Tokoh
Misi: Rasul Petrus
(Markus
16, Kisah 2 & 3)
Agen-agen
Pengharapan: Pelajaran 9
Copr.
2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi
Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia,
kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar
diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan
pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan:
Pekan lalu kita meninjau “tahun-tahun permulaan” pelayanan Petrus. Kegagalannya
untuk memahami adanya pengorbanan diri dalam pekerjaan penginjilan yang
menantinya telah digantikan dengan pemahaman akan misinya yang sesungguhnya dan
kemuliaan di masa depan yang menantinya di surga. Apa yang kita bisa pelajari
dari Petrus dewasa? Bagaimanakah kehidupan seorang Kristen dewasa? Ataukah
Petrus bukanlah contoh bagi kita karena ia dikaruniai wewenang khusus yang
tidak tersedia bagi kita? Mari selami pelajaran Alkitab kita dan temukan
jawabnya!
- Paus
Petrus?
- Baca
Matius 16:13-14. Banyak organisasi yang mempekerjakan “petugas klipping”
untuk mengumpulkan reportasi koran yang menyebutkan nama mereka. Mereka
ingin tahu bagaimana diri mereka digambarkan oleh media. Apakah Yesus
sementara meminta agar murid-muridNya melakukan pekerjaan yang serupa? Apa
yang menjadi motif Yesus? (Yesus mungkin saja ingin tahu apa persepsi
publik terhadap diriNya, namun sesungguhnya yang Ia ingin ketahui adalah
bagaimana pandangan murid-muridNya.)
- Baca
Matius 16:15-17. Pekan lalu kita membahas kegagalan Petrus dalam menerima
nasihat yang menyebabkan ia memiliki pandangan yang keliru akan peran
Yesus di atas bumi. (Lihat Matius 16:21-23) Apakah jawaban Petrus cocok
dengan pandanganya (yang keliru) tersebut? (Petrus mengira Yesus akan
mendirikan kerajaan di atas bumi dan apa yang Petrus ucapkan di sini
sejalan dengan pandangan tersebut.)
- Apakah
di sini Petrus menerima nasihat? (Matius 16:17 mengatakan Allah menyatakan
hal ini kepada Petrus. Ia menerima nasihat – setidaknya pada saat
tersebut.)
- Baca
Matius 16:18. Siapakah atau apakah batu ini? (Nama Petrus dalam bahasa
Gerika berarti karang atau batu. Yesus mengatakan “Engkau adalah karang
(atau batu) dan di atas batu ini aku sementara membangun jemaatku.”)
- Tampaknya
secara harfiah Yesus sementara membicarakan mengenai membangun jemaat di
atas Petrus. Menurut saudara begitukah yang Yesus maksudkan? (Strong
mengatakan bahwa kata Gerika untuk Petrus berarti “sebongkah batu”
sementara kata batu dalam ayat ini berarti “setumpuk batu.”)
- Baca
1 Korintus 10:3-4. Siapakah batu karang itu dalam ayat ini?
- Efesus
2:19-20. Siapakah atau apakah batu itu di sini?
- Baca
1 Petrus 2:7-8. Siapakah atau apakah batu itu di sini?
- Umat
Protestan berpendapat kalau batu dalam Matius 16:18 itu bukanlah Petrus.
Pekan lalu kita pelajari beberapa dari kegagalan Petrus. Akan tetapi,
karena ayat ini mengatakan bahwa Yesus akan mendirikan jemaat-Nya di atas
batu ini, apakah pernyataan ini akan mengesampingkan Petrus? (Menurut
saya kita akan kehilangan satu pelajaran penting kalau kita sepenuhnya
menolak klaim umat Katolik bahwa Petruslah batu itu dan “Paus Pertama.” Efesus 2:20
mengajarkan bahwa para rasul dan para nabi merupakan “fondasi” dan Yesus
menjadi Batu Penjuru Utama. Ini mengandung arti bahwa Yesuslah Batu
Karang itu, dan para rasul (termasuk Petrus) adalah batu-batu yang ada
dalam fondasi Jemaat. Pengakuan Petrus tentang Yesus sebagai Allah adalah
juga sebuah batu – karena pernyataan ini menjadi fondasi teologis jemaat.)
