<--

Buah Roh ialah Sukacita

(Filipi 4, Lukas 15, Yohanes 15 & 16)

Buah Roh: Pelajaran 3

 

Copr. 2010, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs.  Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

Pendahuluan: Apakah hidup ini membuat saudara tidak bersemangat? Bangun tiap hari dan menjalani rutinitas yang sama. Kemudian pergi tidur. Hari berikutnya saudara ulangi hal yang sama. Seperti tikus di atas treadmill 

Apakah saudara ingin sedikit lebih gembira? Pelajaran kita pekan ini menyingkap bagaimana seorang Kristen dapat memiliki sukacita tidak saja dalam hidup keseharian, namun juga saat menghadapi kesulitan Mari mulaikan pelajaran Alkitab kita dan temukan rahasia Alkitab untuk memperoleh sukacita!

  1. Sukacita saat Konflik?

    1. Baca Filipi 4:2-3. Apa yang sementara terjadi di antara kedua orang perempuan ini seperti yang disiratkan dalam ayat ini? Apakah mereka orang baik? ( Mereka adalah orang Kristen yang baik yang semata tidak saling sepakat. Paul ingin mereka menghentikan perselisihan.)

    2. Baca Filipi 4:4-5. Apakah ada kaitan antara perselisihan tersebut dan pernyataan Paulus selanjutnya mengenai bersukacita?

      1. Jika saudara mengatakan “ya”, bagaimana mungkin ada yang berseteru namun tetap bersukacita? (Sebagian orang memiliki sikap buruk yang gemar akan konflik. Namun pada umumnya orang tidak suka berselisih. Ada sesuatu yang berbeda di sini.)

      2. Jika saudara mengatakan “tidak”, apakah perseteruan ini sedikitnya menggambarkan bahwa kita tidak bisa “senantiasa” bersukacita? Apakah Paulus menganjurkan hal yang mustahil?

      3. Pekan lalu kita belajar tentang kasih dan menyimpulkan bahwa kita perlu banyak bantuan untuk mengasihi orang-orang tertentu dengan cara yang Allah sarankan untuk kita lakukan. Apakah demikian juga dengan bersukacita setiap saat – kita perlu banyak bantuan untuk melakukannya?

      4. Apa petunjuk yang Paulus berikan mengenai arti bersukacita “di dalam Tuhan”? Apa yang terkandung di sana mengenai bersukacita dalam keadaan yang sulit? (Apabila sukacita kita bergantung pada manusia, kita akan berhadapan dengan masalah perubahan suasana hati mereka. Apabila sukacita kita berasal dari Allah, ada Bapa yang tidak berubah yang senantiasa mengasihi dan mempedulikan kita. Kedua perempuan ini memiliki alasan yang sama untuk bersukacita – hubungan mereka dengan Allah. Begitu juga kita.)

  2. Sukacita karena Domba

 

    1. Baca Lukas 15:3-6. Apakah gembala tersebut mengirim undangan pesta?

    2. Baca Lukas 15:7. Gambarannya adalah bahwa Allah dan para malaikat-Nya bersukacita apabila kita menerima Yesus. Jika saudara adalah domba yang hilang, bagaimana perasaan saudara saat ditemukan?

      1. Bandingkan sukacitanya domba dengan sukacitanya gembala. Siapa yang lebih bersukacita? (Gembala tersebut memiliki 99 domba yang lain. Baginya, domba yang hilang tersebut satu persen dari urusannya. Bagi domba itu sendiri, keselamatannya menjadi 100% perhatiannya. Domba tersebut mestinya seratus kali lebih gembira dari gembalanya.)

      2. Bagaimanakah pemikiran seperti itu mempengaruhi sukacita kita di dalam Tuhan? (Fakta bahwa Allah menyelamatkan kita dari kematian kekal dan mengampuni dosa kita yang buruk haruslah menjadi sumber sukacita besar!)

  1. Sukacita Penurutan

 

    1. Baca Yohanes 15:9-10. Jika kita tidak taat kepada Allah, apakah Ia berhenti mengasihi kita?

      1. Jika saudara mengatakan, “Allah senantiasa mengasihi kita, bagaimanapun perbuatan kita”, apa yang Ia maksudkan manakala Ia mengatakan ”Jika” kamu menurut, kamu akan tinggal dalam kasih-Ku? Bukankah jelas hal tersebut bersyarat?

    2. Baca Matius 7:21. Apakah penurutan menjadi kunci bukan saja kepada kasih Allah, namun juga kunci kerajaan surge?

    3. Baca Mazmur 19:8. Apakah perintah Allah (peraturan-Nya) memberi kita sukacita bahkan di saat kita tidak mentaatinya?

      1. Jika tidak, apakah hal tersebut berarti bahwa sukacita, sebagaimana halnya kasih Allah, syaratnya adalah penurutan?

    4. Kita kembali ke Yohanes 15. Baca Yohanes 15:10-11. Tampaknya Allah bersukacita dalam penurutan kita terhadapnya Bagaimanakah kita memiliki sukacita yang sempurna dalam penurutan? Mengapa penurutan memberi kita sukacita? (Saya mulai mempercayai bahwa Alkitab itu lebih dari buku tentang upah penurutan karena Alkitab merupakan buku yang menyingkap dalil rahasia alam semesta. Manakala Mazmur 19:9 menyebut “membuat mata bercahaya”, artinya kita melihat sesuatu dari cara kerja alam semesta yang tidak kita lihat sebelumnya. Allah mengasihi kita bahkan di saat kita berdosa (Roma 5:8) Namun, dalam kasih-Nya yang besar, Allah menyingkapkan kepada kita aturan-aturan untuk mencapai hidup yang lebih baik. Jika kita menuruti aturan-aturan tersebut kita mendapatkan keuntungan dari hikmat Allah. Hidup yang lebih baik memberi kita sukacita. Jika kita menyimpang dari aturan kita menderita dan hal hal tersebut merampas sukacita kita.)

