Intensitas Pergaulan-Nya dengan
Bapa
(Lukas 2, Matius 4, 1 Yohanes 2)
Yesus yang Ajaib: Pelajaran 8
Copr.
2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi
Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia,
kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar
diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan
pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan:
Orang Kristen yang sungguh-sungguh akan memandang hidup ini sebagai gerak maju.
Mereka dengan mantap
(atau mungkin dengan goyah) bergerak maju menuju kesucian. Mereka rindu menjadi
lebih percaya, lebih taat, lebih setia sebagai pelayan Allah. Apabila yang
memikir-mikirkan atau membaca tentang kehidupan, saya selalu menganggapnya
sebagai perjalanan. Tak seorangpun memberitahu bahwa saya harus lari
pelan-pelan atau lari cepat menuju kekudusan. Bagi saya lari cepat merupakan
gagasan yang buruk karena saya selalu saja mencari-cari arah yang tepat. Saya
tidak suka berbalik arah. Saya teringat hari-hari di mana kami memiliki mobil-rumah.
Satu galon (3.8 liter) bahan bakar dapat menempuh rata-rata 10 km. Kalau kami
tersesat, solusi yang saya ambil adalah terus mengemudi sampai saya menemukan
jalannya. Istri saya yang bijak menghendaki saya berhenti, mematikan mesin dan
cari tahu di mana kami berada. Ia tidak sudi membuang 10 km per galon demi
menuju arah yang salah! Pekan ini pelajaran kita adalah mengenai “intensitas”
perjalanan hidup Yesus. Mari selami pelajaran Alkitab kita!
- Mengajar
di Kaabah
- Baca
Lukas 2:40-42. Apakah menghadiri acara Paskah bersama Yesus sudah
merupakan kebiasaan lama? (Orang tua Yesus pergi tiap tahunnya, namun
anak-anak tidak harus hadir.)
- Tempatkan
diri saudara pada posisi Yusuf dan Maria. Apakah saudara akan mengajak
Yesus saat Ia berumur sembilan tahun? Bagaimana kalau sepuluh tahun? (Adalah hal yang
wajar jika saudara membawa serta anak-anak saudara. Di lain sisi,
Nasaret berjarak lebih dari 100 km dari Yerusalem. Mungkin akan lebih
menyenangkan kalau pergi berdua saja dengan suami atau istri saudara.
Alkitab tidak menjelaskan apakah Yesus pernah pergi bersama mereka
sebelumnya.)
- Baca
Keluaran 23:17. Usia berapa bocah lelaki menjadi lelaki dewasa? (Sekitar usia dua
belas tahun bocah lelaki mengalami masa transisi menjadi lelaki dewasa.
Karena Yesus berusia dua belas tahun, mungkin saja ini merupakan
kunjunganNya yang pertama ke Yerusalem untuk menghadiri Paskah.)
- Baca
Lukas 2:43-44. Apakah Maria dan Yusuf merupakan “orang tua yang buruk”
menurut saudara? (Fakta bahwa mereka meninggalkan Yesus di Yerusalam
membuat saya berpikir bahwa ini bukanlah kunjungan Paskah Yesus yang
pertama. Tentunya, kalau Yesus belum pernah melakukan hal ini sebelumnya,
mereka akan memastikan Ia ada bersama mereka. Namun, jika ini ia sudah
biasa dengan perjalanan ini, makan dapatlah dimengerti jika orangtuanya
beranggapan Ia sementara bersama-sama dengan rombongan dari Nasaret.)
- Baca
Lukas 2:45. Apa kira-kira yang berkecamuk dalam benak Maria?
- Baca
Lukas 1:31-33. Bagaimanakah dampak dari kejadian tersebut pada pemikiran
Maria? (Seorang malaikat memberitahu bahwa putranya akan menjadi Raja
(bahkan lebih dari itu) dan kini Ia hilang!)
- Bagaimana
jika Maria menyadari adanya konflik antara yang baik dan yang jahat dan
peran Yesus dalam konflik tersebut? (Setan sedang berusaha membunuh
Yesus dan ia membiarkan Yesus hilang di tengah orang-orang yang tak
dikenal!)
- Baca
Lukas 2:46-47. Apakah orang tua Yesus telah menduga akan menemukanNya di
kaabah dengan para guru tersebut? (Disebutkan dalam Lukas 4:48 bahwa
orangtuaNya “tercengang.”)
