Penebusan Dalam Lambang: Bagian 2
(Imamat 16, Ibrani 9)
Pelajaran 7
Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Hetty Simatupang. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian. Berdoalah agar Roh Kudus menuntun pikiran Anda ketika Anda belajar.
Pendahuluan: Minggu lalu kita temukan bahwa hanya Kekristenan, dari ketiga agama utama di dunia yang menerima Perjanjian Lama sebagai firman Allah yang diinspirasikan, menggenapi dan menurut tata cara Perjanjian Lama dalam memperlakukan dosa. Itu sejarahnya. Bagaimana dengan sekarang dan yang akan datang? Pelajaran apa yang diberikan oleh sistim korban bakaran di Perjanjian Lama kepada kita tentang pekerjaan Yesus sekarang ini, dan kalau ada, mengenai masalah dosa? Apa yang Yesus lakukan untuk dosa kita? Atau, apakah tugasNya sudah selesai dan Dia sekarang menikmati masa pensiun? Mari kita selami pelajaran kita dan belajar lebih jauh!
I. Hari Pendamaian
A. Baca Imamat 16:1-2. Apakah kita perlu menaruh perhatian mengenai bagaimana menghadap Allah dalam berdoa? Apakah ayat-ayat ini berbicara mengenai doa? (Tidak, ayat-ayat ini berbicara mengenai sesuatu yang sangat berbeda. Kaabah di mana diadakan korban bakaran memiliki dua bilik. Bilik yang “Suci” dan bilik yang “Maha Suci”. Ada tirai yang memisahkan keduanya. Allah berkata bahwa Ia menampakkan diri di Bilik Yang Maha Suci. Seorang manusia akan mati di hadiratNya.)
1. Harun diperintahkan untuk tidak memasuki bilik yang Maha Suci dengan sesukanya. Kapankah ia dapat memasukinya? (Baca Imamat 23:26-28 dan Keluaran 30:10. Ada suatu “Hari Pendamaian”, sekali setahun, dimana Harun dapat (dan harus) memasuki bilik yang Maha Suci.)
2. Minggu lalu kita diskusikan bagaimana darah dari hewan yang dikorbankan mejadi penghapus dosa-dosa orang yang mengorbankan hewan tersebut. Bagaimana “Hari Pendamaian” ini sesuai dengan gambaran tersebut?
B. Baca Imamat 16:11-14. Ketika dikatakan bahwa Harun pergi “kebelakang tabir” apakah artinya ini? (Fasal di buku Imamat ini memberikan detil-detil dari Hari Pendamaian. Pergi ke belakang tabir menyatakan memasuki bilik yang Maha Suci di kaabah pada Hari Pendamaian. Itulah satu-satunya saat Imam Besar dapat masuk.)
1. Mengapa hewan ini dikorbankan pada Hari Pendamaian? (Untuk menghapus dosa-dosa dari Imam Besar dan keluarganya.)
C. Baca Imamat 16:15-17. Apalagi yang dihapus pada Hari Pendamaian? (Ketiga ayat ini mengandung inti dari apa yang sedang terjadi. Ayat-ayat ini mengandung “panah dosa”. Ketika seseorang mengorbankan seekor hewan untuk dosanya, darah dari hewan itu – yang melambangkan kehidupan – mengangkat (membersihkan) dosa dari orang itu. Imam kemudian memercikkan darah hewan di dalam kaabah, sehingga dosa dipindahkan ke kaabah. Pada Hari Pendamaian, dosa-dosa bangsa (dan Imam Besar) dipindahkan ke bilik yang Maha Suci. Akhirnya seluruh bangsa dan kaabah dibersihkan dari dosa.)
1. Cara praktis untuk memikirkan hal ini adalah dengan membayangkan Anda memasuki rumah dengan lumpur yang mengering di tubuh Anda. Anda melihatnya, menepisnya, lalu jatuh ke atas karpet. Anda membersihkan karpet dengan alat penyedot debu dan lumpur berada di kantong penyedot debu. Anda kosongkan kantong penyedot debu ke dalam tempat sampah. Di akhir minggu Anda membawa tempat sampah ke luar rumah. Dosa dalam perjalanan ke pembuangan.
