Penebusan di Salib
(Matius 26 & 27)
Penebusan
dan Salib Kristus: Pelajaran 10
Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh
Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan
Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban
terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis
atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran
ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan:
Apakah saudara pernah punya niat untuk melakukan pelanggaran serius? Jika ya,
maka saudara akan menimbang-nimbang konsekuensinya: mungkin saudara akan
tertangkap? Seberapa berat nanti hukumannya? Pun jika tidak tertangkap,
bagaimana dampaknya terhadap saudara? Saya ingat seorang sahabat pernah berujar
(tentang pelanggaran serius) “Jika saya melakukannya Allah akan memberi ampun.”
Terkait dosa, yang harus kita pikirkan adalah bagaimana dampaknya kepada kita.
Pekan ini kita akan melihat bagaimana dosa berdampak pada Yesus. Allah membayar
harga yang sangat besar bagi dosa-dosa kita. Mari selami pelajaran Alkitab kita
dan perhatikan dengan saksama apa yang diperbuat oleh dosa-dosa kita terhadap
Juruselamat yang kekasih.
- Getsemani
- Baca Matius 26:1-2.
Penyaliban merupakan cara mati paling buruk yang diberlakukan oleh
pemerintah. Jika saudara akan disalib, apakah saudara ingin mengetahui
sebelumnya? Mengapa dan mengapa tidak? (Saya ingat ibu saya berkata “Kalau
papa pulang nanti ia akan menghajar kamu.” Merenungi nasib saya tidak
akan menjadikan keadaan lebih baik.)
- Baca Matius 26:36-38.
Perhatikan baik-baik apa yang dikatakan Yesus. Bagaimana saudara
menggambarkan sikap mentalnya dengan istilah sekarang? (Ia sedih dan
rusuh – sangat terganggu – sedemikian gundah sehingga rasanya
seperti mau mati.)
- Pernahkah saudara merasakan
kesedihan yang demikian dalam sehingga saudara rasanya seperti mau mati?
- Apakah saudara pernah
dilanda rasa takut akan masa depan?
- Menurut saudara, ini rasa
takut akan penderitaan fisik atau takut akan kematian? (Saya akan merasa
takut menderita fisik dan kematian, namun saya tidak yakin itulah yang
Yesus katakan. Ingat bahwa dosa kita kini sedang dikenakan kepadaNya
(Galatia 3:13; 2 Korintus 5:21).)
- Baca Matius 26:39. Apa yang
Yesus inginkan (Ia ingin menghindar dari apa yang ada di hadapanNya. Ia
berharap Allah Bapa telah merancang “rencana B” yang memungkin diriNya
lolos dari beban dosa yang bertambah berat dan siksaan yang menantinya.)
- Bisakah Yesus menghindar? (Ya. Perhatikan
bahwa Yesus mengatakan “cawan ini lalu dari pada-Ku.” Yesus tidak harus “minum”
dari cawan ini. Yesus bisa saja kembali ke surga. Ia
bisa saja mengambil waktu “jeda.” Ia bisa saja mengatakan “Saya telah
melihat orang-orang ini dari dekat dan terus terang mereka tidak layak
diselamatkan.”)
- Apa doa Yesus yang mestinya
menjadi doa kita senantiasa? (Saya ingin agar kehendak Allah yang berlaku.)
- .) Apakah adakalanya hal
itu berarti hal-hal buruk akan terjadi? (Ya.)
- Baca Matius 26:40-41. Pernahkah
saudara mengalami masalah yang sangat buruk dan sepertinya
sahabat-sahabat saudara tidak peduli? Mereka lebih peduli terhadap
kenyamanan mereka ketimbang kebutuhan saudara?
- Baca Matius 26:42. Apakah
Yesus masih mencari jalan keluar? Apa yang terungkap di sini mengenai
sifat kemanusiaan-Nya? (Kita melihat sisi kemanusiaan-Nya, bagaimana ia
lebih suka menghindari apa yang sedang menghadang-Nya, namun Ia menerima
kehendak Allah.)
