PENEBUSAN DAN SALIB KRISTUS
Sifat Allah: Dasar Penebusan
(Mazmur 102, 1 Yohanes 4, Yesaya 40)
Pelajaran 1
Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Hetty Simatupang. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Pernahkah Anda merenungkan sudah berapa lamakah keberadaan Allah? Dengan mengatakan, “Berapa lama” menyatakan jangka waktu tertentu. Dapatkah Anda bayangkan Allah yang selalu ada? Ada banyak bukti ilmiah teori “Ledakan Dahsyat” sebagai asal muasal alam semesta. Dapat kita amati bahwa alam semesta secara bersamaan mengalami ekspansi dengan kecepatan tertentu. Dua kesimpulan logis dapat dihasilkan dari hal ini. Pertama, alam semesta memiliki titik penciptaan (“ledakan”). Kedua, karena kecepatan ekspansi memiliki tempo yang sempurna, suatu Mahluk Cerdas menuntun “ledakan”. Jika ruang waktu tercipta semasa alam semesta dijadikan, maka sang “Mahluk Cerdas” berada diluar ruang waktu. Mari kita selami Alkitab dan temui apa yang dikatakannya mengenai topik ini!
I. Allah Pencipta
A. Baca Mazmur 102:26. Menurut pemazmur, apakah langit dan bumi memiliki awal? (Ya.)
1. Baca Kejadian 1:1-2. Dengan melihat kepada kedua ayat ini, apakah tampak pada Anda bahwa langit dan bumi diciptakan pada suatu titik ruang waktu dimana bumi kita kemudian dibentuk lebih jauh? (Ayat-ayat ini dengan mudah dapat diartikan demikian. Allah “meledakkan” alam semesta menjadi suatu keberadaan, kemudian Ia “bekerja” membentuk bumi yang “belum berbentuk dan kosong” menjadi Penciptaan. Jarak jangka waktunya tidak disebutkan.)
B. Baca Mazmur 102:27. Apakah bumi kita keberadaannya mempunyai batasan waktu? (Ya.)
1. Apa yang terjadi ketika bumi menjadi usang? (Allah menciptakan bumi yang baru.)
C. Bayangkan seorang Allah yang begitu berkuasa yang dapat menciptakan bumi yang baru seperti Anda mengenakan baju baru. Apa yang Anda lakukan bila baju yang baru saja Anda buat memiliki cacat?
1. Pertimbangkan pilihan-pilihan yang terbuka bagi Allah ketika Adam dan Hawa berdosa. Apa yang Anda akan lakukan?
D. Baca Mazmur 102:28-29. Apa dikatakan disini kepada kita mengenai Allah Kekekalan dan masa depan anak-anakNya yang cacat? (Dikatakan bahwa manusia akan hidup di hadapan kekekalanNya.
1. Anggota Trinitas yang mana yang menciptakan bumi kita? (Pelajari Ibrani 1:8-12. Penulis buku Ibrani menceritakan kepada kita bahwa Mazmur 102:26-28 menunjuk kepada Yesus (Anak). Ialah sang Pencipta.)
E. Baca Yesaya 65:17-19. Kita dapatkan bahwa Allah akan membuat suatu tempat bagi umatNya sesudah bumi ini menjadi usang. Tempat seperti apakah itu? (Ia membuat langit dan bumi yang baru.)
1. Apakah bumi yang baru akan mengingatkan kita pada bumi yang lama? (Allah menyebutkan kota yang baru dengan nama kota yang lama – Yerusalem. Saya pikir bumi yang baru akan memiliki bagian-bagian yang mengingatkan kita pada bumi yang lama.)
a. Apa perbedaan-perbedaan utama yang terdapat pada geografis bumi yang baru? (Baca Wahyu 21:1. Lautan tidak ada. Sebagian besar bumi yang sekarang ini ditutupi dengan air.)
II. Allah Pengasih
A. Sejauh ini kita mengetahui bahwa Allah (khususnya Yesus) menciptakan bumi dan akan menciptakan bumi yang baru. Kabar baiknya adalah kita tidak perlu mati ketika bumi yang lama musnah. Sepertinya tidak masuk akal, karena kita bercacat cela. Kita berdosa. Jika Allah dapat menciptakan bumi yang baru semudah Ia mengganti pakaianNya, mengapa pada saat yang sama tidak menciptakan manusia yang baru, yang kualitasnya lebih baik? Apa kepentinganNya sehingga Ia mau mempertahankan kita?
B. Baca 1 Yohanes 4:9-10. Apa kepentingan Allah terhadap kita? (Ia mengasihi kita.)
1. Mengapa? Pandanglah orang di sebelah kanan Anda. Maukah Anda memberikan satu-satunya anak lelaki Anda untuk orang itu?
a. Maukah Anda memberikan anak lelaki Anda bila orang tersebut dalam kesulitan dan menghadapi kematian karena kesalahannya sendiri? Kita misalkan orang tersebut sekarat karena AIDS yang disebabkan hubungan seksual yang tidak sepantasnya dan anak lelaki Anda masih murni secara seksual?
b. Bagaimana kalau Anda dapat dengan mudah menciptakan versi baru, yang lebih baik dari orang di sebelah kanan Anda? Maukah Anda memberikan anak lelaki Anda?
c. Mari lebih jauh lagi melebihi suatu pertukaran sederhana - anak lelaki Anda untuk orang di sebelah kanan Anda. Anggaplah orang di sebelah kanan Anda (dan keluarga orang tersebut) berencana menyiksa anak lelaki Anda dalam pertukaran ini. Maukah Anda melakukannya?
