<-- Lesson 12

Dipersatukan dengan Kristus

(Roma 6)

Penebusan dan Salib Kristus: Pelajaran 12

 

Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs.  Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.    

Pendahuluan: Kita akan ulangi sejenak apa yang telah kita pelajari dalam beberapa pekan terakhir ini. Yesus datang sebagai Adam kedua. Yesus berhasil di tempat mana Adam sudah gagal. Sebagaimana kita terjerumus ke dalam dosa karena Adam, demikian juga kita dipulihkan ke dalam kebenaran karena Yesus – jika kita memilih hal tersebut. Kita dapat memilih untuk dipersatukan ke dalam baptisan, kehidupan tanpa dosa, kematian dan kebangkitan Yesus dengan memberi diri dibaptis. Apakah sejauh ini saudara sepakat dengan saya? Pekan lalu kita mulai meninjau peristiwa selanjutnya: menghidupkan kehidupan yang sesuai dengan sifat rohaniah – bukan manusiawi – yang kita punyai. Mari kita selidiki lebih lanjut apa artinya dipersatukan dengan Yesus dalam kehidupan hari lepas hari. Siap? Mari selami Alkitab kita!

  1. Hidup Baru

    1. Baca Roma 6:3-4. Hal baru apa yang Paulus katakan akan kita miliki? (Hidup yang baru.)

      1. Apakah saudara gemar akan barang baru? Saya punya seorang teman yang suka berucap, “Saya suka kalau mainan saya baru.” Saya tidak seperti itu. “Kemasan rusak,” “direkondisi,” “baret dan penyok,” “barang bekas” adalah “merek dagang” saya. Bagi saya, membayar lebih sedikit merupakan bagian dari sukacita memiliki sesuatu.

      2. Apa masalahnya kalau kita mendapatkan barang-barang bekas? (Saudara mewarisi masalah orang lain.)

      3. Saat saudara membaca pelajaran ini, hidup saudara sudah “terpakai.” (Semoga saja kehidupan saudara tidak “baret dan penyok”.) Apa daya tarik dari “hidup baru” yang ditawarkan oleh Yesus? (Hal-hal yang saudara sesali, masalah yang saudara ciptakan, merupakan bagian dari hidup yang lama.)

        1. Mungkinkah kita meninggalkan kehidupan lama? Ataukah ini cuma pembicaraan yang tidak realistis?

    2. Baca Roma 6:5-7. Bagaimana Paulus menggambarkan hidup kita yang baru? Apakah hidup yang lama benar-benar terkikis? (Alkitab mengatakan “tubuh dosa kita hilang kuasanya” agar “jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” Ingatan dan kesadaran akan dosa-dosa di masa lampau mungkin masih ada, namun dosa, paling tidak dominasinya, usai sudah.)

      1. Apakah lebih baik kalau kita benar-benar melupakan dosa-dosa kita yang lampau? (Bagi sebagian orang, terbakar oleh dosa merupakan merupakan cara yang perlu dijalani untuk memperbaiki hari esok!)

    3. Baca Roma 6:8-11. Kapan hidup kita yang baru dimulaikan? Apakah nanti? Ataukah bisa kita miliki sekarang ini? (“Hendaklah kamu” berarti menerapkannya sekarang. Hidup baru merupakan hal yang dapat kita miliki sekarang ini.)

  2. Menjalani Hidup Baru

    1. Baca Roma 6:12-13. Saat saya menjadi baru, saat saya mengenakan hidup baru di dalam Yesus, apakah masalah dosa, atau dominasi dosa, telah menjadi bagian dari masa lalu? (Kita masih harus memutuskan sendiri bahwa ”dosa jangan berkuasa lagi” di dalam diri kita.)

      1. Apakah arti dari “menyerahkan” diri kepada Allah bukannya kepada dosa? (Pertama, kita harus memutuskannya secara sadar – dan kita perlu melakukannya setiap saat. Keputusannya adalah memilih kebenaran alih-alih kejahatan. Kedua, kata “serahkan” berarti bersedia, rela. Kita yang memilih kebenaran, namun kita membiarkan Allah yang memutuskan bagaimana kita akan digunakan.)

    2. Baca Roma 6:14. Jika saudara merasa cemas akan gagasan tentang menyerahkan hidup kepada Allah agar Ia yang bertindak, apa yang diutarakan dalam ayat ini? (Bahwa kita perlu senantiasa memutuskan di sisi mana kita akan berdiri. Bahkan jika kita memilih untuk mementingkan diri, bukan kita yang akan menjadi tuan atas diri kita – dosa lah yang menjadi tuan.)

      1. Dapatkah saudara mengingat (mungkin ingatan jangka pendek sudah cukup) saat di mana saudara kecanduan dosa? (Jika jawabannya adalah “ya,” maka masuk akal kalau kita simpulkan bahwa kita punya pilihan lebih banyak jika kita memilih kebenaran.)

    3. Roma 6:14 menyebutkan hal yang sangat menarik. Dikatakan bahwa dosa tidak lagi berkuasa atas kita karena kita sekarang berada di bawah kasih karunia bukan di bawah hukum. Coba kita kalimatkan dengan cara seperti ini: Kita tidak perlu lagi mencemaskan kecelakaan lalu lintas atau cedera saat berkendara karena kita telah meniadakan semua peraturan lalu-lintas. Tidak ada lagi batas kecepatan. Tidak perlu lagi dihentikan oleh lampu lalu-lintas atau rambu tanda berhenti. Saudara bebas memilih di sini mana saudara akan berkendara. Apakah hal-hal ini masuk akal bagi saudara? (Menurut saya “tidak berada di bawah hukum” berarti dua hal. Pertama, artinya “tidak berada di bawah kutuk hukum.” Kasih karunia telah membebaskan kita dari kutuk hukum tersebut. Kedua, artinya bahwa memelihara hukum bukanlah jalan menuju keselamatan. Kasih karunia merupakan jalan baru menuju keselamatan.)

