Beragam Cara Komunikasi Surga
(Kejadian 3, 2 Samuel 23)
Karunia
Nubuat Dalam Alkitab: Pelajaran 1
Copr. 2009, Bruce N. Cameron,
diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari
Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan
lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan
menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran.
Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan:
Pernahkah saudara mengalami saat-saat di mana saudara berharap bisa duduk
bersama dengan Allah dan berbincang-bincang denganNya tentang keadaan saudara? Sebagian besar umat
Kristen tanpa ragu akan mengatakan, “Ya, aku tentunya senang bisa berbicara
langsung dengan Allah!” Bagaimana jika kita mengajukan pertanyaan yang sama ini
kepada Allah dan Ia menjawab “Ya, Aku tentunya senang bisa memberimu bimbingan
yang lebih baik!” Apakah jawaban ini menimbulkan persoalan baru? Apakah sebenarnya
saudara merasa “tidak jelas” akan pendapat Allah terhadap beberapa aspek dalam
hidup saudara namun saudara merasa sangat nyaman dengan kondisi tersebut? Inilah bagian pertama dari
seri pelajaran di mana kita akan belajar lebih lanjut mengenai cara-cara Allah
berkomunikasi dengan manusia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran
kita akan kehendak Allah. Mari selami pelajaran kita!
- Pernyataan Langsung
- Baca Kejadian 3:8-13.
Bagaimana seandainya sekarang ini saudara yang berada di tempat Adam dan
Hawa?
- Apakah mereka meragukan apa
yang Allah ingin untuk diketahui mereka?
- Apakah mereka lebih suka
jika tidak mengetahui pendapat Allah?
- Apakah yang menjadi alasan
bagi Allah untuk mau bercakap-cakap dengan mereka?
- Baca Wahyu 12:7-9. Mengapa
Setan dan pengikut-pengikutnya dienyahkan dari surga? (Ada peperangan
– pertempuran antara Allah dan mereka.)
- Apa taksiran terbaik
saudara tentang relativitas terjadinya cerita di Wahyu 12 dan Kejadian
3? (Karena Setan mencobai Hawa, maka logikanya pertempuran dan “pengenyahan”
di Wahyu 12 terjadi sebelum pencobaan di taman.)
- Coba mundur sejenak dan
pikirkan hal ini. Andai saudara Allah, dan musuh saudara beredar-edar di
planet yang sama yang didiami oleh ciptaan baru saudara, apakah saudara
menginginkan adanya jalur komunikasi yang jernih dengan ciptaan saudara?
- Mengapa Allah menempatkan
kita bersama-sama dengan Setan dan malaikat-malaikatnya? (Saya tidak
tahu. Jelas Allah menginginkan jalur komunikasi yang jernih dan jelas
dunia ini merupakah ajang pertempuran antara kebaikan dan kejahatan.)
- Baca Kejadian 33:17-20.
Apakah Allah dan manusia masih menjalin komunikasi?
- Apa yang terjadi dalam
rentang jaman Adan dan Hawa dan jaman Musa sehingga percakapan
muka-dengan-muka dengan Allah tidak lagi mungkin? (Dosa masuk ke dunia. Salah
satu akibatnya bagi manusia adalah bahwa sepertinya dalam kondisinya
yang berdosa mereka tidak bisa lagi melihat wajah Allah.)
- Baca Keluaran 3:1-6.
Bagaimana caranya saudara menjelaskan hal yang bertentangan ini? Tampak
dari ayat ini bahwa Musa bisa saja melihat Allah di belukar yang menyala.
(Baca Yohanes 1:18. Setelah manusia dihalau dari Taman Eden, Allah tidak
pernah berbicara langsung kepada mereka dalam “wujud Allah”-Nya yang
mulia. Allah muncul baik dalam wujud manusia (sebagaimana yang
dilakukanNya dalam Yesus) atau dalam wujud malaikat.)
- Baca 2 Samuel 23:1-3. Raja
Daud mengatakan bahwa Allah berbicara kepadanya dan lewat perantaraannya.
Apakah yang terkandung di sini tentang cara lain yang Allah gunakan untuk
menunjukkan diriNya? (Allah memberikan pekabaran kepada manusia lewat
perantaraan Raja Daud. Sebagai tambahan, Allah berbicara langsung kepada
Daud sedemikian rupa dimana tidak ditampakkah “wujud Allah” yang mulia.)
