Berjalan dalam Terang: Menolak Antikristus
(1 Yohanes 2:18-29, 2 Korintus 1)
Dikasihi dan Mengasihi –
Surat Yohanes: Pelajaran 6
Copr. 2009, Bruce N. Cameron,
diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari
Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan
lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan
menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan:
Pekan lalu kita telah mempelajari bahwa orang-orang pintar berfokus pada
perkara-perkara kekal dan harta kekekayaan kekal. Mengapa mereka pintar dalam
hal ini? Karena dunia ini akan hangus sementara orang-orang yang berfokus pada
perkara surgawi akan selamanya menikmati harta kekal. Fokuslah yang memisahkan
hal “keduniawian” dari umat percaya. Pekan ini Yohanes mengalihkan perhatiannya
pada suatu masalah yang kedengarannya luar biasa. Ia mengamarkan kita akan “antikristus.”
Apakah “antikristus” itu dan bagaimana kita mencegah agar jangan ada antikristus
menyelinap masuk kedalam rumah (atau pikiran) kita? Apakah mereka lebih dari
satu? Mari selami pelajaran Alkitab kita dan temukan apakah tokoh-tokoh antikristus
itu dan bagaimana supaya tidak tersandung masalah antikristus!
- Jam Terakhir
- Baca 1 Yohanes 2:18. Siapakah
“anak-anakku” ini? (1 Yohanes 2:1 diawali dengan frasa yang sama,
“anak-anakku.” Kita telah menyimpulkan sebelumnya bahwa ini adalah para
pengikut Jesus. Ingat pelajaran minggu lalu bahwa “anak-anak,” lain dari
“bapa-bapa” atau “orang-orang muda,” (lihat 1 Yohanes 2:12-14), merujuk
kepada orang yang baru menerima kebenaran. Mereka adalah orang-orang yang
perlu belajar banyak.)
- “Waktu yang terakhir.” [Beberapa
versi Alkitab bahasa Inggris, menggunakan istilah “last hour” atau “jam terakhir.”] Apa yang Yohanes maksudkan
dengan istilah ini? Jam terakhir dalam sejarah dunia?
- Baca Ulangan 18:20-22. Jika
Yohanes bermaksud memberitahu pembacanya bahwa waktu yang terakhir sudah
sangat dekat, apakah hal tersebut menyatakan bahwa ia seorang nabi palsu
dan kita harus segera berhenti membaca surat-suratnya?
- Saudara pernah mendengar
istilah “akhir waktu,” “akhir zaman,” “hari-hari terakhir” dan
frasa-frasa yang serupa. “Jam terakhir” sepertinya merupakan ujung dari
akhir, bukan?
- Baca Matius 24:30-34. Apa
yang Yesus katakan: bahwa orang-orang yang sementara mendengar-Nya saat
itu akan melihat Kedatangan-Nya yang Kedua?
- Jika ya, apakah Yohanes
semata mengulangi kekeliruan yang Yesus katakan?
- Karena kita tidak bisa
mencampakkah Yesus dan menyebut-Nya nabi palsu, apakah kita bisa
mencampakkan kekristenan?
- Baca Matius 24:1-3. Apa
pendapat saudara mengenai kualitas pertanyaan para murid ini?
- Apakah pertanyaan mereka
itu bersifat majemuk? (Ya. Para murid bertanya tentang kehancuran kaabah
dan akhir dunia. Mereka dengan keliru meyakini bahwa kedua peristiwa ini
sama.)
- Pertanyaan apa yang
sementara Yesus bahas? (Kehancuran kaabah di Yerusalem. Peristiwa ini
terjadi tahun 70 TM. Jika Yesus masih sementara berbicara tentang
kehancuran, maka pernyataan “angkatan ini” benar adanya.)
