<-- A Pillar of Mission: The Apostle Peter

Surat Yohanes kepada Ibu Terpilih

(2 Yohanes)

Dikasihi dan Mengasihi – Surat Yohanes: Pelajaran 12

 

 

 

Copr. 2009, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Hetty Simatupang. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian. Berdoalah agar Roh Kudus menuntun pikiran Anda ketika Anda belajar.

                              

Pendahuluan: “Kebenaran” bukanlah komoditas yang berharga sekarang ini – paling tidak di Amerika Serikat. Media dan sistim pendidikan mengaburkan toleransi dengan kebenaran. Allah mengajarkan kita toleransi dengan caranya Dia memperkenankan dosa dan akibatnya. Tetapi, Allah tidak pernah mengaburkan toleransi dengan kebenaran. Dalam urusan keselamatan, Yohanes mengajarkan kepada kita bahwa ada satu kebenaran, bukan banyak berbeda-beda kepercayaan yang “benar” yang mana seseorang dapat berpegang. Gantinya, Yohanes mempunyai pesan tegas bagi mereka yang mengajarkan hal lain selain kebenaran. Mari selami pelajaran Alkitab kita dan mencari tahu lebih jauh!

 

 

I.           Ibu dan Anak-anaknya

 

A.          Baca 2 Yohanes 1:1-2. Yohanes adalah “Penatua”. Menurut Anda apakah ia mengenal “ibu terpilih”? (Ya. Ini adalah seseorang (atau sekelompok orang) yang mengetahui bahwa Yohanes adalah seorang “Penatua”.)

 

1.          Siapakah ibu itu? (Yohanes juga menulis buku Wahyu dimana ia menyatakan (Wahyu 12:1) gereja yang benar sebagai seorang perempuan. Mungkin saja ini gereja. Bisa juga seorang perempuan terkemuka. Karena bahasa Yunani juga menterjemahkan nama “Marta” dengan arti yang sama, ini bisa juga untuk seorang perempuan bernama Marta. Tepatnya kita tidak tahu.)

 

a.          Apakah ada bedanya kalau Yohanes menulis untuk gereja atau untuk seorang perempuan tertentu? (Karena Yohanes menyebutkan untuk “anak-anaknya”, kita mengetahui ia maksudkan pesannya untuk sekelompok orang, saya pikir itu tidak akan berdampak.)

 

2.          Apakah suratnya mengatakan bagaimana ibu ini terpilih? (Tidak.)

 

a.          Menurut Anda bagaimana ia terpilih?

 

b.          Apakah Yohanes maksudkan “dipilih Allah?” (Saya yakin ia dipilih oleh Allah, tetapi saya meragukan kalau itu yang dimaksudkan Yohanes. Kemungkinan mereka semua dipilih Allah. Menurut Wuest’s Word Studies (Penelitian Kata Wuest), istilah ini dalam bahasa Yunani adalah bentuk feminin dari kata Yunani yang berarti “raja, tuan”. Jadi, kalau Yohanes maksudkan untuk seseorang, ini bisa saja seorang terkemuka dalam masyarakat.

 

3.          Yohanes terus menerus mengulangi kata “kebenaran”. Mengapa Yohanes mengatakan ia mengasihi wanita itu dalam “kebenaran”? Apakah orang jujur lebih dikasihi? Bukankah kita cenderung mengasihi penipu? (Kalau seseorang memiliki sudut pandang yang sama dengan Anda, Anda merasakan keakraban dengan mereka. Kita merasa dekat dengan mereka yang memiliki pandangan kerohanian yang sama. Dari apa yang kita lihat kemudian, Yohanes menghargai mereka yang mengenal kebenaran.)

 

B.          Baca 2 Yohanes 1:3. Apakah Anda menyukai “kasih karunia, rahmat dan damai?” (Tentu saja.)

 

1.          Siapa yang memberikan hal-hal tersebut? (Yohanes mengatakan pada kita bahwa Allah Bapa dan Yesus adalah sumber dari berkat-berkat ini.)

