<-- A Pillar of Mission: The Apostle Peter

Dosa

(Kejadian 3, Roma 5, 6 & 8)

Pelajaran 6

 

 

Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Hetty Simatupang. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian. Berdoalah agar Roh Kudus menuntun pikiran Anda ketika Anda belajar.

 

Pendahuluan: Bayangkan pasangan hidup yang dengan sengaja membuat Anda jengkel. (Mudah-mudahan ini suatu hal yang sulit dibayangkan!) Apakah sikap yang seperti ini karena kasih? Apakah ini mengajarkan kita mengenai dosa dan hukum Allah? Sejumlah orang Kristen mengatakan bahwa mereka dapat melakukan apa saja yang mereka kehendaki dan tetap menjadi pengikut Kristus yang mengasihi. Mereka menyanggah bahwa hukum sudah tidak berlaku lagi, sehingga tidak perlu lagi menyimak apa kehendak dan petunjuk Allah. Apakah ini benar? Apakah ini masuk di akal? Mengapa Allah memberi kita petunjuk? Mari kita selami Alkitab dan mempelajari lebih jauh lagi mengenai dosa!

 

 

I.           Dosa: Awalnya di Bumi

 

A.          Baca Kejadian 2:16-17. Apakah Allah menyatakan kehendakNya kepada Adam?

 

1.          Mengapa Allah memberi aturan yang sedemikian? Mengapa perlu ada aturan-aturan di taman yang sempurna?

 

2.          Apakah Anda pikir “hukum” Allah masuk akal bagi Adam? (“Mengapa Allah menyembunyikan sesuatu dari manusia,” Adam mungkin bertanya. Adam mungkin berpikir: “’Pengetahuan’ adalah hal yang baik, bukan hal yang buruk!” “Mengapa saya tidak dipercaya?”)

 

B.          Kejadian 3:1. Mengapa Setan bertanya mengenai makan buah pohon? (Hawa “tidak hadir dalam rapat” mengenai makan buah pohon. Setan tidak mau berdebat apakah Hawa mengerti akan hukum Allah.)

 

C.          Baca Kejadian 3:2-3. Apakah Hawa menjawab dengan benar? (Ia menjawab dengan salah dan ragu-ragu. Kalau Anda menelaah Kejadian 2:16-17 Anda akan melihat bahwa Allah tidak mengatakan apapun mengenai “menyentuh” buah. Menurut Alkitab Ia hanya mengatakan “Jangan makan.” Ada dua pohon di tengah-tengah taman: Pohon Pengetahuan tentang yang Baik dan yang Jahat dan Pohon Kehidupan. (Kejadian 2:9))

 

1.          Apakah menahan diri dari menyentuh buah itu suatu hal yang baik? (Jika Anda mau menghindar dari memakannya, akan membantu kalau Anda menghindar untuk menyentuhnya.)

 

2.          Apakah Hawa melakukan hal yang benar dengan mengatakan kalau ia menyentuh buah itu ia akan mati? (Baca Ulangan 4:1-2. Mata kita mulai terbuka terhadap dosa. Hawa sekarang dalam kesulitan. Adalah kesalahan serius mencampur aduk apa yang “Allah katakan” dengan suatu “hal yang baik” kalau itu menyangkut dosa. Ketika Anda mengajarkan anak-anak Anda, jangan kacaukan pikiran mereka dengan apa sesungguhnya dosa dan apa hal yang baik untuk menghindari dosa.)

 

D.          Baca Kejadian 3:4-5. Analisa sifat dari dosa. Bagaimanakah dosa menampakkan dirinya kepada manusia? (Pertama, Setan dengan nyata melawan Allah. Kedua, Setan menyarankan bahwa Allah berdusta kepada Hawa agar ia tetap lebih rendah. Hawa bisa menjadi seperti Allah.)

 

1.          Bagaimana Anda memandang pencobaan Setan terhadap Hawa? Apakah itu selera? Apakah itu kepercayaan? Apakah itu serakah? Apakah itu keinginan? Apakah itu kesombongan? (Sudah pasti kesombongan, keinginan dan kurang percaya kepada Allah.)