- Tampaknya Yesus
menggabungkan Kedatangan-Nya yang Kedua dengan kehancuran kaabah. Apakah
ini semata “mengarahkan ke jurusan yang salah dengan maksud baik,”
“bohong yang berguna” (supaya kita tidak patah arang), ataukah ada hal
lain? Apakah pernyataan Yesus merupakan sesuatu yang membantu kita
memahami “jam terakhir” yang digunakan Yohanes? (Posisikan diri saudara
di tempat para pendengar Yesus. Kaabah merupakan pusat ibadah yang ada
pada saat itu. Sistem peribadatan di kaabah merupakan lambang kematian
Yesus, kehidupan dan pengantaraan bagi dosa-dosa kita. Kehancuran kaabah
yang terjadi tak lama sesudah penyaliban Yesus mengawali saat baru bagi
para pengikut Allah – hari-hari terakhir, akhir jaman, jam
terakhir.)
- Apakah ini yang
menyebabkan para murid tidak bisa membayangkan adanya sebuah dunia
tanpa kaabah? (Ya. Jika sistem peribadatan bagi Allah yang benar tidak
ada lagi, maka Allah tidak lagi berkuasa. Tidak demikian. Para murid
belum mengerti bahwa Yesuslah yang menjadi alasan diadakannya sistem
upacara pada mulanya.)
- Antikristus
- Mari kita lanjutkan dengan 1
Yohanes 2:18. Bagaimanakah para antikristus ini dikaitkan dengan jam
terakhir? (Kekacauan yang ditimbulkan dalam sistem peribadatan
menciptakan peluang munculnya guru-guru palsu.)
- Ada berapa antikristus?
(Sepertinya ada beberapa.)
- Menurut saudara apa yang
Yohanes maksudkan dengan “antikristus” dan “banyak antikristus?”
(Sepertinya ada satu antikristus utama. Namun, ada juga
antikristus-antikristur yang lebih lebih kecil.)
- “Antikristus” merupakan
istilah asing. Coba kita baca 1 Yohanes 2:19-22 untuk melihat apa arti
istilah ini.
- Apakah para antikristus ini
tadinya “orang-orang baik” yang sementara menapaki jalan menuju terang?
(Mereka tergabung dalam kumpulan orang percaya. Yohanes mengatakan bahwa
hengkangnya mereka menunjukkan bahwa mereka tidak pernah benar-benar
menjadi bagian dari kelompok tersebut. Namun, tampaknya mereka ada dalam
kelompok tersebut.)
- Apakah cara utama untuk
mengidentifikasi antikristus? (Seseorang yang berdusta mengenai
kebenaran. Kebenaran utamanya adalah bahwa Yesus adalah Allah. Jika
saudara menyangkal bahwa Yesus adalah Tuhan, maka saudara menyangkal
Bapa juga.)
- Mengapa demikian? Mengapa
kita tidak bisa percaya (sebagaimana halnya kaum Yahudi dan umat Islam)
pada “satu Allah” Perjanjian Lama dan tidak harus sepakat dengan Allah
“multi-anggota” yang digagas oleh umat Kristen? (Jika saudara tidak
memahami bahwa Yesus adalah keseluruhan alasan bagi “rencana kaabah”
Allah untuk melenyapkan dosa, jelas saudara tidak akan memahami
kebenaran atau sanggup untuk menceritakan kebenaran tentang Allah.
Dalam tahun 70 TM, jam terakhir tiba manakala orang-orang memahami
rencana Allah dan beralih dari upacara simbolis kepada Yesus. Atau,
mereka tetap tertinggal dalam ketidak tahuan.)
- Baca 1 Yohanes 2:23. Apakah
ayat ini masuk akal bagi saudara? (Jika menerima Yesus dan pengorbanan-Nya
merupakan cara menyingkirkan dosa yang baru diklarifikasikan, maka itulah
satu-satunya cara untuk menghampiri Allah Bapa yang Suci.)
- Baca 1 Yohanes 2:24-25. Apa
hubungan antara hidup kekal dan Yesus? (Karena kematian Yesus ganti kita
(kita mati dengan Yesus saat Ia mati) merupakan kunci menuju pengampunan
dosa, kematian-Nya juga menjadi kunci menuju hidup kekal!)
- Pengurapan
- Baru saja kita pelajari
bahwa sangat penting untuk menyimpan dalam hati “apa yang telah kamu
dengar dari mulanya” (1 Yohanes 2:24). Apa yang membuat kebenaran tetap
tinggal? (Baca ulang 1 Yohanes 2:20: “pengurapan dari Yang Kudus.”)
