Matius
10: Yesus dan Para Murid-Nya
(Matius
10)
Agen-agen
Pengharapan: Pelajaran 5
Copr.
2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi
Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia,
kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar
diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan
pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Seri
pelajaran kita sekarang ini tentang para misionaris besar berfokus pada hidup
dan langkah dari para misionaris ini. Tujuannya? Untuk menyimpulkan bagaimana
hidup dan langkah mereka diaplikasikan ke dalam hidup kita. Pelajaran kita
pekan ini dimulaikan dengan cara yang amat berbeda. Bukannya coba menyimpulkan
prinsip-prinsip tertentu dari teladan yang ditinggalkan oleh para misionaris,
Yesus langsung menyampaikan prinsip-prinsip tersebut kepada para muridNya.
Pertanyaan kita adalah apakah prinsip-prinsip yang sama ini berlaku dalam
pekerjaan misionari kita? Mari selami Alkitab dan pertimbangkan hal ini!
- Panggilan
- Baca
Matius 10:1. Perhatikan bahwa kedua belas orang ini dipanggil dan diberi
kuasa. Apakah saudara dipanggil oleh Yesus? (Baca Roma 8:28-30. Apakah
saudara ingin menyegerakan kedatangan Kerajaan Allah? Apakah dalam kasih
saudara menyambut kasih yang Yesus telah lebih dulu tunjukkan kepada
saudara tatkala Ia mati bagi dosa-dosa saudara?)
- Apabila
terpanggil apakah saudara juga secara otomatis diberi kuasa untuk
mengusir roh jahat dan menyembuhkan penyakit? (Dalam ayat tersebut jelas
bahwa kuasa untuk melakukan hal-hal ini merupakan hal yang terpisah.)
- Siapa
yang diberi kuasa untuk melakukan hal-hal ini? Saya sudah bertahun-tahun
berdoa bagi berbagai orang dan beragam persoalan medis yang mereka
hadapi. Namun saya belum pernah mengusir roh jahat atau mendapati
seseorang yang nyata-nyata dan seketika disembuhkan oleh doa saya
semata. Apakah saya tidak diberi kuasa untuk melakukan hal-hal tersebut?
(Baca Yohanes 14:11-14. Ayat-ayat ini mengatakan bahwa kalau saya
memiliki iman, saya diberikan kuasa untuk melakukan mujizat-mujizat ini.
Saya tidak tahu apakah saya yang kurang iman ataukah karena Allah belum
berkehendak menyembuhkan penyakit pada saat tersebut. Barangkali saya
tidak cukup memperhatikan apa yang Allah lakukan dalam menjawab doa
saya. Contohnya, bulan lalu saya berada di rumah sakit mendoakan seorang
yang berusia 85 tahun yang menjadi perokok seumur hidup. Ia akan
menjalani pengobatan jantung yang bisa membuat hidupnya berakhir.
Ternyata pembuluh darahnya sudah bersih. Apakah doa saya membersihkan
pembuluh darahnya, ataukah memang tidak ada lagi sumbatan dalam pembuluh
darahnya?)
- Perintah
- Baca
Matius 10:5-6. Apakah perintah ini berlaku bagi kita? (Baca Kisah 1:8.
Kita dapati bahwa sejalan dengan waktu sasaran yang akan dijangkau sudah
melebar.)
- Matius
10:7. Apakah ini yang menjadi pekabaran kita? Ataukah pekabaran ini
ditujukan hanya kepada orang Yahudi? (Jika saudara menengok Kisah 1:4-7,
pembicaraan antara Yesus dan para muridNya persis sebelum ia pergi ke
surga adalah tentang pemulihan kerajaan. Yesus tidak mengatakan bahwa ada
pekabaran baru yang perlu disampaikan kepada pendengar yang lebih luas.)
