Penebusan dalam Lambang: Bagian 1
(Imamat 4-6 & 17, Roma 3, 5 & 6))
Penebusan dan Salib Kristus: Pelajaran 6
Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh
Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan
Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban
terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis
atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat
dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan:
Sore hari Minggu yang baru lewat saya duduk-duduk di atas bangku memandang
danau yang berada di dekat rumah saya. Senja yang indah dan
tenang ini membuat pikiran saya terarah kepada Allah dan tempat saya di dalam
dunia milik-Nya. Saya memikirkan bagaimana sampai saya
percaya adanya Allah, bahwa kekristenan itu benar adanya dan Yesus adalah
Mesias. Pelajaran kita pekan ini berbicara tentang
hal-hal tersebut. Alasan saya mempercayai adanya Allah
adalah karena keteraturan yang saya lihat dalam ciptaan-Nya. Saya menarik pelajaran dari mobil dan rumah yang saya miliki bahwa perubahan
terjadi dari yang teratur menjadi kacau-balau, bukan sebaliknya. Allah memberitahukan sebelumnya tentang Mesias lewat
lambang-lambang Penebusan. Ini menunjukkan keteraturan
Allah. Tiga agama besar di dunia percaya akan
cerita pelayanan kaabah, namun hanya Kekristenan yang menghubungkannya dengan
Yesus sang Mesias. Hanya kekristenan yang mempercayai
kegenapan dari perlambangan ini sebagai penebusan dosa. Kekristenan merupakan
agama yang logis, konsisten dan masuk akal. Mari mulaikan pelajaran Alkitab
kita agar bisa lebih memahami hal ini!
1. Menjauh dari Dosa
1. Baca
Imamat 6:1-4. Mengapa semua hal ini disebut “berubah setia terhadap Tuhan?” Apakah
ni terkait dengan tetangga sebelah yang melakukan
tindakan tidak terpuji? (Adalah Allah yang mengatakan dalam Sepuluh Hukum bahwa
hal-hal ini salah dan merupakan pelanggaran terhadap standar Allah.)
2. Baca
Imamat 6:5. Apa langkah pertama untuk mendapatkan pemulihan dari dosa menurut
sistem Perjanjian Lama? (Sekalipun hukum Allah dilanggar, Allah ingin agar kita
mengembalikan apa yang sudah kita ambil. Kita perlu melakukan
upaya perbaikan. Langkah pertama adalah mengakui kesalahan kita dan berusaha
melakukan hal yang benar.)
3. Baca
Imamat 6:6. Mengapa ayat ini menyebutkan “sebagai…penebus salah?” Bukankah 20% premi
tadi itu untuk membayar penalti? Apa lagi yang diperlukan di sini? (Penalti
sebesar 20% tersebut dibayarkan kepada orang yang dicurangi. Tebusan/penalti
yang disebut dalam ayat ini dibayarkan kepada Allah.)
1. Jika
seekor hewan “sudah dinilai [menurut harga yang berlaku—BIS]” lalu kenapa
harus “tidak bercela?” Mengapa bukan hewan yang cacat saja yang dibunuh kalau
nilainya cukup untuk membayar penalti?
2. Lagipula mengapa harus membunuh
binatang? Jadi penaltinya berupa sesuatu yang berfungsi, bukannya yang
sudah mati! “Maaf ya, saya mencuri velg
mobil saudara, sebagai penggantinya ini saya berikan batere yang sudah habis
isinya.” (Kedua syarat ini tidak akan bisa diterima akal tanpa adanya pemahaman
Kristiani tentang Mesias.)
4. Baca Imamat 6:7. Dalam ayat-ayat sebelum
ini kita temukan apa yang berlaku umum dalam sistem peradilan. Negara berusaha
mengambil manfaat dari tindakan kriminal yang telah dilakukan, mengembalikan
apa yang menjadi milik korban, dan mewajibkan pembayaran penalti kepada negara
demi tegaknya hukum. Apa yang ditambahkan oleh ayat ini yang di luar kelaziman?
(Ada kaitannya dengan hewan yang mati tadi. Sekarang sudah lebih
dari soal tindakan kriminal. Secara khusus yang dibicarakan di sini adalah
masalah dosa.)
1. Siapa
yang mengadakan pendamaian menurut ayat ini? (“Imam harus mengadakan pendamaian
bagi orang itu” karena dosanya.)
