<-- Lesson 5 The Inspiration of the Prophets

Ilham Para Nabi

(2 Petrus 1 & 2, Lukas 1, 1 Korintus 7)

Karunia Nubuat Dalam Alkitab: Pelajaran 5

Copr. 2009, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs.  Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

Kita telah pelajari dari pelajaran-pelajaran sebelumnya bahwa menjadi nabi berarti menyampaikan pesan Allah kepada orang lain. Bentuk komunikasi paling murni adalah saat Allah menuliskan Sepuluh Hukum dengan jari-Nya sendiri di atas batu. Cara tersebut tidak memiliki peluang untuk salah. Berikutnya, kita pelajari bahwa Allah berbicara kepada Musa “muka dengan muka” (artinya Musa bisa melihat rupa Allah.) Jelas cara ini merupakan bentuk komunikasi yang sangat tinggi. Bagaimana nabi-nabi lainnya mendapatkan pekabaran dari Allah? Bagaimana mereka mengemasnya untuk kita? Bagaimana caranya kita memahami pekabaran dari orang-orang yang memiliki karunia nubuat? Mari selami pelajaran Alkitab kita dan lihat apa yang dapat kita pelajari!

 

1.   Nabi yang Berlayar

 

1.   Baca 2 Petrus 1:16-18. Petrus menyampaikan kepada para pendengarnya mengapa ceritanya tentang Yesus layak dipercaya. Alasan apa yang ia utarakan? (Petrus mengatakan ia (dan yang lainnya) merupakan saksi mata.)

 

1.   Bukti lain apa lagi yang Petrus tegaskan tentang Yesus selain fakta bahwa Petrus menyaksikan sendiri apa yang Yesus perbuat? (Allah berkata-kata mendukung Yesus.)

 

1.   Dalam konteks ini, apakah Petrus seorang nabi? (Ya. Ia mendengar suara Allah dan mengulagi perkataan yang didengarnya.

 

2.   Apakah Petrus semata-mata mengulangi perkataan Allah? (Perkataan Allah tidak akan ada artinya tanpa Petrus bergaul dan mengamati Yesus. Semuanya menjadi contoh dari pekerjaan seorang nabi.)

 

2.   Baca 2 Petrus 1:19. Alasan apa lagi yang Petrus kemukakan demi Yesus? (Ia menunjukkan bahwa nabi-nabi telah menubuatkan kedatangan Yesus.)

 

1.   Alkitab dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari menuliskan 2 Petrus 1:19 seperti ini: “Itu sebabnya kami lebih yakin lagi akan pesan Allah yang dikabarkan oleh para nabi…” Apa maksud Petrus manakala ia mengatakan “lebih yakin lagi?” Apakah ada nabi-nabi yang perkataannya tidak meyakinkan? (Yang ia maksudkan adalah perkataan mereka terbukti benar karena digenapi dalam Yesus.)

 

2.   Perhatikan semua ungkapan tentang terang: “pelita yang bercahaya,” “fajar menyingsing,” dan “bintang timur terbit bersinar,” Apa kaitannya dengan nubuatan? Pemahaman kita sendiri menjadi bagian dari seluruh pekabaran tersebut. Ada saksi mata, ada pernyataan dari Allah, ada fakta yang cocok, dan kita memiliki kerinduan untuk memahami di bawah tuntunan Roh Kudus. Semua hal ini secara bersama-sama menyalakan “lampu” pemahaman. Kita bisa melihat dengan jelas.)

 

3.   Baca 2 Petrus 1:20-21. Dua hal apa yang bukan merupakan sumber nubuat? (Interpretasi dan kehendak nabi.)

 

1.   Apa artinya? Bukankah kita baru saja menyimpulkan bahwa pemahaman seorang nabi atas apa yang Allah katakan tentang Yesus membutuhkan pemahaman akan pekerjaan Yesus? (Hal tersebut mungkin saja dibutuhkan untuk memahami nubuatan. Namun, intinya di sini adalah bahwa tulisan-tulisan tersebut tidak berasal dari manusia – tapi dari Allah. Dalam hal ini perkataan tersebut datang dari surga dan para murid mendengarnya. Mereka bukan sumbernya.)

