Gejolak Kekuasaan
(3 Yohanes, Yohanes 20)
Dikasihi dan Mengasihi –
Surat Yohanes: Pelajaran 13
Copr. 2009, Bruce N. Cameron,
diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari
Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan
lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan
menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran.
Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Pernahkah
saudara membaca sebuah buku dan berharap seandainya isinya lebih panjang? Apakah
saudara sedih saat tiba di bagian akhir? Itulah yang saya rasakan dengan
surat-surat Yohanes. Pekan ini kita tiba pada bagian akhir dari seri pelajaran
kita mengenai surat-surat Yohannes kepada jemaat. Mari selami pelajaran kita
tentang surat 3 Yohanes. Sementara mempelajarinya, kita akan melanjutkan
bahasan yang belum kita selesaikan pekan lalu!
- Gayus
- Baca 3 Yohanes 1:1-2 Yohanes
mengawali dengan komentar tentang kesehatan Gayus. Ini buku yang singkat.
Mengapa membuang waktu untuk pembicaraan ini? (Yohanes menunjukkan
perhatian pribadi pada kehidupan Gayus. Allah memiliki perhatian pribadi
pada kehidupan kita dan para pengikut-Nya harus merefleksikan kepedulian
yang sama terhadap orang lain.)
- Apa ini kebaikan semata? Ataukah
ada dimensi rohani dalam kesehatan fisik kita? (Allah ingin kita
menikmati kesehatan fisik dan mental. Saya yakin ada keterkaitan antara
kedua hal tersebut. Karenanya, salam Yohanes bukanlah buang-buang waktu
semata. Yohanes memberitahu kita (dan Gayus) bahwa kita harus peduli
bukan saja kondisi rohaniah dari orang-orang sekeliling kita, namun juga
kesehatan fisik mereka.)
- Baca 3 Yohanes 1:3-4 Pertama-tama
Yohanes mengucapkan "semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja,”
kemudian dalam dua ayat berikutnya ia memuji Gayus. Apakah ini juga
merupakan bagian dari pelajaran rohani bagi kita? (Yohanes memberi
semangat kepada Gayus untuk menghidupkan kehidupan yang benar. Kita perlu melakukan
hal yang sama pada sesama umat percaya.)
- Baca 3 Yohanes 1:5. Mengapa
disebutkan bahwa orang-orang yang ditolong Gayus adalah “orang-orang
asing?” (Menunjukkan bahwa Gayus tidak berharap mendapat keuntungan pribadi
dari perbuatannya ini. Ia menolong orang-orang asing ini karena mereka adalah
saudara-saudara umat Kristiani, bukan oleh kepentingan pribadi.)
- Jemaat
- Baca 3 Yohanes 1:6-8 Mengapa
“saudara-saudara” yang tinggal dengan Gayus tidak
mengharapkan bantuan dari para penyembah berhala? (Ini memberikan
kesan bahwa mereka adalah pekabar-pekabar injil. Gayus mengajak mereka
tinggal di rumahnya saat mereka sedang mengabarkan injil di daerah ini.)
- Anggaplah saudara tidak
memiliki karunia untuk berbicara di hadapan umum, apakah hal tersebut
menjadikan saudara kurang penting dalam pekerjaan Allah? (Gayus
menunjukkan keramah-tamahan. Yohanes mengatakan bahwa perkerjaan dalam
jemaat merupakan upaya kelompok: “supaya kita boleh mengambil bagian
dalam pekerjaan mereka untuk kebenaran.” Setiap anggota kelompok penting
dalam pencapaian hasil akhir. Allah menghargai nilai dari setiap anggota
kelompok.)
- Baca 3 Yohanes 1:9-10 Jika
saudara bertanya pada anggota jemaat setempat siapa kira-kira yang mereka
anggap lebih penting bagi jemaat, Diotrefes atau Gayus, menurut saudara
apa yang akan mereka katakan? (Jika Diotrefes memiliki wewenang untuk
“mengucilkan orang-orang itu dari jemaat,” para anggota tentunya
menghormatinya.)
