<-- The Efficacy of His Priestly Ministry

Pelayanan Keimamatan-Nya yang Menakjubkan
(Ibrani 9 & 10)

Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

Pendahuluan: Pernahkah seseorang menanyakan saudara, “Apa yang sudah engkau lakukan padaku belum lama ini?” Pelajaran kita dua minggu terakhir ini adalah mengenai kematian dan kebangkitan Yesus. Betapa mulianya kemenangan Yesus atas maut! Namun, hal tersebut terjadi lebih 2.000 tahun yang lalu. Begitukah akhir ceritanya? Apa yang Yesus sedang lakukan sekarang? Jika Ia sedang melakukan sesuatu, apakah Ia melakukannya untuk saudara dan saya? Mari selami pelajaran Alkitab kita dan temukan jawabnya!

  1. Kontrak Pertama

    1. Baca Ibrani 9:1. “Perjanjian” merupakan kontrak. Hal apa yang tercakup dalam “kontrak pertama” ini? (Ada aturan-aturan untuk beribadah dan tempat yang khusus untuk beribadah.)

      1. Menurut saudara siapakah pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak pertama ini? (Allah dan manusia bersepakat tentang bagaimana cara manusia menghadap dan beribadah kepada Allah.)

    2. Baca Ibrani 9:2-5. Apa yang digambarkan di sini? (Tempat ibadah dan peralatan yang digunakan dalam kontrak pertama. “Kaabah duniawi” berawal dengan kemah yang mudah dipindahkan yang didirikan dalam perjalanan umat Allah melintasi padang belantara dari Mesir menuju Palestina. Kemudian Raja Salomo mendirikan bangunan permanen di Yerusalem dengan mengacu pada rancangan yang sama. Kaabah Salomo dihancurkan dan kemudian dibangun penggantinya yang bertahan sampai diluluh-lantakkan oleh bangsa Romawi pada tahun 70 TM.)

      1. Apa yang memisahkan “Tempat yang Kudus” dari “Tempat yang Maha Kudus” dari kaabah tersebut? (“Tirai yang kedua.”)

      2. Apa fungsi Tempat yang Maha Kudus? (Tabut Perjanjian melambangkan kehadiran Allah. Di dalamnya tersimpan Sepuluh Hukum. Di atas tutup tabut tersebut, di antara kedua kerubium, adalah tempat di mana Allah datang untuk memberi petunjuk bagi umat-Nya. Keluaran 25:22)

    3. Baca Ibrani 9:6-7. Bagaimana penggunaan kedua bagian kaabah ini? (Di bagian luar, “Tempat yang Kudus,” imam-imam mempersembahkan korban harian untuk dosa orang banyak. Sang imam mengorbankan seekor hewan karena orang yang membawa hewan tersebut telah melakukan dosa. Darah hewan tersebut memindahkan dosa orang itu ke kaabah (Imamat 5). Sekali setahun, pada Hari Raya Pendamaian, Imam Besar masuk ke bagian dalam, Tempat yang Maha Kudus. Ia melakukan hal ini untuk mengambil darah yang melambangkan dosa yang dilakukan orang banyak terhadap Allah. Lewat upacara tahunan ini dosa orang banyak dan dosa Imam Besar itu sendiri dipindahkan dari kaabah (Imamat 16).)

    4. Baca Ibrani 9:8. Sistem ini mengajarkan kita sesuatu. Tapi tampaknya ayat ini mengatakan bahwa kita tidak memiliki peta yang memadai. Apa artinya? Peta menuju ke mana? (Tak seorangpun selain Imam Besar yang boleh memasuki bagian yang Maha Kudus dari kaabah, dan dia melakukannya hanya sekali dalam setahun. Tempat yang Maha Kudus adalah tempat di mana Sepuluh Hukum disimpan dan tempat di mana Allah akan hadir. Karenanya, artinya tentu bahwa kita (orang biasa) tidak punya peta yang memadai menuju penurutan atau menuju Allah.)

