Penebusan dan Inisiatif Ilahi
(Roma 3, 5 & 8, Efesus 1)
Penebusan
dan Salib Kristus: Pelajaran 4
Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh
Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan
Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban
terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis
atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat
dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Dua
pekan terakhir ini kita telah mempelajari bagaimana dosa memasuki alam raya dan
dunia kita. Pekan
ini kita alihkan pikiran ke babak pertama dari lolosnya kita dari dosa dan
kematian kekal. Mengapa Allah memutuskan untuk menebus kita? Apa langkah awal
untuk lepas dari dosa? Kita telah mempelajari dalam dua pekan terakhir ini bagaimana
menghindari dosa dengan melihat bagaimana dosa memasuki alam raya dan dunia
ini. Apa yang
dapat kita pelajari tentang kebenaran dari cara Allah memberi jalan kelepasan
dari dosa? Mari selami pelajaran Alkitab kita dan pelajari lebih jauh bagaimana
rancangan Allah!
- Keadaan Kita Sekarang Ini
- Baca Roma 3:10-12. Bagaimana
kondisi kita? Apakah kita sanggup berbuat lebih baik dan Adam dan Hawa
dan menjauhkan diri dari masalah? (Tidak! Tidak seorang pun benar. Semua
berdosa.)
- Baca Roma 3:19-20.
Kebanyakan orang yang saudara tanyai akan beranggapan bahwa hidup mereka
baik-baik saja. Atas dasar apa mereka berkata seperti itu? (Kebanyakan
orang menggunakan semacam tolok ukur untuk mendasari anggapan mereka.
Mereka “orang baik” karena belum pernah dipenjara, atau karena mereka
bersikap sopan terhadap orang lain.)
- Begitukah anggapan saudara
mengenai hidup saudara?
- Apakah yang dikatakan ayat
ini mengenai menganggap diri baik dengan menggunakan Sepuluh Hukum
sebagai tolok ukur?
- Hanya ada Sepuluh Hukum,
tidak sulit untuk mematuhinya, bukan?
- Tatkala kita membaca Roma
3:20, apa yang kita pelajari tentang maksud Allah memberikan Sepuluh
Hukum? (Dikatakan
bahwa tidak seorangpun akan diselamatkan karena memelihara Sepuluh
Hukum. Dilihat dari perbuatan, tidak seorang pun “cukup pantas.” Paling
tidak salah satu maksud dari Sepuluh Hukum adalah untuk menunjukkan
sifat hati kita yang sesungguhnya (penuh dosa). Apabila kita benar-benar
paham apa yang dimaksud dengan memelihara hukum (lihat Matius 5:21-22
dan Matius 5:27-28), kita akan tahu betapa berdosanya kita ini.)
- Pengharapan akan Kemuliaan
- Jika kita tidak bisa
memenuhi standar Allah dengan usaha kita untuk memelihara hukumNya, apa
pengharapan yang tersedia bagi kita?
- Baca Roma 5:1-2. Apakah
“pengharapan akan menerima kemuliaan Allah” itu? (Petunjuk: memberi kita
sukacita!)
- Apakah ada kaitannya dengan
iman dan kasih karunia? (Kemuliaan Allah artinya ada bersama-sama dengan
Allah. Kasih karunia dan iman merupakan kunci menuju ke sana.)
- Peran apa yang Yesus
mainkan dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah ini? (Roma 5:1
mengatakan “oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus” kita disanggupkan
untuk “hidup” di dalam kasih karunia. Kasih karunia Allah memberi kita
harapan bahwa kita akan bersama Dia dalam kemuliaan. Ini merupakan janji
surga. Kita memegang janji ini oleh iman kita kepada Yesus.)
- Apakah yang diberikan oleh
pengharapan dalam Yesus ini kepada kita? (Kita diberikan (ay.1)
“damai sejahtera dengan Allah” dan (ay.2) alasan untuk bersukacita.)
- Baca Roma 5:3-4. Perhatikan
daftar dari hal-hal buruk ini. Apakah hal-hal buruk berujung pada
pengharapan? Mengapa rangkaian dari hal-hal ini berujung pada
pengharapan?
- Mengapa pula kita
memperbincangkan hal-hal buruk ini sementara pokok pembicaraannya adalah
bersuka cita di hadapan Allah? (Kenyataannya, dalam hidup ini kita
menghadapi masalah-masalah sulit dari waktu ke waktu.)
- Apakah memang begitu yang
terjadi dalam hidup saudara – bahwa penderitaan menumbuhkan
pengharapan dalam diri saudara? (Yang dikatakan di sini adalah bahwa
yang baik dari perkara-perkara buruk yang terjadi adalah bahwa
perkara-perkara buruk tersebut memantapkan pengharapan kita kalau kita
tinggal setia. Dengan menyadari bahwa kita tidak bisa memenuhi standar
yang Allah tetapkan, kita disadarkan bahwa kita harus bersandar pada
kasih karunia dan damai sejahtera yang ditawarkan kepada kita melalui
Yesus.)
- Rencana Penyelamatan
- Baca Roma 5:6. Kapan dan
mengapa Allah memutuskan bahwa Yesus harus melepaskan kita? (Alkitab
mengatakan “pada waktu [yang tepat—BIS] yang ditentukan oleh
Allah.” “Mengapa”-nya adalah karena kita “lemah”—kita sangat
membutuhkan pertolongan.)
- Baca Efesus 1:4-6. Kapan
Allah mencanangkan rencana ini? Apakah setelah Ia melihat kekacauan yang
ditimbulkan oleh Setan dan manusia? (Ayat ini mengatakan bahwa Allah
telah memiliki rencana ini sebelum dunia diciptakan!)
