“Ini Aku,
Utuslah Aku”: Nabi Yesaya
(Daniel
1 & 2)
Agen-agen Pengharapan: Pelajaran 13
Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh
Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru
©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban
terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis
atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran
ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan:
Apakah saudara menyukai perubahan? Kebanyakan orang tidak suka perubahan karena
perubahan membawa ketidak-pastian. Sekarang ini saya sementara menambahkan
perubahan dalam hidup saya. Saya telah tinggal di rumah yang sama selama lebih
dari 25 tahun. Namun sekarang saya menyewa rumah di kota yang baru dan
perlahan-lahan mulai pindah ke kota tersebut. Saya telah bekerja di tempat yang
sama selama lebih dari 32 tahun. Namun sekarang saya menghabiskan setengah dari
waktu saya untuk mengajar di sekolah hukum. Selama 28 tahun saya telah menjadi
anggota di gereja yang sama. Namun perlahan-lahan saya pindah ke gereja baru di
kota yang baru. Saya telah menikahi wanita yang sama selama 34 tahun dan saya
bertujuan untuk tidak mengadakan perubahan di sini! Perubahan menimbulkan rasa
was-was. Menjadi misionaris boleh jadi menuntut perubahan dalam hidup saudara. Pekan ini pelajaran kita
dimulaikan dengan perubahan kepemimpinan. Mari selami pelajaran kita tentang
Yesaya!
- Raja Uzia Wafat
- Baca Yesaya 6:1-3. Uzia
telah menjadi raja selama lebih dari 50 tahun. Menurut saudara bagaimana
kira-kira perasaan orang banyak saat beliau wafat.
- Karena Uzia pada dasarnya
adalah raja yang baik, menurut saudara bagaimana kira-kira perasaan Yesaya
menghadapi kematian sang raja?
- Menurut saudara mengapa
Allah memberikan penglihatan ini kepada Yesaya pada tahun wafatnya Raja
Uzia? (Kita menginginkan seorang pemimpin yang memikirkan kepentingan
kita. Kita menginginkan penguasa yang senang kepada kita. Allah
menunjukkan kepada Yesaya bahwa sekalipun Uzia telah wafat Allah tetap
berada di tahta-Nya dan memegang tampuk pimpinan.)
- Apa yang ditunjukkan oleh
penglihatan ini kepada kita mengenai Allah? (Ia ingin menenteramkan
pengikut-pengikutNya. Ia ingin saudara menaruh percaya kepadaNya.)
- Manusia Celaka!
- Baca kembali Yesaya 6:2.
Perhatikan sejenak malaikat-malaikat ini. Oh ya, ini adalah satu-satu
saat di mana “serafim” disebutkan di dalam Alkitab.
- Kata “seraf” artinya
“membakar.” Menurut saudara bagaimanakah rupa malaikat-malaikat ini?
- Bagaimanakah
serafim-serafim ini menggunakan sayap mereka? (Dua sayap untuk menutupi
wajah, dua untuk menutupi kaki (atau tubuh bagian bawah) dan dua lagi
untuk terbang.)
- Kira-kira mengapa
malaikat-malaikat ini menggunakan sayap mereka dengan cara seperti itu?
(Mereka ada di hadirat Allah. Mereka menudungi wajah mereka karena
Allah suci. Mereka menutupi kaki mereka untuk menunjukkan rasa hormat. Tubuh
mereka ditutupi dari pandangan Allah. Mereka perlu dua sayap agar bisa
tetap terbang!)
- Baca Yesaya 6:3-4. Jika
saudara merasa cemas berada di tengah-tengah asap, saudara perlu
jauh-jauh dari hadirat Allah! Serius, mengapa kekuatan fisik muncul
bersamaan dengan pekabaran dari malaikat-malaikat ini?
- Mengapa kaabah tersebut
diliputi asap? (Baca Keluaran 19:18. Ini menyatakan bahwa “asap” yang
mengitari Allah adalah hasil dari api dikendarai Allah. Asap ini disebut
“awan Shekinah” dan sering dihubungkan dengan Allah. Lihat misalnya 1
Raja-raja 8:10 dan Yehezkiel 10:4.)
- Kira-kira mengapa Allah dan
malaikat-malaikat tampak seperti terbakar? Ini memberi kesan seperti
gambaran tentang neraka! (Jika saudara memperhatikan Bilangan 31:21-23
kita dapati bahwa api dan air merupakan sarana yang Allah gunakan untuk
menyucikan suatu benda. Berdasarkan hal tersebut, kemunculan Allah yang
menyala-nyala melambangkan sumber pemurnian.)
