Dari Buahnya
(Yohanes 15 & 16, Lukas 6, Kisah 2)
Buah Roh: Pelajaran 1
Copr. 2009, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs.
Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga
Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam
tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga
lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Apakah
saudara senang jika bisa menelepon Yesus dan membahas apa saja yang ada di
pikiran saudara dengan-Nya Tidak yakin bagaimana menangani suatu situasi? Langsung
tekan nomor-Nya! Umat Kristen terkadang lupa akan fakta bahwa Yesus telah
mengirimkan Roh-Nya untuk menyertai kita setelah Yesus kembali ke surga. Kita
tidak bisa menghidupkan kehidupan Kristiani yang sesungguhnya tanpa kuasa Roh
Kudus. Seri pelajaran ini adalah mengenai hasil dari hadirnya Roh Kudus dalam
kehidupan kita. Mari selami pelajaran kita tentang pekerjaan Roh Kudus!
- Janji
- Baca Yohanes 16:7. Jika saudara tidak mengenal Yesus
dan “Penghibur”, mana yang menurut saudara paling berarti? (Yesus
mengatakan alasan-Nya pergi adalah agar Roh Kudus bisa datang. Suatu
pernyataan yang menakjubkan!)
- Apakah Yesus semata merendah?
- Atau, benarkah kita lebih baik
bersama Roh Kudus daripada bersama Yesus? (Keuntungan praktis-nya adalah
bahwa Roh Kudus bisa ada di mana saja pada suatu ketika. Yesus tidak
bisa berada di beberapa tempat pada saat yang bersamaan.)
- Pelajaran kita adalah tentang buah Roh. Jika saudara
tidak mengenal Roh Kudus, namun tahu bahwa Ia merupakan pengganti Yesus,
apa yang saudara harapkan dari Roh Kudus? (Bahwa Roh Kudus akan
melanjutkan pekerjaan Yesus dengan cara yang lebih baik.)
- Baca Yohanes 16:8. Menurut ayat ini apa yang dihasilkan
Roh Kudus?
- Apakah ada yang terlihat seperti
buah bagi saudara? (“Buah” adalah hasil akhir dari tanaman. Kedengarannya
seperti hasil akhir dari apa yang Yesus sedang lakukan.)
- Coba baca lebih lanjut. Baca Yohanes 16:9-11 untuk
mendapatkan penjelasan yang lebih lebar mengenai pekerjaan Roh Kudus.
- Manakala Alkitab mengatakan
bahwa Roh akan “menginsafkan dunia akan dosa”, apa maksudnya?
- Apa kaitannya dengan
orang-orang yang tidak mempercayai Yesus? (Kita dapat bereaksi terhadap
dosa dengan tiga cara. Kita menyambutnya. Kita bisa tidak mengindahkannya
atau kita bisa berjuang melawannya.)
- Apa yang terjadi jika kita
coba melawannya? (Sepertinya sia-sia. Di situlah kita menyadari
perlunya seorang Juruselamat. Dia yang telah memperoleh kemenangan
untuk kita. Menurut saya begitulah dosa dan percaya dalam Yesus
dikaitkan.)
- Manakala Alkitab mengatakan bahwa
Roh akan “menginsafkan dunia akan … kebenaran” karena Yesus akan pergi
kepada Bapa, bagaimanakan kedua hal ini dihubungkan? (Yesus adalah
kebenaran kita!)
- Tunggu sebentar! Mengapa ini
merupakan sesuatu yang perlu kita insafi? (Tampaknya, sebagian orang
perlu diinsafkan bahwa mereka tidak dapat melakukannya sendiri. Fakta
bahwa Yesus tidak lagi di sini untuk mengingatkan kita menjadi alasan lain
mengapa Roh Kudus melanjutkan pekerjaan penting ini.)
- Jika saudara beranggapan bahwa
saudara dapat menangani dosa, apakah hal tersebut mengindikaskan bahwa
Roh Kudus tidak menghasilkan buah dalam hidup saudara?
- Manakala Alkitab mengatakan bahwa
Roh akan “menginsafkan dunia akan … penghakiman” karena “penguasa dunia
ini telah dihukum”, bagaimanakah keterhubungan kedua konsep ini? Saya
pikir Setanlah (Wahyu 12:10-12) pendakwa kita. Apakah kini Yesus yang
mendakwa kita karena ia telah mengalahkan Setan? (Saat Yesus menang, Ia
memenangkan hak untuk menuntut keadilan dari kerajaan-Nya. Kerajaan
Allah tidak saja memberi kita jalan keluar dari dosa, namun menjanjikan
pemusnahan dosa dan orang-orang berdosa pada penghakiman terakhir.)
- Jika saudara menganggap ini
sebagai buah Roh, apakah Roh Kudus melanjutkan pekerjaan Yesus? (Saudara
dapat menyimpulkan semua ini dengan mengatakan bahwa Roh Kudus sementara
melawan dosa.)
- Penghubung Kita
- Kita telah mempelajari bahwa Roh Kudus meneruskan
pekerjaan Yesus. Apa mungkin untuk percaya Yesus saja dan tidak percaya
Roh Kudus? Apakah saudara mengenal orang-orang Kristen yang sepertinya
mengabaikan Roh Kudus?
- Apakah mungkin untuk terlalu terfokus
kepada Roh Kudus?
