Buah Roh ialah Kebaikan
(Markus 10, Roma 3
& 7)
Buah Roh:
Pelajaran 7
Copr. 2010, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs.
Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga
Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam
tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga
lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pekan lalu, saya
mendengar seorang pembicara membahas mengenai masa setelah saudara
menyelesaikan pendidikan. Secara umum, saya senang berada di sekolah –
khususnya perguruan tinggi. Senangnya belajar. Hebatnya bisa mengatur jadwal
pribadi. Manakala nilai ujian keluar, saudara menerima umpan baik dari kualitas
usaha saudara. Apa yang terjadi sesudahnya? Sang pembicara meminta kita
membayangkan bahwa setelah tamat perguruan tinggi kita sebenarnya berharap bisa
mempraktekkan apa yang telah kita pelajari! Bayangkan hal tersebut! Jika
saudara secara rutin membaca pelajaran ini, saudara sedang “kuliah”. Kita
sementara mempelajari apa kata Alkitab. Pelajaran kita pekan ini adalah
mengenai benar-benar melakukan apa yang telah kita pelajari dari Alkitab. Mari
selami pelajaran kita dan pelajari lebih lanjut mengenai kebaikan!
- Allah itu Baik, Setiap Waktu.
- Baca Markus 10:17-18. Tuhan kita mengatakan bahwa
hanya Allah yang baik. Haruskah kita melupakan sisa pelajaran kita
mengenai kebaikan dan pergi menyetel televisi?
- Sebentar, bukankah kita telah
sepakat bahwa Yesus itu Alah? Apakah Yesus mengatakan Ia bukanlah Allah?
- Apakah pertanyaan tentang Yesus
itu Allah atau bukan ada kaitannya dengan pertanyaan mengenai masuk ke
surga? (Siapa, selain Allah, yang memiliki pemahaman sempurna mengenai
kualifikasi untuk masuk ke surga? Menurut saya Yesus sedang menguji
ketulusan pertanyaan orang ini. Saya tidak beranggapan bahwa Yesus
menyangkal bahwa diri-Nya Allah.)
- Baca Markus 10:19-20. Tuhan kita kemudian mengatakan
bahwa memelihara hukum (usaha) adalah jalan menuju surga. Apakah orang
ini memelihara hukum? (Menurutnya, ya. Ia layak masuk surga!)
- Baca Markus 10:21. Terdapat di manakah perintah ini
dalam Sepuluh Hukum?
- Apakah Yesus termasuk salah satu
dari orang-orang yang tidak lagi saudara inginkan untuk jadi teman main
karena Ia mengubah peraturan manakala saudara akan menang?
- Baca Markus 10:22-26. Para murid terheran-heran
mendengar bahwa orang-orang yang telah diberkati Allah dengan kekayaan
duniawi ternyata tidak begitu diberkati oleh Allah dengan hidup kekal.
Seberapa masuk akalkah perkataan Yesus? Mari kita telusuri penyataan
Yesus.
- Apa kaitan antara Sepuluh Hukum
dan mengambil uang dari orang yang bekerja untuk memperolehnya dan
memberikannya kepada orang lain? (Tatkala orang kaya tersebut menjawab
bahwa ia senantiasa memelihara Sepuluh Hukum, ia membicarakan upayanya
sendiri. Oleh memintanya memberikan uangnya, Yesus meminta orang
tersebut untuk bersandar pada Allah gantinya bersandar kepada uang yang
dihasilkan dari upayanya sendiri.)
- Apakah Yesus mengatakan bahwa
kita harus memelihara Sepuluh Hukum agar bisa masuk surga? Apakah
memberi seluruh harta kita merupakan bagian dari Sepuluh Hukum? (Ingat
bahwa Yesus pertama-tama mengatakan kepada orang kaya tersebut “Allah saja
yang baik”. Alasannya adalah agar orang kaya tersebut mengakui bahwa
Yesus itu Allah. Tatkala Yesus meminta orang kaya tersebut menjual
hartanya dan mengikut Yesus, itu merupakan permintaan untuk bergantung
sepenuhnya pada Yesus. Perintah pertama (Keluaran 20:3) mengatakan kita
tidak boleh memiliki ilah lain dihadapan Allah yang sejati. Oleh memilih
uang lebih daripada Yesus, orang kaya tersebut menunjukkan bahwa ia
bahkah tidak memelihara bagian pertama dari Sepuluh Hukum.)