- Yesus kembali menemui
Petrus, Yakobus dan Yohanes dan mereka kembali mengecewakan Yesus dengan
jatuh tertidur. Sekelompok orang bersenjata datang ke taman tersebut
untuk menangkap Yesus. Rombongan tersebut dipimpin oleh Yudas. Mengapa
Yudas melakukan hal ini? (Hanya ada dua alasan yang masuk akal: 1) Yesus
berketetapan bahwa Yesus bukanlah Kristus, atau 2) Yudas mengira Yesus
perlu sedikit dorongan untuk memaklumkan kerajaan-Nya. Yesus dikelilingi
para sahabat yang sepertinya tidak cukup peduli, yang tidak percaya
kepada-Nya atau yang mengira diri mereka lebih pintar dari-Nya. Sungguh
suatu pemandangan yang menyedihkan.)
- Baca Matius 26:50-53.
Mengapa Yesus tidak meminta agar dua belas pasukan malaikat datang? (Ini
menunjukkan bahwa Yesus dangan sukarela menerima apa yang sementara
mendatangi-Nya.)
- Mengapa Yesus menyebutkan
dua belas pasukan, bukannya seratus pasukan? (Yesus memiliki dua belas
murid. Yang satu baru saja menghunus pedang. Yesus menekankan bahwa Ia
bisa saja memanggil 6,000 malaikat (sepasukan) untuk setiap murid. Ada
kuasa-membara siap menjalankan perintah-Nya sebagai ganti dari
pengikut-pengikut-Nya yang lemah.)
- Ketika musuh datang
mendekat, Petrus, murid yang tadi tertidur, menghunus pedangnya (Yohanes
18:11) untuk menggenapi janjinya bahwa ia lebih baik mati daripada
menyangkali Yesus (Matius 26:33-35). Petrus itu menunjukkan kesetiaannya
atau tidak? Bukankah kita senang mengolok-olok orang yang mengatakan bahwa
mereka akan “berdoa untuk kita,” tapi tidak mengulurkan bantuan? (Baca
Efesus 6:12. Yesus sedang berada di tengah-tengah pertarungan rohani yang
mencekam yang menentukan nasib dunia. Petrus mengira pertarungan tersebut
melawan manusia bukan iblis. Petrus mengecewakan Yesus karena ia tidak
bertarung di titik konflik – pertempuran rohani.)
- Bagaimana kita tahu kapan
saatnya menghunus pedang dan kapan saatnya berdoa?
- Baca Matius 26:54. Apakah
memang Allah berkehendak bahwa Anak-Nya disiksa dan disalib? Bisakah
Yesus mengatakan, “Bapa-Ku di surga adalah Allah yang penuh kasih. Bukan
kehendak-Nya bahwa Aku disiksa, apalagi dibunuh!” (Setelah tiga pelajaran
terakhir kita di mana kita mempelajari bagaimana upacara kaabah
menubuatkan bagaimana Yesus harus mati bagi dosa-dosa kita, sekarang kita
bisa melihat “gambaran besar”nya. Manakala hal buruk terjadi kepada kita
kita perlu memiliki keyakinan bahwa dalam benak Allah ada “gambaran
besar” dan kita hanya perlu percaya kepadaNya.)
- Penghinaan
- Baca Matius 26:55-56.
Mengapa Yesus menaruh peduli tentang cara mereka menangkap Yesus? (Ini
merupakan awal dari penghinaan. Ia adalah guru yang disegani, bukanlah seorang
pencuri yang berbahaya atau penjahat ganas yang buron.)
- Apa yang terjadi dengan
janji (Matius 26:35) yang diucapkan oleh semua murid bahwa mereka lebih
baik mati daripada menyangkal Yesus?
- Apa hasilnya? (Yesus
memasuki arena pertempuran yang mengerikan itu sendirian.)
- Baca Matius 26:63 dan Matius
27:37. Apakah tuduhan resmi yang dikenakan kepada Yesus? (Bahwa Ia adalah
Mesias, Raja orang Yahudi, Anak Allah.)
- Baca Matius 26:64-65.
Tempatkan diri saudara pada posisi Yesus. Imam Besar, yang menduduki
posisi sosial yang tertinggi, di hadapan umum menyebut saudara membohong
soal Mesias. Bagaimana reaksi saudara?
- Baca Matius 26:66-68.
Bagaimana orang banyak bereaksi atas pernyataan Yesus bahwa Ia adalah
Allah? (Mereka
meludahi wajah-Nya, meninju-Nya dan menampar muka-Nya.)
- Apa maksud orang banyak
saat mengatakan, “Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang
memukul Engkau?” (Mereka mencemooh pernyataan Yesus bahwa Ia adalah
Allah.)