 

2.          Bandingkan Kejadian 3:22 dengan Kejadian 3:5. Apakah Setan mengatakan yang sebenarnya? (Sebagian saja.)

 

E.          Baca Kejadian 3:6. Mengapa Hawa memakan buah padahal ia tahu apa yang Allah katakan? (Ayat mengatakan bahwa buah pohon itu sedap kelihatannya. Kelihatannya seperti makanan yang baik. Yang akan memberikan dia kebijaksanaan.)

 

1.          Mengapa penampilan buah itu menjadi faktor dalam keputusan Hawa? (Apa yang ia lihat bertentangan dengan apa yang ia harapkan dari pohon yang Allah katakan akan membawa kematian. Seharusnya “pohon kematian” kelihatannya jelek, atau paling tidak buahnya kelihatan mencurigakan.)

 

a.          Apakah itu pemikiran yang dangkal?

 

2.          Apakah dosa Hawa berlangsung langkah demi langkah? (Ya. Itu dimulai ketika Hawa menyatakan dengan salah hukum Allah (Kejadian 3:3). Ia menyentuh buah sebelum memakannya. Karena dia tidak mati ketika menyentuh buah, ia kemudian percaya bahwa Allah tidak dapat dipercaya dan ia akan memperoleh kebijaksanaan kalau memakannya. Kemudian ia mengambil keputusan bahwa buah itu pasti tidak berbahaya karena kelihatannya bagus.)

 

3.          Berapa banyak kalikah Anda berpikir bahwa Allah tidak dapat dipercaya ketika masalah yang sebenarnya adalah kegagalan Anda dalam membaca dan mengerti firman Allah?

 

F.          Baca 1 Timotius 2:14. Mengapa Adam jatuh dalam dosa? (Paulus tidak mengatakan, tetapi kelihatannya jelas bahwa Adam lebih memilih Hawa daripada Allah. Ia memilih mahluk ciptaan daripada Pencipta.)

 

1.          Paulus kelihatannya berkesimpulan bahwa Adam memiliki kelebihan karena ia tidak tertipu dan Hawa tertipu. Bagaimana Anda menilai hal ini? (Dosa adalah dosa, tetapi saya melihat pelanggaran yang disengaja adalah lebih buruk. Coba Anda bandingkan kedua hal itu kalau anak-anak Anda tidak menurut.)

 

G.          Apa pelajaran mengenai dosa yang kita temukan dari kegagalan Adam dan Hawa? (Pertama, kita harus sepenuhnya siaga ketika siapapun menentang Firman Allah. Kita tidak dapat siaga sepenuhnya kalau kita tidak memahami Firman Allah. Kedua, kita harus percaya kepada Allah. Hawa harusnya puas dengan pengetahuan yang Allah berikan. Adalah keinginan, serakah dan penolakan akan otoritas Allah yang menyebabkan dia berdosa. Ketiga, kita jangan sampai membiarkan hal apapun di dunia ciptaan ini menjadi lebih berharga kepada kita daripada menurut kepada Allah. Ini adalah akar dari mencuri, berzinah dan serakah.)

 

H.          Mari kita lihat di buku terakhir di Alkitab. Baca Wahyu 14:12. Apakah yang Allah inginkan dari umat-umatNya di akhir jaman? (Hal yang sama yang ia inginkan pada awalnya – percaya dan menurut.)

 

 

II.         Dosa: Sifat-sifatnya

 

A.          Mari kita baca kembali Kejadian 3:22. Saya pikir Allah menciptakan manusia menurut gambarNya (Kejadian 1:27). Apa salahnya manusia mengetahui kejahatan, sebagai tambahan mengetahui yang baik, seperti layaknya Allah?

 

1.          Apa salahnya “mengetahui yang jahat” dan hidup selamanya? Allah hidup selamanya!

 

B.          Apa, tepatnya, yang Adam dan Hawa dapatkan dalam hal pengetahuan dari memakan buah itu? Apakah buah itu mengandung zat pengetahuan? (Buah itu sama sekali tidak memberikan mereka pengetahuan baru. Tindakan mereka yang tidak menurut dan tidak percaya kepada Allah yang merupakan “pengetahuan baru”. Hal itu memutuskan hubungan mereka dengan Allah dan menggantinya dengan hubungan dengan Setan. Segala macam pengetahuan yang buruk kemudian menyusul.)

