Misi di Negeri Kafir:
Daniel dan Sahabat-sahabatnya
(Daniel 1 & 2)
Agen-agen Pengharapan: Pelajaran 11
Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh
Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan
Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban
terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis
atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran
ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan:
Apakah saudara pernah mengira bahwa kehidupan ini sudah tiba pada kesudahan? Pemikiran seperti ini
melintasi benak saya pada pagi hari tanggal 11 September 2001. Saat itu saya
sedang berada di daerah Washington, DC dan Pentagon dihantam bom. Begitulah
dugaan kami saat itu. Tahun lalu saya mendengarkan seorang muda dari Rwanda
yang bercerita bahwa ia kehilangan keluarganya dan harus lari dari negaranya supaya
terhindar dari pemusnahan etnis. Pekan ini kita akan menengok Daniel, yang
kehidupannya porak-poranda oleh karena bangsa Babel telah menaklukkan
negerinya. Lain cerita kalau saudara berusaha mempertobatkan orang lain saat
situasi sekeliling saudara berada dalam keadaan normal. Bagaimana kalau menjadi
misionari manakala segala sesuatu di sekeliling saudara telah berubah? Mari
selami kehidupan Daniel dan temukan jawabnya!
- Kesudahan?
- Baca Daniel 1:1-2. Apakah
makna paling utama dari Yerusalem sebagai ibukota? (Sebagai pusat peribadatan. Di sana terdapat
kaabah Allah yang dipersiapkan oleh Raja Daud dan dibangun oleh Raja
Salomo.)
- Apakah yang terjadi dengan
Yerusalem dan kaabah tersebut?
- Apakah Allah Yehuda telah
dikalahkan oleh dewa Babilon? (Daniel 1:2 mengatakan “Tuhan” mengijinkan
hal ini terjadi. Allah yang sejati mengawasi kekalahan umat-Nya dan
kaabah-Nya.
- Tempatkan diri saudara di
sana. Negeri saudara diserang dan ditaklukkan. Allah saudara tampaknya
sudah dikalahkan dan kaabahNya – tempat keberadaanNya –
dirampok dan tak lama sesudahnya dimusnahkan. Bagaimanakah firasat
saudara tentang masa depan?
- Baca Daniel 1:3-4 dan Daniel
1:6. Apa yang kita ketahui tentang Daniel dan ketiga sahabatnya? (Mereka
yang terbaik dan paling cerdas. Mereka berasal dari kalangan “atas.”)
- Masa depan seperti apa yang
dulu mereka miliki di Yehuda? (Mereka akan menjad pemimpin di masa
depan.)
- Apa yang hilang dari
mereka? (Segalanya – tampaknya begitu.)
- Baca Daniel 1:5. Masa depan
seperti apa yang kini mereka punyai?
- Apa masalah yang saudara
temukan dengan menjadi utusan dari negeri penjajah?
- Baca Daniel 1:7. Saya ingin
saudara memperhatikan perubahan dalam nama-nama ini:
- Daniel “Allah adalah
Hakimku” menjadi Beltzasar “Putera Raja Bel.”
- Hananya “yang dikasihi
Yahweh” menjadi Sadrakh “disinari oleh dewa Matahari.”
- Misael “siapakah yang
setara dengan Allah?” menjadi Mesakh “rendah hati di hadapan dewaku.”
- Azarya “Yahwe telah
menolong” menjadi Abednego “Hamba Nebo.” (Nebo adalah putera dari Bel.)
- Apakah maksud dari
nama-nama asli mereka? (Untuk memuliakan Allah.)
- Apakah maksud dari
perubahan nama ini? (Manakala nama saudara mengandung suatu arti,
saudara akan dipersamakan dengan arti tersebut. Bangsa Babel memberi
keempat anak muda Ibrani ini nama-nama yang menunjukkan kemenangan
dewa-dewa Babel atas Yahweh. Mereka setiap hari akan diingatkan akan
hal ini – dan akan tujuan hidup mereka yang baru. Tujuannya
adalah untuk mencetak orang-orang muda ini menjadi pemimpin Babel,
hamba dari Bel, dewa orang Babel.)
- Ujian Awal
- Baca Daniel 1:8. Mengapa
Daniel memilih sayur-sayuran? (Ini bukan soal “daging vs sayuran.”
Beberapa ulasan mengemukakan bahwa masalahnya adalah menyantap hidangan
yang telah dipersembahkan kepada berhala. Saya yakin masalah utamanya
bukanlah karena dagingnya “haram” (Imamat 11) dan dipersiapkan dengan
tidak selayaknya (Ulangan 12:21-25, tidak boleh ada darah di dalam
dagingnya). Ini menjelaskan mengapa Daniel menyebut “dinajiskan” oleh
makanan raja.)