- Apakah ini berarti Allah
menciptakan kita dan mengetahui bahwa kita akan menimbulkan kekacauan
(kita lemah) dan Ia yang harus membereskannya? (Sulit untuk mengambil
kesimpulan lain.)
- Baca Roma 5:7-8. Apa yang
memotivasi Allah untuk melaksanakan hal yang luar biasa ini terhadap
manusia yang telah berpaling dari-Nya? (Kasih. Allah melakukan sesuatu yang tak
seorang pun dari kita mau lakukan. Ia melakukannya karena Ia memiliki
kasih yang lebih besar dari apa pun yang bisa kita bayangkan. Allah tidak
menunggu sampai kita menjadi baik atau benar atau layak.)
- Apakah ada orang yang
saudara kenal yang menjauhkan diri dari gereja karena ia tidak “cukup
layak?” Apakah yang ayat ini katakan kepada mereka?
- Baca Roma 8:32. Roma 5:7-8
mengatakan pengorbanan Allah untuk kita sangat luar biasa. Apa yang ditambahkan
oleh Roma 8:32? (Bukan saja pengorbanan Yesus bagi kita yang luar biasa,
tapi juga bahwa Ia mengasihi kita lebih dari segalanya! Ini artinya Allah
tidak akan menahankan perkara yang baik dari kita. “Mengapa”-nya rencana
penyelamatan adalah karena Allah mengasihi kita. Bukan main!)
- Baca Roma 8:33-34. Apa lagi
yang Yesus lakukan bagi kita? (Yesus sementara berada di surga, menjadi
perantara bagi kita. Sebagaimana halnya di zaman Israel kuno, manakala
pada Hari Raya Pendamaian Imam besar menjadi perantara bagi orang banyak,
demikian juga Yesus sekarang menjadi perantara bagi kita di kaabah
surgawi.)
- Agar kita memahami
sepenuhnya siapa-siapa sajakah yang memainkan peranan, jawablah
pertanyaan-pertanyaan ini: Siapakah yang menuduh kita? Siapa yang mendakwa
kita? (Wahyu 12:10 mengatakan bahwa pendakwa kita telah “dilemparkan ke
bawah.” Dua pekan lalu kita mempelajari Wahyu 12:9 dan menetapkan bahwa
pihak yang dilemparkan ke bawah adalah Setan. Oknum yang membawa kita ke
dalam dosa telah dikalahkan, tapi ia tetap mengajukan dakwaan terhadap
kita!)
- Bagaimana pengharapan
saudara manakala orang menuduh saudara dan mengajukan dakwaan terhadap
saudara?
- Siapakah yang menjadi
pemenang dalam konflik antara Yesus dan Setan? (Istilah “dilemparkan ke
bawah” menyatakan bahwa Setan sudah jatuh di atas kanvas. Setan
tergeletak dan Yesus pemenangnya. Dakwaan dan tuduhan terhadap kita
mengalami nasib yang sama dengan sang pendakwa.)
- Baca ulang Roma 8:34.
Mengapa Yesus menang untuk kita? (Ayat ini mengatakan bahwa Pengantara
kita duduk di sebelah kanan Bapa. Yesus melaksanakan rencana surgawi yang
penuh kasih. Ia hidup, mati dan bangkit untuk kita. Ia kini menempati
tempat istimewa di sisi Allah di mana Ia menyampaikan hal-hal yang baik
tentang kita. Hal-hal baik disampaikan kepada sang Bapa yang telah lebih
dahulu mengasihi kita. Wah!)
- Baca Roma 8:35. Di situ
ditanyakan “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?” Apakah
yang bisa menyebabkan kita gagal dalam rencana Allah dan dalam
penggenapan rencana Allah?
- Ayat ini mengajukan
beberapa penyebab yang mungkin bisa menyebabkan kita terpisah dari kasih
Allah. Apakah persamaan dari semua perkara ini? (Semuanya buruk. Namun,
lebih daripada itu, semuanya bersumber dari luar. Mereka berasal dari
luar diri kita.)
- Sementara saudara
menimbang-nimbang beragam kemungkinan penyebab yang akan menjadi
pemisah, apakah yang terkandung di dalamnya mengenai jawaban atas
pertanyaan di ayat 35? (Bahwa tidak ada sesuatu pun yang bersifat
eksternal yang bisa memisahkan kita dari kasih Allah. Artinya, kitalah
satu-satunya yang dapat memisahkan diri kita sendiri dari kasih Allah.)
- Baca Roma 8:37. Siapakah
yang memberi kita kemenangan atas semua masalah eksternal ini? (Yesus
menjadikan kita “lebih dari pada orang-orang yang menang.”)
- Apakah saudara merasa
sebagai pemenang?
- Terkadang para pemenang
mendapati bahwa dengan berlalunya waktu mereka kehilangan kesanggupan
untuk menang atas lawan mereka. Baca Roma 8:38-39. Apa yang memberi kita
pengharapan dan keyakinan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi pada
kita? (Dikatakan bahwa tak satupun dari semua ciptaan cukup berdaya untuk
memisahkan kita dari Allah. Puji Tuhan!)
- Sobat, mengertikah engkau
mengapa Allah turun tangan untuk menyelamatkan engkau? KasihNya berada di
luar jangkauan imajinasimu. Sekalipun dalam kehidupan sehari-hari engkau
menghadapi kesukaran, jika engkau memutuskan untuk menerima pengorbanan
Yesus dan kemenanganNya bagimu, tak satu pun dari semua ciptaan yang bisa
memisahkanmu dari kasihNya. Maukah engkau memutuskan untuk menerimaNya
saat ini juga?
- Pekan depan: Penebusan
Diumumkan.