- Apakah di rumah saudara ada pintu gerbang? Pernahkah saudara
diserang oleh pintu gerbang? [Matius 16:18 dalam Alkitab Terjemahan lama
mengatakan “Maka Aku pun berkata kepadamu, bahwa engkau inilah Petrus,
dan di atas batu ini Aku akan membangunkan sidang-Ku; dan segala pintu
alam maut pun tiada akan dapat mengalahkan dia.”] Apakah yang Yesus
maksudkan alam Matius 16:18 bahwa pintu alam maut tidak akan mengalahkan
jemaat? (Saya senang dengan gambaran yang terkandung dalam kata ini.
Pintu gerbang tidak menyerang, tapi bertahan. Ini menggambarkan jemaat
yang menaklukkan kejahatan. Kejahatan menjadi pihak yang bertahan kalau
berhadapan dengan kebenaran.)
- Baca
Matius 16:19. Apakah yang saudara peroleh dengan adanya status “batu?” “Kunci” macam apa
yang diberikan kepada saudara? (Saudara memperoleh kunci surga.)
- Apakah
artinya? (Saya sangat tidak tahu pasti apa arti semua itu. Akan tetapi,
manakala kepada saya diberikan kunci mobil atau kunci rumah maka saya
yang memegang kendali. Saya bisa masuk dan menggunakannya. Saya dapat
mengijinkan orang masuk atau membiarkan mereka berada tetap di luar.
Menurut saya setidaknya mereka yang mengakui keilahian Yesus diberikan
akses menuju surga. Orang-orang yang ketika itu menjadi rasul dan yang
sekarang ini menjadi pemimpin gereja diberikan keistimewaan dan tanggung
jawab khusus untuk mengajak orang lain masuk ke dalam Kerajaan Surga.)
- Tatkala
Yesus mengatakan bahwa para rasul (dan pemimpin jemaat sekarang ini?)
akan “mengikat” dan “melepas”, apakah yang Ia maksudkan? (Baca Kisah
15:5-11. Di sini Petrus mengatakan bahwa orang bukan Yahudi yang telah
bertobat tidak harus mengikuti hukum Musa. Jika saudara lanjutkan dengan
Kisah 15:12-21 saudara akan dapati bahwa Yakobus menegaskan bahwa hanya
perkara-perkara yang disebutkan dalam Kisah 15:20 yang akan tetap
mengikat dari hukum upacara. Petrus dan jemaat di sini sementara “melepas”
perintah yang diberikan oleh Allah kepada Musa.)
- Kita
lihat dari peristiwa ini bahwa tampaknya Yakobus, bukan Petrus, yang
memaklumkan kata-kata penentuan. Baca Matius 18:15-18. Ini merupakan
perkataan Yesus kepada murid-muridNya (dan kemungkinan juga kepada
orang banyak yang mendengarkan). Apakah yang terkandung oleh konteks
ini tentang mengikat dan melepas? (Bahwa yang dibicarakan ini
menyangkut perselisihan di dalam jemaat.)
- Batu
Petrus
- Baca
Kisah 2:1-4 dan Kisah 2:14-16. Ayat-ayat ini menggambarkan hari pertama
Pentakosta setelah kebangkitan Yesus. Seberapa pentingkah Pentakosta bagi
jemaat mula-mula? (Inilah tempat di mana orang Yahudi yang berasal dari
(Kisah 2:5) “segala bangsa di bawah kolong langit” menyaksikan kuasa Roh
Kudus dan mendengar bahwa Yesus adalah Mesias!)
- Siapakah
pemimpin dari peristiwa ini? (Petrus!)
- Baca
Kisah 10:9-13 dan Kisah 10:16-18. Apa arti dari penglihatan Petrus? (Jika
saudara belum tahu cerita ini, baca seluruh Kisah 10. Arti dari kisah ini
adalah bahwa Petrus tidak boleh menyebut orang bukan Yahudi “haram” dan
mengelak untuk berbagi injil dengan mereka. Kornelius dan para utusannya
menjadi contoh spesifik untuk menerapkan hal ini.)
- Apa
yang ditambahkan oleh peristiwa ini pada riwayat hidup Petrus? (Petrus menjadi
orang pertama yang berkhotbah kepada orang Yahudi sedunia pada hari
Pentakosta. Jika kitab Kisah dituliskan secara kronologis, Petrus kini
merupakan pemimpin dalam pengabaran injil kepada orang bukan Yahudi.
