamatan melalui kasih karunia saja, tetapi kita dapat melihat dalam ayat-ayat ini bahwa hidup kekristenan adalah suatu kerja sama dimana perlu tujuan-tujuan benar perlu ditetapkan dan memberikan usaha sepenuhnya untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Allah tidak akan membiarkan masalah-masalah dosa diluar kendali, tetapi kita dipanggil untuk hidup dengan pengendalian diri. Maukah Anda berjanji untuk bangkit dari tempat duduk rohani Anda dan mulai pelatihan untuk hidup yang benar?

 

V      Minggu depan: Buah Roh ialah Kebenaran