- Yohanes menyebutkan bahwa
Diotrefes (tidak seperti Gayus) menolak untuk menerima saudara-saudara
yang datang. Jika Diotrefes merupakan pemimpin jemaat setempat, bukankah
ia berhak memutuskan hal tersebut?
- Wewenang apakah yang Allah
tempatkan dalam tangan pemimpin jemaat setempat?
- Baca Matius 16:17-19. Bukankah
ayat ini memberikan pimpinan jemaat wewenang yang besar dan keleluasaan
dalam berurusan dengan "saudara-saudara?"
- Tengok kembali 3 Yohanes
1:10 Karena Yohanes adalah “Penatua,” mengapa ia tidak menegaskan
wewenangnya untuk “memaksa” Diotrefes? Mengapa cuma “meminta perhatian”
terhadap keprihatinan Yohanes atasnya?
- Baca Yohanes 20:19-23. Pekan
lalu saat kami membahas nasihat Yohanes tentang kesalahan dari antikris,
beberapa anggota kelas menyebut-nyebut gereja Katolik. Saya tidak suka
menyerang sesama orang percaya, maka saya menjelaskan beberapa hal yang
saya hargai mengenai gereja Katolik, namun saya katakan saya tidak
sepakat beberapa doktrin yang ada -- termasuk kemasygulan saya soal distorsi
peran Yesus sebagai perantara. Seorang anggota yang berangama Katolik
bertanya “Bagaimana dengan Yohanes 20?” Mari kita telaah soal ini
sebentar.
- Siapa yang menulis Yohanes
20? (Yohanes – orang yang sama yang menulis surat-surat yang kita
sedang pelajari.)
- Kepada siapakah Yesus
berbicara dalam Yohanes 20:23 saat Ia melimpahkan wewenangnya? (Yohanes!
Antara lain.)
- Jika Yohanes tahu (karena
ia yang menuliskannya) bahwa ia memiliki wewenang untuk mencegah dosa
kesombongan dan gosip yang ada pada Diotrefes diampuni, mengapa Yohanes
tidak mengatakannya? Mengapa hanya mengatakan bahwa ia akan “meminta perhatian”
terhadap dosa-dosanya?
- Sementara saudara merenungkan Yohanes 20:23,
menurut saudara kepada siapakah Yesus memberikan wewenang ini? Hanya kepada murid-murid yang berada di ruangan tersebut? Semua
pemimpin Kristen? Semua penginjil? Semua umat Kristen?
- Jika saudara menganggap
Yesus memberikan wewenang juga kepada orang-orang yang tidak berada di
ruangan tersebut, pertimbangkan kembali 1 Yohanes 5:16-17. Haruskah
Yesus menambahkan catatan kaki pada Yohanes 20:23 dengan menyebutkan
"Penawaran berlaku hanya untuk orang-orang yang berbuat dosa yang
tidak mendatangkan maut?”
- Jika umat percaya (atau
pemimpin) memiliki wewenang untuk mengampuni dosa, mengapa Yohanes
mengatakan kepada kita (1 Yohanes 5:16) untuk “berdoa kepada Allah dan
Dia akan memberikan hidup kepadanya?”
- Konteks itu penting. Apa
yang penting mengenai konteks Yohanes 20:23? (Yesus baru saja bangkit
dari kubur. Ia baru saja mengalahkan dosa!)
- Perubahan apa yang
ditimbulkan oleh peristiwa ini terhadap cara dosa diampuni? (Tidak perlu
lagi ada korban hewan. Yesus telah mati satu kali bagi semua dosa. Ibrani
7:27.)
- Apa peran yang dimainkan para murid dalam
memberitahu dunia tentang solusi baru atas masalah dosa? (Inilah yang
saya yakini menjadi tujuan utama Yohanes 20:23: Jika murid-murid
membagikan solusi atas dosa ini kepada orang lain, maka dosa para
pendengar dapat diampuni. Jika mereka tidak membagikan
solusi ini, maka dunia tidak akan tahu.)