- Tatkala Yesus berkata (Markus
10:21) “satu lagi kekuranganmu”, tampaknya yang Ia maksudkan adalah
orang kaya tersebut tidak melakukan hal pertama dalam pemeliharaan
Sepuluh Hukum! Kira-kira bagaimana nilai yang saudara peroleh dalam
pemeliharaan Sepuluh Hukum?
- Baca Markus 10:27. Apa yang ayat ini ajarkan mengenai
kebaikan? (Hanya Allah yang baik. Semua kebaikan yang kita miliki berasal
dari Allah, kita tidak dapat menghasilkannya dengan usaha kita sendiri.)
- Apakah sama sekali tidak ada
sangkut pautnya dengan usaha? Bukankah perlu upaya dan tekad yang
sungguh-sungguh untuk orang ini memberikan uangnya?
- Bagaimana jika Allah meminta
saudara untuk memberikan mobil terbaik saudara? Bukan semua yang
saudara miliki, hanya mobil saudara. Seberapa sulitkah keputusan
tersebut?
- Baca Roma 3:19-20. Paulus dan orang kaya yang bertanya
kepada Yesus sepertinya memiliki dua pandangan yang berbeda mengenai
Sepuluh Hukum. Setelah orang kaya tersebut berbicara dengan Yesus, apakah
ia akan sepakat dengan Paulus? (Ya. Yesus memberi orang kaya tersebut
pengertian yang lebih dalam mengenai apa yang dimaksud dengan memelihara
Hukum. Gantinya berpikir bahwa ia telah memelihara hukum, orang kaya
tersebut terdiam dan sedih. Paulus mengatakan bahwa jika kita mengerti
Perintah-perintah tersebut, kita akan disadarkan tentang rentang dosa
kita.)
- Sebagaimana orang kaya yang
datang menemui Yesus, haruskah kita datang kepada Allah untuk lebih
mengerti akan lebarnya jurang antara tindakan kita dan kebaikan yang
sejati?
- Apakah yang Yesus dan Paulus
ajarkan kepada kita mengenai hakekat kebaikan? (Hanya Allah yang baik.
Langkah pertama kita menuju kebaikan adalah mengakui kebutuhan kita
untuk bergantung pada Allah.)
- Manusia itu Baik, Setiap Waktu?
- Baca Roma 7:7-9. Jika tanpa hukum dosa mati, maka
tentunya perlu untuk menyingkirkan hukum, bukan?
- Ada banyak orang Kristen yang
tidak menganggap hukum ada kaitannya dengan kehidupan perjanjian baru
sekarang ini. Benarkah? Ataukah, mereka itu layaknya orang kaya yang
menemui Yesus untuk mencari tahu apa yang ia perlukan untuk masuk surga?
(Baca Roma 7:13. Orang kaya tersebut tidak mengerti akan keadaan hatinya
yang berdosa, ia tidak mengerti dalamnya syarat hukum. Hal yang sama
terjadi pada siapa saja yang mengabaikan hukum. Mereka tidak mampu memahami
kekurangan mereka dalam berbuat baik.)
- Apakah pekerjaan yang baik, kebaikan, sama sekali
mustahil untuk kita lakukan?
- Apakah Paulus seperti anak
saudara yang mengatakan – “karena dia maka aku melakukannya?”
(Paulus memang mengatakan “dosa yang membuat aku melakukan hal
tersebut.” Namun tujuannya bukanlah untuk mencari siapa yang bisa
disalahkan, tapi untuk menunjukkan bahwa amatlah perlu untuk mengenali
dosa dalam hidup saudara.)