- Haruskah hal ini menjadi
perkara yang penting bagi Daniel? Akankah hal ini menjadi perkara yang
penting bagi saudara? (Baca Yehezkiel 4:13. Allah telah memprediksi
bahwa salah satu keputusanNya atas umatNya adalah bahwa mereka akan
menjadi orang buangan dan menyantap makanan yang najis di tanah
pengasingan. Daniel percaya bahwa ini merupakan ujian atas kesetiaannya
kepada Allah.)
- Baca Daniel 1:9-10.
Bagaimanakah reaksi pemimpin pegawai istana atas permintaan Daniel bahwa
mereka hanya akan makan sayur dan minum air? (Ia menaruh simpati, tapi
menguatirkan kesehatan mereka.)
- Mengapa ia menaruh simpati?
(Allah turut campur tangan untuk Daniel!)
- Baca Daniel 1:11-13. Sikap
apa yang Daniel tunjukkan kepada orang Babel yang menawannya?
- Pelajaran apakah yang
saudara dapatkan di sini tentang saat-saat manakala saudara berhadapan
dengan masalah kebebasan beragama? (Saya memiliki klien yang beranggapan
bahwa “meninju” hidung “lawan” merupakan bagian dari kesaksian mereka.
Daniel menunjukkan sikap yang benar-benar berlawanan. Kecerdasan emosi
yang berbasis Alkitab mengharuskan kitta menunjukkan sikap santun dan
sedapat mungkin tidak menunjukkan perlawanan. Tanpa caci maki. Tanpa
celaan.)
- Apakah Allah juga diuji di
sini? Dengan situasi seperti itu apakah saudara akan menguji Allah?
- Baca Daniel 1:14. Menurut
saudara apakah pegawai Babel tersebut paham akan latar belakang agama
dari penolakan Daniel akan makanan yang dihidangkan? (Tidak. Jika ia
tahu, Daniel akan dibunuh. Seluruh pelatihan ini dimaksudkan untuk
menggantikan keyakinan agama yang lama dengan aturan agama yang baru. Ini
bukanlah soal gizi, tapi ujian kesetiaan. Daniel menantang aturan baru
dengan kesetiaannya kepada Allah.)
- Baca Daniel 1:15-16. Apakah
ini menjadi bukti bahwa pola makan vegetarian membuat saudara lebih sehat
dan berpenampilan lebih baik? (Semoga! Saya telah menjadi vegetarian
selama lebih dari 45 tahun. Sayangnya, saya beranggapan bahwa saya harus
menunggu sampai Kedatangan yang Kedua baru saya mendapatkan “penampilan
baru.” Tak pelak lagi, Allah turut campur tangan dan kesetiaan Daniel
dianugerahi mujizat.)
- Coba kita mundur sejenak.
Allah mengijinkan hancurnya bangsa mereka, rumah mereka, tempat ibadah
mereka, dan jalan hidup mereka. Namun Allah yang sama mengadakan mujizat
kecil dalam tampilan mereka yang sehat. Bagaimanakah saudara menjelaskan
soal Allah yang berhasil dalam hal yang tidak penting dan “gagal” dalam
hal yang penting? (Allah senantiasa konsisten kalau kita melihat gambaran
besarnya. Ketidak-setiaan pemimpin Ibrani dalam hal-hal yang besar
menyebabkan “kegagalan” besar. Kesetiaan Daniel dalam hal-hal “kecil”
dalam hidupnya menyebabkan kemenangan “kecil.” Daniel terperangkap dalam
ketidak-setiaan yang lebih besar.)
- Apa pelajaran yang bisa
kita ambil bagi kehidupan kita?
- Baca Daniel 1:18-20. Apakah
buah dari orang-orang yang setia?
- Apa pendapat saudara
tentang hal mereka masih dalam penawanan?
- Seberapa pentingkah soal
bahwa Daniel dan sahabat-sahabatnya mengungguli semua orang Babel? (Dapatkah
saudara melihat arena pertempuran yang baru sekarang? Para pemimpin
Yehuda telah bersikap tidak setia, maka kota yang jahat mengalahkan kota
Allah. Ini jelas terlihat sebagai kekalahan bagi Allah sejati. Namun,
Allah kita kemudian menggunakan “umat yang sisa” yang setia dan melalui
mereka “mengalahkan” segenap pemimpin Babel dan jurubicara Bel.)
- Mimpi
- Baca Daniel 2:1-3. Pernahkah
saudara mendapatkan mimpi yang menyebabkan saudara tidak bisa tidur?
Pernahkan saudara beranggapan bahwa mimpi tersebut merupakan pesan dari
Allah?
- Menurut saudara mengapa
Nebukadnezar sangat terusik dengan mimpinya? (Para Raja paham kalau
mereka orang penting. Karenanya, mimpi mereka tentunya penting. Pula,
ini merupakan mimpi yang berulang terjadi. The New Bible Commentary mengatakan bahwa raja-raja Timur
Dekat zaman dahulu kala percaya bahwa dewa-dewa mereka memberikan pesan
lewat mimpi.)
