Dikaruniai Untuk Melayani: Filipus
(Kisah 6 & 8)
Pelajaran 12
Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Hetty Simatupang. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Bagaimana Anda membereskan masalah di gereja? Apakah dengan rencana-rencana hebat atau orang yang dikaruniai? Bila Anda harus memilih, mana yang lebih penting? Minggu ini kita mempelajari seseorang yang menjadi bagian dari penyelesaian salah satu masalah paling pelik pada masa gereja yang mula-mula. Dia berhasil dalam pelayanannya di gereja karena Tuhan menjadikan dia seorang penginjil yang berkuasa. Mari kita masuki pelajaran mengenai Pilipus dan mencari tahu mengenai hidup yang ideal dalam melayani untuk Tuhan.
I.
Diakon Filipus?
A. Baca Kisah 6:1. Anggaplah Anda saya datangi dengan masalah ini. Apakah dugaan pertama Anda sebagai sumber dari masalah dan bagaimana menyeselaikannya?
1. Apakah pertama-tama Anda mencari tahu kalau tuduhan itu benar?
a. Apa dampaknya kalau tuduhan itu benar? Atau, apakah persepsi lebih penting?
2. Karena mereka menyebutkan perbedaan budaya, reaksi pertama saya adalah ini kasus diskriminasi berdasarkan perbedaan budaya. Apakah penyelesaiannya dengan member penataran atau dengan mengganti pegawai jemaat?
a. Mari kita telusuri dalam pikiran kita. Anggaplah kita mulai memecahkan masalah dengan menentukan apakah petugas yang membagikan makanan memang melakukan tindak diskriminasi atau apakah mereka yang menyampaikan keluhan melakukan kesalahan dengan tuduhan diskriminasi palsu. Yang manapun itu, satu pihak menunjukkan bahwa mereka melakukan tindak diskriminasi berdasarkan etnis. Ketika Anda menemukan siapa yang salah, apa yang akan Anda hadapi? (Satu sisi akan menjadi tidak senang dan mungkin menuduh perlakuan diskriminasi lagi!)
B. Baca Kisah 6:2-4. Bagaimana tua-tua jemaat di jaman mula-mula mengatasi masalah? (Mereka beranggapan masalah timbul karena tidak cukup memberi perhatian. Mereka tidak mencari kesalahan. Mereka tidak berbantah dengan orang-orang yang mengeluh. Mereka tidak mengatakan masih banyak hal lebih penting yang perlu ditangani. Tidak seorangpun bersikap tidak peka budaya.)
1. Bagaimana kalau masalahnya adalah diskriminasi budaya?
(Apapun yang menjadi sumber masalah, sikap ini akan menyelesaikannya.)
2. Apakah mereka membentuk panitia untuk mengurus masalah?
C. Baca Kisah 6:5-6. Apakah yang Anda perhatikan dari nama-nama diakon yang baru? (Hampir semua memiliki nama Yunani.)
1. Apa yang Anda simpulkan dari hal ini? (Para rasul menolak untuk mengakui ada tindakan diskriminasi yang disengaja terhadap orang Yahudi Yunani. Tetapi, ketika jemaat memilih diakon-diakon baru, yang dipilih hampir semua Yahudi Yunani.)
a. Dalam menangani masalah pelik ini pelajaran apa yang kita dapat gunakan untuk kegiatan pelayanan sekarang ini?
b. Kalau kita kembali ke bagian pendahuluan, yang mana ternyata menjadi terpenting: rencana-rencana hebat atau orang yang dikaruniai? (Kedua-duanya sama penting. Ini bukanlah memilih mana yang terbaik.)
D. Lihat kembali pada Kisa 6:3. Pelajaran kita minggu ini mengenai Filipus. Apa yang Anda pelajari mengenai orang ini dari pendahuluan kita? (Bahwa ia “dipenuhi Roh dan hikmat.”)
II. Filipus Sang Penyembuh
A. Baca Kisah 8:1-5. Apa yang terjadi terhadap jemaat di Yerusalem? Apa yang terjadi terhadap Filipus? Apakah ia sekarang kehilangan pekerjaan? (Dengan adanya penganiayaan, pemimpin-pemimpin dan anggota-anggota jemaat melarikan diri ke kota-kota lain. Filipus pergi ke sebuah kota di Samaria. Ia sekarang tidak lagi mengurusi tugas pembagian makanan.)
1. Ingat pelajaran kita dua minggu lalu (Pelajaran 10) mengenai Yesus bertemu dengan wanita Samaria di sumur? Mengapa Filipus memilih untuk pergi ke Samaria? (Dapat dipastikan penguasa Yahudi memiliki pengaruh kecil disini. Yesus membuka ladang pengabaran injil kepada orang-orang Samaria.)
B. Baca Kisah 8:6-8. Jabatan diakon mempunyai makna berbeda di jemaat-jemaat yang berlainan. Dalam kasus Filipus apa maknanya? (Ia melakukan mujizat-mujizat yang membawa “sukacita dalam kota itu.”)
1. Apa hubungan antara mujizat-mujizat dengan pekabaran?
(Membuat orang “memperhatikan dengan seksama.”)
a. Pelajaran apa yang kita dapatkan disini atau dalam kegiatan pelayanan kita sekarang?
C. Baca Kisah 8:9-11. Kalau Anda seorang pengamat dari luar, apa kesamaan Simon dengan Filipus? (Ia melakukan hal-hal luarbiasa. Orang-orang memberikan dia perhatian mereka.)
