<-- A Pillar of Mission: The Apostle Peter

Karunia Bernubuat

(Keluaran 3 & 7, Kisah Para Rasul 7, Bilangan 12, Lukas 1)
Pelajaran 2


Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Hetty Simatupang. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian. Berdoalah agar Roh Kudus menuntun pikiran Anda ketika Anda belajar.

Pendahuluan: Mengapa hanya Sepuluh Hukum yang menjadi pesan langsung yang ditulis Allah di atas batu (Ulangan 10:1-4)? Kalau Allah mau memberi aturan yang presisi, Anda pasti berpikir Ia dapat saja memberikan instruksi kepada nabi untuk menuliskannya di atas batu. Apakah fakta bahwa Allah berkomunikasi dengan banyak cara, sebagian diantaranya kurang dapat diandalkan, menyatakan kepada kita mengenai bentuk dari pesan Allah? Atau dapatkah juga dikatakan bahwa para nabi adalah bagian dari pesan? Kalau demikian; apa tepatnya, peranan dari seorang nabi? Apakah mereka orang sempurna? Mari kita selami pelajaran mengenai nabi-nabi di Alkitab dan mencari tahu!



  1. Musa, Harun dan Miryam: Nabi-nabi Perjanjian Lama


    1. Baca Keluaran 3:1-3. Apakah yang Anda ketahui tentang latar belakang Musa? (Baca Kisah 7:20-22. Musa adalah seorang yang istimewa. Pada waktu kelahirannya Allah campur tangan untuk menyelamatkan nyawanya. Allah kemudian mengendalikan keadaan-keadaan sehingga Musa dibesarkan dan dididik di rumah Firaun.)


      1. Dengan apa yang kita ketahui mengenai maksud Allah bagi umatNya, menurut Anda apakah yang direncanakan Allah bagi Musa?

(Logisnya, Musa akan menjadi Firaun dan membebaskan bangsa Israel untuk pergi.)


    1. Baca Kisah 7:23-25. Apakah Musa pikir ia sedang melakukan kehendak Allah? Apakah Musa melakukan kehendak Allah? (Kalau Musa dibesarkan untuk menjadi seorang yang akan menyelamatkan bangsanya, “intervensi” ini masuk akal.)


    1. Baca Kisah 7:26-29. Siapa yang gagal, Musa atau orang-orang Ibrani?


    1. Mari kita kembali ke semak yang terbakar. Musa berjalan menuju semak dan Allah berbicara kepadanya. Baca Keluaran 3:9-11. Apakah pertanyaan dalam Kisah 7:27 masih terngiang dalam benak Musa empat puluh tahun kemudian? (Musa menantang Allah dengan tantangan yang sama yang dihadapi Musa ketika ia membunuh seorang Mesir untuk memulai kelepasan bangsa Israel.)


      1. Apakah jawaban Allah? (Baca Keluaran 3:12. Allah berkata kepada Musa bahwa ini akan menjadi proyek kerja sama.)

        1. Apakah ide “proyek kerja sama” ini menjadi alasan mengapa Allah memberikan para nabi pesan-pesan verbal gantinya memberikan instruksi-instruksi yang tertulis di batu?


      1. Selain dari berlalunya empat puluh tahun, dan penurunan serius dalam status pekerjaan, bagaimanakah situasi Musa sekarang berbeda dengan waktu ia membunuh orang Mesir itu? (Musa telah mempelajari dua hal. Pertama, orang-orang Ibrani tidak dapat diandalkan dalam urusan kebebasan mereka. Kedua, mendahului Allah adalah hal yang buruk. Kali ini Allah secara khusus merencanakan detil-detil dari misi pembebasan.)


    1. Dengan tertundanya tujuan hidup selama empat puluh tahun, Anda mungkin mengharapkan Musa untuk berkata, “Sudah tiba saatnya! Mari bertindak! Mari bergerak!” Apakah ia berkata demikian? (Baca Keluaran 6:30. Tidak. Musa mencoba untuk menolak tugas.)