- Baca 1 Tawarikh 28:11-12.
Bagaimanakah ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa Allah berbicara
kepada Raja Daud? (Versi KJV untuk ayat 12 mengatakan “And the pattern of all that he had by
the spirit…” [Dan disain yang ia peroleh dari roh…”] Allah berbicara
kepada Raja Daud lewat perantaraan Roh Kudus.)
- Baca Yohanes 16:7, 12-13.
Haruskah saudara menjadi nabi agar Roh Kudus bisa berbicara kepada
saudara? (Tidak. Roh Kudus dapat berbicara kepada kita secara langsung
atau lewat perantaraan orang lain. Ia berbicara kepada seluruh
dunia untuk membuat kita insaf akan dosa.)
- Bisakah saudara meringkaskan
peralihan cara Allah berbicara langsung kepada manusia setelah dosa
hadir? (Allah tidak pernah lagi berbicara kepada kita muka-dengan-muka
dalam wujud Allah-Nya yang mulia. Namun, Ia tetap berbicara langsung
kepada kita lewat perantaraan anggota Trinitas lainnya – Yesus dan
Roh Kudus.)
- Apakah Allah Bapa yang
berbicara kepada kita, atau Yesus atau Roh Kudus, apakah semua ini
merupakan pernyataan langsung? (Ya. Jika saudara mempercayai doktrin Trinitas,
maka mana saja dari wujud komunikasi ini merupakan pernyataan langsung
dari Allah.)
- Pernyataan Tidak Langsung
- Kita telah lihat bahwa Allah
berbicara lewat perantaraan manusia kepada manusia lainnya. Hukum mengurut-urutkan
tingkat kebenaran sebuah informasi. Saat hendak menentukan mana yang
benar, hukum lebih memilih mendengar dari pembicara secara langsung
daripada secara tidak langsung. Apa masalah yang mungkin timbul jika
berbicara lewat perantaraan orang lain? (Di pengadilan, kesaksian
langsung selalu lebih baik daripada kesaksian dari pihak kedua karena
kesaksian langsung tersebut lebih akurat.)
- Baca 2 Timotius 3:16-17.
Untuk mempelajari kehendak Allah, sumber lain apa yang kita temui dalam
ayat ini? (Alkitab.)
- Apakah artinya “diilhamkan
Allah?” (Baca Kisah 1:15-16. Ayat ini membawa kita kembali kepada
pembahasan tentang berbicara lewat perantaraan Raja Daud. Ini merupakan
contoh dari Alkitab yang disusun dari tulisan-tulisan dari orang-orang
yang mendapatkan sumber tulisannya dalam Roh Kudus.)
- Alkitab itu pernyataan
langsung atau tidak langsung? (Kecuali penulisnya bertindak sebagai
pena atau sebagai jurutulis semata, maka hukum akan memandang hal ini
sebagaimana komunikasi tidak langsung lainnya. Ini merupakan topik yang
akan kita akan bahas lebih detil dalam minggu-minggu mendatang.)
- Mana yang menurut saudara
akan memberikan informasi yang paling tepat mengenai kehendak Allah bagi
saudara: 1) Baca Alkitab untuk mempelajari apa yang Allah ungkapkan
mengenai situasi yang saudara hadapi; atau, 2) Allah berbicara lewat pembawa
berita mengenai situasi yang saudara hadapi? (Jika Allah memberikan pesan
tertentu kepada saudara, secara logis maka pesan tersebut akan lebih
akurat karena akan berkuranglah masalah yang saudara hadapi saat
mereka-reka nasihat Alkitab yang mana yang paling tepat untuk
diaplikasikan pada situasi yang saudara hadapi.)
- Baca Kisah 16:6. Cara lain
apa yang diutarakan di sini tentang komunikasi Allah dengan manusia?
(Mengatur keadaan sekitar untuk menghalangi terjadinya tindakan
tertentu.)
- Memahami Pernyataan
- Sementara saudara memikirkan
cara-cara Allah berbicara kepada manusia yang kita sudah pelajari,
bagaimana saudara membandingkan tingkat kebenaran dari cara-cara tersebut?