- Apakah
yang dikatakan di sini tentang “intensitas” perjalanan rohani Yesus? (Guru-guru di kaabah
tersebut layaknya teman sebaya anak usia 12 tahun ini! Betapa lajunya
Ia berjalan.)
- Ingat
di bagian pendahuluan saya lebih memilih arah yang benar alih-alih
kecepatan yang tinggi. Apa resep yang saudara temukan dalam ayat-ayat
ini agar bisa berjalan menuju arah yang benar? (Perhatikan urutan yang
terdapat dalam ayat-ayat ini. Yesus mendengarkan, mengajukan pertanyaan
dan kemudian memberikan jawaban. Urutannya bagus sekali untuk
diterapkan dalam kehidupan. Ada saja mahasiswa di kelas saya yang datangnya
terlambat. Begitu duduk, tangannya langsung teracung. Saya biasanya
bertanya-tanya “Bagaimana bisa kamu menjawab sementara kamu sendiri
tidak hadir saat diskusi berlangsung?”)
- Baca
Lukas 2:48-50. Apa yang akan saudara katakan kepada Yesus andai saudara
adalah Maria?
- Apa
yang Yesus katakan kepada orangtua-Nya? (Ia menjelaskan bahwa Ia
berkembang jauh lebih cepat dari harapan oleh orang tuaNya.)
- Apakah
Yesus bersikap tidak hormat?
- Baca
Lukas 2:51. Alkitab dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari mengatakan “Yesus
pulang bersama mereka ke Nazaret, dan taat kepada mereka.” Mengapa
dikatakan bahwa Yesus taat? (Menurut saya ini untuk menyingkirkan
pemikiran bahwa Ia bersikap tidak hormat ketika menjawab pertanyaan
orang-tuanya di kaabah. Hal yang Lukas utarakan adalah bahwa orangtua-Nya
belum paham sepenuhnya akan misi Yesus – bahwa misiNya tersebut
setidaknya telah dimulaikan saat Ia berusia 12 tahun!)
- Padang Belantara
- Baca
Matius 4:1-2. Yesus baru saja dibaptis dan Ia “dibawa oleh Roh” untuk
dicobai. Ia kemudian berpuasa 40 hari. Anggaplah saudara belum pernah
membaca ayat ini sebelumnya. Apakah masuk akal jika Yesus berhadapan
dengan Setan setelah berpuasa selama 40 hari?
- Mengapa Roh Kudus menuntun Yesus ke dalam pencobaan?
- Kalau saudara memikirkan “grafik kerohanian” dalam kehidupan
saudara, bagaimana posisinya pada hari saudara dibaptiskan?
- Apa
gunanya puasa? (Baca Ester 4:15-16. Ester setuju untuk membela bangsanya
dalam usaha mengalahkan Haman, yang ingin membunuh orang Yahudi. Untuk
menyiapkan diri menghadapi pertemuan yang sangat penting dengan sang
Raja, ia berpuasa.)
- Jika
saudara seorang komandan pasukan perang, akankah saudara memilih tempat
pertempuran atau saudara akan membiarkan lawan saudara yang memilih?
(Menurut saya, pertanyaan-pertanyaan ini membawa kita kepada penjelasan
atas pernyataan ganjil bahwa Yesus dibawa oleh Roh ke dalam pertempuran
dengan Setan. Rohlah yang memilih waktu, tempat dan situasi untuk
bertempur.)
- Baca
Matius 4:3-4. Andai saudara Setan yang ingin membuat Yesus berdosa.
Berapa banyak waktu dan pemikiran saudara curahkan untuk menyusun godaan
pembuka saudara?
- Apakah
menurut saudara Setan kedapatan tidak siap menghadapi pertempuran ini?
(Ya. Mereka sedang berada di wilayah Yesus. Setan menggunakan apa yang
ada – rasa lapar – untuk mencobai Yesus dalam hal kesombongan dan
percaya akan Allah. Sulit untuk dipercaya bahwa mengubah batu menjadi
roti menjadi pendekatan terbaik Setan.)
- Baca
Matius 4:5-6. Apa pendapat saudara tentang kemungkinan bahwa pertanyaan
ini diambil dari rencana pertempuran yang Setan susun sebelumnya?
