Karunia Nubuat dan Jemaat Allah yang Sisa
(Wahyu 12)
Pelajaran 4
Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Hetty Simatupang. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian. Berdoalah agar Roh Kudus menuntun pikiran Anda ketika Anda belajar.
Pendahuluan: Melalui sejarah Alkitab, kita menemukan bahwa Allah bekerja dengan sekelompok umat manusia untuk memperkenalkan kerajaanNya. Apakah ini masih berlaku saat ini? Apakah ini masih berlaku pada hari-hari sebelum berakhirnya sejarah dunia? Karena mereka adalah umat yang berbicara bagi Allah, bukankah sudah sepantasnya karunia nubuat menjadi karunia khusus bagi kelompok umat sisa ini? Mari kita selami Alkitab dan mencari apakah yang dikatakan mengenai topik ini!
I. Wanita dan Naga
A. Baca Wahyu 12:1-2 dan Wahyu 12:5. Hanya ada satu kepastian dari ayat-ayat ini yaitu seorang wanita melahirkan Yesus. Dari fakta tersebut, menurut Anda siapakah yang dilambangkan oleh wanita itu? Apakah ini Maria, wanita yang benar-benar melahirkan Yesus? Apakah ini bangsa Israel, bangsa yang melahirkan Yesus? Apakah ini mereferensikan gereja Kristen, yang kelihatannya menjadi pendapat dari sebagian besar orang?
1. Apakah keberatannya kalau wanita ini adalah Maria? (Wahyu 12:1 sama sekali tidak memberikan indikasi seorang manusia.)
2. Apakah keberatannya kalau ini adalah gereja Kristen? (Yesus melahirkan gereja Kristen, bukan sebaliknya.)
3. Apakah keberatannya kalau ini adalah bangsa Israel? Dapatkah duabelas bintang menyatakan duabelas suku? (Argumentasi bahwa bangsa Israel membunuh Yesus sama kuatnya dengan argumentasi bahwa bangsa Israel melahirkan Yesus. Dengan sejarah ini, agak sedikit aneh kalau wanita ini melambangkan bangsa Israel.)
4. Bagaimana kalau wanita ini melambangkan gabungan ketiga hal diatas: khususnya umat manusia yang setia kepada Allah? Bukankah Maria adalah salah satu diantaranya? Bukankah sebagian dari bangsa Israel termasuk didalamnya? Bukankah sebagian dari gereja yang mula-mula termasuk didalamnya? (Ini adalah awal diperkenalkannya konsep “yang sisa”. Maria, ibu Yesus, adalah seseorang yang mana Allah memiliki hubungan khusus. Ia mewakili orang yang setia diantara umat manusia.
Duabelas bintang dapat dimengerti sebagai dua belas murid – sebagian dari bangsa Israel yang setia di jaman gereja yang mula-mula. Berpakaikan “matahari” menyatakan hubungan Yesus dengan umatNya yang setia. Wanita berdiri di atas bulan (yang memantulkan sinar matahari) mengindikasikan umat yang setia memantulkan Yesus dalam hidup mereka.)
B. Baca Wahyu 12:3-4 dan Wahyu 12:7-9. Siapakah seekor naga merah padam yang besar? (Alkitab dengan spesifik mengatakan kepada kita itu adalah Setan.)
1. Apakah artinya “ekor” naga menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit? (Setan memenangkan kesetiaan dari sepertiga malaikan di surga. Seperti Setan, mereka dilemparkan ke bumi setelah mereka kalah dalam peperangan menentang Allah. Mereka kalah dalam peperangan untuk surga.)
II. Perburuan Naga
A. Baca Wahyu 12:4-6. Apakah rencana Setan bagi Yesus? Apakah rencananya berhasil? (Setan mau membunuh Yesus. Ia berhasil dengan rencananya.)