Dalam Kisah 15:7 Petrus menegaskan hal ini dengan mengatakan bahwa orang
bukan Yahudi mendengar injil “dengan perantaraan mulutku.”)
- Baca
Kisah 2:42-43. Kegiatan baru apa yang dilakukan para rasul? (Mereka
mengadakan “banyak mujizat dan tanda.”)
- Mengapakah
kuasa ini hanya ada di kalangan rasul, bukan di kalangan anggota? Apakah hal ini merupakan
bagian dari wewenang untuk “mengikat dan melepas?”
- Baca Kisah 3:1-5. Jika saudaralah pengemis ini, apa yang saudara
harapkan?
- Baca
Kisah 3:6-8. Apa yang bertambah dalam riwayat hidup Petrus sekarang?
(Kisah 2:43 mengatakan bahwa banyak mujizat diadakan oleh para rasul,
namun Petruslah yang mengadakan mujizat pertama yang dicatat.)
- Tengok
kembali Kisah 3:6. Apakah Petrus mengadakan mujizat ini berdasarkan
otoritas yang diberikan kepadanya? (Tidak. Ia mengadakannya dalam nama
dan kuasa Yesus.)
- Apa
tepatnya yang Petrus miliki (ayat 6 “tapi apa yang kupunyai, kuberikan
kepadamu”) yang dia berikan kepada pengemis lumpuh ini?
- Apakah
Petrus sedang berbagi kuasa “mengikat dan melepas” yang ia miliki?
(Baca Markus 16:15-18. Adalah mudah untuk mengatakan bahwa Petrus (dan
rasul-rasul lainnya) memiliki kuasa khusus yang tidak ada pada umat percaya
lainnya. Namun perkataan Yesus dalam Markus 16:17-18 menunjukkan bahwa
kuasa tersebut tersedia bagi semua yang percaya. Petrus sementara berbagi
dengan pengemis tersebut imannya dan jalan menuju kepada kuasa Allah.)
- Kisah
5:15. Apakah cara ini membawa hasil? Baca 19:11-12. Apakah cara ini
membawa hasil? (Ayat pertama tidak mengatakan bahwa ada hasilnya, tapi
ayat kedua mengatakan bahwa cara tersebut berhasil. Dugaan saya adalah
bahwa jika menjamah saputangan Paulus bisa menyembuhkan maka bayangan
Petrus tentu cukup.)
- Sementara saudara menimbang-nimbang semua atribut Petrus ini,
apakah pantas kalau kita menyebutnya “batu”? Bagaimana dengan “Paus
Pertama?”
- Petrus
yang Goyah
- Baca
Galatia 2:8-10. Bagaimanakah keterlibatan Petrus dalam pengaturan tugas
dalam jemaat mula-mula? (Mereka membagi pekerjaan tersebut kepada
beberapa orang.)
- Baca Galatia 2:11-13. Mengapa Petrus mengubah kebiasaannya?
- Bagaimana mungkin seorang yang mendapatkan penglihatan tentang
binatang haram melakukan hal ini? Mengapa ia melakukan hal tersebut?
- Baca
Galatia 2:14-16. Bagaimanakah hubungan yang dijalin di meja makan menjadi
bagian dari “kebenaran injil?” (Kebenaran injil adalah bahwa injil itu
adalah untuk semua orang. Saya yakin Petrus bertindak seperti itu untuk
menghindarkan pertentangan dengan orang Kristen Yahudi yang diutus oleh
Yakobus.)
- Apakah
yang diajarkan oleh ayat ini tentang Petrus sang Batu? (Pemimpin gereja
sekalipun bisa saja salah. Orang-orang yang diberkati Allah untuk
membuka jalan bagi injil sekalipun bisa berbuat salah.)
- Sobat,
apakah engkau pernah berbuat salah dalam hidup Kristianimu? Apakah engkau
dapati bahwa setelah engkau menjadi seorang Kristen dewasa pun engkau
masih melakukan kesalahan? Cerita Petrus merupakan dorongan untuk semua
orang berdosa yang ingin mengikut Tuhan. Pekerjaan Petrus yang ajaib
merupakan contoh bagi semua orang yang ingin melakukan perkara-perkara
besar bagi Allah.
- Pekan
depan: Para Perempuan Pembawa Misi