- “Yang Kudus” tentunya
merujuk kepada Allah. Apakah pengurapan yang sangat penting ini?
- Baca 2 Korintus 1:21-22. Apakah
yang dijelaskan oleh ayat ini sebagai yang mengurapi? (Roh Kudus.)
- Kita paham tentang gagasan
mengenai pemberian panjar atas sesuatu yang hendak kita beli. Bagaimanakah Roh
Kudus itu sebagai panjar bagi Kedatangan Yesus yang Kedua? Bagaimanakah
Roh Kudus itu sebagai panjar yang membuat kita tetap percaya kepada
Yesus? (Panjar merupakan bagian dari harga beli, merupakan contoh kecil
dari bagian yang sisa. Manakala kita pergi ke surga saat Kedatangan
Kedua kita akan tinggal di hadirat Allah. Kita bisa mulai mengerti dari
sekarang bagaimana rasanya hidup di hadirat Allah saat kita dipenuhi
oleh Roh Kudus.)
- Apakah ketakutan terbesar
saudara tentang keyakinan saudara akan Allah? (Bahwa kita meyakini
sesuatu yang tidak benar. Saya secara reguler membaca buku sains popules. Tema
umum buku-buku tersebut adalah bahwa Allah itu tidak ada. Kita semata
berevolusi.)
- Bagaimanakah Roh Kudus
memberi kita jaminan bahwa Allah ada? (Jika saudara tahu Roh Kudus
sementara bekerja dalam hidup saudara, maka saudara mempunyai keyakinan
yang positif bahwa Allah ada dan bahwa Alkitab itu benar adanya.)
- Baca Yohanes 16:13. Dalam
cara apa Roh Kudus dapat menuntun kita kedalam pengenalan akan kebenaran
tentang Allah? (Kadang-kadang saya heran betapa dungunya ilmuwan-ilmuwan
cerdik ini. Mereka menulis buku-buku yang membahas tentang semua aturan
yang persis tepat mengatur jalannya ciptaan. Mereka mengakui bahwa
kebanyakan aturan-aturan tersebut mereka ketahui semata dari pengukuran
– mereka tidak mengetahui logika atau alasan di balik
aturan-aturan tersebut. Namun, dalam alam semesta yang berorientasi pada
aturan yang tepat, mereka percaya bahwa segala sesuatu terjadi secara
kebetulan! Roh Kudus memberi kita akal pikirian yang jernih dan logis
unuk melihat bodohnya cara berpikir yang limbung seperti itu.)
- Baca 1 Yohanes 2:26-27. Apakah
ini artinya saudara tidak membutuhkan saya? Saudara tidak membutuhkan
pelajaran-pelajaran ini? Kita tidak membutuhkan surat-surat Yohanes?
(Saya pikir yang Yohanes katakan adalah bahwa ktia tidak membutuhkan
guru-guru palsu. Sebagaimana yang mungkin saudara telah perhatikan, cara
saya menulis pelajaran ini adalah dengan meminta saudara membaca Alkitab,
lalu kemudian mengajukan pertanyaan tentang apa yang telah saudara baca.
Tujuan saya adalah untuk menolong saudara berpikir tentang firman Allah
dan mengijinkan Roh Kudus menuntun saudara.)
- Baca 1 Yohanes 2:28-29. Apa
tugas kita? (Melanjutkan perjalanan kita di jalan terang!)
- Sobat, jika engkau percaya
bahwa Yesus adalah Anak Allah, jika engkau menerima pengorbanan-Nya ganti
dirimu, maka engkau sementara berada di jalan menuju hidup kekal. Jika engkau
memerlukan pertolongan (dan engkau memang perlu) maukah engkau berdoa
agar Roh Kudus memenuhi engkau? Maukah engkau sekarang mulai mengalami
hidup di hadirat Allah? Mengapa tidak memintanya sekarang juga?
- Pekan depan: Hidup sebagai
Anak-anak Allah.