1. Ketika Anda merenungkan kehidupan Yesus, apakah hanya membunuh saja yang ada dalam benak Setan? (Tidak. Setan mau menjebak Yesus agar menyembah Setan. Setan mau menimbulkan rasa sakit, penderitaan mental dan penghinaan.)
B. Baca Wahyu 12:13-15. Kita menemukan dua referensi waktu: 1,260 hari dan “satu masa, dua masa, dan setengah masa”. Apakah artinya “satu masa”? (Banyak komentator mengatakan bahwa “satu masa” berarti satu tahun. Ini berarti 3.5 tahun atau 42 bulan atau 1,260 hari. Oleh karena itu kedua referensi waktu itu adalah sama!)
1. Apa yang terjadi pada saat ini? (Nampaknya saat aman bagi umat sisa.)
C. Baca Daniel 7:23-25. Kita melihat referensi waktu yang sama dalam Daniel dan kita melihat seekor binatang yang kelihatannya mirip dengan naga di Wahyu. Masalahnya kita melihat orang-orang suci dianiaya, bukan suatu tempat aman bagi mereka. Dapatkah Anda menyatukan kedua pemikiran ini: penganiayaan dan perlindungan? (Komentator-komentator seperti Barnes’ Notes, Matthew Henry dan Adam Clarke menerangkan ini adalah lambang dari kurun waktu (1,260 tahun) ketika orang-orang Kristen dianiyaya oleh kekafiran Romawi atau “Kekristenan” Romawi dan mereka melarikan diri ketempat-tempat terpencil (“padang belantara”) demi keselamatan.)
1. Kalau para komentator di atas benar, apa yang dikatakan di sini mengenai pemikiran “yang sisa”? (Pemisahan diantara umat manusia bukanlah antara kekafiran dan kekristenan, tetapi antara kekristenan yang sungguh-sungguh setia kepada Tuhan dan yang tidak. Sama seperti caranya Setan memperoleh pengikut diantara malaikat-malaikat di surga, ia juga dapat memperoleh pengikut diantara mereka yang mengaku atau pernah suatu waktu menjadi orang-orang Kristen yang sesungguhnya.)
III. Karakteristik Umat Yang Sisa
A. Saat ini Anda mungkin menggaruk kepala Anda dan bertanya pada diri sendiri, “Bagaimana saya dapat yakin kalau saya termasuk “umat yang sisa”? Mari kita selidiki umat yang sisa! Baca Wahyu 12:10-11. Disini kita melihat pertentangan antara orang Kristen yang benar dan Setan. Bagaimanakah orang-orang Kristen menang dalam konflik ini? (Mereka bergantung pada kematian dan kebangkitan Yesus dan mereka mengabarkan kepada orang lain mengenai hal itu.)
B. Baca Wahyu 12:16-17. Siapa yang membuat naga itu marah? (Kalau perkiraan kita mengenai wanita itu benar, mereka adalah umat sisa yang setia.)
1. Secara logis, siapakah “keturunan” dari umat yang sisa? (Mereka yang lahir kemudian yang juga adalah orang Kristen yang sung guh-sungguh.
a. Mengapa Setan marah terhadap keturunannya? (Dengan alasan yang sama mengapa ia marah pada Yesus – mereka adalah lawan. Mereka menjadi penghalang akan rencana-rencana jahatnya bagi dunia ini.)
2. Lihat lagi Wahyu 12:17, karena disitu dijelaskan dengan nyata akan gambaran umat yang sisa. Dua karateristik apa yang kita lihat? (Mereka menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.)
IV. Menuruti Hukum-hukum Allah
A. Kalau keselamatan itu adalah anugerah, mengapa “menuruti hukum-hukum Allah” adalah gambaran pertama dari orang Kristen yang benar dan setia?
1. Mengapa tidak dikatakan (Matius 22:37-40) “Mereka yang mengasihi?”
2. Mengapa dari sudut pandang “karunia nubuat”, Sepuluh Hukum begitu penting? (Ingat bahwa itu adalah “standar emas” bagi komunikasi Allah pada manusia. Itu adalah satu-satunya komunikasi yang ditulis oleh jari Allah. Selebihnya dikomunikasikan melalui seorang nabi atau didengar dari orang.)
