Putra Allah
Bersama Kita
(Lukas
1 & 3, Matius 11)
Agen-agen
Pengharapan: Pelajaran 3
Copr.
2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi
Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia,
kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar
diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan
pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Kita
biasanya tidak menganggap Yesus seorang “misionaris,” tetapi Ia merupakan
misionaris terbesar sepanjang zaman. Sementara kita melanjutkan seri pelajaran
kita tentang para misionaris besar, marilah kita meninjau pekerjaan misionari
Yesus dengan orang-orang berdosa dan apa yang dapat kita pelajari dari-Nya
dalam misi kita membawa orang lain ke dalam kerajaan Allah. Mari selami firman
Allah dan lihat apa yang dapat kita pelajari!
- Firman
- Baca
Yohanes 1:1&14. Siapakah “Firman” ini? (Yesus. Kita tahu bahwa
Yohanes sementara membicarakan Yesus karena ia mengatakan bahwa “Firman
itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita.”)
- Kalau
Yesus adalah Firman itu, bagaimana bisa ayat 1 mengatakan bahwa Ia
berada “bersama-sama dengan Allah” dan “adalah Allah?” Bayangkan saudara
mengatakan bahwa seseorang itu “bersama-sama dengan Bill” dan “adalah
Bill.” Masuk akalkah? (Ini merupakan perkenalan awal kepada konsep
Trinitas – di mana tiga adalah satu. Dalam pengertian demikian
saudara bisa “bersama-sama dengan” “orang” yang menjadi diri saudara.)
- Herannya,
mengapa Yesus disebut “Firman?” (Firman/kata-kata menyampaikan gagasan.
Sebagai misionaris terbesar, Yesus datang untuk menyampaikan kepada kita
gagasan tentang siapa Dia dan apa yang Ia kehendaki dari manusia.)
- Baca
Yohanes 1:2. Apa pokok yang Yohanes sampaikan mengenai Yesus?
Bagaimanakah penyampaian ini menghalau gagasan bahwa Yesus adalah mahluk
ciptaan seperti malaikat? (Tatkala Allah ada, Yesus ada. Tidak mungkin
Allah sang Bapa menciptakan Yesus sang Anak kalau pernyataan ini benar.)
- Baca
Yohanes 1:3. Siapakah pencipta dunia? (Yesus.)
- Pentingkah
hal tersebut? Jika ya, mengapa? (Pernyataan tersebut memberi
kredibilitas kepada kisah injil. Kalau Yesus menciptakan kita, maka rasanya
masuk akal kalau Ia bersedia turun tangan untuk menyelamatkan kita. Kalau Ia menciptakan kita, maka rasanya masuk akal kalau Ia mengasihi kita sepenuhnya.)
- Apakah
gagasan tentang Yesus sebagai Pencipta memberi kita alasan lain untuk
menyebutNya “Firman?” (Ya. Kejadian 1 menunjukkan bahwa Allah berfirman
dan ciptaan pun ada. “Firman” mencerminkan gagasan terbebut.)
- Baca
Yohanes 1:4. Sejauh ini kita sudah lihat bahwa Yesus menciptakan manusia
(dan semua yang lainnya), apa relevansinya dengan mengatakan bahwa dalam
Yesus ada “hidup?” (Yesus bukan semata-mata seorang seniman yang dapat
membuat sesuatu kelihatan cantik. Yesus sanggup menyediakan percik yang
membuat kita hidup!)
- Menurut
saudara apakah ada hal lain yang ingin diutarakan di sini selain bahwa
Yesus menyediakan percik hidup bagi manusia pada saat penciptaan? Jika
ya, pengertian lain apa yang saudara dapatkan? (Ayat tadi mengatakan
bahwa hidup Yesus adalah “terang manusia.” Baca Yohanes 8:12. Terang
membantu saudara melihat lebih jelas. Yesus memberi manusia pengertian
yang lebih baik tentang Allah.)
- Baca Ibrani 9:14. Dalam cara apa lagi Yesus memberi kita
kehidupan? (Yesus bukan saja Pencipta kita, tapi Ia adalah
“Pencipta-Ulang” oleh membayar hukuman atas dosa-dosa kita dan memberi
kita kesempatan untuk memperoleh hidup kekal.)
- Baca
Yohanes 1:5. Apakah “kegelapan” itu? (Epesus 5:8 mengemukakan bahwa
artinya adalah manusia yang tidak diselamatkan.)
- Apa
yang membuat “kegelapan” tidak bisa dihalau oleh terang Yesus?
- Perlukah
kegelapan itu “memahami” terang supaya bisa terusir?
- Baca
Yohanes 3:19-20. Apa yang dikemukakan Yohanes sebagai alasan mengapa
terang tidak menghalau kegelapan? (Kegelapan tidak mau dihalau.)
- Tentunya
sebagian kegelapan ingin supaya terhalau. Bagaimana caranya saudara dan
saya keluar dari kegelapan? (Sebagian kegelapan adalah soal
kesalah-pengertian belaka. Jika tidak, maka pekerjaan Yesus akan
sia-sia.)