1. Dimana ketidaksamaan Filipus dan Simon? (Simon membanggakan kehebatan dirinya. Ia adalah “Kuasa yang Besar.” Filipus memberi kemuliaan kepada Allah. )
2. Baca Markus 16:20 dan Kisah 14:3. Ayat-ayat ini mengatakan pekabaran injil “diteguhkan” dengan mujizat-mujizat. Perhatikan sumber kuasa yang berbeda bagi Simon dan Filipus. Bagaimana anda dapat mengetahui sumber kuasa bila hasilnya kelihatan mirip?
a. Apakah ilmu sihir diteguhkan dengan hasil kerja Simon yang luar biasa?
(Baca Matius 7:22-23. Melakukan hal-hal luarbiasa bukanlah ujian kebenaran.)
3. Baca 2 Tesalonika 2:9-12. Bagaimana dikatakan disini kita dapat membedakan yang benar dari yang salah? (Kita harus melihat pekabaran dari pelaku mujizat. Pekabaran Simon adalah kuasa dan kemuliaan diri.)
D. Baca Kisah 8:12-13. Apa yang menarik Simon pada pekabaran injil? (Ia terpesona oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat.)
E. Mari kita lompat lebih jauh ke Kisah 8:18-23. Tunggu dulu! Ini adalah orang yang baru dibaptis oleh Filipus. Bagaimana Petrus dapat mengatakan hati Simon “tidak lurus” dan “hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan."
E.
1. Apakah ada pelajaran di sini bagi kegiatan pelayanan kita? (Baca Kisah 8:24. Simon datang ke dalam jemaat dengan “maksud-maksud salah.” Hatinya belum lurus, meskipun ia telah dibaptis. Reaksinya terhadap Petrus disebabkan rasa takut. Tetapi saya percaya ia menuju jalan kebenaran. Orang yang mau dibaptis harus dibaptis. Kita tidak perlu menunggu sampai mereka sempurna!)
III. Roh Kudus
A. Mari kita kembali ke ayat-ayat yang kita lewati tadi. Baca Kisah 8:14-16. Bagaimanakah Filipus, seseorang yang melakukan mujizat-mujizat besar dan dirinya (Kisah 6:3) “penuh” dengan Roh Kudus, membaptiskan tanpa Roh Kudus? Apakah ini semacam kegagalan teknis pada diri Filipus? Apakah ia lupa sebagian dari pekabaran yang diperlukan karena ia baru dalam hal ini?
1. Lihat kembali di Kisah 8:15-16. Langkah pertama dalam menerima Roh Kudus adalah berdoa meminta Roh Kudus.
B. Baca Kisah 8:17. Langkah tambahan apa yang kita lihat?
C. Baca Kisah 9:17. Prosedur apa yang dilakukan agar Saulus dipenuhi oleh Roh Kudus? (Dalam kedua kasus kita lihat dengan menumpangkan tangan di atas orang adalah metode dimana Roh Kudus diberikan.)
D. Baca Kisah 10:44-47. Bagaimana kelompok ini menerima Roh Kudus? Apakah sebelum atau sesudah baptisan? (Terjadi sebelum baptisan!)
E. Apakah ayat-ayat ini ajarkan kepada kita mengenai menerima Roh Kudus? (Sudah jelas sesuatu yang terpisah dari baptisan. Datang dengan berbagai cara. Tetapi dengan jelas terlihat pada orang percaya. Dalam Kisah 8:14-16 dengan nyata Roh Kudus tidak datang kepada orang-orang percaya.)
1. Apa yang diajarkan di sini mengenai usaha kita dalam mengabarkan injil? (Kita perlu berdoa agar Roh Kudus turun bagi mereka yang kita baptiskan.)
IV. Orang Etiopia
A. Baca Kisah 8:26-29. Apakah anda mau memiliki hubungan dengan Tuhan dimana Ia menunjukkan jalan tertentu dan mobil tertentu untuk dihubungi? Apakah hubungan yang seperti itu memungkinkan sekarang ini?
1. Kita selalu tertarik untuk membawa anggota baru yang berpengaruh. Betapa pentingnyakah orang Etiopia ini? (Ia adalah bendahara negara. Kalau ini di Amerika, ia adalah Menteri Keuangan.)
a. Apa yang diceritakan di sini mengenai hubungannya dengan Ratu Etiopia? (Anda mendapatkan seorang yang paling dapat dipercaya untuk bertanggung jawab atas uang Anda!)
2. Apalagi yang kita ketahui mengenai orang Etiopia ini? (Ia tertarik akan hal-hal rohani. Ia bukan saja ke Yerusalem untuk beribadah, tetapi ia membaca Alkitab dalam perjalanan pulang ke rumah.)
B. Baca Kisah 8:30-31. Apa saja yang kita pelajari mengenai minat Tuhan dalam urusan manusia? (Ia mempertemukan Filipus dan orang Etiopia itu tepat di saat orang Etiopia itu menemui kesulitan memahami Alkitab!)
C. Baca Kisah 8:32-34. Bila Anda ingin menobatkan seorang Yahudi, dengan ayat Perjanjian Lama yang mana Anda akan mulai? (Tuhan sudah mengatur agar orang Etiopia itu membaca ayat tepat dimana Yesus dikatakan sebagai Mesias.)
D. Baca Kisah 8:35-38. Bagaimana Filipus memulai pengabaran injilnya dengan orang ini? (Ia menurut tuntunan Roh Kudus. Ia menjawab pertanyaan yang diberikan. Ia tidak memulai dengan khotbah kesaksian yang “dipersiapkan”.)
E. Baca Kisah 8:39-40. Apakah Anda mau menghidupkan kehidupan di dalam Roh seperti Filipus?
F. Sahabat, bila Anda mau hidup di dalam Roh, mengapa tidak minta kepada Tuhan sekarang juga untuk memakai anda?
V. Minggu depan: “"Ini aku! Utuslah aku:" Nabi Yesaya