5. Coba
kita telusuri lebih jauh gagasan tentang pendamaian ini. Baca Imamat 4:27-31. Siapa
yang menyembelih hewan tersebut? (Orang yang berbuat dosa meletakkan tangannya
ke atas kepala hewat tersebut dan menyembelihnya.)
1. Perhatikan
bahwa di sini yang dibicarakan adalah dosa yang tidak disengaja. Apakah proses
ini akan membuat saudara lebih berhati-hati tentang berbuat dosa di masa yang
akan datang? (Saya tidak suka membunuh hewan. Saya memilih untuk menghindar
dari dosa.)
2. Apabila
saudara mendatangi seorang yang bijak dan mengatakan “Saya telah melukai
seseorang, menurut saudara apa yang harus saya lakukan?” Mungkin ia akan
menjawab “Cobalah untuk memperbaiki hal tersebut dan jangan mengulanginya.” Tadi
kita telah membahas tentang ganti rugi. Membunuh binantang akan mencegah saya
melakukan kesalahan lagi. Begitukah? Apakah itu makna dari pendamaian –
mencegah terjadinya kesalahan di masa yang akan datang? Elemen penting apa yang
hilang di sini?
6. Baca
Imamat 17:11-12. Dalam ayat ini dan ayat yang tadi kita dapati pembahasan tentang
perlakuan terhadap darah. Apa peran darah di sini?
1.
Mengapa
darah menjadi hal yang bisa mendamaikan? (Baca Kejadian 2:15-17.
Akibat dari dosa adalah kematian. Allah berkata dalam Imamat bahwa nyawa/hidup berada di dalam darah.
Kematian dari hewan menjadi pengganti bagi manusia yang melakukan dosa yang
membawa maut. Darah binatang menebus dosa orang itu. Ini sama sekali berbeda
dengan ganti rugi atau pencegahan. Tadi kita mengawali dengan mengatakan bahwa
dosa adalah ketidak-setiaan kepada Allah, pelanggaran terhadap standar-Nya.
Standar-Nya mengatakan bahwa dosa membuahkan kematian.)
2. Penebusan
sebagai Nubuatan
1.
Tadi kita telah menimbang-nimbang apa yang akan dikatakan oleh seorang yang bijak kepada
seseorang yang telah berbuat salah. Menurut hemat saya darah sebagai korban
tidak akan pernah terlintas di benak orang bijak
tersebut. Apakah ada agama besar
dunia yang percaya tentang korban darah bagi kesalahan pribadi? Apakah ada yang
percaya atau mengajarkan penebusan?
2. Baca
Roma 3:23-26. Bagaimana caranya Alkitab mengemukakan bahwa komponen pendamaian
dari sistem kaabah melambangkan Yesus? (Sistem kaabah memperkenalkan gagasan
baru bahwa darah binatang dapat membebaskan manusia dari kewajiban memberikan
nyawa untuk membayar dosa. Orang tersebut dapat terhindar dari konsekuensi dosa
dengan menggunakan pengganti.)
1. Perhatikan
bahwa Roma 3:25 mengatakan bahwa gagasan tentang pendamaian ini menunjukkan
“keadilan.” Begitukah pandangan saudara? Andai saja saya menjadi pengacara dari
binatang-binatang tersebut, saya akan menyebut sistem
ini “tidak adil.”
3. Yudaisme
tidak lagi menyelenggarakan pengorbanan hewan karena kaabah telah dihancurkan
dan tidak dibangun kembali. Apakah hal tersebut bisa diterima sebagai alasan
untuk tidak lagi mematuhi prosedur yang begitu jelas dipaparkan demi menghapus
dosa? (Baca Keluaran 20:24-25. Upacara korban tidak harus dilakukan di kaabah.
Upacara tersebut dapat dilakukan di mezbah yang terbuat dari tanah atau batu.)
4. Apakah
Islam, yang mengakui bahwa Perjanjian Lama merupakan wahyu Allah, memiliki
pandangan tentang pendamaian yang dilakukan oleh orang lain, bukan oleh orang
berdosa itu sendiri?
5. Baca
1 Petrus 1:18-21. Apa yang disebut Petrus sebagai cara yang umum untuk
memperbaiki kesalahan? (Bayar
penalty: perak, emas atau uang)
1. Bagaimanakah
kesalahan kita diperbaiki? (Oleh darah Yesus.)
