Menguji Para Nabi
(Ulangan 13, Yeremia 27 & 28, Yesaya 8)
Pelajaran 6
Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Hetty Simatupang. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian. Berdoalah agar Roh Kudus menuntun pikiran Anda ketika Anda belajar.
Pendahuluan: Sekarang adalah waktu yang penuh tanda tanya bagi dunia Kekristenan. Kalau suatu gereja tertentu mengaku memiliki seorang nabi jaman modern, maka semua nabi yang lain di jaman modern adalah nabi-nabi palsu. Kalau suatu gereja tidak memiliki seorang nabi jaman modern, maka semua nabi-nabi jaman modern adalah nabi palsu. Mengapa “palsu” adalah konotasi untuk nabi-nabi di jaman modern sementara Yoel 2:28-29 dan Roma 12:6 sepertinya mengatakan bahwa karunia itu akan tersebar luas? Mari kita selami pelajaran kita dan temukan apakah pendapat umum tentang menguji nabi-nabi adalah Alkitabiah!
I. Ujian Pertama – Allah yang Benar?
A. Baca Ulangan 13:1-3. Misalnya seorang nabi mengatakan bahwa dalam 90 hari sebuah meteor akan menghancurkan Las Vegas, dan hal itu terjadi sesuai ramalannya. Apakah ia sungguh-sungguh seorang nabi? (Menurut ayat ini, kita tidak memiliki cukup informasi untuk memutuskan.)
1. Informasi tambahan apalagi yang diperlukan? (Anda harus mengetahui apakah nabi itu membawa orang kepada Allah yang benar.)
2. Apakah “ujian” seorang nabi yang dinyatakan dalam Ulangan 13? (Memberikan ramalan yang tepat tidak memberi bukti apapun. Ujian yang sesungguhnya adalah apakah Anda membawa orang kepada Allah yang benar.)
B. Baca 1 Yohanes 4:1-3. Apakah Yohanes setuju dengan ujian Ulangan 13? (Ya! Bila seorang nabi mengakui bahwa Yesus datang dari Allah ia adalah nabi yang benar.)
II. Ujian Kedua – Ketepatan Satu-Arah?
A. Baca Yeremia 27:16-22. Problema apakah yang dihadapi umat Allah? (Mereka memiliki nabi-nabi yang mengatakan kepada mereka 2 hal yang sangat berlainan. Yeremia mengatakan kepada mereka bahwa Babilon akan mengangkut lebih banyak lagi perkakas-perkakas kaabah. Nabi-nabi yang lain mengatakan perkakas-perkakas kaabah yang sudah diangkut akan segera dikembalikan.)
1. Apakah “Ujian Pertama” membantu untuk membereskan pertentangan ini? (Tidak. Semua nabi mengatakan mereka bergantung kepada Allah yang benar.)
B. Dalam Yeremia 28:1-4 kita dapatkan ilustrasi spesifik dari pertentangan ini. Seorang nabi bernama Hananya bertentangan dengan Yeremia. Baca reaksi Yeremia dalam Yeremia 28:5-6. Apakah reaksi Yeremia terhadap nubuat yang menurutnya palsu? (Ia mengatakan “Moga-moga TUHAN menepati perkataan-perkataan yang kaunubuatkan itu..”)
1. Apakah ada pelajaran bagi kita sekarang ini disini?
2. Menurut Anda pesan yang manakah yang dipercaya oleh orang: apakah dari Hananya atau dari Yeremia? (Hananya. Ia mengatakan hal-hal positif dari masa depan. Ia memberikan pesan “memihak-bangsa”, “memihal-Allah”.)
C. Baca Yeremia 28:7-9. Kita baru saja mempelajari bahwa ramalan yang tepat tidak memberi bukti apapun. Apalagi yang dikatakan Yeremia?
1. Bukankah ujian Yeremia agak menyombongkan diri? Ia mengatakan kepada Hananya “Engkau adalah nabi yang benar hanya bila nubuatanmu digenapi, tetapi saya adalah nabi yang benar meski nubuatan saya digenapi maupun tidak digenapi”.
2. Apakah masalahnya bila seorang nabi mengatakan hal-hal yang ingin didengar oleh orang? (Misalnya Anda mengakui sumbernya adalah Allah yang benar, Yeremia mengatakan penggenapan hanya membuktikan sesuatu kalau apa yang Anda katakan adalah apa yang mau didengar orang.)
