Krisis Universal: Pemberontakan
terhadap Pemerintahan Allah
(Yehezkiel 28, Yesaya 14, Kejadian
3, Ayub 1)
Penebusan
dan Salib Kristus: Pelajaran 2
Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh
Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan
Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban
terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis
atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran
ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan:
Banyak orang bertanya “Bagaimana bisa dosa muncul dari kesempurnaan?” Karena
sangsi apakah pemikiran manusia saya bisa menemukan jawabnya, saya lebih suka
bertanya “Mengapa dosa muncul di lingkungan yang sempurna?”
- Awal Dosa
- Baca Yesaya 14:12-14. Siapakah
yang dibicarakan dalam ayat ini? (Jika saudara menilik Yesaya 14:3-4
saudara akan dapati bahwa perkataan ini merujuk kepada “ejekan tentang
raja Babel.”)
- Tengok kembali Yesaya
14:12. Apakah raja Babel pernah tinggal di langit [surga]? Bagaimana bisa
ayat ini mengatakan ia “jatuh ke bumi” jika ia memang tinggal di bumi?
- Baca Yehezkiel 28:12-17.
Siapakah yang dibicarakan dalam ayat ini? (Ayat 12 mengatakan “suatu
ratapan mengenai raja Tirus.”)
- Tengok kembali Yehezkiel
28:13. Apakah raja Tirus dulu tinggal di Eden bersama Adam dan Hawa?)
- Tengok kembali Yehezkiel
28:14. Apakah raja Tirus pernah menjadi “kerub yang berjaga” yang
tinggal di surga? (Orang ini ternyata ada di mana-mana!)
- Apakah dosa bermula dari
raja Babel dan raja Tirus? Dalam penyelidikan kita tentang asal muasal dosa,
mengapa kita memusingkan raja Babel dan raja Tirus? (Dua hal. Pertama, ulasan-ulasan Alkitab umumnya menghubungkan ayat-ayat
ini dengan Setan. Beberapa malah tak mau bersusah-susah menghubungkan
ayat-ayat ini dengan raja-raja di bumi. Akan tetapi, pembahasan kita
menunjukkan bahwa ayat ini tidak begitu saja merujuk kepada raja-raja di
bumi. Kedua, masuk akal jika disimpulkan bahwa ayat-ayat ini merujuk kepada
kuasa yang berada di balik tahta-tahta duniawi ini. Kuasa tersebut adalah
Setan.)
- Mengapa Alkitab tidak
secara gamblang mengatakan “Inilah Setan?” (Allah ingin agar kita
menggali arti yang lebih dalam dari Alkitab. Petrus melakukan hal yang
sama manakala ia memaparkan perkataan raja Daud – yang sebagian
besar adalah tentang dirinya sendiri (Mazmur 16:9-11) – merujuk
kepada Yesus (Kisah 2:25-32). Sebagaimana halnya Yesus merupakan kuasa
yang berada di balik tahta Daud, demikian juga Setan merupakan kuasa di
balik raja Babel dan raja Tirus.)
- Oleh karena ayat-ayat dalam
Yesaya dan Yehezkiel ini merujuk kepada Setan, mari kita perhatikan
ayat-ayat tersebut lebih cermat lagi. Bandingkan Yehezkiel 28:12-14 dan
Yesaya 14:12. Apa posisi Setan di surga? (Yehezkiel 28:14 menyebutkan ia
adalah “kerub yang berjaga” “di gunung kudus Allah.” Tentunya ini
berarti ia memiliki posisi yang sangat tinggi di surga. Ia bertugas di
ruang tempat tahta berada.)
- Apakah Setan itu mahluk
ciptaan? (Ya. Yehezkiel 28:13.)
- Mahluk seperti apakah Setan
itu? (Yehezkiel 28:12 mengatakan ia adalah “gambar dari kesempurnaan.”