  2. Orde Baru, Peta dan Kontrak Kedua

    1. Baca Matius 27:50-51. Ayat ini menunjuk kepada tirai yang memisahkan bagian yang Kudus dan Yang Mana Kudus dari kaabah. Mengapa dikatakan bahwa tirai tersebut koyak dari “atas sampai ke bawah?” (Jika manusia yang melakukannya maka hal tersebut akan dilakukan dari tempat mereka berdiri – dari bagian bawah. Kejadian ini terjadi secara supernatural.)

      1. Kapan hal ini terjadi? (Saat Yesus mati di kayu salib.)

      2. Apa kaitan antara kematian Yesus dan tirai kaabah? (Baca Ibrani 10:19-20. Kematian Yesus membuka jalan bagi orang biasa untuk menghampiri Allah. Kini kita telah memiliki “peta” menuju Allah!)

    2. Baca Ibrani 9:8-10. “Era orde baru” telah tiba. Apakah “orde baru” tersebut? Apa hubungannnya dengan keberadaan tempat ibadah pada kontrak pertama?

      1. Kalau tempat ibadah yang lama telah musnah, bagaimana kejadian tersebut membantu kita dan “peta” menuju Allah yang ada pada kita?

    3. Baca Yohanes 1:29. Inilah petunjuk besar tentang orde baru dan kontrak kedua. Mengapa Yesus disebut “Anak domba Allah?” Apa kaitan Yesus dengan menghapus “dosa dunia?” (Yohanes Pembaptis menyebut Yesus “Anak domba Allah” sejak awal mula pelayanan Yesus. Di bawah orde lama, domba yang sesungguhnya dikorbankan untuk mengangkat dosa orang banyak. Ini hanyalah pengaturan sementara (Ibrani 9:9-10), pengaturan yang tidak benar-benar membersihkan orang banyak dari dosa, namun merupakan pengaturan yang mengilustrasikan orde baru di mana Yesus mati bagi dosa-dosa kita!)

    4. Baca Ibrani 9:11-12. Kitab Ibrani baru saja menjelaskan bahwa Yesuslah Anak domba tersebut. Kini dikatakan bahwa Yesus jugalah Imam Besar itu. Bagaimana mungkin Ia menjadi keduanya? (Di bawah kontrak pertama, orde lama, Imam Besar manusia membawa darah hewan ke dalam Tempat yang Maha Kudus (tempat datangnya Allah) sekali setahun. Ini merupakan metode penghapusan dosa yang diulangi tiap tahun. Dalam orde baru, kontrak kedua, Yesus membawa darah-Nya sendiri ke hadirat Allah. Dengan demikian Ia menjalankan peran sebagai korban juga sebagai Imam Besar. Yesus melakukan hal ini sekali saja untuk membayar lunas dosa-dosa kita.)

      1. Di manakah Yesus bertindak sebagai Imam Besar? Ayat tersebut mengatakan Yesus “melintasi kemah [kaabah] yang lebih besar dan yang lebih sempurna.” Kita telah membahas tiga kaabah, kaabah yang manakah ini? (Baca Ibrani 8:5 dan Ibrani 9:24. Yesus sementara melayani dalam kaabah di surga! Kaabah surga menjadi pola dari kaabah-kaabah yang ada di atas bumi.)

        1. Mengapa ada kaabah di surga sebelum dibangun kaabah di atas bumi? Apa fungsinya?

    5. Baca Ibrani 10:8-10. Bagaimanakah perjanjian (kontrak) baru ini menjadi versi yang lebih baik dari perjanjian yang lama?
      1. Mengapa Allah tidak senang dengan kontrak pertama? (Allah tidak pernah senang dengan keberdosaan kita. Ia juga tidak senang bahwa sebagai akibatnya ada hewan yang harus mati. Namun, hewan-hewan tersebut menanamkan kesan pada orang banyak bahwa dosa mengakibat kematian. Hal tersebut melambangkan masalah dosa dan apa niatan Allah terhadap masalah dosa tersebut.)