 

1.          Apakah yang kita lihat disini dari sifat dosa? (Ketidak percayaan dan tidak menurut karena kita pikir kita lebih tahu daripada Allah.)

 

C.          Baca Roma 5:16-17. Apakah akibat dari dosa Adam dan Hawa? (Itu membawa kita kepada penghukuman.)

 

1.          Mengapa? (Hubungan manusia dengan Allah yang tanpa dosa terputus. Kita adalah pendosa yang memberikan kesetiaan kita kepada Setan.)

 

2.          Bagaimanakah pemberian Yesus berbeda dengan pemberian Adam dan Hawa? (Satu dosa memutuskan hubungan dengan Allah dan membawa penghukuman. Tetapi, hidup Yesus, kematian dan kebangkitanNya bagi kita menutupi semua dosa-dosa yang telah terjadi sejak Hawa.)

 

D.          Baca Roma 6:11-13. Bagaimanakah kita menganggap diri kita “mati” terhadap dosa? Apakah itu sama dengan menghapus pengetahuan yang jahat? (Adam dan Hawa, kalau mereka menurut, pada akhirnya akan mengerti yang jahat – tetapi mereka tidak akan menjadi bagian dari kejahatan. Kita mengetahui yang jahat karena Adam dan Hawa (dan kegagalan kita sendiri), tetapi Allah meminta kita untuk hidup seolah-olah kita tidak mengetahui kejahatan. Ia meminta kita untuk “mati” terhadap pengetahuan tersebut.

 

 

III.        Dosa: Awalnya dalam Kita

 

A.          Jadi, bagaimana kita menghidupkan suatu kehidupan yang “mati” terhadap dosa?

 

B.          Saya menyalahkan Hawa karena mengatakan “jangan sentuh” ketika dia mungkin sedang mencoba untuk menghindari dosa. Menurut Anda apa cara yang lebih baik untuk menghidari dosa memakan buah terlarang?

 

C.          Baca Roma 8:5-8 dan Matius 5:27-28. Mari kita lihat ayat yang kedua sejenak. Yesus kelihatannya mengatakan adalah salah “berzinah di dalam hati?” Mengapa? (Anda mau berzinah, hanya saja tidak ada kesempatan. Kalau Anda ada kesempatan, Anda akan melakukannya.)

 

1.          Apa Roma 8 katakan mengenai hubungan antara pikiran dan dosa? (Dikatakan kita mengambil langkah mental sebelum kita mengambil langkah fisik. Apa yang kita lakukan adalah hasil dari apa yang kita pikir. Kita dapat memilih untuk berfokus pada apa yang Allah kehendaki atau keinginan kita yang mementingkan diri.)

 

a.          Bagaimanakah pemikiran ini “cocok” dengan situasi Hawa? (Ia memutuskan untuk tidak mempercayai Allah sebelum ia memakan buah. Ia berfokus pada keinginan yang mementingkan diri. Ketika Paulus mengatakan kepada kita untuk “mati” terhadap dosa, ia mengatakan kepada kita untuk tidak membiarkan itu hidup dalam pikiran kita. Jangan berfokus pada keinginan yang mementingkan diri.)

 

2.          Apakah Anda memikirkan dosa-dosa yang Anda tidak lakukan?

 

a.          Kalau ya, bukankah hanya soal waktu saja sebelum Anda akan melakukannya?

 

D.          Sahabat, saya percaya bahwa dosa diatas segalanya adalah suatu sikap – sikap mementingkan diri. “Pengetahuan” akan yang jahat adalah keputusan pertama untuk tidak mempercayai dan tidak menurut Allah. Yesus telah memperbaiki kerusakan yang dibuat Adam dan Hawa, tetapi saya percaya Paulus dan Hawa mengajarkan kita bahwa percaya dan penurutan adalah penting dalam hubungan kita dengan Allah. Apakah Anda mau bertobat dari dosa-dosa Anda, dan meminta Allah untuk memberikan Anda suatu sikap untuk percaya dan menurut?

 

IV.        Minggu depan: Anugerah