Pokok-pokok Penting dalam 1 Yohanes
(1 Yohanes 1-5)
Dikasihi dan Mengasihi –
Surat Yohanes: Pelajaran 11
Copr. 2009, Bruce N. Cameron,
diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari
Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan
lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan
menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Saya
senang membaca buku-buku tentang otak. Tak seorang pun yang benar-benar tahu
pasti bagaimana pikiran bekerja atau bagaimana pikiran manusia begitu cepat memproses
informasi. Berapa lama waktu yang saudara perlukan untuk mengenali wajah yang
akrab? Berapa lama waktu yang saudara perlukan untuk menebak umur seseorang? Mencocokkan
wajah dan menebak umur merupakan tugas yang sangat sulit untuk dilakukan oleh
komputer. Satu hal yang kita ketahui tentang otak adalah bahwa pengulangan
memperkuat kesanggupan kita untuk memahami sesuatu hal. Pernahkah saudara
membaca sebuah buku yang ada “tinjauan/ulangan” pada akhir setiap babnya? Inilah
yang kita akan lakukan pekan ini. Kita akan melakukan sesuatu yang akan membawa
manfaat bagi otak kita: memperkuat pemahaman kita akan hal-hal menakjubkan yang
Yohanes tuliskan. Mari
selami tinjauan surat 1 Yohanes dan lihat bagaimana semuanya saling mengisi!
- Dua Jalan
- Baca 1 Yohanes 1:5-7 Apa dua pilihan dalam hidup
kita? (Kita dapat berjalan di jalan terang atau kita dapat
berjalan di jalan kegelapan.)
- Kalau orang mengatakan di
jalan mana mereka sedang berada, dapatkah kita benar-benar mempercayai
hal tersebut? (Tidak. 1 Yohanes 1:6 menyatakan bahwa beberapa orang berdusta mengenai
hal itu.)
- Bagaimana kita tahu jalan
apa yang sedang kita tempuh? Bagaimana jika kita tidak yakin kalau diri
kita sendiri bisa menyatakan yang sesungguhnya tentang hidup kita? (Kita
tahu kita berada di jalan terang jika kita hidup di dalam kebenaran. Kita memiliki persekutuan
dengan sesama di jalan terang. Kita berjalan maju di jalan
tersebut.)
- Dalam hal berjalan di jalan
terang, apa yang menyelamatkan kita dari dosa? Apakah pilihannya,
perjalanannya, kebenarannya atau apa? (“Darah Yesus … menyucikan kita
daripada segala dosa.”)
- Jika darah Yesus menyucikan
kita dari dosa, maka mengapa harus banyak hal yang dilakukan sementara
saya menapaki jalan terang tersebut? Berjalan itu usaha! Berjalan
membutuhkan upaya! (Yohanes melukiskan gambar tentang perjalanan hidup
Kristiani. Kita senantiasa bergerak dengan maksud untuk menuju arah yang
benar.)
- Kondisi di Jalan Terang
- Baca 1 Yohanes 2:1-2 Seberapa
pentingkah pemeliharaan hukum itu bagi orang-orang yang berada di jalan
terang? (Yohanes mengatakan tujuan kita adalah untuk tidak berbuat dosa.)
- Seberapa seriuskah
masalahnya jika kita berbuat dosa? (Kabar baik! Yesus menutupi
dosa-dosa kita dengan pengorbanan hidup-Nya.)
- Baca 1 Yohanes 2:3-6. Saya
hendak ulangi pertanyaan yang sama yang tadi saya ajukan. Dalam terang
ayat-ayat ini, seberapa seriuskah masalahnya jika kita berbuat dosa? (Yohanes
menuliskan bahwa tindakan kita merupakan poligraf (pendeteksi kebohongan)
atas pengakuan kita bahwa kita “mengenal” Yesus.)