 

2.          Apakah berkat-berkat ini didapat secara otomatis? Mengapa Yohanes menulis “akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih?” (Kasih karunia, rahmat dan damai dari Allah akan datang bagi mereka yang tinggal didalam kebenaran. Mereka mengalami kasih Allah yang luar biasa. Allah menunjukkan kasihnya kepada semua, tetapi Ia memiliki perhatian yang lebih bagi pengikut-pengikutnya yang setia.)

 

3.          Apakah Yesus mendamaikan kita dengan Bapa? (Yesus mendamaikan Allah yang Suci dengan pendosa-pendosa (seperti kita) ketika Ia menutupi kita dengan darahNya. Baca Kolose 1:19-20.)

 

II.         Anak-anak

 

A.          Baca 2 Yohanes 1:4. Bagi mereka yang memiliki anak-anak, apakah mereka semua berjalan dalam kebenaran? Apakah ibu ini dalam situasi yang mirip, tidak semua anak-anaknya berjalan di jalan yang seharusnya? (Mungkin itu artinya. Atau dapat juga diartikan Yohanes bertemu dengan beberapa dari anak-anaknya dalam pekerjaannya dan mereka yang ia temui berjalan di dalam kebenaran.)

 

1.          Seberapa pentingkah berjalan didalam kebenaran? Apakah keselamatan oleh kasih karunia berarti kita dapat melupakan penurutan? (Yohanes mengulangi tema yang kita sudah pelajari dari 1 Yohanes. Kasih karunia tidak menggantikan perlunya penurutan. Allah, Yohanes katakan, “memerintahkan kita” untuk berjalan didalam kebenaran.)

 

2.          Bukankan itu memberikan Anda rasa sukacita kalau anak-anak Anda berjalan di jalan Allah?

 

a.          Apa yang dapat Anda lakukan kalau mereka tidak melakukannya?

 

B.          Baca 2 Yohanes 1:5-6. Sudah berapa lama kita diminta untuk berjalan didalam kebenaran? (Dari awalnya. Penurutan adalah tuntutan yang tidak pernah berubah.)

 

1.          Apa hubungan antara penurutan dan kasih? Apa hubungan antara berjalan didalam kebenaran dan kasih? (Kita menunjukkan kasih kepada Allah dan kasih kepada orang lain ketika kita menurut perintah-perintah Allah.)

 

a.          Kalau anak-anak Anda mematuhi Anda, apakah itu menunjukkan bahwa mereka mengasihi Anda?

 

(1)         Bagaimana dengan kebalikannya: kalau anak-anak Anda mengasihi Anda apakah mereka akan mematuhi Anda?

 

(2)         Apakah ini jawabannya untuk bagaimana kita harus memperlakukan anak-anak yang tidak berjalan di jalan Allah – bahwa kita harus menunjukkan kasih kepada mereka?

 

 

III.        Penipu-penipu

 

A.          Baca 2 Yohanes 1:7. Isu apakah yang dinantikan oleh penipuan? (Apakah Yesus sudah datang secara fisik.)

 

1.          Mengapa bagian ini dari kepercayaan kita begitu penting? (Ini adalah inkarnasi – Allah mengambil bentuk manusia dan hidup dengan kita. Pengertian bahwa Yesus adalah sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia adalah esensial bagi pengertian Kristiani akan keselamatan. Pencipta kita menghidupkan kehidupan yang sempurna demi kita. Ketika Ia mati menggantikan kita, secara simbolis kita mati bersamaNya. Ketika Ia bangkit dari kubur, kita diberikan kesempatan akan kehidupan kekal.)

 

2.          Inikah sebabnya mengapa Yohanes terus membicarakan tentang “kebenaran” dipermulaan suratnya?

 

B.          Baca 2 Yohanes 1:8. Dapatkan kita kehilangan keselamatan? Atau, apakah “sekali selamat, akan seterusnya selamat?” (Kita dapat kehilangan.)