- Baca Roma 7:24-25 dan Roma 8:1-4. Ternyata kebaikan
itu mungkin. Apa rahasianya? (Meminta agar kehidupan sempurna Yesus
menggantikan kehidupan kita. Hidup sesuai Roh. “Tetapi buah Roh ialah …
kebaikan.” Galatia 5:22!)
- Baca Roma 8:5. Apa yang ayat ini katakan mengenai
kebaikan? (Mengarahkan pikiran kepada apa yang dikehendaki oleh Roh.
Menurut saya, ada dua langkah pertama menuju kebaikan. Bergantung kepada
Allah, dan kemudian mengarahkan pikiran kita kepada apa yang Allah
kehendaki dalam hidup kita.)
- Baca Roma 8:12-14. Apakah kebaikan kita akan
bertambah? Dapatkah rating
kebaikan kita meningkat? (Tatkala Paulus menuliskan tentang “mematikan
perbuatan-perbuatan tubuh” ia berbicara tentang mengurangi perbuatan
buruk dalam hidup kita. Menjadi baik diawali dengan sikap mental yang
benar yang bergantung kepada Allah. Namun, hidup dalam Roh berarti akan
ada perubahan yang nyata dalam hidup kita.)
- Bagaimana kita dapat mengarahkan pikiran kita kepada
apa yang dikehendaki Roh? Apakah cukup dengan deklarasi? Berkertak gigi?
Berkonsentrasi? (Baca Mazmur 119:9-11. Cara paling gamblang untuk
mengarahkan pikiran kita kepada kehendak Allah adalah membaca
kehendak-Nya – Alkitab! Cara kedua adalah dengan senantiasa
mengundang Roh Kudus untuk menuntun proses pengambilan keputusan. Kedua cara
ini tidak akan saling berbenturan.)
- Baca Efesus 2:8-10. Apakah alasan kita diciptakan?
(Untuk melakukan perbuatan baik! Untuk menunjukkan kebaikan.)
- Berapa persen waktu saudara
digunakan untuk melakukan perbuatan baik? Jika itu merupakah alasan
saudara diciptakan, bagaimana saudara menghidupkan tujuan tersebut?)
- Jika pertanyaan terakhir tadi
membuat saudara terkejut dan limbung, dan saudara ingin menambah porsi
waktu untuk berbuat baik, bagaimana cara saudara melakukannya? (Proses
yang sama yang kita bahas tadi. Bergantung kepada Allah, hidup dalam
Roh, pelajari kehendak Allah dengan membaca firman-Nya. Jawabannya
bukanlah “lakukan lebih banyak perbuatan baik,” namun mencari kehendak
Allah dalam melakukan lebih banyak perbuatan baik. Mohon pada Allah untuk
membukakan peluang bagi saudara.)
- Baca Titus 2:11-14. Andai anjuran terakhir saya terasa
agak samar, langkah nyata apa yang kita temukan di sini? (Tawaran Allah akan
keselamatan mendidik kita untuk mengatakan “Tidak” kepada kefasikan dan
keinginan-keinginan duniawi, dan “Ya,” kepada pengendalian diri, serta
kehidupan yang saleh dan benar.)
- Sikap seperti apa yang Roh Kudus
dapat berikan kepada kita dalam kaitannya dengan kebaikan? (Sementara
hidup dalam kuasa Roh Kudus memurnikan kita, kita akan lebih ingin untuk
melakukan kehendak Allah – yakni menghidupkan kehidupan yang
berbuat baik.)
- Baca Titus 2:15. Saya telah menuruti perintah ini
dalam pelajaran ini. Engkau sendiri bagaimana, sobat? Maukah engkau
mengajarkan bahwa kehidupan Kristiani bukanlah semata menikmati kasih
karunia, namun memiliki keinginan untuk menghidupkan kehidupan yang berbuat
baik dengan bantuan Roh. Tidak seperti orang kaya tadi, maukah engkau
memutuskan untuk bergantung pada Allah, mengarahkan pikiranmu pada
kehendak Roh dan menghidupkan kehidupan yang berbuat baik?
- Pekan depan: Buah Roh ialah Kesetiaan.