- Para ahli apa yang
Nebukadnezar panggil untuk membenahi masalah mimpinya?
- Baca Ulangan 18:9-12. Apa
pendapat Allah tentang “ahli-ahli” seperti ini?
- Baca Daniel 2:4-7. Menurut
saudara mengapa Nebukadnezar menuntut agar para ahlinya memberitahukan
kepadanya detil dari mimpinya? (Nebukadnezar yakin bahwa mereka telah
mendustainya. Kalau mereka bisa mengetahui masa depan melalui mimpi,
tentunya merupakan perkara kecil untuk menggambarkan isi mimpinya. Ini
merupakan ujian baik untuk kejujuran mereka juga kesanggupan mereka untuk
menginterpretasikan dengan tepat mimpi tersebut.)
- Baca Daniel 2:10-11. Coba
analisa argumen yang diajukan oleh para ahili kepada Nebukadnezar. (1.Tak
seorang pun dapat melakukan hal ini. 2. Tidak seorang raja pun menanyakan
soal yang ia tanyakan. 3. Ia harus bertanya pada dewa – dan tidak
ada dewa di dekat-dekat situ.)
- Baca Daniel 2:12.
Bagaimanakah reaksi Nebukadnezar tatkala kepadanya diberitahukan bahwa ia
bertindak tidak masuk akal – bahwa tak sepantasnya seorang raja
menanyakan hal seperti itu?
- Ujian dan Kemenangan
- Baca Daniel 2:13-15. Bagaimana
reaksi saudara andai saudara mendengarkan titah raja tersebut? Apakah saudara
akan memberi respon secara “arif dan bijak?”
- Baca Daniel 2:16. Maukah
saudara pergi menghadap Nebukadnezar ketika itu? Apa yang akan terjadi
pada diri saudara?
- Baca Daniel 2:17-18.
Kelihatannya Raja memberikan waktu yang lebih panjang kepada Daniel.
Mengapa Daniel perlu meminta sahabat-sahabatnya untuk mendoakan ujian
ini? (Daniel tentunya percaya bahwa doa kelompok itu lebih baik.)
- Apakah saudara sepakat
bahwa doa kelompok itu lebih baik?
- Baca Matius 18:19-20. Menurut saudara
mengapa Allah menghendaki dua atau tiga orang baru Ia bisa hadir? (Arti
keseluruhan dari ayat-ayat ini adalah bahwa membahas suatu hal dengan orang
lain akan memberikan hasil yang lebih baik. Tidak disarankan untuk
mengajukan permintaan yang mementingkan diri kepada Allah.)
- Baca Daniel 2:19. Allah
lulus! Apakah yang Daniel lakukan setelah Allah menyingkap misteri
tersebut? (Ia memuji Allah – Daniel 2:20-23!)
- Timbang-timbang sejenak
doa-doa saudara. Bandingkah seberapa intens saudara berdoa meminta
pertolongan dengan seberapa intens saudara memuji Allah sesudahnya?
- Baca Daniel 2:25-26. Bagaimanakah
saudara akan menjawab Raja?
- Apa pendapat saudara
tentang perkataan Ariokh? (Ia tidak berbuat sesuatu pun – Daniel
yang datang menemuinya. Ariokh coba mendapatkan sebagian pujian atas
interpretasi mimpi tersebut.)
- Baca Daniel 2:27-28.
Perhatikan bahwa satu kali pun Daniel tidak menyebut-nyebut namanya. Ia tidak
mengatakan apa pun mengenai perannya dalam wahyu ini. Mengapa?
- Bandingkan hal ini dengan
“berjayanya” saudara dalam pekerjaan dan di gereja. Seberapa banyak
saudara menyebutkan peran saudara dalamnya?
- Baca Daniel 2:29-30.
Akhirnya Daniel menyinggung perannya. Pelajari kata-kata Daniel dalam
ayat-ayat ini. Bagaimanakah ia menjelaskan perannya, peran Raja dan peran
Allah dalam proses ini?
- Jika saudara mengganti Raja
Nebukadnezar dengan atasan saudara, dapatkah saudara belajar banyak dari
Daniel tentang cara menjadi misionari saat mengatasi masalah dalam
pekerjaan? (Jadilah bijak. Berdoa. Layangkan pujian kepada Allah.)
- Sobat, sanggupkan saudara
tetap setia kepada Allah di saat mana Ia tampaknya mengijinkan hal-hal
yang buruk terjadi dalam hidup saudara? Maukah saudara berketetapan untuk
menjadikan Daniel sebagai tokoh panutan?
- Pekan depan: Karunia untuk
Pelayanan: Filipus