      1. Apakah Allah meminta Musa untuk menjadi seorang nabi? (Allah meminta Musa untuk menjadi juru bicaraNya. Kisah 7:37-38 mengkonfirmasi bahwa Musa adalah seorang nabi.)


    1. Menurut pendapat Anda apakah kualifikasi Musa untuk menjadi seorang nabi? Kalau Anda menjadi “komite nabi” bagaimana Anda mengevaluasi Musa pada saat ini? (Ia diberikan kesempatan-kesempatan bagus dimasa mudanya. Karena ceroboh ia membuang kesempatannya untuk melakukan hal-hal besar bagi Allah dan bangsanya. Ia mempunyai masalah mengendalikan kemarahan. Ia mempunyai problema moral (ia membunuh seseorang). Tidak banyak yang ia lakukan dalam hidupnya sejak melarikan diri dari Mesir. Sekarang ia mempunyai problem tidak percaya diri, atau ketidakmampuan untuk berbicara dengan baik dan jelas.)


    1. Keluaran 7:1-2. Peranan apa yang diberikan kepada Musa disini? Siapakah nabinya? (Allah mengatakan bahwa Harun adalah nabi dan Musa “seperti Allah bagi Firaun.”)


      1. Ini adalah sudut pandang yang luarbiasa menarik akan tugas seorang nabi. Peranan apa yang dimainkan Harun? Apakah maksudnya menjadi bagian dari lingkaran komunikasi? (Baca Keluaran 4:14-16 untuk latar belakang hal ini. Harun pandai bicara. Allah berkata bahwa Ia akan memberi pesan kepada Musa, yang kemudian menyampaikannya kepada Harun. Harun akan bertindak sebagai penyambung lidah Musa.)


        1. Apakah Harun mempunyai peranan mandiri disini? (Ya dan tidak. Musa memberikan “perkataan ke mulutnya”, tetapi karena Harun terpilih melakukan tugas karena kemampuanya berbicara, Harun memilih kata-kata yang sesuai dalam menyampaikannya.)


        1. Apakah yang diajarkan kepada kita mengenai ide dari “proyek kerja sama”? (Allah memperkenankan tambahan satu orang lagi, dengan talenta khusus yang diperlukan, ke dalam proyek. Dengan resiko pesan berpindah dua kali.)


          1. Mengapa Allah tidak memulihkan kemampuan Musa untuk berbicara – atau katakan kepada Musa untuk berhenti mengeluh dan segera lakukan?


    1. Apakah Harun seorang yang sempurna? (Tidak. Bukan saja ada persoalan Anak Sapi Emas (Keluaran 32), ada problem kecemburuan Harun terhadap Musa.)


    1. Mari kita baca mengenai kecemburuan ini karena itu akan memberikan keterangan lebih jauh mengenai karunia bernubuat. Baca Bilangan 12:1-2. Pernyataan apa yang dibuat oleh Harun dan Miryam? Apakah peranan istri Musa dalam hal ini? (Apakah Anda pernah mengeluh mengenai seorang pendeta karena istrinya? Harun dan Miryam berpendapat Musa menunjukkan pertimbangan yang buruk dengan pernikahannya. Musa bukan saja gagal menikahi seorang Ibrani, ia menikah dengan keluarga yang memiliki sejarah yang ternoda. Anda ingat bahwa Ham mempunyai permasalahan dengan ayahnya Nuh (Kejadian 9:20-24). Ham adalah ayah dari Kush (Kejadian 10:6), yang menurunkan bangsa Kush. Allah sendiri menyebut bangsa Kush dengan nada yang mengangkat (Amos 9:7). Pernikahan Musa bukanlah dosa. Bagaimanapun, Musa tidak dilarang untuk menikah dengan seorang Kush (Keluaran 34:11-16).