(Jawaban Yesus atas pencobaan soal roti merujuk kepada Alkitab. Pencobaan
Setan yang berikutnya didasarkan atas Alkitab. Setan tampaknya berusaha
menandingi jawaban Yesus sebelumnya, dan tidak lagi melangkah sesuai
dengan rencana yang sudah disusun sebelumnya.)
- Baca Matius 4:8-10. Menurut saudara, seberapa beratkah pencobaan
ini bagi Yesus?
- Coba
kita lihat satu-satu. Pertama, pencobaan macam apakah ini? (Pencobaan
ini mengajak Yesus untuk melanggar hukum pertama dan kedua dari Sepuluh
Hukum. Keluaran 20:1-4.)
- Entah
bagaimana dengan saudara, namun kalau saya harus menghapalkan sebuah
daftar, biasanya saya lebih baik dalam menghapalkan beberapa hal yang
pertama. Yesus tentu saja tahu jawaban yang tepat terhadap pencobaan
ini. Mengapa Setan menyodorkan kepada Yesus pencobaan yang begitu
kentara?
- Baca
Wahyu 21:2-3. Apakah yang menjadi tujuan akhir dari orang tebusan?
(Bumi! Saya sementara membaca buku yang ditulis oleh Randy Alcorn yang
berjudul “Heaven” [Surga]. Walaupun saya tidak setuju dengan
semua teologianya (kesalahannya tentang jiwa yang tidur mendorongnya
untuk menelurkan gagasan tentang tubuh sementara pra-kebangkitan), buku
ini sangat bermanfaat. Salah satu kehebatan buku ini adalah bahwa
pikiran kita difokuskan pada kembalinya kita ke bumi ini. Ia
mengutarakan bahwa sebagaimana orang-orang kudus akan menjadi versi baru
yang lebih baik dari keadaan mereka saat di bumi, demikian juga bumi
akan menjadi versi baru yang lebih baik dari sebelumnya. Saya sekarang
tinggal di Virginia dan saya dapat tinggal di Virginia Baru di bumi yang
baru!)
- Jika
bumi menjadi tujuan akhir kita, bagaimana mungkin Yesus “jatuh” pada
tawaran ini? (Tidak ada tipu muslihat di sini. Setan memberi Yesus jalan
pintas menuju resolusi terakhir atas konflik antara yang baik dan yang
jahat. Yesus dapat menghindari penderitaan. Satu-satunya perbedaan adalah,
“Siapa yang akan jadi pimpinan?”)
- Apakah
tawaran Setan tersebut benar-benar merupakan jalan pintas? (Baca Wahyu 20:10. Pada
akhirnya Setan akan disingkirkan dari peran kepemimpinan tersebut!)
- Bagaimana
dengan saudara. Apakah setelah dibaptis saudara siap untuk segera
melangkah menuju puasa, menuju pertempuran pribadi dengan Setan? (Kita
bisa lihat bahwa “perjalanan hidup” Yesus sangat intens. Untunglah,
Setan tidak maha hadir, jadi hanya sedikit dari kita yang akan langsung
dicobai oleh Setan.)
- Pelajaran
- Baca
1 Yohanes 2:3-6. Pelajaran hidup apa yang bisa kita tarik dari
“intensitas” perjalanan hidup Yesus? Apa yang bisa kita pelajari untuk perjalanan hidup
kita? (Saat berusia 12 tahun, Yesus menunjukkan pengetahuan dan pemahaman
yang luar biasa akan Alkitab. Saat Roh Kudus membawa Yesus ke dalam
pertempuran dengan Setan, Yesus mengalahkan Setan dengan pengetahuan dan
pemahamanNya akan Alkitab. Tanpa mengetahui apa yang Allah kehendaki dari
kita, sulit bagi kita untuk taat.)
- Sobat,
kemungkinan besar engkau sudah berusia lebih dari 12 tahun. Sejauh mana
pengetahuanmu tentang Alkitab? Kalau engkau tertinggal, maukah engkau
“mengejar ketertinggalan” dalam perjalanan hidup Kristianimu dengan
meluangkan waktu lebih banyak bersama Alkitab? Bagaimana kalau engkau
melakukannya hari ini?
- Pekan
depan: Kelembutan Kasih-Nya.