 

2.   Gambaran seperti apa yang muncul di benak saudara dari ungkapan tentang nabi yang mendapatkan “dorongan Roh Kudus?”(The Bible Knowledge Commentary mengatakan bahwa Lukas menggunakan kata yang merujuk kepada perahu layar yang dibawa angin. Dituliskan lebih lanjut “[nabi-nabi] secara sadar terlibat dalam proses tersebut; mereka bukannya didikte ataupun menulis dalam kondisi tidak sadar.”

 

3.   Tengok kembali 2 Petrus 1:21. Dalam terang yang baru saja kita pelajari apakah artinya kata “dihasilkan?” (Pekerjaan nabi merupakan proyek kerja sama dengan Allah. Sumber pekabaran, keputusan tentang pokok bahasan bukanlah berasal dari nabi tapi dari Allah. Namun nabi mempunyai peran besar dalam pekabaran tersebut.)

 

4.   Saya suka merenungkan mengenai nubuat yang dibandingkan dengan berlayar. Saya biasa melaut. Arah dan kekuatan angin berarti segalanya. Tentunya saudara dapat mengarahkan perahu ke berbagai arah tanpa peduli arah angin. Namun hal tersebut sulit. Perahu layar akan memperoleh daya yang paling besar, kecepatan yang paling tinggi dan paling efektif jika pelayarnya membiarkan arah angin mendiktekan arah perahunya. Ini merupakan kerja tim. Tanpa angin perahu tersebut tidak bisa kemana-mana. Tanpa pelayar dan layar, angin saja tidak akan efektif.

 

2.   Penglihatan dibanding Penelitian

 

1.   Baca Lukas 1:1-4. Injil Lukas merupakan bagian yang penting dari Alkitab. Apakah kitab tersebut diinspirasikan oleh Roh Kudus?

 

1.   Ini merupakan peristiwa langka di mana penulis yang mendapat inspirasi mengatakan bagaimana ia menyusun buku tersebut. Bagaimana caranya? (Ia membaca cerita yang ditulis oleh orang lain. Ia berbicara dengan para saksi mata. Tampaknya ia menilai para saksi mata tersebut (“pelayan firman”). Fakta bahwa ia menelusuri cerita tersebut menunjukkan bahwa ia ingin memastikan keakuratannya. Ia lantas mengurutkan bahan-bahan tersebut. Tampaknya Lukas adalah seorang wartawan dan penghimpun.)

 

2.   Apakah berarti Lukas menyalin tulisan orang lain saat ia menuliskan kitab Lukas? Bukankah ia seharusnya mencantumkan catatan kaki?

 

1.   Baca Yeremia 23:30-32. Apakah ini berarti Lukas mencuri kata-kata orang lain? (Tidak seperti Lukas, nabi-nabi palsu yang disebutkan dalam kitab Yeremia tidak terbuka tentang apa yang sementara mereka lakukan. Lebih lagi, injil Lukas bukanlah kebohongan yang dimaksudkan untuk mengedepankan Lukas. Lukas berupaya untuk seakurat mungkin mengungkap tentang Yesus.)

 

2.   Baca Daniel 10:4-7. Apa yang menjadi sumber penulisan Daniel? (Ia diperhadapkan dengan mahluk surgawi. Sesuatu yang bersifat ragawi sedang berlangsung (orang-orang yang tidak melihatnya sangat ketakutan), namun Daniel menyebutnya penglihatan.)

 

3.   Baca Daniel 10:8-11. Apakah Daniel semata-mata melihat suatu gambaran, ataukah kepadanya diberitahu sesuatu? (Ia mendapat penglihatan tentang suatu mahluk yang berbicara kepadanya.)

 

4.   Baca Daniel 10:12. Apa persamaan Daniel dan Lukas? (Keduanya sementara berpikir soal-soal rohani yang penting. Keduanya berusaha memahami soal tersebut. Daniel dikatakan sementara berdoa meminta pengertian.)

 

1.   Apa ketidaksamaan Daniel dan Lukas dalam tulisan-tulisan mereka? (Daniel mendapatkan penglihatan yang menakjubkan tentang seseorang yang berbicara dengan kuasa dan kemuliaan yang besar. Pembicara tersebut memberikan suatu pekabaran kepada Daniel. Sementara yang berbicara kepada Lukas adalah manusia.)