    1. Baca Bilangan 12:3. Mengapa hal ini disebutkan di sini? (Musa tidak merespon kritik ini. Musa mungkin berpikir: “Kamu berpikir saya dapat memiliki pernikahan yang lebih baik? Terus? Mengapa hal itu penting?”)


    1. Baca Bilangan 12:4-8. Apakah kritik tersebut berarti bagi Allah? (Ya!)


      1. Mari kita mengarah ke poin penting: bagaimanakah cara Allah berkomunikasi dengan para nabi berbeda dengan Ia berkomunikasi dengan Musa? (Sepertinya kurang pribadi. Kelihatannya juga kurang nyata.)


      1. Berdasarkan pernyataan Allah di sini, apakah nabi biasa bertindak sebagai “pemegang pena” atau seorang “penulis kata-per-kata” bagi Allah? (Kelihatannya tidak.)


      1. Pertimbangkan logika dari apa yang Allah katakan: semakin baik karakter sang nabi, semakin dengan nyata Allah bersabda. Bukankah harus sebaliknya? Yang paling tidak sempurna seharusnya menerima tulisan di atas batu dan yang paling sempurna menerima sebuah teka-teki, bukan?


        1. Saya pikir Allah memberitahu kita sesuatu yang sangat penting mengenai para nabi di sini – apakah itu? (Kualitas dari pesan bervariasi tergantung dari kualitas pembawa kabar! Ini semakin menyatakan suatu “proyek kerja sama”. Sekarang pendengar terlibat dalam mengartikan pesan.)


    1. Perhatikan dalam Bilangan 12:1-2 kedua-duanya Harun dan Miryam mengaku sebagai nabi-nabi. Kita tahu itu benar untuk Harun, apakah itu juga benar untuk seorang wanita? (Ya. Baca Keluaran 15:20,21. Miryam adalah seorang nabiah.)


      1. Di dalam Keluaran kita lihat Miryam memimpin kaum wanita dalam puji-pujian dan perbaktian – apakah nabi wanita hanya terbatas berbicara kepada kaum wanita? (Tidak. Baca 2 Raja-Raja 22:14-16. Seorang nabi wanita menyampaikan pesan Allah kepada sekelompok pria yang mana termasuk seorang Imam Besar!)


  1. Zakharia: Nabi Perjanjian Baru


    1. Baca Lukas 1:8-13. Apakah Zakharia meminta kepada Allah seorang anak laki-laki? (Ya.)


    1. Baca Lukas 1:18-20. Apakah Gabriel tersinggung? Kalau ya, mengapa? (Ya, Gabriel menyatakan siapa dia (berdiri di hadirat Allah, salah satunya) untuk menyatakan kredibilitasnya.)


    1. Ikuti kisah selanjutnya dalam Lukas 1:57-80, tetapi baca Lukas 1:67. Bagaimana mungkin Zakharia yang tidak percaya, yang membuat Gabriel tersinggung dengan meragukan kejujurannya, menjadi seorang nabi? (Semestinya ia memiliki kelebihan karena ia membesarkan Yohanes Pembaptis.)


    1. Baca Joel 2:28-29. Betapa meluaskah karunia bernubuat dalam waktu “terkemudian” ini? (Segala macam orang menjadi nabi – karunia itu meluas.)


      1. Mengapa Allah merubah pendekatanNya?


      1. Apa yang dinyatakan di sini mengenai kualitas karakter dari para nabi ini? (Umumnya, ketika jumlah meningkat, kualitas menurun.)


        1. Dengan banyaknya nabi, apakah keakuratan dari pesan meningkat atau menurun?


    1. Sahabat, bukankah nyata bahwa pesan Allah bagi manusia menekankan kerja sama antara kita dengan Dia? Maukah Anda memilih hari ini untuk menjadi rekan kerja Allah? Maukah Anda mengundang Dia untuk membagi pesanNya dengan Anda?


  1. Minggu depan: Karunia-karunia Rohani dan Nubuatan.