2. Perhatikan
bahwa Petrus menyebutkan domba yang tanpa cacat atau cela. Tadi saya mengangkat
masalah ini dengan mengatakan hal ini tidak masuk akal. Seberapa masuk akalkah
hal itu sekarang? (Alasan mengapa Allah menuntut hewan yang sempurna –
tanpa cela – adalah untuk menyatakan bahwa Yesus, yang menghidupkan suatu
kehidupan yang sempurna, akan mati untuk menjadi
tebusan bagi dosa kita.)
3. Apakah
sistem kaabah baru diciptakan Allah setelah beberapa waktu lamanya? (Tidak.
Ayat ini mengatakan bahwa Allah telah merencanakan hal ini sebelum dunia
diciptakan. Ia menempatkan upacara kaabah sebagai lambang untuk mengajar kita
tentang rencana keselamatan-Nya bagi umat manusia.)
4. Mengapa
tidak cukup dengan kematian binatang? Mengapa Yesus harus mati? Bagaimanakah
hal ini disebut keadilan? Andai saya Allah pasti saya akan mengambil hewan
ternak, bukannya anak saya! (Ini masih menjadi konsep yang sulit untuk saya
mengerti secara logis. Teman ayah saya, Patrick Stevenson, membantu saya untuk
lebih mengerti mengenai hal ini. Jika saya melakukan kejahatan yang patut
diganjar hukuman mati, saya tidak dapat mengajukan anjing saya atau binatang
lain ke pengadilan. Saya tidak dapat mengajukan salah satu anggota keluarga
saya. Pengadilan menuntut hidup saya. Kita secara bersama-sama jatuh ke dalam
dosa saat Adam dan Hawa berdosa. Saat kita menjadi orang Kristen kita menjadi
“dalam Kristus.” Yesus adalah “Adam kedua,” dan kita secara bersama-sama
menjadi bagian dari Yesus yang hidup, mati dan dibangkitkan ganti kita. Jadi
kita mati saat Ia mati. Renungkan Roma 5:12-19 untuk lebih memahami hal ini.)
3. Penerapan
1.
Apakah fakta bahwa Yesus menjadi penebus
bagi dosa kita memberikan kita kebebasan untuk berbuat dosa? (Baca Roma 6:1-2. Tatkala kita mati bersama Yesus, kita
mati bagi dosa. Jika saudara tetap di dalam Yesus, saudara ingin agar terbebas
dari dosa.)
1.
Jika
membunuh hewan akan mencegah saudara berbuat dosa di masa yang akan datang,
bagaimana dengan membunuh Yesus?
2. Baca
Mazmur 51:3-4. Elemen apa yang ditonjolkan dalam ayat
ini? (Allah mengatakan bahwa pelanggaran adalah dosa terhadap-Nya. Pengakuan
dosa harus dihadapkan kepada Allah karena Ialah yang diperlakukan salah.)
3.
Baca Yakobus 5:13-16. Apakah menurut Yakobus kita perlu mengakui
dosa kita kepada sesama orang percaya agar diampuni? Apakah hal ini selaras
dengan gagasan bahwa kita berdosa terhadap Allah apabila kita melanggar
peraturan-Nya? (Yakobus menuliskan tentang bagaimana sesama orang percaya dapat
saling menolong agar bisa terbebas dari dosa. Dengan mengijinkan seseorang yang dipercaya untuk
mengetahui bahwa saudara punya masalah pada satu bidang tertentu, orang
tersebut dapat memberi dorongan dan menasihati saudara. Ini akan menolong saudara agar terhindar
dari dosa. Sebagian orang menyebut hal ini sebagai “mitra terpercaya.”)
4. Sobat,
kekristenan adalah agama dari orang yang berakal. Jika saudara menerima bahwa
Perjanjian Lama adalah wahyu Allah kepada manusia, seluruh sistem penghapusan
dosa menunjuk kepada Mesias yang datang dan mati untuk menebus dosa kita. Hanya
kekristenan yang menerima hubungan logis ini. Maukah engkau dengan teguh
berpegang pada apa yang Yesus telah lakukan bagimu?
Maukah hari ini engkau jalani dengan percaya bahwa Yesus telah mati bagi
dosa-dosamu?
4. Pekan
depan: Penebusan dalam Lambang: Bagian 2.