- Apakah “Kerajaan Surga” itu? Menurut saudara apa arti yang ada
dalam benak para murid manakala mereka menyebutkan “kerajaan” dalam
Kisah 1:6 (Para murid tak ayal beranggapan bahwa Yesus akan mendirikan
kerajaan di atas bumi. Bahasa dalam Kisah 1:6 tentang “memulihkan”
kerajaan “bagi Israel” menegaskan hal itu. Yesus merujuk kepada kerajaan
surga – suatu hal yang lain – paling tidak dalam jangka pendek.)
- Baca
Lukas 17:20-24. Kedatangan kerajaan tersebut tak pelak lagi menjadi
topik hangat pada zaman Yesus. Bagaimana Yesus menggambarkan Kerajaan
Allah? (Ia menggambarkannya dalam dua cara. Pertama, Ia mengatakan
kerajaan tersebut ada “di antara kamu.” Kedua, Ia menggambarkan bahwa
kerajaan tersebut akan datang seperti kilat yang memancar di seantero
langit. Yesus tidak saja ada bersama mereka (Ia membawa kerajaan yang
akan datang itu), namun Ia juga memberikan pemahaman akan kerajaan
tersebut kepada para murid. Bagaimanapun, akhirnya Yesus akan datang
kembali dan mengantarkan kita masuk ke dalam Kerajaan Surga.)
- Lantas
apa yang perlu saudara bicarakan kepada orang lain terkait pelaksanaan tugas
untuk memberitahukan orang lain (Matius 10:7) “Kerajaan Surga sudah
dekat?” (Keduanya.
Kerajaan yang ada di antara kita dan Kedatangan Kedua.)
- Matius
10:8. Bagaimanakah perintah tentang menyembuhkan orang sakit,
membangkitkan orang mati dan mengobati masalah medis ini dikaitkan dengan
pekabaran bahwa Kerajaan Surga sudah dekat? (Bukankah ini semua merupakan
solusi “kerajaan?” Dengan lenyapnya kematian, kesakitan, ratap tangis dan
kepedihan kita melihat Kerajaan Allah. Wahyu 21:3-4)
- Apakah
yang dibicarakan Matius 10:8 manakala dikatakan bahwa apa yang diterima
dengan cuma-cuma harus diberikan dengan cuma-cuma kepada orang lain? (Pekabaran
keselamatan dan tersedianya kuasa Roh Kudus. Kita tidak membayar untuk
memperoleh perkara-perkara ini, jadi mengapa kita tidak membagikannya
secara cuma-cuma kepada orang lain?)
- Baca
Matius 10:9-10. Bagaimanakah pekerjaan misionaris itu didanai? Haruskah
saudara menanggung pengeluaran saudara? (Tidak. Saudara harus dibayar
untuk melakukan hal ini.)
- Bagaimana
kalau saudara memiliki uang dan sanggup menanggung pengeluaran saudara?
(Tampaknya asumsi dari ayat ini adalah bahwa sang murid dapat membawa
uang dan baju cadangan.)
- Apa
pendapat saudara tentang Paulus yang dalam 1 Korintus 9 mengatakan bahwa
ia berhak mendapat bayaran atas pekerjaan misionarinya, akan tetapi ia
bermegah (1 Korintus 9:15) bahwa ia mencari uang sendiri? Jika Yesus
mengatakan agar kita tidak membayar sendiri, bagaimana bisa Paulus
bermegah tentang membayar sendiri? (Jika saudara membaca 1 Korintus 9,
saudara akan dapati bahwa Paulus menganggap dukungan dari orang lain itu
suatu hak yang ia lepaskan.)
- Baca
Matius 10:11-13. Keuntungan apa yang dapat kita peroleh dengan memberi
tumpangan kepada seorang misionaris? (Damai sejahtera akan tinggal di
rumah saudara.)
- Menurut saudara apa artinya ada “damai sejahtera” tinggal di
rumah saudara? (Ulasan Adam Clarke [Adam Clarke’s Commentary]
atas ayat ini menunjukkan bahwa di kalangan bangsa Ibrani istilah ini
memiliki “arti yang sangat luas: meliputi semua berkat, rohaniah dan
sementara.”)
