Percaya kepada Anak Allah
(1 Yohanes 4 & 5)
Dikasihi dan Mengasihi –
Surat Yohanes: Pelajaran 9
Copr. 2009, Bruce N. Cameron,
diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari
Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan
lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan
menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Saat
memberi nilai atas ujian di sekolah hukum, saya berusaha memberi sebanyak
mungkin nilai kepada para mahasiswa berdasarkan jawaban mereka. Karena
kebanyakan dari soal-soal yang saya berikan menuntut jawaban “essay,” saya
mencari jawaban yang mencerminkan pengertian yang benar mengenai masalah hukum.
Bagaimanapun juga, pada dasarnya ada satu jawaban benar. Apakah demikian juga halnya
dengan perkara rohaniah? Apakah hanya ada satu jawaban benar? Pelajaran kita
pekan ini menyelidiki tentang "jawaban yang paling benar.” Yohanes menulis
bahwa hanya ada satu jawaban benar, dan jika kita menjawab dengan benar,
upahnya adalah hidup kekal. Jika kita salah, hasilnya adalah kematian kekal. Tampaknya
serius! Mari selami pelajaran Alkitab kita dan cari tahu lebih banyak mengenai
jawaban yang benar!
- Soal Ujian
- Baca 1 Yohanes 4:1-3 Ada berapa roh yang
berbicara kepada saudara? (Setidaknya ada dua: Roh Allah
dan roh(-roh) yang menentang Allah.)
- Menurut saudara apa yang
Yohanes maksudkan saat ia menulis tentang roh-roh? Apakah roh-roh ini
berbisik di telinga kita? (Menurut saya ia menggunakan istilah tersebut
secara umum untuk merujuk kepada alur pikiran, logika, “kata hati” kita,
nabi-nabi, guru-guru – siapa saja atau apa saja yang coba membujuk
kita.)
- Bagaimana caranya kita
membedakan roh kebenaran dari roh sesat? (Yohanes memberi kita ujian
yang sangat sederhana: Kebenaran mengatakan bahwa Yesus berasal dari
Allah dan Ia datang ke bumi dalam wujud manusia.)
- Saya pernah mengemukakan
bahwa barangsiapa yang percaya akan Perjanjian Lama, dan memahami sistem
upacara korban, secara logis akan menerima Yesus dan Kekristenan sebagai
perpanjangann dari sistem upacara korban. Yohanes menegaskan logika ini
dengan mengatakan bahwa jika kita percaya pada Alkitab, kita percaya
bahwa Yesus adalah Anak Allah yang menjelma.
- Baca 1 Yohanes 4:4-6 Apakah dunia mengerti logika
ini? (Tidak.)
- Umumnya orang akan
beranggapan bahwa orang Kristen bodoh dan tidak terdidik. Benarkah? (Orang
Kristen mungkin bodoh dan tidak terdidik, sebagaimana juga orang yang
bukan Kristen.) Namun, yang membedakan orang Kristen dari penyembah
berhala adalah bahwa orang Kristen memusatkan pandangan pada Yesus.)
- Apa yang diajarkan oleh hal
ini mengenai pengabaran injil? Haruskah kita menyerah karena para
penyembah berhala yang tidak mau mendengar? (Inilah saat di mana kita
harus bersandar pada Roh Kudus yang menjamah hati.) Kita dapat
mengajukan logika, namun tanpa Roh Kudus logika tidak akan banyak manfaatnya.)
- Jika Lulus Ujian
- Baca 1 Yohanes 5:1-4 Apakah
kita wajib menurut perintah-perintah Allah? (Ya.)
- Mengapa? Supaya selamat? (Kasih
kita terhadap Allah menjadi pangkal penurutan kita akan
perintah-perintah-Nya.)
