<-- A Pillar of Mission: The Apostle Peter

Penebusan dan Keharmonisan Universal

(Ibrani 9, Wahyu 20 & 21, Matius 25)

Pelajaran 13

 

 

Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Hetty Simatupang. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian. Berdoalah agar Roh Kudus menuntun pikiran Anda ketika Anda belajar.

 

Pendahuluan: Apakah yang dikatakan Alkitab mengenai babak akhir dari sejarah manusia di atas planet penuh dosa ini? Ke masa depan yang manakah upacara kaabah di dunia mengarahkan kita? Apa yang dikatakan Alkitab mengenai kesimpulan dari apa yang Yesus telah lakukan bagi kita baik sebagai domba korban dan Imam Besar? Apakah yang menjadi ukuran dari penghakiman akhir bagi kita? Mari kita selami pelajaran terakhir mengenai topik ini dan mencari tahu!

 

I.             Berakhirnya Kaabah

 

A.      Baca Ibrani 9:24-28. Sesudah Yesus menyelesaikan tugasNya di Kaabah surga, apa yang akan Ia lakukan? (Ia akan “menyatakan diri-Nya sekali lagi”, i.e., kembali ke dunia.)

 

1.             Apa yang membedakan kedatangan Yesus yang kedua dan yang pertama? (Kali ini Ia tidak menanggung beban dosa kita, Ia datang untuk menyelamatkan kita. Ia datang untuk membawa keselamatan kita.)

 

2.             Apakah Yesus membawa keselamatan bagi semua orang? (Tidak. Hanya mereka yang menantikan Dia.)

 

B.             Baca Wahyu 20:11-14. Apa yang kita lihat di sini? Apakah ini kaabah di surga? Apakah kaabah turun ke dunia? (Baca Matius 25:31-33. Mediasi Yesus di surga sebagai Imam Besar kita berakhir. Ini adalah kembali ke dunia yang ditulis di Ibrani 9:28. Yesus, di kursi penghakiman (Yohanes 5:22-23), kembali ke dunia sebagai Raja dan Hakim kita. Kaabah di surga sedang berpindah ke planet kita!)

 

1.             Lihat lagi di Wahyu 20:11-14. Ibrani mengatakan kepada kita bahwa Yesus datang untuk membawa keselamatan. Menurut saya kedengarannya bukan keselamatan. Bagaimana Anda menjelaskan konflik nyata karena apa yang Yesus bawa?

 

2.             Perhatikan kelihatannya ada beberapa jenis buku. Ada berapa banyak buku di sana, dan berapa banyak buku kehidupan? (Kelihatannya ada dua kelompok buku. Satu kelompok terdiri dari bermacam-macam buku. Kelompok yang satu lagi hanya satu saja. Ingat minggu lalu kita mengakhiri diskusi dengan “upah dosa”. Manusia mencari kehancurannya. Perbuatan orang jahat tercatat di kelompok buku yang bermacam-macam. Kita tidak tahu berapa banyak. Tetapi, bagi orang benar hanya ada satu buku – bukan buku perbuatan-perbuatan, tetapi hanya buku yang mencatat nama mereka.)

 

a.             Apa yang dimusnahkan dalam penghakiman terakhir? (Kematian dan Neraka. Itu adalah akhir dari kematian, neraka dan orang-orang jahat.)

 

C.            Baca Wahyu 20:15. Penghakiman yang seperti apa yang akan dialami mereka yang namanya tertulis di buku kehidupan? (Kelihatannya “penghakiman” untuk mereka hanyalah apakah nama mereka tercantum atau tidak.)

 

1.             Bagaimana mungkin? Mengapa mereka yang benar hanya namanya saja yang tercatat? (Perantaraan yang dilakukan Imam Besar kita di surga telah menyebabkan dosa-dosa kita ditutupi oleh darah Yesus. HidupNya yang sempurna menyempurnakan hidup kita. Tidak perlu mencatat perbuatan-perbuatan kita karena apa yang kita lakukan tidak lagi menjadi dasar dari penghakiman kita. Hanya nama saja yang diperlukan bagi mereka yang sudah melewati kematian menuju kehidupan (1 Yohanes 3:14-15.)

 

a.             Apakah aman kalau dihakimi menurut perbuatan-perbuatan kita? (Tidak. Itu adalah bagi mereka yang binasa!)