- Baca Yohanes 3:5-6 dan 2 Timotius 3:1-5. Bagaimanakah
ayat-ayat ini menjawab pertanyaan kita tentang pentingnya Roh Kudus? (Kuasa
Roh Kudus sangat diperlukan dalam kehidupan Kristiani.)
- Baca Kisah 1:4-5. Seberapa pentingkah Roh Kudus bagi
pekerjaan para murid? (Mereka belum boleh mulai bekerja tanpanya!)
- Baca Kisah 2:1-4. Bagaimanakah kuasa Roh Kudus
dinyatakan kepada para murid? (Bunyi, api dan berkata-kata dalam bahasa
lain.)
- Kita baru saja pelajari bahwa Roh
Kudus sangat diperlukan dalam kehidupan orang Kristen. Saya belum pernah
mendapati adanya suara, api dan karunia lidah muncul di tempat-tempat di
mana saya pernah beribadah. Sekalipun bukan anggota Karismatik, saya
biasa beribadah dengan orang Kristen Karismatik. Apakah hal itu berarti
kita semua menghadapi masalah? Orang kristen non-karismatik jeri dengan
hal-hal seperti itu, dan orang Kristen karismatik masih mengharapkan
hal-hal tersebut!
- Coba kita melihatnya dari sudut
yang berbeda. Apa maksud bunyi, api dan karunia lidah pada hari
Pentakosta (Kisah 2)? (Jika saudara membaca Kisah 2 saudara akan dapati
bahwa bunyi tersebut menarik orang banyak, dan karunia lidah
memungkinkan injil diberitakan lebih efektif.)
- Apakah hal tersebut cocok dengan
apa yang kita pelajari tadi mengenai pekerjaan Roh Kudus? (Tujuannya
adalah untuk mengajarkan tentang pentingnya menginsafi dosa, kebenaran
melalui Kristus dan penghakiman yang akan datang. Suara dan api serupa
dengan mujizat-mujizat Yesus di mana hal-hal tersebut menarik perhatian
orang banyak yang kemudian bisa mendengar pekabaran-Nya.)
- Apakah yang sebanding dengan
hal ini sekarang? (Suara dan api akan mendapatkan hasil yang sama
sekarang ini – namun tujuan utamanya adalah untuk menggunakan
suatu metoda untuk menarik perhatian orang-orang yang tidak percaya
supaya mereka bisa mendengar pekabaran injil.)
- Buah Kita
- Baca Lukas 6:43-45. Apakah yang Yesus ajarkan mengenai
orang Kristen dan buah? (Bahwa hasil dari kehidupan kita (buah)
mencerminkan pemikiran yang ada di benak kita.)
- Baca Lukas 6:46-48. Apakah Yesus mengharapkan kita
menghasilkan buah yang baik? (Sangat perlu untuk menghadapi badai hidup.)
- Konteks sangatlah penting. Apa yang Yesus bicarakan
dalam Lukas 6 sesaat sebelum Ia mulai berbicara tentang buah, pikiran dan
badai? (Jika saudara membaca Lukas 6:17-38 saudara akan dapati versi
Lukas tentang Khotbah Yesus di atas Bukit.)
- Apa kaitan Khotbah di Bukit
dengan buah? (Yesus menjelaskan kehidupan luar biasa yang Ia cari dalam
diri para pengikut-Nya dan pada pokoknya berkata, “Jika pikiranmu benar,
perbuatanmu akan benar.”)
- Baca Yohanes 15:1-4. Apakah sumber dari “buah” kita? (Tinggal
di dalam Yesus.)
- Apa artinya hal ini setelah
Yesus kembali ke surga? (Menjalin hubungan dengan Roh Kudus.)
- Coba kita lihat satu-satu dan tarik hubungannya. Dapatkan
saudara melihat adanya hubungan antara suara, api, dan karunia lidah
dalam Kisah 2 dengan buah kehidupan yang terhubung dengan Roh Kudus
sekarang ini? (Ingat bahwa keseluruhan maksud dari suara, api dan karunia
lidah adalah untuk menarik perhatian orang banyak dan kemudian berbagi
kabar injil kepada mereka.) Menghidupkan kehidupan yang selaras dengan
Khotbah di atas Bukit akan membuat saudara diperhatikan. Saya percaya bahwa
dalam banyak hal ini sebanding dengan dahsyat dan mulianya Pentakosta. Saya
masih menanti-nantikan suara, api dan karunia lidah, namun tampaknya yang
ada ialah pikiran yang dipenuhi Roh yang mencerminkan suatu kehidupan
yang selaras dengan Khotbah di atas Bukit.)
- Ada yang berkilah bahwa perbuatan kita jadi soal. Hukum
telah dihapus dan kita tidak perlu menaruh perhatian mengenai bagaimana
kita hidup karena kita telah diselamatkan oleh kasih karunia. Apakah
pendapat ini benar dilihat dari apa yang kita baru saja pelajari? (Perbuatan
kita mencerminkan pikiran kita. Perbuatan menunjukkan apakah kita
terhubung dengan Roh Kudus.)
- Sobat, apakah Roh Kudus hadir dalam kehidupanmu? Jika
saudara tidak mendapati suara, api dan karunia lidah, apakah saudara
melihat adanya kehidupan yang selaras dengan Khotbah di atas Bukit? Jika
engkau tidak mendapati keduanya, mengapa tidak meminta Roh Kudus untuk
masuk ke dalam pikiranmu dengan kuasa-Nya?
- Pekan depan: Buah Roh ialah Kasih