B. Saya baru saja selesai membaca buku yang sedang popular saat ini “Si Parkit Biru”. Menurut pendapat pengarang buku itu kita harus mengerti Alkitab sebagai sebuah cerita (atau kumpulan cerita) yang dikisahkan oleh para nabi mengenai hubungan kita dengan Allah. Apa pendapat Anda mengenai pendekatan Alkitab yang seperti itu? (Banyaknya “ruang gerak” dari pendekatan ini untuk mengerti Alkitab membuat saya sedikit cemas. Saya mau mempersempit dengan mengatakan Alkitab adalah kumpulan cerita untuk menolong kita mengerti apa yang Allah maksudkan dalam standar emasNya – Sepuluh Hukum.)
C. Dari sudut pandang Setan, mengapa ia menyerang mereka yang memelihara Sepuluh Hukum? (Bila Anda tidak menurut kehendak Allah dalam hidup Anda, apakah Anda menjadi musuh Setan? Tidak perlu memerangi mereka yang tidak dalam medan pertempuran melawan Anda.)
V. Kesaksian Yesus.
A. Lihat lagi Wahyu 12:17. Tempatkan diri Anda dalam posisi Yohanes Yang Kekasih. Betapa pentingkah pekabaran mengenai Yesus? (Inti keseluruhan dari pelayanannya adalah untuk meyakinkan orang bahwa Yesus adalah Mesias – Yesus adalah Allah.)
B. Apakah hubungan Yesus dengan Sepuluh Hukum? (Bila perlu, baca Roma fasal 4 sampai 8. Tanpa Yesus, Sepuluh Hukum hanya menyatakan hukuman mati. Melalui Yesus kita memenuhi tuntutan Sepuluh Hukum. Roma 5:9-19. Menuriti Sepuluh Hukum tidak ada artinya tanpa kisah selanjutnya – Yesus.)
C. Mari kita baca beberapa ayat untuk mengerti dengan lebih baik bagaimana buku Wahyu menggunakan istilah “kesaksian Yesus”. Baca Wahyu 12:1-2, Wahyu 12:5, Wahyu 12:9, Wahyu 14:12, Wahyu 17:6, Wahyu 19:10, Wahyu 20:4, Wahyu 22:16, Wahyu 22:20-21. Bagaimana pengertian Anda mengenai arti dari “kesaksian Yesus” setelah membaca ayat-ayat ini? (Mereka ini adalah yang orang yang menyampaikan pekabaran Yesus kepada dunia.)
1. Apakah Anda perhatikan Wahyu 19:10 mengatakan “kesaksian Yesus adalah Roh Nubuat”. Menurut pengertian Anda apa artinya? (Dalam seri pelajaran ini kita temukan bahwa seorang nabi menyampaikan pekabaran Allah. Kesaksian umat yang sisa mengenai Yesus adalah pekabaran dari Allah.)
D. Baca Yoel 2:28-29. Apakah nubuat Yoel mengenai umat yang sisa di jaman akhir? (Mereka dipenuhi Roh Kudus. Pekabaran mereka mengenai Yesus digerakkan oleh hubungan yang erat dengan Roh Kudus.)
E. Sahabat, maukah Anda menjadi bagian dari umat yang sisa? Apakah Anda dipenuhi oleh Roh Kudus, diselamatkan oleh anugerah Yesus, menyaksikan apa yang Yesus telah lakukan, dan berniat untuk menghidupkan kehidupan yang menurut hukum Allah? Bagaimana dengan gereja Anda? Apakah dipenuhi Roh? Kalau jawaban Anda bukanlah, “Ya!” yang tegas, maukah Anda berdoa saat ini meminta Roh Kudus untuk datang dengan kuasa kedalam hidup dan gereja Anda?
VI. Minggu depan: Ilham para Nabi