D. Baca Imamat 16:20-22. Apakah tempat akhir dari semua dosa selama setahun ini? Dimanakah “panah dosa” berakhir? (Pada akhirnya dipindahkan pada seekor kambing yang dibawa ke padang belantara. Dosa sekarang dijauhkan dari masyarakat.)
1. Bagaimanakah kambing ini secara logis sesuai dengan ide pendamaian? Kambing ini tidak pernah dibunuh. Darahnya tidak pernah menutupi satu dosapun. (Baca Matius 4:1 dan Ulangan 32:9-10. Padang pasir atau padang belantara adalah lambang dimana Setan tinggal. Tempat dimana tidak ada Allah. Gambaran mental yang saya lihat adalah dosa “kembali pada pengirim”. Dosa kembali kepada Setan – dimana itu bermula. Kambing adalah seperti tempat sampah Anda – menuju ke tempat pembuangan dosa.)
2. Ada banyak detil dan lambang dengan apa yang terjadi pada Hari Pendamaian. Kita hanya menyentuh permukaan dari semua lambang-lambang. Gantinya membicarakan detil-detil lambang-lambang dengan lebih dalam, mari kita maju ke depan untuk mencoba mengerti apa yang diajarkan kepada kita mengenai apa yang terjadi saat ini dengan Yesus.
II. Nubuatan Hari Pendamaian
A. Baca Ibrani 9:1-7 sebagai ringkasan dari apa yang baru saja kita pelajari dari Imamat. Baca Ibrani 9:8. Apa yang buku Ibrani katakan mengenai maksud dari sistim kaabah di Perjanjian Lama? (Dikatakan bahwa Allah mencoba mengajarkan kita mengenai dosa.)
1. Apa yang Dia ajarkan? Kita tidak dapat mencapai Hari Pendamaian yang sesungguhnya selama kaabah di dunia masih ada.)
2. Mengapa buku Ibrani mengatakan “jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka?” Bukankah itu ada dibalik tabir! (Ingat Harun diingatkan untuk tidak pergi ke Bilik Maha Suci kapan saja ia mau karena Allah ada disana dan Harun akan mati? Saya rasa ini caranya mengatakan kepada kita jalan bagi manusia berdosa datang kepada Allah belum dibukakan. Proses menyucikan kita dari dosa belum dimengerti dengan seharusnya.)
a. Apa hubungan kehancuran kaabah di bumi dengan misteri ini? (Kita pelajari minggu lalu bahwa sistim korban bakaran di Perjanjian Lama adalah lambang dari pengorbanan Yesus sebagai Mesias. Karena apa yang Yesus akan lakukan tidak dapat digenapi ketika kaabah di bumi masih berdiri.)
b. Apakah ini berarti penggenapan puncak dari Hari Pendamaian tidak terjadi sampai sesudah kaabah bangsa Yahudi dihancurkan (oleh bangsa Romawi tahun 70 A.D.)? (Pastinya inilah yang dimaksud – atau paling sedikit dinyatakan manusia tidak mengerti apa yang sedang terjadi sampai waktunya sudah berlalu.)
B. Baca Ibrani 9:9-10. Bagaimana ini mungkin? Kita baru saja belajar bagaimana pendamaian menghapus dosa, dan bagaimana dosa-dosa pada akhirnya dibuang ke padang gurun. Apakah buku Ibrani mengatakan ini tidak ada artinya? (Ibrani 9:9 mengatakan kepada kita bahwa “kiasan masa sekarang”. Seluruh sistem kaabah mengajarkan kepada kita pelajaran rohani.)