- Lantas mengapa dalam Wahyu
20:9-10 digambarkan bahwa Iblis dibakar? (Kenajisan yang sesungguhnya
bertemu dengan kemurnian yang sesungguhnya. Nyala api Allah menghanguskan
kenajisan dosa.)
- Saudara-saudara yang lebih
berorientasi kepada ilmu pengetahuan bisa membuktikan – bukankah
asap merupakan bukti dari perubahan energi dari bentuk yang satu ke
bentuk lainnya? Jika demikian, ini bisa jadi menjadi bukti adanya energi
yang menyelubungi Allah. Energi, kemurnian, kuasa: itulah Allah kita! Di
saat perubahan terjadi, Allah tetap menjadi kekuatan alam semesta.
- Apakah perkataan
malaikat-malaikat tersebut dalam Yesaya 6:3 kuasanya tidak sebesar
perkataan yang disampaikan dalam Yesaya 6:4? (Gambaran keseluruhan dalam
Yesaya 6 menyampaikan kesan tentang kuasa. Malaikat-malaikat yang
berkilauan (ingat, mereka tampak seperti api) menutupi wajah mereka,
mereka terus-menerus memuji Allah, dan saudara dapat merasakan kuasa dari
kehadiran Allah dan malaikat-malaikat ini. Mereka mengatakan bahwa Allah
itu suci dan kuasanya memenuhi seluruh bumi.)
- Apakah saudara merasakan
adanya kuasa dalam perbaktian di gereja saudara?
- Baca Yesaya 6:5. Bagaimana
Yesaya bereaksi terhadap kehadiran Allah?
- Bagaimanakah hal ini
membawa ketenteraman di kala terjadi perubahan?
- Mengapa Yesaya berbicara
tentang bibirnya? Jika saudara berhadapan dengan orang penting bukankah
saudara lebih memperhatikan apa rambut sudah disisir dan pakaian sudah
rapi dan bersih? (Pada Yesaya, nabi tersebut, ada pekabaran bagi umat
Allah. Yang ia tekankan adalah bahwa ia tidak layak untuk membawakan
pekabaran ini. Kebutuhannya yang pertama adalah agar dosanya diampuni.)
- Baca Yesaya 6:6-7. Apa yang
dilambangkan oleh bara tersebut? (Ingat bahwa Yesaya 6:1 dan 6:4
mengatakan bahwa Allah, serafim-serafim dan Yesaya kesemuanya berada
dalam kaabah tersebut dalam khayal ini. Bara ini diambil dari mezbah
– tempat dosa ditebus. Bara tersebut dibubuhkan di tempat yang
menurut Yesaya paling membutuhkannya.)
- Baca Kisah 2:3-4. Bibir
Yesaya disentuh oleh bara yang menyala. Lidah api turuh ke atas
rasul-rasul. Pola apa yang saudara lihat di sini?
- Pelajaran apa yang saudara
temukan? (Alat yang digunakan untuk penginjilan dikuduskan oleh api
Allah.)
- Pekabaran apa yang saudara
dapatkan dari pengakuan Yesaya akan ketidak-layakannya dan meminta agar
perkataannya disucikan sebelum ia memulaikan misinya? (Jika saudara
ingin terlibat dalam suatu misi pertama-tama saudara perlu mengaku dosa dan
meminta berkat Allah. Kuasa dan kemurnian Allah perlu dicurahkan ke atas
saudara. Bagaimana mungkin saudara mengajak orang lain bertobat kalau
saudara sendiri tidak bertobat?)
- Relawan
- Baca Yesaya 6:8. Mengapa
Allah menanyakan siapa yang mau menjadi relawan sementara Yesaya ada
bersama-Nya? (Ini menegaskan gagasan bahwa Allah tidak memaksa kita untuk
menjadi misionaris-Nya. Ia meminta kita menjadi relawan bagi
pekerjaan-Nya.)
- Frasa “...siapakah yang mau
pergi untuk Aku?” dalam versi
KJV disebutkan sebagai “…who will
go for us?” […siapakah
yang akan pergi untuk kami?]. Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari
menyebutkan “…Siapa akan menjadi pembawa berita kita?” (Perhatikan bahwa serafim-serafim tersebut
menyebutkan “Kudus” sebanyak tiga kali. Penyebutan kata “us” [kami] dan pengulangan kata
“Kudus” mengartikan Trinitas.)