- Pekan lalu kita pelajari
bahwa kita harus memberikan barang milik kita kepada orang Kristen yang
membutuhkan. Kita telah membahas betapa sulitnya hal tersebut (paling
tidak buat saya) untuk mencapai kesempurnaan ini.) Yohanes kini mengatakan
bahwa mencapai kondisi ideal ini “tidak berat.” Apakah ia
sedang bergurau?
- Saat saya mengajar di
kelas pekan lalu, ada satu kelompok yang menentang pemberian uang
kepada orang-orang yang meminta uang di jalanan. Kelompok lain setuju
untuk memberi uang dan urusannya sampai di situ (Kita memberikan uang dan
Allah akan mengurus yang selebihnya.) Kelompok yang lain
mengatakan kita perlu cari tahu apa yang ingin mereka beli, dan kita
membelikan (jika kita setuju.) Kesimpulan akhir yang kami dapat adalah
kita perlu mengenal orang yang membutuhkan tersebut untuk mengetahui
bagaimana cara terbaik untuk menolong mereka. Jika saya meminta
saudara untuk berteman dengan seorang tunawisma, apakah hal tersebut
memberatkan?
- Kira-kira enam bulan lalu
ada seorang saudara datang ke gereja. Ia telah kehilangan pekerjaan,
diusir dari rumah oleh istrinya dan membutuhkan tempat tinggal. Di rumah
saya ada tiga kamar kosong. Hati saya tersentuh dan saya pikir saya
harus menolong saudara ini. Istri saya mengatakan bahwa ini berarti
bahwa untuk sebagian besar waktu istri saya akan sendiri saja di dalam
rumah dengan orang yang saya tidak kenal ini. (Tak seorang pun di gereja
yang benar-benar mengenalnya.) Saya tidak mengajaknya untuk tinggal
bersama kami dan tak lama kemudian ia meninggalkan gereja. Apa yang harus saya
lakukan?
- Baca 1 Yohanes 5:5 Apa kunci
untuk menaklukkan dunia? (Percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah.)
- Jawaban ini tampaknya
mengambang bagi saya. Kita baru saja membahas bagaimana kita perlu
menuruti perintah-perintah Allah. Kini Yohanes kembali membicarakan tentang
kepercayaan. Mengapa demikian? (Satu-satunya kesimpulan logisnya adalah
karena kedua hal tersebut saling terkait. Percaya Yesus sebagai Anak Allah merupakan
“jawaban benar” yang penting bagi hidup kekal. Saat
saudara menemukan jawaban tersebut, perilaku saudara akan terpengaruh.)
- Perlu tau Kuncinya
- Baca 1 Yohanes 5:6 Saat
memberikan ujian, saya berusaha untuk memastikan bahwa saya mengetahui
jawaban yang benar. Para dosen menyebut daftar jawaban benar ini sebagai “kunci.” Mengapa Yohanes mengatakan bahwa kita dapat mengetahui bahwa
Yesus merupakan jawaban yang benar atas pertanyaan mengenai hidup kekal? (Ia
mengatakan Yesus datang dengan air dan darah.)
- Apa kaitan yang mungkin ada antara Yesus
sebagai Allah dan air dan darah? (Ini akan menjadi lebih jelas bagi
penerima surat Yohanes. Jika saudara mengenal kitab
Ulangan dan Imamat, seluruh sistem upacara kaabah berkisar pada
pemurnian benda-benda dengan air dan darah. Air mengangkat kotoran
biasa. Darah mengangkat kotoran rohani Yesus menerima pemurnian oleh air
lewat baptisan-Nya (Matius 3:13-17) dan Ia mencurahkan darah-Nya bagi
kita (Matius 27:50) Kita membutuhkan hidup yang murni dan hati yang
murni.)
- Bagaimana keterlibatan Roh
Kudus di dalam hal ini? (Baca Yohanes 3:5-6. Yesus mempersamakan baptisan
(pembersihan oleh air) dengan dilahirkan dari Roh Kudus (pembersihan
rohani).)