 

1.          Mengapa Yohanes mengatakan keselamatan kita sepertinya sesuatu yang kita “usahakan”. Sesuatu yang kita mungkin “…mendapat upahmu sepenuhnya?” Kedengarannya bukan seperti kasih karunia! (Yohanes percaya pada kebenaran oleh iman. 1 Yohanes 2:1-2. Itu adalah pemberian cuma-cuma dari Yesus. Tetapi, Yohanes juga mengajarkan bahwa kita harus berjalan didalam terang. 1 Yohanes 1:7. Ia mengajarkan kita kalau kita benar-benar mengenal Allah, kita akan mau menurut perintah-perintah Allah. 1 Yohanes 3:4-6. Menurut adalah usaha. Itu adalah pekerjaan yang harus kita lakukan – yang mana kita akan diberi upah.)

 

C.          Baca 2 Yohanes 1:9. Perhatikan kata “berlari didepan”. Umumnya, mereka yang berada didepan perlombaan menang. Mengapa berlari didepan dapat diartikan hal buruk? (Kita melihat hal ini dari waktu ke waktu. “Orang-orang pintar” memiliki terang baru. Mereka memiliki pengertian “progresif” yang belum pernah ada sebelumnya. Berhati-hatilah terhadap pengajaran yang seperti ini. Kalau itu menyangkal inkarnasi Yesus, maka itu adalah ajaran palsu.)

 

D.          Baca 2 Yohanes 1:10-11. Hampir semua gereja memiliki isu apakah seminari (dan universitas-universitas) memiliki profesor-profesor yang mengajarkan doktrin-dokrin yang bertentangan dengan ajaran gereja. Apa yang Yohanes sarankan mengenai hal ini? (Kita harus menyuruh mereka untuk mengajar ditempat lain. Kita jangan menerima guru-guru palsu “kedalam rumah kita” atau “menyambut” mereka. Mengapa? Karena dengan demikian kita “mengambil bagian dalam pekerjaan jahat (mereka).”)

 

1.          Bagaimana dengan kebebasan akademis?

 

2.          Bagaimana dengan kepentingan akademis untuk mengeksplor pengetahuan dan pengertian baru? (Saya meragukan kalau Yohanes menentang pengajaran dan pembelajaran. Ia menentang dukungan terhadap pengajaran palsu. Kalau hal ini menjadi nyata, kita perlu menghindar dari memberikan dukungan terhadap pengajaran palsu.)

 

IV.        E-Mail

 

A.          Baca 2 Yohanes 1:12. Apakah Yohanes akan menggunakan e-mail gantinya kertas dan tinta? Apakah Yohanes “sadar lingkungan”?

 

1.          Apakah tujuan Yohanes dengan bertemu muka dengan muka? (Itu akan membawa sukacita. Ada sesuatu dengan pertemuan pribadi yang jauh lebih baik daripada menulis. Bertahun-tahun yang lalu, istri saya menyarankan aturan rumah tangga bahwa saya menugaskan dia untuk membaca semua e-mail saya ke anggota-anggota gereja sebelum saya mengirimnya. Mengapa? Karena saya akan bersenda gurau mengenai suatu hal dan anggota-anggota akan menganggap itu hal serius dan tersinggung. Ketika kita bertemu muka dengan muka, itu membantu untuk menghindar dari salah pengertian.)

 

B.          Baca 2 Yohanes 1:13. Apakah ini menyarankan “ibu terpilih” dan “saudara terpilih” adalah gereja-gereja? (Saya cenderung berpendapat bahwa mereka adalah gereja-gereja, mungkin gereja di rumah-rumah, gantinya perorangan.)

 

C.          Sahabat, apakah Anda menerima bahwa Yesus sudah datang dalam bentuk manusia, mati menggantikan Anda, dan bangkit dari kematian sehingga Anda dapat memperoleh hidup kekal? Pengajaran yang luar biasa, janji yang luar biasa! Kalau Anda belum menerimaNya, mengapa tidak memberikan hati Anda kepada Yesus sekarang?

 

 

V.          Minggu Depan: Perebutan Kekuasaan