1. Apakah “waktu pembaharuan”?
C. Baca Ibrani 9:11. Kaabah manakah yang bukan “dibuat oleh tangan manusia” – bukan “termasuk ciptaan ini” (Baca Ibrani 8:5 dan Keluaran 25:8-9. Allah menunjukkan kepada Musa pola dari kaabah di bumi. Itu dibuat sesuai pola kaabah di surga. Pemikiran akan suatu “waktu pembaharuan” dan “gambaran” mestinya mengacu pada sesuatu yang terjadi di kaabah di surga.)
1. Tunggu dulu! Saya pikir anak domba melambangkan Yesus. Bagaimana ini mungkin kalau Yesus adalah Imam Besar? (Baca Ibrani 9:12. Di dalam waktu pembaharuan ini, Yesus adalah Imam Besar dan sekaligus Anak Domba.)
D. Baca Ibrani 9:13. Apakah yang Yesus lakukan bagi kita di kaabah di surga? (Ia mempersembahkan darahNya untuk menghapus dosa-dosa kita! Inilah “waktu pembaruan.”)
E. Baca Ibrani 9:23-26. Apakah kaabah di surga perlu dibersihkan dari dosa? (Kelihatannya itu perlu.)
1. Kapankah Hari Pendamaian surgawi ini? Kapankah kaabah di surga dibersihkan? (Hanya satu kali. Ibrani 9:8 menyatakan itu terjadi sesudah 70 A.D. dan Ibrani 9:26 mengatakan bahwa itu adalah “zaman akhir”. Itu adalah jangka waktu yang cukup panjang, tetapi dapat dipastikan waktu bukanlah hal yang penting, apa yang Yesus sedang lakukan dan telah lakukan untuk menghapus dosa-dosa kita untuk selama-lamanya adalah hal yang penting!)
F. Baca Ibrani 9:27-28. Perhatikan paralel dari fasal ini. Manusia mati dan kemudian menghadap pengadilan Allah. Yesus mati untuk menghapus dosa-dosa kita dan kemudian Dia datang untuk membawa keselamatan. Kapankah Yesus akan melakukan ini? (Ini adalah Kedatangan Kedua! Apakah Anda melihat urutan waktu di sini? Yesus datang ke dunia, menghidupkan kehidupan yang sempurna, mati menggantikan kita, dibangkitkan dan kembali ke surga. Di surga Ia memasuki kaabah dimana Ia menghapus dosa-dosa kita dengan darahNya. Pada Hari Pendamaian surgawi Ia memindahkan dosa. Kemudian, Yesus kembali untuk membawa kita kerumah denganNya. Dibersihkan dari dosa-dosa kita, kita dapat menghadap Allah dan hidup!)
G. Bagaimana seharusnya kita berreaksi terhadap berita baik itu? (Baca Ibrani 10:19-22. Pertama, kita harus yakin akan keselamatan kita. Manusia berdosa mati bila mereka memasuki Bilik Maha Suci di kaabah. Itu adalah memasuki hadirat Allah. Kita dapat dengan percaya diri memasuki kehadiran Allah melalui Yesus yang mengambil dosa-dosa kita.)
H. Baca Ibrani 10:23-25. Apakah reaksi kedua yang seharusnya kita lakukan terhadap berita baik ini? (Kita perlu hidup seperti apa yang kita imani. Kita harus percaya pekabaran ini. Kita melihat bahwa kaabah di bumi menunjukkan cara Allah menghapus dosa. Itu menunjukkan kepada kita apa yang Yesus lakukan sekarang. Kita perlu berpegang pada pekabaran ini. Kita perlu mengatakan kepada diri kita dan juga orang lain untuk mengasihi dan melakukan hal-hal baik. Kita perlu berbakti bersama-sama dan menguatkan satu sama lain dalam pengharapan ini.)
I. Sahabat, apakah Anda diyakinkan bahwa Yesus berdiri untuk Anda di kaabah di surga? Apakah Anda yakin bahwa Yesus telah menghapus dosa-dosamu?
II. Minggu depan: Dilahirkan oleh Seorang Perempuan—Penebusan dan Penjelmaan