Pekerjaan Para Nabi
(1 Samuel 9, 2 Raja-raja 17,
Yesaya 30, Roma 3)
Karunia
Nubuat Dalam Alkitab: Pelajaran 7
Copr. 2009, Bruce N. Cameron,
diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari
Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan
lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan
menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Apa
sebenarnya yang dilakukan seorang nabi? Apakah memberitahukan tentang masa
depan? Memberi petunjuk agamawi? Menemukan keledai? Membuat hati kita rusuh?
Menjadi agen Allah untuk segala perkara? Mari selami Alkitab kita dan temukan
jawabnya!
- Penemu Keledai
- Baca 1 Samuel 9:3-5. Apa
yang dikatakan di sini tentang karakter Saul? (Ia penuh perhatian
terhadap ayahnya, ia rajin dan dapat dipercaya.)
- Baca 1 Samuel 9:6. Apakah
pelayan ini sedang bergurau? Apakah nabi bisa dimintai tolong untuk
mencari keledai? Apakah Allah mau menyisihkan waktu untuk menyampaikan
kepada seorang nabi pekabaran tentang bagaimana menemukan seekor keledai?
- Tugas nabi yang bagaimana
yang kita temukan dalam ayat-ayat ini? (Allah menyingkapkan masa depan
kepada Samuel. Menjawab doa yang dilayangkan negeri ini, Ia menjadikan
Samuel agen-Nya untuk memilih dan mengurapi seorang pemimpin.)
- Baca 1 Samuel 9:18-20. Tugas
nabi yang bagaimana yang kita temukan di sini? (Menemukan keledai!
Perhatikan bahwa Samuel mengetahui masa lalu, bukan masa depan saja.
Allah menyingkapkan masa lalu maupun masa depan kepada Samuel supaya ia bisa
memberi saran kepada Saul.)
- Sementara saudara
memikir-mikirkan cerita ini, bagaimanakah gambaran saudara tentang
pekerjaan seorang nabi? (Nabi merupakan agen Allah di dunia untuk melakukan hal-hal yang
Allah perintahkan. Termasuk dalamnya perkara-perkara sederhana seperti
melacak barang yang hilang, sampai kepada perkara besar seperti menunjuk
pemimpin negeri.)
- Perlukah seorang nabi zaman
modern bergiat di bidang politik?
- Tergantung pada apakah
jawaban saudara seharusnya?
- Apakah mementingkan diri
namanya kalau kita berdoa agar Allah menolong kita dalam perkara-perkara
kecil di saat orang lain sementara berdoa agar Allah menyembuhkan
penyakit kankernya?
- Dapatkah kita mengatakan
“Allah memiliki kesanggupan yang tak terbatas untuk menjawab doa;
apabila saya meminta perkara-perkara yang kecil, saya tidak sedang
mengalihkan perhatianNya dari orang-orang yang sedang menghadapi ajal
karena kanker? Bagaimana dengan nabi Samuel? Apakah dia memiliki waktu
yang tak terbatas? (Saul berkenan dalam pemandangan Allah dan Allah
bersedia menolong Saul dengan apa yang menjadi pusat perhatiannya kala
itu.)
- Memperbaiki dan Mengingatkan
- Baca 2 Raja-raja 17:13.
Pekan lalu kita mencatat bahwa Yeremia berbicara tentang membedakan
nabi-nabi yang mengatakan hal-hal yang kita ingin dengarkan dan nabi-nabi
yang mengatakan hal-hal yang tidak ingin kita dengarkan. Apakah nabi-nabi
yang disebutkan dalam ayat ini mengatakan hal-hal yang orang banyak ingin
dengarkan?
- Apakah nabi-nabi ini
menambahkan peraturan-peraturan baru pada undang-undang yang Allah telah
tetapkan? (Tidak. Allah menggunakan nabi-nabi untuk mengingatkan orang
banyak akan ketetapan-ketetapan-Nya dan untuk menunjukkan bagaimana
mereka telah menyimpang dari ketetapan-ketetapan tersebut.)
- Baca 2 Raja-raja 17:18-20.
Orang banyak tidak mendengarkan apa yang dikatakan para nabi. Sebagai
akibatnya, apa yang terjadi? (Orang lain menjarah mereka.)
- Apakah Allah sekadar murka
kepada umat-Nya? Bagaimana dengan gambaran kita akan Allah yang kasih
dan pemaaf?
- Baca 2 Raja-raja 17:17.
Mengapa orang-orang ini mengorbankan anak-anak mereka? (Mereka mengira
bahwa dengan berbuat demikian mereka akan mendapat perkenanan ilah-ilah
mereka. Ini sesungguhnya yang menjadi konsep aborsi jaman sekarang.
Untuk mempermudah hidup, saya akan mengorbankan anak saya.)
- Cermati kembali 2 Raja-raja
17:18. Pengertian apakah yang saudara dapatkan dari frasa “menjauhkan
mereka dari hadapan-Nya?” (Allah itu kudus. Apabila umat-Nya menolak
peringatan-peringatan-Nya dan melakukan dosa yang paling keji, Ia tidak
ingin mereka berada “di hadapan-Nya.” Manakala mereka keluar dari
hadapan Allah, hal-hal yang buruk menimpa mereka.)
- Apakah ini hanyalah
“perkara Perjanjian Lama?” semata?
- Baca Yesaya 30:10-11. Apakah
yang orang-orang minta saat mereka mengatakan “janganlah susahi kami
dengan Yang Maha Kudus, Allah Israel?” (Allah itu kudus. Mereka tidak
ingin bertemu muka dengan muka dengan Allah yang kudus.)