- Apa yang akan Yohanes
utarakan mengenai orang yang mengatakan bahwa mereka diselamatkan oleh
kasih karunia namun kemudian dengan sengaja berbuat dosa karena mereka
menganggap hal itu tidak jadi soal - karena mereka telah diselamatkan
oleh kasih karunia? (Kata Yohanes orang tersebut tidak benar-benar
mengenal Yesus. Orang tersebut berdusta (kepada dirinya sendiri dan
orang lain) soal memiliki hubungan dengan Yesus.)
- Baca 1 Yohanes 2:9-11. Ada
banyak perintah di sana. Bagaimana saya bisa tahu kalau saya ini
pemelihara hukum – dan oleh karena itu tidak sedang berdusta soal
berada di jalan terang? (Kita mengasihi saudara-saudara kita.)
- Baca Matius 22:36-40 Bagaimanakah
Yesus mengaitkan hukum kasih dengan Sepuluh Hukum (dan semua perintah
lainnya)?
- Kita bahas mengenai
pentingnya pemeliharaan Sabat. Apakah ini merupakan perintah yang paling
penting? (Tidak. Ini bukanlah perintah "dasar", yakni
mengasihi)
- Apakah pemeliharaan Sabat
ada kaitannya dengan kasih? (Setiap hukum Allah memiliki kaitan dengan
kasih. Dalam hal ini, mengasihi Allah juga diri kita sendiri dengan
berhenti dari jadwal kita yang padat untuk beibadah kepada Allah dan
untuk beristirahat dari pekerjaan.)
- Baca 1 Yohanes 2:15-17. Apakah
ada kasih yang baik dan kasih yang buruk? Jika kita berada di jalan
terang, apakah kita dilarang mengasihi mobil kita, rumah kita, pekerjaan
kita, uang kita, binatang peliharaan kita? (Ini tidaklah mudah
digambarkan, namun di beberapa gereja yang saya datangi saya sudah
melihat apa yang Yohanes maksudkan ini. Di beberapa gereja, pekerjaan
kita dan kekayaan kita itu penting. Di gereja lain, orang-orang nampaknya
tidak terlalu mempedulikan hal tersebut. Yohanes mengatakan bahwa
orang-orang yang berada di jalan terang akan menyikapi harta benda dan
kedudukan sebagai keinginan yang bertalian dengan dunia.)
- Apakah kita sementara
bersikap amat tidak praktis dan tidak realistis? Lagi pula uang,
kekuasaan, kedudukan semuanya penting dan berguna, bukan? (Yohanes menjawab argumen
tentang “berguna” itu dalam 1 Yohanes 2:17. Ia mengatakan bahwa semua
hal-hal ini akan lenyap. Akan berlalu. Jadi, marilah kita
sungguh-sungguh bergiat dan berfokus pada hal-hal yang tidak akan
berlalu.)
- Penyempurnaan di Jalan Terang
- Baca 1 Yohanes 3:1-3. Apakah
saudara mengagumi ayah dan ibu saudara? Jika ya, apakah saudara berusaha
untuk berbuat sesuai dengan standar yang mereka tetapkan?
- Mengapa? (Saudara merasakan
suatu kewajiban. Saudara merasakan bahwa adalah baik untuk berbuat
sesuai harapan orang terhadap saudara. Saudara tidak ingin mengecewakan orang tua
saudara.)
- Ayah saya biasa berkata,
“Kamu adalah putra Don Cameron dan ayah berharap kamu menjaga
sikap!" Apa yang Yohanes katakan kepada kita dalam 1 Yohanes 3:1-3
yang mirip dengan perkataan ayah saya? (Ia katakan kita adalah anak-anak
Allah dan kita harus berupaya untuk menjadi serupa dengan Bapa kita yang
di Surga.)
- Bandingkan dengan orang
yang mengatakan "Saya telah selamat, dan apa yang saya lakukan
tidak jadi soal.” Apakah orang dengan sikap seperti itu benar-benar
mengenal Allah sebagai Bapa?