Bahwa ia ” penuh hikmat dan maha indah.” Ia tentunya
sangat istimewa karena Yesaya 14:12 menyebutnya “Bintang Timur, putera
Fajar.”)
- Bandingkan Yesaya 14:13-14
dan Yehezkiel 28:15 & 17 untuk melihat apa yang kita bisa pelajari
tentang bagaimana dosa berawal. Bagaimanakah kejahatan muncul dari mahluk
yang sangat sempurna, di dunia yang sempurna? (Kesombongan. Yehezkiel
secara khusus menyebutkan bahwa hikmat dan kecantikan Setanlah yang
menjadikan hatinya menjadi congkak. Yesaya mengatakan bahwa Setan
menganggap dirinya berhak disejajarkan dengan Allah.)
- Cobaan terhadap Hawa
- Baca Kejadian 3:4-6. Pekan
depan kita akan membahas lebih rinci tentang kejatuhan manusia. Namun,
dengan melihat bagaimana dosa terjadi di bumi kita bisa memperoleh
petunjuk bagaimana dosa dimulaikan di surga. Apakah dasar dari pencobaan
yang Hawa hadapi? (Kesombongan – yakni, ingin menjadi seperti
Allah.)
- Mengapa Setan menggunakan
pendekatan seperti ini terhadap Hawa? (Bagi saya adalah karena Setan
kini mengenali hakekat dosanya. Kalau ia berdosa karena
kesombongan, mengapa tidak menggugah rasa sombong dari manusia-manusia
ini?)
- Apa yang dikatakan di sini
mengenai dosa kesombongan? (Tampaknya kesombongan merupakan asal-muasal
dosa.)
- Pernahkah ada anggota
jemaat saudara yang didisiplin karena sombong? Ataukah saudara
menempatkan orang sombong menjadi pemimpin di jemaat?
- Dapatkah kita mengenali dosa
kesombongan? Apa contohnya? Apakah ada contohnya dalam hidup saudara?
- Pernahkah saudara
mengatakan, “Saya tahu apa yang Alkitab katakan, tapi saya terlalu
canggih dan modern untuk mengikuti nasihatnya?”
- Saat saya masih muda,
konflik di jemaat tentang menggunakan perhiasan baru saja dimulaikan.
Saat menjadi ketua jemaat, saya diminta untuk tidak mengenakan cincin
kawin saat menghadiri rapat majelis. Saya menuruti permintaan tersebut
agar tidak “menyakiti hati” saudara-saudara yang “lemah”. (Lihat Roma
14.) Baca ulang Yehezkiel 28:13. Siapakah yang memberikan semua
“perhiasan” ini kepada Setan? (Tentunya Allah!)
- Apa pengaruhnya dalam
kehidupannya? (Perhiasan tersebut menambah kesombongannya.)
- Konflik di jemaat saya
mengenai perhiasan sekarang telah usai. Perhiasan yang menang. Apakah
menurut saudara konflik tersebut lebih merupakan huru-hara yang tidak
perlu? (Jika saudara mengenakan perhiasan untuk menunjukkan bahwa
saudara lebih baik (lebih kaya) dari orang lain, maka ini menjadi soal
yang penting – karena menjadi bagian dari dosa kesombongan yang
membawa maut.)
- Perlukah kita membahas juga
rumah, mobil dan pakaian kita? Ataukah semua itu kategorinya sama?
- Pemberontakan
- Baca Wahyu 12:7-9. Kembali
kita membaca tentang dilemparkan ke bumi. Kesombongan Setan menggiringnya
ke mana? (Pertama, menggiring dia untuk mempengaruhi malaikat-malaikat
lain untuk menjadi sombong dan memberontak. Setelah cukup banyak memiliki
pengikut ia melancarkan perang terbuka terhadap Allah.)
- Apakah tujuan Setan? (Untuk
merebut pemerintahan alam semesta! Yesaya 14:13-14.)