- Coba kembali berfokus pada Yohanes 20:22-23. Sebagian dari konteksnya adalah pemberian Roh Kudus. Peran apa yang dimainkan Roh Kudus dalam pengampunan dosa? (Baca
Yohanes 16:7-8. Sebagian peran Roh Kudus adalah
untuk menginsafkan kita akan dosa.)
- Baca Matius 12:31-32. Apa
yang terkandung di sini mengenai peran manusia dan Roh Kudus dalam
pengampunan dosa? (Di sana diajarkan bahwa agen aktif yang menginsafkan
manusia akan dosa adalah Roh Kudus. Jika kita “mengucapkan sesuatu
menentang” (menolak) Roh Kudus maka kuasa yang menginsafkan akan berlalu
dan kita tidak akan pernah mengakui dosa kita.)
- Adakah yang bisa
menyebutkan di mana dalam Perjanjian Baru bisa kita baca tentang murid-murid
mengampuni atau melestarikan dosa orang lain? (Yohanes tidak mengemukakan
bahwa ia dapat melakukan hal tersebut kepada Diotrefes dan dalam
Perjanjian Baru kita tidak akan menemukan hal ini dipraktekkan oleh para
murid.)
- Baca Matius 6:14-15. Apakah
di sini terkandung makna bahwa kita memiliki kuasa untuk mengampuni
dosa?
- Baca Kisah 10:43. Bagaimana dikatakan di sini
bahwa kita menerima pengampunan dari dosa? (Melalui nama
Yesus.)
- Coba tengok kembali
tulisan-tulisan Yohanes. Baca 1 Yohanes 2:1-2. Menurut ayat ini siapa
yang memiliki wewenang untuk mengampuni dosa? (Yesus memiliki wewenang
mutlak atas dosa.)
- Baca Lukas 24:45-49. Unsur-unsur
apa yang bergabung di sini untuk pengampunan dosa? (Saya percaya ayat ini
merupakan penjelasan paling sempurna terhadap Yohanes 20:23. Kehidupan,
kematian dan kebangkitan Yesus mengalahkan Setan, dosa dan kematian. Ini merupakan unsur
penting bagi pengampunan dosa. Namun, unsur penting lainnya adalah Roh
Kudus. Jika kita menghalau Roh Kudus kita tidak bisa diampuni -- tak soal
apa yang Yesus lakukan atau manusia lakukan bagi kita. Unsur ketiga bagi
pengampunan dosa adalah kemitraan antara Roh Kudus dan manusia untuk
menyebarkan injil
- Apakah itu semua yang Yesus
maksudkan dalam Yohanes 20:23 - bahwa kita harus menjadi saksi bagi
orang lain? (Baca Matius 9:2-9. Membaca kisah di Matius 9 dan memahami
Yohanes 20:23 sebagai pendelegasian sebagian dari wewenang Yesus,
menurut saya di sini ada lebih dari sekadar bersaksi. Seberapa lebihnya saya
tidak tahu. Batasan Yohanes 20:23 adalah bahwa pada akhirnya pengampunan
atas dosa melibatkan tiga unsur: Yesus, Roh Kudus dan
pengikut-pengikut-Nya.)
- Baca 3 Yohanes 1:11. Dalam
hidup keseharian kita, apa peran kita bagi Yesus? (Melakukan apa yang
baik. Kita bisa terlibat dalam pembahasan yang rumit mengenai apa peran
manusia dalam pengampunan dosa, namun kita tidak boleh lupa akan fakta
bahwa tujuan pribadi kita adalah kehidupan yang benar.)
- Baca 3 Yohanes 1:12-14. Sobat, maukah engkau menjadi
seorang Demetrius? Manakala kita mengakhiri pelajaran kita
tentang surat-surat Yohanes, saya percaya pekabaran utamanya bagi kita
adalah agar kita berjalan di jalan terang (jalan menuju hidup kekal) dan
tiap hari berjalan maju menuju kebenaran. Maukah engkau menerima
tantangan tersebut?
- Pekan depan: Kita mulaikan pelajaran
tentang kitab Bilangan!