      2. Mengapa kematian Yesus merupakan suatu hal yang membawa kegembiraan? (Yesus membenahi problema dosa dalam banyak cara. Salah satunya adalah Ia mati bagi dosa-dosa kita agar kita dapat menjadi suci dan memiliki hidup kekal.)

    1. Baca Ibrani 10:19-22. Kita telah membaca ayat ini sebelumnya dan melihat bahwa Yesus juga dibandingkan dengan tirai yang memisahkan tempat Yang Kudus dan Yang Maha Kudus. Bagaimanakah Yesus itu sama seperti tirai yang terbelah? Bagaimanakah hal ini membantu kita dalam masalah “peta” yang kita bahas sebelum ini? (Tirai tersebut menghalangi semua orang kecuali Imam Besar untuk memasuki ataupun melihat Tempat yang Maha Kudus – di mana Allah tinggal. Yesus memberi kita jalan menuju Allah! Saat kita mati bersama Yesus untuk dosa-dosa kita dan dibasuh dalam baptisan, kita memperoleh jalan menuju kepada Allah!)

    2. Kita telah membahas sebelumnya mengapa ada kaabah di surga sebelum ada kaabah dibangun di bumi. Menurut saudara apakah di surga ada kaabah lahiriah yang wujudnya mirip dengan kaabah yang ada di bumi? (Tak sangsi lagi ada tempat di surga di mana Allah berdiam. Namun, manakala saya mempelajari bahwa Yesus adalah Anak doma, Imam Besar dan Tirai, saya mulai berpikir bahwa kaabah lahiriah di bumi kemungkinan besar merupakan pelambang dari apa yang sedang berlangsung di surga. Yang dilakukan di surga adalah hal yang sebenar-benarnya, yang merupakan hakekat dari apa yang diperlambangkan oleh kaabah duniawi.)
  1. Yakin akan Keselamatan Kita

    1. Manakala Ibrani 10:19 mengatakan agar kita dengan berani memasuki Tempat yang Maha Kudus di surga, apa maksud sebenarnya? Saya belum benar-benar menjejakkan kaki di surga sekarang. Bagaimana saya menunjukkan keyakinan saya? Bagaimana caranya saya masuk? (Masuk ke Tempat yang Maha Kudus merupakan sarana di mana dosa dihapuskan. Kita menghampiri Allah dengan Sepuluh Hukum-Nya. Pemahaman saya adalah bahwa ini berarti saya harus memiliki keyakinan atas keselamatan saya. Jika saya dengan berani masuk ke tempat di mana dosa disingkirkan, saya yakin bahwa keselamatan ada di tangan saya.)

    2. Baca Ibrani 10:26-27. Apakah keyakinan saya mencakup pemahaman bahwa sekali selamat saya akan selamanya selamat?

      1. Jika saudara mengatakan “tidak,” baca Ibrani 10:14. Bagaimaan saudara menjelaskan hal ini? (Yesus menjadikan kita sempurna lewat kehidupan dan kematian-Nya. Namun, kita dapat menolak kesempurnaan yang dikaruniakan-Nya oleh memilih hidup yang berdosa.)

      2. Bagaimana caranya saya menyeimbangkan kabar baik tentang orde baru, kontrak kedua dan peta saya menuju Allah dengan kenyataan dari pergumulan saya dengan dosa setiap harinya? (Yesus membayar harga dosa kita. Kini kita memiliki jalan masuk menuju Allah. Namun kita harus menunjukkan sikap bahwa kita ingin menghindar dari dosa. Kita perlu meminta Roh Kudus untuk membantu kita agar taat kepada kehendak Allah, yakni Sepuluh Hukum.)

      3. Baca Ibrani 10:15-16. Apa yang diutarakan di sini mengenai hubungan kita dengan Sepuluh Hukum Allah dan Roh Kudus? (Penurutan menjadi bagian dari sikap kita melalui kuasa Roh Kudus.)

    3. Sobat, kini setelah engkau menjadi bagian dari orde baru, kontrak kedua dengan peta di tanganmu, maukan engkau memutuskan untuk mengupayakan hidup yang suci?

  2. Pekan depan: Kembalinya Dia sebagai Raja dan Sahabat.