 

2.   Apakah latar belakang ini menjadikan pekabaran Daniel lebih dapat dipercaya ketimbang pekabaran Lukas?

 

1.   Jika saudara menjawab, “tidak,” maka bagaimana bagaimana saudara menjelaskan perbedaan tersebut? (Mari kita kembali ke soal berlayar. Saya pernah mengalami beberapa pelayaran yang menegangkan dan beberapa pelayaran yang tenang. Semua ini disebut pelayaran. Allah menemui dan menuntuk nabi-nabi dengan cara yang berbeda – barangkali dalam tingkat intensitas yang berbeda. Baik Lukas dan Daniel menceritakan asal muasal tulisan mereka. Ini mengajarkan kepada kita bahwa nabi-nabi sejati bisa mengalami hal-hal yang sama sekali berbeda.)

 

3.   Nabi-nabi Palsu

 

1.   Baca 2 Petrus 2:1. Apakah nabi-nabi palsu mudah dikenali? (Pada awalnya tidak. Sebagaimana halnya guru-guru palsu, mereka “secara diam-diam memasukkan” pengajaran-pengajaran yang tidak benar.)

 

1.   Apa petunjuk bagi kita untuk membedakan nabi sejati atau nabi palsu? (Apakah mereka menyangkal Yesus.)

 

2.   Bagaimana jika ada yang mengkritik injil Lukas karena ia menggunakan sumber lain – apakah tepat kalau yang diuji dari Lukas adalah injilnya meninggikan Yesus? (Ya. Bagaimana caranya seorang nabi menyusun tulisannya bukanlah ujian.)

 

2.   Baca 2 Petrus 2:2-3. Bagaimana lagi cara kita menilai nabi-nabi (dan guru-guru)? (Pertama, perhatikan uangnya. Keserakahan menyebabkan nabi-nabi palsu mengeksploitasi para pengikutnya. Kedua, perhatikan hasil dari ajaran dan nubuatnya. Cara hidup para nabi palsu itu “dikuasai nafsu” dan karena mereka “Jalan Kebenaran akan dihujat.”

 

4.   Nubuatan Campuran

 

1.   Baca 1 Korintus 7:10-13. Semua ini ada dalam Alkitab. Namun Paulus mengatakan bahwa sebagian dari yang ia tuliskan adalah pendapatnya dan sebagian lagi adalah perintah Allah. Adakah bagian dalam Alkitab yang lebih dapat dipercaya daripada bagian lainnya?

 

1.   Saya menghargai bagaimana Paulus menyebutkan mana yang diperintahkan Allah dan mana pendapatnya sendiri. Apakah ia selalu demikian? Bagaimana dengan nabi-nabi yang lain, apakah mereka selalu menyebutkan perbedaan ini?

 

2.   Baca 1 Korintus 7:25-26. Apakah Paulus mengatakan bahwa Roh Kudus tidak sedang memberinya inspirasi di sini? Jika ya, mengapa hal ini ada di dalam Alkitab?

 

1.   Baca ulang 2 Petrus 1:20. Jika Alkitab tidak berasal dari interpretasi nabi itu sendiri, bagaimana bisa Palus mengatakan kepada kita (1 Korintus 7:25) apa yang ia tuliskan adalah pertimbangannya sendiri? (Paulus tampaknya sementara menjawab serangkaian pertanyaan yang diajukan oleh jemaat setempat. Sesuai dengan cara yang sepatutnya dilakukan oleh seorang nabi, ia memberitahu pembacanya manakala Allah tidak memberinya wahyu langsung. Namun, Paulus menyebut dirinya “dapat dipercaya” – jadi pernyataannya memiliki dasar rohani sekalipun bukan merupakan perintah langsung.)

 

2.   Apakah yang diajarkan di sini tentang tulisan dari nabi-nabi? (Pikirkan lagi gagasan tentang berlayar. Nubuat adalah proyek kerja sama antara Allah dan manusia. Campuran antara Allah dan manusia bisa bervariasi – namun bagi nabi sejati angin yang berada di balik pernyataan yang ia utarakan selalu adalah Roh Kudus. Pelajarannya adalah bahwa kita perlu melihat kumpulan tulisan dari para nabi sebagai suatu keseluruhan untuk memahami kehendak Allah.)

 

3.   Sobat, maukah engkau berdoa agar Allah memberimu pemahaman akan karunia nubuat? Maukah engkau berdoa agar, sebagaimana yang digambarkan dalam Yoel 2, karunia nubuat diberikan kepada banyak orang? Maukah engkau memperhatikan nabi-nabi yang ada?

 

5.   Pekan depan: Menguji Para Nabi.