    5. Kita lanjutkan membaca apa yang Yesus katakan mengenai hubungan antara penurutan dan surga. Baca Matius 7:21-23. Tatkala saya menambahkan dua ayat berikutnya, sepertinya orang yang hilang tersebut juga melakukan upaya. JIka penurutan dan usaha bukan merupakan kunci kerajaan surga, apakah kuncinya?

    6. Kita lanjutkan risalah Yesus dengan membaca Matius 7:24-27. Hubungan apa yang kita temukan antara penurutan dan kehidupan yang lebih baik? (Ini merupakan contoh lain dari teori hukum rahasia. Jika usaha bisa menyelamatkan kita, orang-orang yang membuat mujizat dan mengusir setan seharusnya telah selamat. Sebaliknya, orang yang bertahan dan berhasil adalah mereka yang paham akan prinsip membangun di atas asas yang benar. Orang yang mengetahui rahasia tersebut, dan memanfaatkan pengetahuan tersebut akan sanggup bertahan terhadap gempuran badai kehidupan.)

  1. Sukacita akan Tempat Tujuan

    1. Baca Yohanes 16:16-18. Apakah saudara mengerti apa yang tidak dipahami oleh para murid Yesus? (Bahwa Yesus akan meninggalkan mereka, namun Ia akan datang kembali bertemu mereka setelah penyaliban-Nya.)

    2. Yohanes 16:19-24. Yesus beberapa kali menyebut sukacita dalam ayat-ayat ini. Sementara saudara merenung-renungkan konteksnya, apa yang menjadi sumber sukacita saudara hari ini? (Sebagaimana para murid akan memiliki sukacita dalam kebangkitan Yesus, demikian juga kita dapat memiliki sukacita atas fakta bahwa Yesus telah menaklukkan dosa untuk kita.)

    3. Baca Yohanes 16:33. Pada bagian sebelumnya, saya mengemukakan bahwa penurutan kepada aturan rahasia Allah memberi kita kehidupan yang lebih baik. Apakah ayat ini menunjukkan bahwa saya keliru? (Para murid tersebut sementara menghadapi kesukaran yang tak bisa dielakkan and kita akan menemui kesukaran dalam hidup kita. Namun saat kita harus menghadapi kesukaran, pengetahuan bahwa Yesus telah mengalahkan dosa menjadi sumber sukacita dan pengharapan.)

  2. Sukacita dalam Roh

    1. Seri pelajaran kita adalah tentang Buah Roh. Kita belum membicarakan tentang hubungan Roh Kudus dan sukacita. Mari kita selidiki. Baca Galatia 5:22-25. Apakah sifat alamiah dosa berlawanan dengan sukacita? Bagaimanakah Roh Kudus menolong kita untuk memperoleh sukacita? (Yang terkandung di sini adalah bahwa hawa nafsu dan keinginan dosa itu berlawanan dengan kehidupan yang dituntun oleh Roh. Hal-hal tersebut menuntun kita kepada kesulitan.)

      1. Begitukah cara kita mengalami sukacita dalam Roh Kudus – karena kita dilepaskan dari hawa nafsu dan keinginan akan dosa?

    2. Baca Kisah 2:28. Di sini ada informasi mengenai aturan rahasia kehidupan milik Allah, namun kita juga diberitahu bahwa kehadiran Allah membawa sukacita kepada kita. Bagaimana kita bisa datang ke hadirat Allah? (Ini adalah Roh Kudus. Roh Kudus bisa berada dimana saja – yang memungkinkan kita untuk hidup di hadirat Allah. Ayat ini (mengutip perkataan Daud) menghubungkan hadirat Allah dengan mengenal dan mengikuti “jalan terang” – buku aturan rahasia Allah.)

    3. Baca Kisah 8:6-8. Oleh kuasa apa orang-orang tersebut disembuhkan? Bagaimanakah sukacita ini dihubungkan dengan hadirat Allah? (Filipus menyembuhkan melalui kuasa Roh Kudus. Kuasa Roh Kudus yang menolong kita dalam problema-problema kehidupan itu membawa sukacita.)

    4. Baca Kisah 13:49-52. Pernahkah saudara diminta untuk meninggalkan suatu tempat? Pernahkan saudara diusir dari sebuah kota, gereja atau rumah?

      1. Apakah saudara akan bersukacita karenanya?

      2. Ayat ini mengatakan para murid dipenuhi sukacita “dan” dengan Roh Kudus. Mengapa mereka bersukacita saat dihalau? Apa hubungannya dengan Roh Kudus? (Biasanya, kita tidak bersukacita bila ditolak. Namun, kehadiran Allah meyakinkan para murid bahwa mereka sementara melakukan hal yang benar. Itu yang memberi mereka sukacita.)

    5. Sobat, maukah engkau lebih bersukacita dalam hidupmu? Saya yakin engkau mau. Undanglah Roh Kudus untung masuk ke dalam hidupmu dan menuntun pikiran dan tindakanmu kedalam penurutan akan Allah. Sukacitamu akan bertambah karenanya.

  3. Pekan depan: Buah Roh ialah Damai Sejahtera