 

D.            Bangunan Mahkamah Agung Amerika sangat mengesankan. Semasa sebelum teroris marak, saya menaiki tangga-tangga lebar di depannya, melalui kolom-kolom raksasa, kemudian memasuki pendopo raksasa. Disana, saya memberikan nama saya pada seseorang di depan pintu-pintu ruang pengadilan yang terbuat dari perunggu. Mereka kemudian mencocokkan nama saya dengan daftar anggota dan saya dibawa ke kursi di bagian depan dari ruang pengadilan. Tidak ada seorangpun yang menanyakan apakah saya seorang ahli hukum yang “layak” untuk duduk di hadapan Mahkamah Agung. Yang mereka lakukan hanyalah mencocokkan nama saya. Inilah peristiwa dalam pengalaman saya yang mendekati Wahyu 20:15 penerimaan di surga.)

 

E.             Cara lain membaca Wahyu 20:11-15 adalah bahwa semua – yang binasa dan yang selamat – dihakimi menurut perbuatan mereka. Sewaktu mereka dihakimi nama-nama orang benar tertulis di dalam buku kehidupan. Dapatkan Anda bandingkan apa yang Anda baca dengan sistim kaabah yang kita bicarakan sepanjang kwartal ini? Ketika orang berdosa datang membawa domba ke kaabah, apakah pengampunan dosa tergantung pada perbuatan-perbuatan orang tersebut? Bila ya, mengapa domba tersebut disembelih gantinya orang berdosa tersebut yang disembelih atau dihukum? (Pertanyaannya pada masa itu dan sekarang adalah sama: apakah Anda memiliki domba?)

 

F.             Bila “penghakiman” orang-orang benar tidak berdasarkan perbuatan-perbuatan mereka, tetapi hanyalah berdasarkan apakah nama mereka berada di buku kehidupan, apakah dasarnya nama Anda tertulis? Apakah itu melibatkan sedikit banyaknya proses penghakiman juga? Mari kita lihat beberapa ayat mengenai hal ini.

 

1.             Baca Wahyu 3:5 dan Wahyu 21:27. Apakah ayat-ayat ini menyarankan bahwa pernyataan sederhana membuat nama Anda tertulis di buku kehidupan?

 

2.             Baca kata-kata Tuhan kita dalam Matius 25:31-40. Apa yang membuat nama kita tertulis di dalam buku kehidupan? Bukankah di sini jelas bahwa penghakiman berdasarkan perbuatan-perbuatan?

 

a.             Di manakah, dalam Sepuluh Hukum, dikatakan kepada kita mengenai hal-hal seperti ini?

 

3.             Baca apa yang Yesus katakan dalam Matius 7:21-23. Bagaimana Anda menjelaskan ayat ini? Yesus berkata kata-kata saja tidak cukup untuk membuat nama kita tertulis di dalam buku kehidupan, tetapi Yesus berkata pekerjaan-pekerjaan besar akan diperhitungkan!

 

4.             Baca kata-kata Yesus di dalam Matius 5:21-22. Apakah kita tidak semakin jauh terpuruk? Sekarang bukan saja kita dihakimi menurut perbuatan-perbuatan kita tapi kita juga dihakimi menurut proses berpikir kita! Apakah demikian sulit untuk membuat nama kita tertulis di buku kehidupan?

 

G.            Mari kita mundur dan meninjau satu topik yang kita pelajari berulang-ulang dalam kwartal ini. Baca Roma 6:1-4. Ketika dalam baptisan, kita mati di dalam dosa melalui Yesus, nama kita dituliskan di dalam Buku Kehidupan Anak Domba.

 

H.            Baca Roma 6:5-7 dan Roma 6:11-18. Sahabat, coba kita lihat apakah potongan-potongan dari teka-teki telah saling melengkapi. Di dalam pelayanan kaabah, tidak pernah ada penghakiman berdasarkan perbuatan-perbuatan orang yang berdosa. Semuanya berdasarkan anak domba. Tetapi, melihat anak domba itu mati seharusnya menyentuh hati dari pendosa. Sejauh manakah melihat kematian Yesus untuk kita menyentuh hati kita! Sikap baru ini adalah kehidupan baru, kehidupan yang lama sudah mati. Ini sebabnya mengapa dalam Matius 5:21-22, Yesus mengatakan kepada kita bahwa kemarahan (sikap), bukan membunuh (tindakan) sebagai standar baru untuk penghakiman. Itulah sebabnya mengapa dalam Matius 25:31-36 Yesus berbicara mengenai penghakiman orang-orang benar berdasarkan perbuatan-perbuatan baik, bukan pelanggaran Sepuluh Hukum. Inilah sebabnya mengapa dalam Matius 7:21-23 Yesus berkata dengan mengenal Dia, bukan perlakuan-perlakuan baik, adalah kunci ke surga.