- Baca 1 Yohanes 3:7-8. Apakah
soal yang dipertikaikan yang mana Yohanes tidak ingin kita tersesat di
dalamnya? (Apakah perbuatan kita jadi soal atau tidak.)
- Apa pandangan Yohanes yang
sangat jernih mengenai perilaku kita? (Orang benar melakukan perkara-perkara
benar. Orang jahat melakukan perkara-perkara dosa. Ingin tahu apakah
saudara berada di jalan terang ataukah di jalan kegelapan? Lihat
perbuatan saudara. Tidak sulit.)
- Baca 1 Yohanes 3:11. Apakah
tolok ukur tertinggi bagi perbuatan benar yang kita lakukan? (Lagi-lagi
Yohanes menekankan bahwa tolok ukur tertinggi adalah apakah kita
mengasihi satu sama lain.)
- Berapa dari dosa-dosa kita
yang timbul karena cinta diri? Kita mengasihi diri sendiri lebih dari
orang lain?
- Berjalan dalam Kasih
- Baca 1 Yohanes 4:7-8. Saya
bergumul dengan gagasan tentang mengasihi sesama ini. Saya suka banyak
orang. Namun, untuk mengasihi mereka sebagaimana saya mengasihi diri
sendiri tidaklah mudah. Bagaimana caranya kita lebih mengasihi? (Sumber
kasih adalah Allah. Mengetahui lebih banyak tentang Allah, “dilahirkan”
dari Allah meningkatkan kesanggupan kita untuk mengasihi.)
- Baca 1 Yohanes 4:9-11. Dapatkah
saudara mengatakan bahwa saudara benar-benar mengasihi Allah? Siapa yang
mengambil langkah pertama dalam hubungan antara saudara dan Allah? (Allah.
Ia mengirimkan Anak-Nya untuk hidup dan mati bagi kita pada saat di mana
kita tidak mengasihi-Nya.)
- Pernahkah saudara mendengar
seseorang mengatakan, “Saya akan memaafkan orang tersebut apabila mereka
minta maaf?” “Saya akan memperlakukan orang tersebut dengan hormat
apabila mereka belajar menunjukkan rasa hormat?” Apa yang dikemukakan
Yohanes mengenai sikap ini? (Jika kita hendak mengasihi sebagaimana
Allah mengasihi, kita mengasihi orang sebelum mereka pantas dikasihi.)
- Baca 1 Yohanes 4:12. Apakah
Yohanes mengatakan bahwa sulit untuk mengasihi karena kita belum melihat
Allah? Atau, ada hal lain yang sementara ia sampaikan? (Menurut saya,
Yohanes sementara mengatakan bahwa orang banyak tidak melihat Allah,
mereka melihat saudara. Jika kasih Allah tinggal di hati saudara, maka
saudara menjadi jalan di mana orang lain “melihat” kasih Allah.)
- Bagaimana dengan tanggung
jawab? Pandangan yang orang lain peroleh tentang Allah berada di pundak
saudara!
- Baca 1 Yohanes 5:3-5. Yohanes
mengatakan bahwa tanggung jawab untuk mengasihi Allah dan sesama ini
tidaklah berat. Apakah ini merupakan janji? (Kita mulai dengan mengenal
Allah. Baca dan belajar tentang Dia dan jalan-Nya. Kemudian kita
menuruti-Nya Sekali kita menapaki jalan ini, langkah selanjutnya tidaklah
berat. Kita
hanyalah perlu memulaikannya.)
- Sobat, bagaimana dengan
engkau? Jika merasa kasihmu kurang, maukah engkau bertekad untuk
melakukan upaya mengenal Allah lebih dekat dan menuruti-Nya? Bagaimana
kalau engkau minta Roh Kudus masuk ke dalam hatimu hari ini untuk
menolongmu mencapai tujuan tersebut?
- Pekan depan: Surat Yohanes
kepada Ibu Terpilih.