- Bagaimana bisa mahluk
ciptaan mengira bahwa ia dapat melakukan hal tersebut? (Ia lebih tahu
dari Allah. Pernah melihat orang semacam itu sekarang ini? Pernahkah
saudara meneropong hidup saudara jangan-jangan sikap semacam itu ada
pada saudara?)
- Baca Ayub 1:8-11. Apa
sesungguhnya tuduhan Setan terhadap Allah? (Manusia melayani Allah karena
mengharapkan imbalan.)
- Salahkan motif seperti itu?
Sebelum
menjawab, coba saudara baca cepat-cepat Maleakhi 3:10-12, Yohanes
14:2-3, Matius 19:27-29. Mengapa Allah menggugah rasa ingin kita
terhadap “kebendaan” jika hal tersebut salah?
3.
Setan
mengambil semua kepunyaan Ayub. Coba lihat bagaimana reaksi Ayub. Baca Ayub 1:20-22.
Menurut Alkitab kira-kira apa yang akan menjadi dosa bagi Ayub? (Menganggap
bahwa Allah melakukan hal yang salah dengan mengijinkan “harta benda” Ayub
diambil.)
- Coba pikir. Allah memberi
kita harta benda. Kata Setan “Mereka melayani engkau demi mendapatkan
harta benda.” Saat Ayub kehilangan harta bendanya, timbul pertanyaan
apakah Allah melakukan hal yang salah. Apakah yang diajarkan di sini
mengenai ujian sesungguhnya bagi Ayub? (Apakah ia percaya kepada Allah
atau tidak.)
- Menetapkan Pilihan
- Percekcokan, perdebatan dan
pemberontakan selalu ada sepanjang masa. Alkitab ditulis dari sudut
pandang Allah. Kata orang, “pemenang berhak menuliskan buku sejarah.” Bagaimana kita tahu
kalau Allah benar dan Setan salah? Mungkinkah kesombongan Setan didasari
pada niat murni untuk berbuat yang lebih baik?
- Baca Kejadian 4:1-8. Ini
merupakan peristiwa besar pertama setelah Adam dan Hawa memilih Setan
ketimbang Allah. Bagaimana tindakan Allah atas ketidakpatuhan Kain?
- Bagaimana tindakah Kain
terhadap Habel, saudaranya yang penurut? (Peristiwa ini menunjukkan
perbedaan antara kedua sisi tersebut. Allah bersoal-jawab dengan Kain.
Buah dari kemarahan dan kesombongan menyebabkan Kain membunuh Habel.
Manakala Setan mendominasi, maut mengekor. Yesus memutuskan lingkaran
tersebut dengan mati ganti kita.)
- Baca Matius 22:37-40. Apakah
penjabaran Allah tentang aturan utama dalam kerajaan-Nya? (Kasih. Bukan
kematian. Bukan kemarahan. Bukan kesombongan.)
- Sobat, apakah engkau melihat
benang merah di sepanjang pemberontakan kosmis? Bersandar kepada diri
sendiri adalah kesombongan. Setan yang pongah mengira ia dapat berbuat
lebih baik dari Allah. Ia tidak percaya kepada Allah. Manakala kepada
Hawa diberitahu bahwa Allah menyembunyikan pengetahuan darinya, ia tidak
percaya kepada Allah. Kesombongannya mengatakan ia berhak untuk menjadi
seperti Allah. Manakala Ayub kehilangan segalanya, pokok permasalahan
sebenarnya adalah apakah ia akan mempercayai Allah. Sombong lawan
percaya. Usaha lawan iman. Kerajaan Allah adalah kerajaan kasih dan
percaya. Maukah
engkau menambatkan imanmu pada Allah dan percaya padaNya apa pun yang
terjadi? Apakah saudara percaya padaNya manakala pasar bursa (Amerika)
turun 777 poin?
- Pekan depan: Kejatuhan ke
dalam Dosa