3. Apakah ada alasan logis mengapa dua ujian yang berbeda harus berlaku tergantung dari pekabarannya? Mengapa kita harus mempunyai ujian yang berbeda tergantung apakah sang nabi mengatakan hal yang disukai? (Secara alamiah pikiran akan mengatakan hal yang disukai. Itulah sebabnya penggenapan menjadi penting.)
D. Baca Yeremia 18:5-10. Masalah apa yang timbul dengan menggunakan penggenapan sebagai ujian dari seorang nabi yang benar? (Manusia dapat berubah. Bila mereka bertobat mereka dapat menghindari nubuatan yang buruk, bila mereka berdosa mereka dapat kehilangan nubuatan yang baik.)
1. Bila Anda belum dibingungkan saat ini, sudah seharusnya Anda bingung. Dapatkan Anda menggunaka penggenapan sebagai ujian seorang nabi yang benar? (Dengan mempertimbangkan semua yang dikatakan Yeremia, kelihatannya penggenapan (apakah nubuatan digenapi) hanya berperan menjadi sama kuat. Gantinya memberikan ujian sepihak, Yeremia mengatakan kepada Hananya “Kita berdua mengakui Allah yang benar. Didalam pertentangan antara dua nabi yang benar, Anda memutuskan siapa yang berbicara bagi Allah dengan penggenapan dari nubuatannya.)
a. Seberapa banyak itu menolong? Anda tidak dapat mengatakan siapa nabi yang benar sampai apa yang mereka pertentangkan terjadi. (Tidak menolong dalam masalah tersebut, tetapi akan menyatakan siapa yang dapat Anda percaya di waktu yang akan datang.)
E. Mari kita lihat satu ayat terakhir mengenai penggenapan nubuatan. Baca Ulangan 18:21-22. Apakah nabi ini membawa orang kepada Allah yang benar? (Sepertinya demikian – karena nubuatannya didalam nama Allah yang benar.)
1. Bukankah ini menguatkan penggenapan sebagai ujian yang pantas bagi seorang nabi?
a. Kalau begitu, apakah ujian penggenapan disini? (Kelihatannya kita sedang mengamati seorang nabi yang benar yang terlena dan mengatakan hal-hal dalam nama Allah yang sesungguhnya adalah pemikiran dari nabi itu sendiri.)
2. Apaka yang kita lakukan dengan seorang nabi yang terlalu berani? (Baca Ulangan 18:20 dan bandingkan dengan Ulangan 18:22. Mengapa dikatakan kita tidak perlu takut akan orang yang sudah mati? Menurut saya apa yang dikatakan adalah nabi-nabi yang berbicara untuk ilah-ilah lain harus mati, tetapi seorang nabi Allah yang benar yang berbicara dengan terlalu berani (dan tidak benar) jangan gentar kepadanya.)
III. Ujian Ketiga – Campur Tangan Ilahi
A. Baca Yeremia 28:15-17. Ujian garis-terang apa yang kita temukan disini? (Ini adalah ujian yang mudah dan gamblang: Allah menyingkirkan nabi yang palsu.)
IV. Ujian Keempat – Kesaksian Dimasa yang Lalu
A. Baca Yesaya 8:19. Bila Anda mau mendapatkan jawaban yang tepat, kemana Anda harus mencarinya? (Tanya Allah.)
B. Bagaimana kita tahu apakah Allah berbicara kepada kita melalui Roh Kudus atau melalui seorang nabi? (Baca Yesaya 8:20. Anda menguji kegenapan dari pekabaran saat ini melalui kesaksian dimasa lalu yang Anda percaya datangnya dari Allah.)
1. Apakah “hukum” dan “kesaksian”? (Saya percaya bahwa hukum adalah standar-emas Sepuluh Hukum (ditulis langsung oleh Allah). Kalau Anda membaca melalui Yesaya 8, kesaksian yang ditulis menyaksikan mengenai Allah. Oleh karenanya, ini adalah ujian yang lumrah apakah nabi itu membawa orang kepada Allah yang benar.)