- Apakah saudara setuju bahwa
percakapan muka-dengan-muka merupakan cara yang paling dapat dipercaya
untuk mendapatkan pesan dari Allah?
- Apakah saudara setuju bahwa
yang berikutnya adalah pernyataan langsung – Roh Kudus berbicara
langsung kepada saudara?
- Apakah saudara setuju bahwa
yang berikutnya adalah Allah mengutarakan pesannya kepada orang lain
khusus untuk disampaikan kepada saudara? Ataukah, “halangan” diam-diam
yang menduduki urutan berikutnya?
- Apakah saudara setuju bahwa
urutan terakhir adalah Allah berbicara kepada pembawa pesan yang
kemudian menuliskan firman Allah untuk diaplikasikan oleh orang lain
dalam situasi khusus yang mereka hadapi? Contohnya Alkitab?
- Apakah saudara merasa sreg dengan urut-urutan ini?
Banyak orang Kristen (termasuk saya pada titik ini) menganggap pernyataan
tegas dalam Alkitab lebih menyakinkan ketimbang apa yang diakui oleh
seseorang sebagai perkataan Allah kepadanya. Kecuali pembicaraan
muka-dengan-muka, saya telah terkondisi untuk menerima Alkitab sebagai
bentuk komunikasi tertinggi dari Allah.)
- Baca 1 Raja-raja 13:18.
Silahkah saudara membaca seluruh kisah yang mencengangkan ini. Intinya
adalah bahwa seorang nabi berbohong kepada nabi lainnya tentang apa yang
Allah telah katakan. Apa pengaruhnya dengan urut-urutan yang kita buat
tadi? (Setiap kali Allah dianggap telah berbicara kepada seseorang, maka
kualitas si pembawa pesan patut dipertimbangkan.)
- Baca Yeremia 23:25-26.
Selain kebohongan yang disengaja, masalah apa lagi yang muncul dari pernyataan
tidak langsung? (Nabi-nabi ini disebut pembohong, namun ayat ini memberi
kesan bahwa mereka terperdaya – artinya mereka bisa saja tidak
sadar bahwa mereka sedang berbohong.)
- Baca Yeremia 17:9. Apa
yang disebutkan di sini mengenai masalah yang mungkin timbul dengan
wahyu langsung? Contohnya, Roh Kudus berbicara kepada kita? (Hati kita
jahat. Kita cenderung memelintir
apa yang kita dengar.)
- Baca Yesaya 6:9-10. Apa
yang muncul dari hati yang jahat? (Kita sulit mendengar dan memahami
pekabaran yang diberikan kepada kita karena kita menginginkan pekabaran
yang berbeda.)
- Baca Kejadian 3:1-5.
Anggaplah ular tersebut tidak muncul sama sekali, hanya suara yang
terdengar. Ini sama-sama mungkin terjadi. Persoalan baru apa yang muncul
dari pernyataan langsung dari Roh Kudus? (Saudara perlu tahu siapa yang
berbicara kepada saudara. Jika saudara memiliki hati yang jahat
(sebagaimana halnya kita semua), maka kita dengan mudah bisa terperdaya dengan
mengira bahwa Roh Kudus yang berbicara padahal kenyataannya Setanlah
yang sementara berbicara.)
- Ini hanyalah pendahuluan
dari pelajaran kita sepanjang kuartal ini. Hari ini kita tidak akan menetapkan
sarana komunikasi mana yang terbaik. Namun, sebelum selesai saya
ingin saudara menengok bentuk pernyataan yang lain.
- Pernyataan Umum
- Baca Mazmur 19:1-3. Alkitab
mengatakan bahwa ini merupakan komunikasi. Komunikasi seperti apa?
(Inilah “pernyataan umum.”)
- Apa tujuan dari pernyataan
umum? (Bagi
saya, maksud utamanya adalah untuk membuktikan keberadaan Allah. Bahwa
benar-benar ada Allah yang ingin berkomunikasi dengan kita.)
- Sobat, maukah engkau
mengetahui kehendak Allah? Jika ya, mari kita lanjutkan pelajaran ini
untuk memastikan sarana komunikasi terbaik Allah dengan kita.
- Pekan depan: Karunia Nubuat