- Apakah hal itu berarti
bahwa ungkapan “menjauhlah dari hadapan-Ku” bukanlah soal Perjanjian
Lama semata, namun merupakan hal yang timbal-balik – bahwa orang
berdosa yang ingin menjauh dari hadapan Allah?
- Apakah Yesus ingin agar
berada jauh dari orang berdosa? Bukankah justru kesanalah Ia pergi?
- Baca Matius 9:10-12. Apakah
aturan Perjanjian Lama sudah tersingkir? Yesus dan orang-orang berdosa
ingin berkumpul bersama?
- Apakah ini hanya merupakan
situasi sementara belaka? (Baca Lukas 4:24-27. Manakala manusia melakukan
kejahatan, mereka tidak menginginkan Allah. Hal utama yang dikemukakan
Yesus adalah bahwa nabi-nabi tidak diterima di kampung halamannya, namun
hal kedua yang Ia sampaikan adalah bahwa nabi-nabi tersebut pergi ke
tempat lain. Yesus menemui orang berdosa. Mereka datang kepadaNya. Namun
pada satu saat mereka harus memutuskan apakah memilih Yesus atau memilih
dosa. Secara umum, Israel telah menolak Yesus dan injil-Nya pergi kepada
orang lain.)
- Baca Matius 8:11-12. Apakah
ada yang akan dicampakkan dari hadapan Yesus? (Ya. Orang-orang yang
menolak undangan-Nya.)
- Jangan-jangan kita sudah
menyimpang dari pokok pembicaraan? Apa hubungan antara penolakan orang
berdosa akan teguran dengan pekerjaan nabi? (Ini merupakan amaran bagi
kita agar jangan menolak seorang nabi hanya karena pekabarannya
menjadikan kita tidak nyaman.)
- Mari lanjutkan bacaan kita
dalam kitab Yesaya. Baca Yesaya 30:12-14. Pekabaran apa yang diberikan
oleh nabi itu di sini? Bagaimanakah dosa mengejar orang berdosa yang
tidak mau bertobat? (Masalah dosa menjadi sedemikian besarnya dan
diibaratkan meledak lalu melemparkan orang berdosa sehingga dia tidak
bisa digunakan lagi setelahnya bahkan untuk melakukan tugas-tugas yang
mudah sekalipun.)
- Apakah ada orang semacam
itu yang saudara kenal?
- Apakah hal ini sudah
terjadi pada diri saudara?
- Baca Yesaya 30:15, 18.
Apakah tujuan Allah bagi kita? Bagaimanakah nabi-nabi (seperti Yesaya)
terlibat dalam tujuan tersebut? (Pekerjaan utama seorang nabi adalah
untuk mengamarkan dan memperbaiki. Tujuannya adalah untuk kebaikan. Allah
tidak memiliki wajah Perjanjian Lama/Perjanjian Baru. Allah rindu ingin
menyayangi kita, karena itu Ia mengirim nabi-nabi-Nya untuk mengamarkan
kita akan bahayanya dosa. Pada saat yang sama, Ia adalah Allah yang Kudus
dan itu artinya dosa pada akhirnya tidak akan hadir di hadapan-Nya.)
- Apa masalah yang saudara
hadapi dengan nabi? Apakah saudara sementara bergumul untuk menentukan
sejati tidaknya seorang nabi modern? Tanyakan kepada diri saudara
sendiri apakah pergumulan saudara itu terutama menyangkut kebanggaan
diri saudara? Tanyakan kepada diri saudara sendiri apakah pergumulan itu
terutama karena saudara merasa ditempelak oleh kata-kata nabi tersebut?
- Baca Roma 3:19-20. Apakah
pekerjaan nabi sejati dimaksudkan agar saudara merasa nyaman ataukan agar
saudara merasa bersalah? (Ingat bahwa kita telah menyimpulkan bahwa
“standar emas” komunikasi dari Allah adalah Sepuluh Hukum. Ayat-ayat ini
mengatakan bahwa maksud dari hukum adalah untuk “membungkam” rasa bangga
diri kita. Untuk membuat kita bertobat dari dosa dan membawa kita kepada
Yesus. Ini jelas merupakan bagian penting dari pekerjaan seorang nabi.)
- Baca Roma 3:21. Apa
pekerjaan lainnya dari nabi yang kita temukan di sini? (Pekerjaan nabi
adalah juga untuk membagikan kabar baik tentang kasih karunia Allah. Amaran-amarannya
menuntun kita kepada pertobatan, dan hal itu membawa kabar baik tentang
kasih karunia.)
- Menyimpan Catatan
- Baca 1 Tawarikh 29:29-30.
Apa pekerjaan lainnya dari nabi yang kita temukan di sini? (Menuliskan
sejarah. Pekerjaan lainnya dari nabi adalah mencatat pekerjaan Allah
lewat sejarah agar orang banyak dapat melihat dan memahami lebih baik
akan pekerjaan Allah. Ini membantu mereka meyakini tuntunan Allah dalam
hidup mereka.)
- Menyingkap Rahasia
- Pekerjaan nabi yang
bagaimana yang kita dapati di sini?
- Mengapa Allah memberikan
pekerjaan ini kepada nabi-nabi-Nya? (Hal tersebut memberikan kita
keteguhan hati dan keyakinan akan Allah kita dan peran-Nya dalam
membentuk masa depan. Manakala perkara-perkara yang diramalkan terjadi,
kita memperoleh keyakinan akan Allah dan penjagaan-Nya atas kita.)
- Sobat, apakah saudara
bersedia menerima pekerjaan seorang nabi? Apakah saudara percaya bahwa
nabi merupakan cara yang Allah gunakan untuk berkomunikasi dengan
umat-Nya?
5.
Pekan
depan: Otoritas Para Nabi.