- Tengok kembali 1 Yohanes 5:6
Yohanes mengatakan bahwa Roh Kudus menguji saksi yang mengatakan
“kebenaran.” Saya tidak yakin tautan yang kita lekatkan pada air, darah dan
Roh Kudus merupakan hal yang paling masuk akal. Bagaimana kita
mempertalikan ketiga hal ini bersama-sama? (Baca 1 Yohanes 5:7-8. Ingat
pokok persoalan mengenai apakah kita memiliki jawaban benar. Kuasa Roh
Kudus dalam jemaat mula-mula, kuasa Roh Kudus dalam kehidupan kita
sekarang ini, memberi bukti bahwa Yesus itu nyata. Memadankan Yesus
dengan arti historis dari pelepasan dosa dan kotoran dalam hidup kita,
melihat bagaimana Roh Kudus bekerja melawan dosa dalam hidup kita,
semuanya ini merupakan saksi bahwa Yesus sesungguhnya adalah Anak Allah,
sarana untuk melepaskan dosa yang menghalangi kita dari hidup kekal.)
- Mengapa kita membutuhkan
banyak saksi? (Supaya kita yakin.)
- Baca 1 Yohanes 5:9-10 Yohanes
membandingkan argumennya bahwa Yesus merupakan jawaban yang benar dengan cara
yang biasa dilakukan untuk meyakinkan kita akan suatu hal. Mengapa argumen
bahwa Yesus merupakan jawaban yang benar lebih berkuasa daripada argumen
biasa? (Karena
Allah yang mengujinya.)
- Bukankah hal ini dituliskan
dalam kitab Yohanes? Bagaimana bisa ia mengklaim bahwa Allah adalah
saksi atas apa yang dia tuliskan?
- Saya ingat saat masih
kanak-kanak seorang sahabat kecil saya menggunakan ayahnya sebagai
"saksi" atas teorinya yang tidak masuk akal. Manakala saya
tidak setuju ia akan bertanya, “Kamu kira kamu lebih tau dari ayah
saya?” Bagaimana sampai Yohanes mengklaim bahwa Allah mendukung
teorinyanya mengenai hidup kekal? (Baca Kisah 1:6-8 dan Kisah 2:1-4. Pekerjaan
Roh Kudus dalam hidup kita merupakan bukti ilahi bahwa Yesus itu Allah. Ini
adalah perkataan Allah kepada kita, bukan sekadar orang lain yang
mengajukan argumen.)
- Baca Yohanes 11:41-44 Bagaimanakah
Allah yang bekerja dalam kehidupan Yesus menjadi saksi bagi-Nya?
- Baca 1 Yohanes 5:11-12. Tunggu
sebentar. Apakah kita salah tentang hakekat dari kesaksian Allah? Apa yang ayat ini katakan sebagai
kesaksian Allah? (Kebangkitan Yesus menunjukkan kuasa hidup
kekal. Ini merupakan pertunjukan paling hebat mengenai kesaksian Allah
bahwa Yesus itu Allah.)
- Seberapa pentingkah untuk menjawab dengan
benar? Seberapa pentingkah percaya kepada Allah? (Jawaban
yang benar mengandung makna kekekalan.)
- Sobat, bagaimana dengan
engkau? Sudahkah engkau menerima Yesus sebagai Anak Allah? Percayakah
engkau bahwa Yesus mati gantimu untuk mengangkat dosamu? Percayakah
engkau bahwa saat Yesus bangkit menuju hidup kekal engkau memiliki
kesempatan untuk hidup kekal? Apakah Roh Kudus menjadi saksi bagi perkara-perkara
ini dalam hidupmu? Jika engkau tidak dapat menjawab, “ya” pada semua
pertanyaan ini, mintalah Yesus dan kuasa Roh Kudus sekarang juga untuk
masuk ke dalam hidupmu supaya engkau memperoleh kunci menuju hidup kekal.
- Pekan depan: Keyakinan