- Kalau seorang misionaris memiliki damai sejahtera yang dapat
diberikan (atau diambil kembali), apakah yang dikesankan di sini tentang
kehidupan seorang misionaris? (Berkat-berkat ini merupakan bagian dari
kehidupan misionaris tersebut!)
- Baca Matius 10:14-15. Pelajaran apa yang kita tarik tentang
saat-saat di mana orang lain menolak pekabaran misionari kita?
- Bagaimana kita membedakan antara membuang-buang waktu dan
memberi kesempatan kedua kepada orang lain?
- Apakah memberikan kesempatan kedua kepada orang lain merupakan
pemborosan waktu – dalam artian bahwa kita sudah bisa mengabarkan injil
kepada orang yang lain? (Bagi saya, membangun hubungan penting dalam
membagikan injil. Jika saya sementara membangun hubungan dan
mendapatkan reaksi yang datar, saya perlu memastikan bahwa pekabaran
saya akhirnya tidak akan diterima sebelum saya banting setir.)
- Baca
Matius 10:16. Apa peran Roh Kudus dalam proses kita membuat orang lain
bertobat? (Yohanes 16:7-9 mengatakan bahwa Roh Kudus menginsafkan kita
akan dosa, kebenaran dan penghakiman.)
- Dapatkah
kita merancukan peran kita dan peran Roh Kudus?
- Mungkinkah
peran tersebut dibalik? (Upaya kita perlu bermandikan doa dan kita perlu
meminta tuntunan, bantuan dan berkat dari Roh Kudus. Namun tidak
berakhir di situ saja. Yesus mengatakan agar kita menggunakan akal saat
bekerja untuk menginsafkan orang lain.)
- Amaran
- Baca Matius 10:21-22 dan Roma 2:9-10. Bagaimana saudara
mempertemukan kedua rangkaian ayat ini? Bagaimana bisa “semua orang”
membenci kita sementara setidaknya sebagian sudah bertobat? (Menurut saya
Yesus sementara mengamarkan murid-muridNya (dan kita juga, sebagai
tambahan), bahwa dengan melakukan “pekerjaan Allah” tidak berarti semua
orang akan rukun dan damai.)
- Baca
Matius 10:23. Apakah Yesus sedang memberi mereka harapan palsu tentang
KedatanganNya Kali Kedua? Jika saya mendengar perkataan ini, saya akan
beranggapan bahwa jika saya menyebarkan pekabaran ini di seluruh negeri
saya, Yesus akan datang kembali selagi saya masih hidup! (Sekurang-kurangnya
ada dua teori mengenai hal ini. Pertama bahwa “Anak Manusia sudah datang”
merujuk kepada kehancuran Yerusalem yang terjadi kira-kira 40 tahun
setelah itu. Yang lain adalah bahwa ayat ini sebaiknya diterjemahkan
dengan mengatakan bahwa kota-kota tersebut akan “sepenuhnya diajar.” Bangsa Israel belum
sepenuhnya diajar. Saya berpendapat bahwa Yesus mengirimkan para
murid-murid ini dalam perjalanan latihan. Yesus datang kepada mereka
dalam kuasa saat Ia mati, bangkit dan menghabiskan waktu bersama mereka.
Semua ini terjadi sebelum mereka menyelesaikan pekerjaan mereka di
Israel.)
- Baca
Matius 10:32-33. Apakah saudara malu bersaksi? Malu menjadi misionaris? Janji dan amaran apa
yang diberikan kepada kita jika kita menolak tugas ini?
- Sobat,
bagaimana dengan engkau? Apakah engkau bersedia menjadi misionaris?
Bagaimana dengan sekadar bersaksi kepada sesamamu? Jika engkau malu
membela Yesus, bayangkan gambaran bagaimana Yesus malu membelamu!
- Pekan
depan: Juruselamat yang Penuh Kasihan.