C. Baca Ratapan 2:14. Bagaimanakah “menyatakan kesalahan kita” sejalan dengan hukum? Apakah para nabi seharusnya mempermalukan kita? (Masalahnya dengan hati manusia adalah kita memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menipu diri kita bahwa apa yang kita sedang lakukan adalah setuju dengan kehendak Allah. Sebagian dari pekerjaan nabi yang benar adalah untuk menanggalkan penipuan diri. Hanya ketika kita melihat dosa-dosa kita dengan jelas kita akan bertobat.)
V. Ujian Kelima – Pohon Itu/Ujian Buah
A. Baca Matius 7:15-19. “Buah” apakah yang dihasilkan seorang nabi? (Ini pasti maksudnya hasil dari pekerjaan seorang nabi. Hasil dari kehidupan mereka, hasil dari perkataannya, hasil dari pelayanannya.)
VI. Satu Standar?
A. Ketika Anda membandingkan ujian-ujian di atas, apakah ada yang lebih penting dari yang lain?
1. Apakah ada yang lebih mudah digunakan daripada yang lain?
2. Apakah ada standar yang seragam atau ujian yang melebihi diatas yang lain?
a. Kalau tidak, apakah ada urutan pasti dimana ujian-ujian ini harus digunakan?
B. Saya menyarankan ujian multi-bagian berikut ini:
1. Ujian utama dan paling nyata dan paling mudah adalah apakah mereka memperkenalkan Allah yang benar – Yesus. Kalau mereka tidak melakukannya, mereka bukanlah nabi yang benar.
2. Kalau mereka mendukung Allah, maka Anda harus melihat lebih dekat lagi untuk dapat melakukan penilaian. Melihat lebih dekat lagi adalah apakah mereka berbicara sesuai dengan kesaksian dari Allah yang sudah ada dan apakah hasil dari pekerjaan nabi adalah orang-orang yang berTuhan.
3. Yang terakhir, dan ujian yang paling tidak dapat diandalkan, adalah apakah nabi meramalkan sesuatu yang tidak terjadi. Sudah untuk mengetahui apakah nubuat tersebut gagal karena Allah merubah pikiranNya (karena manusia berubah), atau apakah nabi itu palsu atau hanya terlalu berani. Saya tidak akan menolak nubuatan yang gagal dengan begitu saja kalau seorang nabi memenuhi dua bagian dari ujian yang pertama. Gantinya, saya akan dengan teliti menguji setiap pernyataan yang berikut.
VII. Aplikasi dari Ujian
A. Bagaimanakah Ellen G. White ketika ujian ini diaplikasikan padanya? (Ia dengan nyata memperkenalkan Yesus dan pekerjaannya memperkenalkan Alkitab. Hasil penginjilan dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh melalui anggota-anggotanya dan lembaga-lembaganya mengesankan. Banyak argumentasi dari mereka yang mengkritik Ellen G. White mengatakan bahwa ia tidak konsisten dengan Alkitab, tetapi ini sebenarnya pertentangan doktrinal.)
B. Bagaimana dengan tuduhan bahwa Ellen White “menyalin” sebagian besar dari tulisan-tulisannya dan ia salah mengenai nubuatan “Pintu Tertutup”? (Menyalin bukanlah suatu ujian. Sementara “buahnya” adalah suatu ujian, Musa dan Daud kedua-duanya adalah nabi dan mereka memiliki masalah yang lebih besar daripada menyalin dalam hidup mereka. Minggu lalu kita telah belajar bahwa Lukas bertindak sebagai seorang yang membukukan (Lukas 1:1-4) – yang mana menyatakan ia “menyalin” dari apa yang dinyatakan dengan kata-kata dan peristiwa-peristiwa yang tertulis. Serangan “Pintu Tertutup” menampilkan issue “penggenapan”, yang mana adalah ujian yang paling tidak dapat diandalkan. Yang paling buruk, ini bisa saja pernyataan “terlalu berani”. Saya berpendapat ia lulus ujian nabi yang benar – tetapi seperti halnya semua nabi-nabi, ia perlu terus menerus diuji oleh Alkitab.)
C. Sahabat, apakah Anda melakukan usaha yang sungguh-sungguh untuk mengenal Allah? Baca dan mengerti Alkitab. Uji nabi jaman modern, dan bila mereka lulus ujian carilah terang yang lebih besar dari Allah.
VIII. Minggu depan: Pekerjaan Para Nabi