C. Baca 1 Yohanes 4:7-8. Apakah Anda mengenal Allah? (Otak saya tidak cukup besar untuk “mengenal” Allah. Bahwa Ia mau menyerahkan diriNya, menyerahkan AnakNya, untuk mati dan disiksa bagi saya adalah di luar kemampuan saya untuk mengerti. Itu adalah kasih yang melebihi pemahaman saya.)
1. Apakah ini berarti bahwa saya (dan Anda, bila Anda sepaham dengan saya) tidak pantas masuk dalam 1 Yohanes 4:7-8? (Saya pikir tidak ada seorangpun yang jujur dapat mengatakan ia memahami sepenuhnya kebesaran kasih Allah. Ayat-ayat ini mengatakan bahwa hasil dari seorang yang dilahirkan kembali ia akan mengasihi orang di sebelah kanan kita (dan di sebelah kiri kita dan orang di sekeliling kita.)
2. Kita adalah pewaris-pewaris dari kasih yang tidak dapat kita pahami dengan sepenuhnya. Betapa kita orang-orang yang beruntung!
III. Allah Tanpa Tandingan
A. Baca Yesaya 40:25-26. Apa jawaban Anda untuk pertanyaan di ayat 25? (Berdasarkan apa yang baru saja kita pelajari, Allah tidak ada tandingannya.)
1. Apa jawaban orang kafir? (Waktu dan kebetulan.)
2. Dari waktu ke waktu, Allah menuntut hak-hakNya, hakNya untuk kita hormati, atas penciptaanNya terhadap bumi dan penciptaan ulang manusia melalui penebusan Yesus. Dengan demikian, apakah adil menyebut kisah di Kejadian sebagai suatu kisah dongeng atau suatu kiasan?
3. Saya baru saja membaca tulisan dari seorang pensiunan dosen, Professor Irvin Taylor, yang juga seorang antropolog budaya. Ia mengatakan bahwa anggota-anggota gereja yang “paling berpendidikan” yang hidup di negara-negara terkemuka “telah jauh matang melewati titik” menerima Kejadian sebagai bukti penciptaan Tuhan dengan seutuhnya. Apa pendapat Anda? Bila kita menjadi lebih “matang,” hidup di lokasi tertentu dan memiliki pendidikan “lebih tinggi”, apakah kita akan mulai percaya bahwa waktu dan kebetulan adalah penjelasan yang sesungguhnya dari pekerjaan Allah yang luar biasa? (Pengakuan sepenuhnya: Saya kurang begitu paham akan pandangan Prof. Taylor untuk dapat mengetahui apakah ia sudah sampai ke titik “matang” yang mempercayai waktu dan kebetulan gantinya sama sekali tidak mempercayai isi buku Kejadian.)
a. Sukar bagi saya untuk mempercayai kalau Professor Taylor benar-benar meyakini bahwa geografis dan usia membuat perbedaan yang nyata dalam cara seseorang berpikir. Saya rasa ia sebenarnya sedang berbicara mengenai pendidikan yang lebih tinggi. Apakah seseorang yang bependidikan tinggi lebih cenderung untuk tidak mempercayai hasil karya Allah? (Tujuan saya adalah untuk mempertemukan kebenaran Allah yang kekal dengan kebenaran yang diakui secara ilmiah. Kalau Allahnya orang Kristen mempertaruhkan hakNya pada pengakuan atas PenciptaanNya dan Penebusan, logika mengatakan bahwa orang yang tidak mempercayai Allah perlu mencari allah lain yang menuntut pengakuan seperti itu.)
B. Lihat lagi Yesaya 40:26. Pemazmur mengatakan tidak satupun dari bintang yang hilang. Hilang? Bagaimana mungkin Anda kehilangan sebuah bintang? (Inilah suatu hal luarbiasa bagaimana alam semesta mengalami proses ekspansi. Bila ekspansi terlalu cepat, maka alam semesta akan meledak berkeping-keping. Bila ekspansi terlalu lambat, gaya tarik bumi akan lebih kuat dan alam semesta akan mengecil dan lebur. Allah secara tepat mengatur alam semesta.)
C. Baca Mazmur 139:1-4. Allah mengurusi alam semesta. Allah mengurusi bangsa-bangsa dan penguasa-penguasa. Apakah Ia ada waktu untuk Anda? Apakah Ia memiliki kapasitas untuk perdulu pada kehidupan Anda (saya) yang kecil? (Pemazmur mengatakan kepada kita Allah tahu segala sesuatunya mengenai hidup saya.)
D. Sahabat, apakah Anda perlu memperluas cara berpikirmu mengenai Allah? Apakah Anda perlu memperluas pandanganmu mengenai kasihNya untukmu? Hanya karena kita dapat melakukan penelitian di sebuah batu, dan dengan kemampuan mental yang terbatas meninggikan kebenaran yang berlawanan dengan ajaran sederhana di Alkitab adalah kepongahan yang paling tinggi. Maukah Anda hari ini memutuskan untuk bertobat dan memberikan Allah tempat yang sepantasNya di alam semesta yang Ia ciptakan?
IV. Minggu depan: Krisis Universal: Pemberontakan Terhadap Pemerintahan Allah