- Renungkan
pertanyaan pribadi ini: Apakah ada bagian dari kehidupan yang saudara
ingin agar tetap dalam “kegelapan?” Jika saudara memiliki sebagian
hidup yang saudara tidak ingin tampakkan, sudahkah saudara mengijinkan
Yesus masuk sepenuhnya kedalam hidup saudara?
- Baca
Yohanes 1;10-11. Mengapa Yohanes menggunakan begitu banyak waktu membahas
terang dan gelap sampai sejauh ini? (Ia ingin menunjukkan bahwa penolakan
umat Allah untuk mengenal dan menerima Yesus adalah karena kedegilan.)
- Apakah
yang diajarkan di sini mengenai pekerjaan misionari kita?
- Baca
Yohanes 1:12-13. Apakah akibatnya kalau menolak Yesus dengan sengaja? (Saudara
kehilangan peluang untuk menjadi anak Allah! Saudara kehilangan peluang
untuk memperoleh terang dan hidup.)
- Seberapa pentingkah hal ini bagi kita dalam pekerjaan misionari
kita?
- Perkataan
yang Tidak Disangka-sangka?
- Baca
Lukas 15:1-2. Mengapa orang-orang Parisi tidak suka melihat Yesus makan
bersama para pemungut cukai dan orang berdosa?
- Saudara
lebih suka makan dengan siapa?
- Lukas
15:3-6. Sikap seperti apa yang dimiliki Yesus terhadap orang berdosa
menurut ayat ini? (Ia mencari mereka. Pikirkah kembali pelajaran kita
pekan lalu. Haruskah acara-acara gereja kita ditujukan kepada para
anggota ataukah untuk mengajak masuk “domba yang hilang”?)
- Baca
Matius 23:27-28. Baca Matius 23:27-28. Mengapa Yesus mencari domba yang
sesat namun mengecam orang Yahudi yang sesat? Suatu saat Yesus senang
pada orang berdosa namun saat lain ia tidak senang?
- Pelajaran
kita quartal ini adalah tentang para misionaris besar. Alasan mengapa
kita mempelajari bagaimana Yesus sebagai misionari adalah untuk
mendapatkan pelajaran bagaimana kita dapat menjadi misionaris besar.
Pelajaran apa yang telah kita dapatkan dari Yesus mengenai caraNya
melakukan pekerjaan misionari? Kapan kita bersikap “romantis” terhadap
orang berdosa dengan mencari mereka dan kapan kita berbicara keras terhadap
orang berdosa dan mencela mereka?
- Mari
kita baca Lukas 15:7. Apakah domba yang sesat yang memperoleh perlakuan
romantis dari Yesus ini mengalami kebingungan semata? (Tidak. Domba
tersebut “bertobat.” Tujuannya adalah agar orang berdosa bertobat.
Sebagian orang berdosa bertobat karena diperlakukan romantis, sebagian
lain karena dicari. Yang lain bertobat karena hardikan.)
- Bagaimana
saudara mengetahui taktik mana yang perlu dilakukan terhadap orang
berdosa tertentu? (Jika saudara membaca seluruh pasal dari Matius 23
saudara akan dapati bahwa orang berdosa yang dihardik Yesus semuanya
adalah pemimpin rohani yang mengira diri mereka orang benar. Jika
saudara merasa diri benar saudara tidak akan bertobat kecuali “dihajar”
dengan kebenaran. Orang yang sadar bahwa ia tidak benar tidak mendapat
hajaran di kepala dengan kebenaran.)
- Perlukah
orang berdosa selalu dikejar, baik oleh sikap romantis atau oleh
hajaran? (Baca Wahyu 2:20-21. Jika seseorang membuat masalah di gereja
terkadang saudara hanya perlu meminta mereka untuk pergi. Diminta pergi
bisa menjadi “hajaran” yang membuat orang tersebut bertobat.)
- Apakah
Yesus mengasihi orang Parisi? Tatkala ia menghajar mereka dengan perkataan,
apakah Ia tetap mengasihi mereka? (Baca Roma 5:8. Yesus mati karena dosa semua orang.
Mendiang George Carlin adalah seorang komedian yang memusuhi injil. Ia
mengolok-olok orang Kristen yang memberi amaran kepada orang yang tidak
percaya bahwa mereka akan masuk neraka, namun kemudian menambahkan, “Hei,
Allah mengasihi engkau!” Para orang tua paham akan konsep kasih dan
disiplin. Sebagai korban dosa, kita rindu saat di mana dosa dan maut akan
dibinasakan. Terkadang kasih harus “keras.”)
- Sobat,
Yesus datang untuk memberi kita terang. Maukah engkau membagikan
terangNya kepada orang-orang di sekelilingmu? Maukah engkau membiarkan
terang ini menyinari seluruh bagian hidupmu?
- Pekan
depan: Yesus dan Para MuridNya.