- Berapa banyak relawan yang
Allah perlukan? (Tampaknya ia memanggil satu orang. “Siapakah” yang akan
Kuutus?)
- Pekabaran
- Baca Yesaya 6:9-10. Pada
Yesaya kini ada penugasan baru dari Allah. Masalah besar apakah yang
Allah dapati di sini?
- Apakah Yesaya merupakan
orang pertama yang mengutarakan masalah tersebut kepada orang banyak?
Apakah masalahnya karena mereka sebelumnya belum pernah mendengar
pekabaran dari Allah? (Intinya adalah mereka perlu membersihkan telinga,
membuka mata dan melembutkan hati.)
- Tugas utama kita kita
adalah “Mengabarkan Injil” agar seluruh dunia mendengar pekabaran
tentang Yesus. Halangan apa dalam tugas kita yang dinyatakan dalam ayat
9 dan 10? (Bukanlah semata-mata mendengarkan firman tersebut, tapi
memahaminya. Kita perlu melakukan pekerjaan di ladang di antara
orang-orang yang sudah “tahu” juga bagi orang-orang yang belum pernah
mendengar kabar tersebut.)
- Baca Yesaya 6:11-12. Berapa
lama waktunya?
- Tampaknya yang Yesaya
tanyakan adalah, “Apa yang perlu dilakukan agar orang banyak selain mendengar
juga mengerti?
- Apa jawabannya?
(Malapetaka akan membuat mereka menaruh perhatian kepada Allah.
Bank-bank di Amerika Serikat sekarang ini sedang mengalami
kebangkrutan. Ini merupakan kabar buruk dalam sejarah.)
- Baca Yesaya 6:13. Ayat ini
mengandung kabar buruk juga kabar baik. Apa kabar buruknya? (Bahwa
sekalipun yang tersisa hanyalah 10% dari mereka, orang-orang yang
bertahan ini akan dihajar untuk kedua kalinya. Keadaan akan menjadi
semakin buruk.)
- Apa kabar baiknya? (Bahwa
dari “tunggul” yang tersisa akan tumbuh tunas yang kudus.)
- Apakah kita sementara
menghadapi perubahan di dunia ini? Masalah yang serius? (Dunia sedang
mengalami hal-hal buruk. Problema yang terjadi dalam sistem keuangan
Amerika tampaknya merupakan masalah paling buruk seumur hidup saya. Saya
melihat bahwa negara-negara yang lain juga mengalami masalah serius.
Pekan lalu saya dengar seorang ahli menceritakan bagaimana Presiden Iran
menyatakan di hadapan umum bahwa ia adalah “Yohanes Pembaptis” zaman
modern yang akan mengantarkan Mahdi, yang menjadi pembebas Islam. Sang
Mahdi akan datang di saat terjadi konfilk besar di Timur Tengah. Ingat,
Iran sementara membuat senjata nuklir dan telah mengatakan niatnya untuk
membasmi Israel. Israel memiliki sejarah dengan tindakan pegebomannya terhadap
pabrik-pabrik nuklir negara tetangga yang membawa masalah bagi mereka.
Benar-benar merupakan suatu resep untuk memperoleh kesukaran yang
sesungguhnya!)
- Semangat apa yang saudara
temukan dalam pelajaran ini manakala saudara mengalami hal-hal yang
buruk, manakala terjadi perubahan? (Seluruh pelajaran kita pekan ini,
mulai dari Allah yang menyala-nyala, kemudian bara yang ditempelkan ke
bibir sampai kepada binasanya orang-orang yang tidak memperhatikan,
merupakan suatu gambaran. Allah kita berkuasa dan Ia akan membersihkan kita
dari dosa. Panas, tekanan dan api membakar habis kenajisan dan
memunculkan kemurnian. Allah menggunakan perubahan untuk menjadikan kita
orang yang lebih baik dan menolong kita untuk menjadi utusan-Nya untuk
membawa perubahan kepada orang lain.)
- Sobat, bagaimana dengan
engkau. Apakah engkau bersedia dimurnikan agar engkau dapat menjadi
utusan Allah? Apakah engkau bersedia menjawab panggilan Allah untuk
membagikan firmanNya? Apakah engkau bersedia menyongsong perubahan dan
perubahan yang akan membuatmu menjadi misionari yang lebih baik?
- Pekan depan kita akan
mulaikan seri pelajaran baru tentang “Penebusan dan Salib Kristus.”