- Andai saudara pantas
pendapat penghormatan, andai saudara telah mencapai hal-hal tertentu
dalam hidup, bagaimana reaksi saudara terhadap orang-orang yang
memungkiri hal tersebut dalam upaya untuk menjelekkan saudara?
- Bagaimana seandainya
orang-orang yang menyebar berita tidak benar tersebut adalah
orang-orang bejat?
- Matius 27:27-29. Bayangkan
bagaimana rasanya telanjang di hadapan orang-orang yang mengolok-olok
saudara. Apa maksud dari jubah, mahkota dan tongkat? (Benda-benda ini
semuanya untuk mengolok-olok pernyataan Yesus bahwa Ia adalah Allah.)
- Baca Matius 27:30-31.
Bagaimana reaksi saudara kalau kepala saudara dipukuli? Bayangkan
bagaimana rasanya dipukuli di kepala dengan tongkat kayu saat kepala
saudara dilingkari duri?
- Pikirkan aspek psikologis
dari peristiwa ini. Orang-orang ini didorong oleh Setan untuk melakukan
hal ini. Apakah Setan tidak yakin siapakah Yesus itu? (Tidak.)
- Jadi apa maksudnya? (Ingat
dua pekan lalu (Pelajaran 8) kita membahas godaan pertama Setan kepada
Yesus di padang belantara? Kita telah menyimpulkan bahwa masalah utamanya
adalah kesombongan dan percaya kepada Allah. Kita juga diingatkan bahwa
ini merupakan godaan yang sama yang dihadapkan kepada Hawa. Ini
merupakah bentuk paling ekstrim dari godaan “Jika engkau Anak Allah.”)
- Bagaimana sampai hal ini
bisa menjadi godaan atau dosa bagi Yesus untuk membuktikan bahwa Ia
adalah Allah. (Yesus bisa saja menggunakan kuasa ilahi milik-Nya untuk
membuktikan kebenarannya – dengan demikian Ia akan gagal untuk
mempercayai Allah.)
- Bagaimana perasaan saudara
saat bergumul dengan dosa? Bagaimana perasaan saudara saat gagal?
Bayangkan bagaimana merasakan najisnya dosa dari semua umat manusia pada
saat di mana orang-orang menolak saudara sementara mereka melukai dan
menertawakan saudara?
- Lupakan saat di mana
saudara pantas dipermalukan. Pernahkah saudara menghadapi cobaan yang
kecil seperti ini? Jika ya, apakah saudara menganggap benar kalau
saudara membela diri?
- Yesus dipakukan ke salib dan
bagian bawah salib itu dihujamkan dengan serampangan ke dalam lubang. Baca Matius
27:39-43. “Jikalau Allah berkenan kepada-Nya.” Dengan berbebankan dosa
umat manusia, apakah Yesus tahu kalau Bapa-Nya berkenan kepada-Nya? Bisakah
cobaan untuk menyangsikan Allah menjadi semakin kuat? (Baca Matius 27:46.
Seakan-akan Allah telah meninggalkan-Nya. Namun, Yesus tetap tidak
mengerahkan kekuatan-Nya sendiri. Catatan pinggir: ini menunjukkan
kebenaran Alkitab. Dari awal hingga akhir Setan menyarankan agar kita
jangan percaya kepada Allah. Jika seseorang hendak menuliskan kisah yang
menimbulkan rasa kasihan, ia akan fokus pada derita fisik yang Yesus
alami.)
- Baca Yohanes 19:30. Apa yang
sudah selesai? (Pertempuran. Yesus telah datang sebagai Adam kedua dan
menjalani hidup yang sempurna dan mati bagi dosa-dosa kita. Kita mati
bersama-Nya dan dalam kematian ini (dan berikutnya kebangkitan) Setan dan
pengikutnya menghadapi hukuman mati.)
- Sobat, manakala engkau
tergoda untuk berbuat dosa, pikirkan bagaimana pengalaman mengerikan yang
ditimbulkan oleh dosa kita terhadap Yesus. Pikirkan bagaimana Setan
menghina Yesus dan bagaimana Setan, sekalipun telah dihukum mati, gemar
menggunakan dosamu untuk menghina dan menghukum engkau. Maukah hari ini
engkau berketetapan untuk tidak lagi akan menganggap remeh dosa?
- Pekan depan: Manfaat Korban
Penebusan Yesus.