      1. Baca kata-kata Yesus dalam Matius 5:17-19. Apa yang Yesus katakan tentang peran-Nya dan hukum? (Jika saudara mengira saya akan mengajari saudara untuk melanggar satu dari hukum-hukum tersebut, berarti saudara tidak membaca ayat ini dengan cermat!)

      2. Baca Galatia 3:10-11 . Menurut Paulus, dalam cara apa kita tidak berada di bawah hukum? (Kita tidak bergantung kepada hukum untuk dibenarkan di hadapkan Allah.)

    4. Baca Efesus 4:22-24. Bagian baru mana dari diri baru kita yang disebutkan disini? (Sikap yang baru.)

      1. Saudara-saudara yang telah bertahun-tahun membaca pelajaran ini tahu bahwa saya suka menyebut “dibenarkan oleh sikap.” Menurut saudara, apakah arti “sikap baru” ini? (Saudara mengasihi Allah. Saudara bersyukur kepada Allah. Saudara ingin menyenangkan-Nya. Saya belajar dari pengalaman bahwa sukar untuk beranjak dari keinginan untuk menyenangkan diri sendiri. Bahkan lebih sulit lagi untuk bersikap jujur tentang apa yang menyenangkan Allah dan apa yang menyenangkan diri sendiri. Namun, jika saudara memutuskan untuk mengembangkan sikap ini oleh kuasa Roh Kudus, saudara sudah berada di jalan yang benar.)

    5. Baca Roma 6:15-18. Apa yang ayat ini katakan terhadap orang-orang Kristen yang berkilah bahwa hukum sudah berlalu dan kita dapat melakukan apa pun yang kita kehendaki karena kita berada di bahwa kasih karunia? (Jelas sekali dikatakan dosa bukanlah sebuah opsi – sekalipun bagi orang-orang yang berada di bawah kasih karunia. Alasan mengapa kita jangan (tidak) memilih dosa adalah karena kita akan menjadi hambanya. Seperti yang kita telah bicarakan sebelumnya, siapa yang kecanduan dosa (mungkin kita semua) tahu betul apa yang dikatakan oleh ayat ini.)

    6. Baca Roma 6:19. Apa yang membesarkan hati saudara saat membaca ayat ini? (Paulus mengakui bahwa kita lemah. Betapa senangnya saya mengetahui bahwa orang lain juga lemah – bukan saya saja yang lemah.)

      1. Apa yang disiratkan oleh Paulus sebagai penyembuh bagi kelemahan manusia? (Tidak hidup di dalam “diri alami” kita. Ia mengajak kita untuk menatap kepada Roh Kudus dan meminta kuasa (melawan dosa) yang melampaui diri alami kita.)

    7. Baca Roma 6:20-21. Coba bersikap jujur, saat saudara kecanduan dosa, apa keuntungan yang saudara peroleh? Bagaimana terjadinya? (Tak sangsi, dosa memiliki daya tarik. Tapi ujungnya adalah rentetan petaka. Jika dosa saudara tidak berujung bencana, bersyukurlah kepada Allah atas kemurahan-Nya dan pikirkan bagaimana jadinya kalau setan berhasil dengan rencananya.)

      1. Sekalipun Paulus menantang kita untuk menimbang-nimbang buah dari dosa kita sekarang ini, ia juga mengarahkan perhatian kita kepada fakta bahwa tujuan akhir dari dosa adalah kematian kekal.

        1. Setelah menimbang-nimbang semua ini, seberapa bebalnya kita untuk masih memilih dosa?

    8. Baca Roma 6:22. Hidup yang dipersatukan dengan Yesus akhirnya menuntun kita ke mana? (Kekudusan dan hidup kekal!)

      1. Manakala ayat ini mengatakan “membawa kamu kepada pengudusan” apa yang terkandung di dalamnya tentang saat-saat di mana kita tergelincir dan jatuh ke dalam kebiasaan-kebiasan lama? (Kita sementara menapaki jalan. Jika kita memiliki sikap yang benar, jika kita meminta tuntunan Roh Kudus, jika kita memilih untuk dipersatukan dengan Yesus, kita akan tetap berjalan menuju kekudusan. Mungkin akan berupa tiga langkah maju dan satu langkah mundur, namun kita tetap bergerak menuju kekudusan.)

    9. Baca Roma 6:23. Apa yang bisa kita peroleh dalam jangkauan kesanggupan kita dan apa yang berada di luar jangkauan kesanggupan kita? (Kita dapat memperoleh maut. Hidup kekal merupakan sebuah pemberian.)

    10. Sobat, apakah engkau sementara menghidupkan kehidupan yang baru sekarang ini? Apakah engkau memiliki sikap yang rindu untuk menyenangkan Allah? Apakah engkau mau hidup di bawah tuntunan Roh? Apakah engkau mau menanggalkan kecanduanmu akan dosa? Maukah engkau sekarang ini mengakui dosa-dosamu kepada Allah dan mohon padaNya agar membantumu hari ini untuk masuk ke dalam kehidupan baru?

  3. Pekan depan: Penebusan dan Keharmonisan Universal.