 

I.              Baca Matius 22:36-40. Apakah penjelasan Yesus sekarang masuk di akal? Orang jahat menghadapi penghakiman berdasarkan perbuatan-perbuatan mereka di bawah hukum – pelanggaran akan Sepuluh Hukum. Nama-nama kita tertulis di dalam Buku Kehidupan Anak Domba berdasarkan penerimaan kita akan apa yang Yesus telah lakukan bagi kita dalam pekerjaanNya melalui pengorbanan kasih dan pengorbanan yang luar biasa. Nama-nama kita tetap akan tertulis di buku kehidupan (lihat Wahyu 3:5 mengenai kemungkinan nama Anda dihapus) bila kita hidup dalam sikap berterima kasih dan kasih akan apa yang Yesus telah lakukan bagi kita. Itu akan mengubahkan sikap kita terhadap orang-orang lain! 1 Yohanes 3:14 menceritakan kepada kita kasih ini menjadi tiket kita melewati kematian menuju kehidupan.)

 

J.              Dapakah Anda memutuskan hari ini untuk mulai mengasihi? Tidak! Bagaimana mungkin Anda menggeretak gigi Anda dan mengasihi? Ini adalah “usaha” yang mustahil.)

 

1.             Bila Anda berpikir tentang Yesus, dan tidak mengasihi, apakah Anda sudah sesat? (Pelajari dengan teliti Roma 8:1-17. Roh Kudus adalah kunci dari perubahan hati kita. Itu adalah kunci untuk menjaga nama-nama kita tetap tertulis di dalam buku kehidupan.)

 

II.           Dunia Baru

 

A.             Baca Wahyu 21:1-3. Apakah tujuan akhir dari takhta Allah? (Yerusalem Baru, takhta Allah turun ke dunia yang dibuat baru. Allah dan manusia yang diselamatkan sekarang tinggal bersama-sama.)

 

B.             Baca Wahyu 21:4. Apakah bagian dari “suasana lama” dan apakah hal-hal dalam suasana baru? (Airmata, tangisan dan kedukaan adalah reaksi kita terhadap kesedihan dan kematian. Kesedian dan kematian, dan semua akibatnya akan berlalu dalam suasana baru.)

 

1.             Bagaimana mungkin semuanya begitu sempurna ketika sebagian orang yang masuk surga bukan karena mereka memiliki perbuatan sempurna, tetapi karena nama mereka tertulis di dalam buku kehidupan? Mungkinkah mereka ini tetangga-tetangga yang membahayakan? (Tidak. Suatu sikap yang mengasihi adalah kunci menuju buku kehidupan. Bayangkan suatu tempat di mana semua orang mengasihi Anda – semua orang memikirkan kepentingan Anda!)

 

C.            Baca Wahyu 21:5-7. Apa lagi yang menjadi bagian dari suasana baru bagi mereka yang namanya tertulis di dalam buku kehidupan? (Anda dapat terus menerus minum dari mata air kehidupan. Anda mewarisi semua yang baru. Anda memiliki hubungan bapa-anak dengan Yesus!)

 

D.            Baca Wahyu 21:8. Apakah pilihan alternatif? Lihat daftar ini. Mengapa Allah menyebut “penakut” sebagai dosa – bahkan, sebagai dosa pertama? Mengapa itu disebutkan sebelum mereka yang “keji”?) (Barnes Notes menyarankan bahwa ini adalah mereka yang takut untuk diketahui sebagai sahabat-sahabat Allah di dalam dunia yang jahat.)

 

E.             Sahabat, apakah Anda mempunyai kemauan untuk dibaptiskan dan nama Anda tertulis di dalam Buku Kehidupan Anak Domba? Apakah Anda memiliki kemauan untuk mengakui dosa-dosa Anda di hadapan Allah dan meminta Roh Kudus untuk menuntun hidup Anda? Apakah Anda memiliki kemauan untuk menginginkan sikap mengasihi? Apakah Anda memiliki kemauan untuk mengikut Yesus? Jika ya, saya mengundang Anda untuk mengambil langkah itu dan merenungkan upah yang menanti di hadapan Anda! Puji Allah akan kesempatan mulia ini. Puji Dia akan karunia dan kasihNya yang luarbiasa!

 

I.      Minggu depan: Kita mulai suatu seri baru berjudul “Pemberian Nubuat”.