<-- The Mystery of His Deity

Misteri Keallahan-Nya

(Ibrani 1, Kolose 1, Wahyu 19)

Yesus yang Ajaib: Pelajaran 2

 

Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

Dengan sedikit menggali sejarah dan agama-agama dunia, saya dapati bahwa klaim tentang Yesus merupakan suatu hal yang unik. Yudaisme masih menantikan seorang Mesias atau bahkan sudah kehilangan minat atas hal tersebut. Bagi umat Islam, klaim tertinggi atas seseorang yang pernah hidup di muka bumi ini adalah “nabi.” Klaim dari banyak penguasa dunia bahwa mereka adalah “raja-dewa” tidak pernah melampaui usia mereka. Orang banyak berharap bahwa penguasa yang berikutnya akan menduduki tempat yang sama sebagai “raja-dewa.” Klaim Yesus itu unik dan didukung oleh Perjanjian Lama – kitab yang diterima oleh kalangan Yahudi, Muslim dan Kristen. Mari segera selami pelajaran Alkitab kita dan lihat apa yang dikatakan Alkitab tentang keallahan Yesus!

  1. Zaman Purba

1.      Baca Mikha 5:1. Ini merupakan nubuatan tentang Mesias dan kita tahu bahwa Yesus lahir di Bethlehem. Apa yang ayat ini katakan mengenai rentang waktu hadirnya Yesus? (“Permulaan”-Nya adalah “sejak purbakala, sejak dahulu kala.”)

    1. Baca Yesaya 9:5. Kontradiksi apa yang saudara dapati dalan ayat ini? (Ayat ini penuh kontradiksi. “Anak” tersebut disebut “Bapa.” Seorang “anak” disebut “Allah.” “Lahir” namun disebut “Kekal.”)

      1. Dapatkah saudara menjelaskan secara logis kontradiksi-kontradiksi ini?

        1. Jika ya, bagaimana? (Kontradiksi tentang anak/bapa merupakan hal yang mudah. Saya adalah seorang anak dan juga seorang bapa. Sejarah menunjukkan bahwa ada anak-anak yang disebut allah. Lahir/kekal merupakan kontradiksi yang sukar dijelaskan karena menunjuk kepada seseorang yang telah ada sebelum dilahirkan.)

  1. Pencipta Alam Semesta

    1. Baca Ibrani 1:1-3. Apa yang dikatakan ayat ini mengenai eksistensi Yesus sebelum kelahiran-Nya di Bethlehem? Seberapa purbakah Ia? (Ayat ini mengatakan bahwa Allah menciptakan alam semesta melalui Yesus. Ia menjadikan tempat tersebut sebelum Ia lahir di tempat itu!)

      1. Banyak ilmuwan meyakini bahwa ada satu teori kesatuan yang agung (TKA) dari alam semesta. Saya meyakininya. Allah adalah hukum keteraturan, dan orang yang paling awam pun dapat melihat adanya keteraturan pada hal-hal yang ada. (Seperti yang saudara ketahui, matahari terbit tadi pagi. Suatu hal yang memang diharapkan, bukan?) Saya senantiasa memperhatikan tanda-tanda TKA. Tanda-tanda TKA apa yang kita temukan di sini, dan apa kaitannya dengan Keallahan Yesus? (Disebutkan bahwa firman Yesus “menopang” segala yang ada. Kekuatan alam semesta berasal dari Yesus yang menopang semua kehidupan.)

    2. Baca Ibrani 1:4-5. Apakah Yesus itu mahluk ciptaan seperti para malaikat? (Ayat ini dengan jelas mengatakan bahwa Yesus bukanlah malaikat yang dinaikkan pangkat atau diadopsi menjadi Anak Allah.)

      1. Bagaimana saudara mengartikan ungkapan bahwa Yesus “jauh lebih tinggi” dan bahwa namaNya “dikaruniakan” kepada-Nya? (Menurut saya ini ada kaitannya dengan inkarnasi. Tatkala Allah-Yesus menjadi manusia, menghidupkan kehidupan yang sempurna, mati bagi dosa-dosa kita, dan bangkit, Ia “ditinggikan.” Ia melakukan suatu hal yang tidak dilakukan oleh anggota Trinitas lainnya. Ia melakukan suatu hal yang tak seorangpun dapat lakukan kecuali Allah. Ia mengalahkan dosa. Tentunya ada semacam pengakuan terhadap hal tersebut!)

    3. Baca Ibrani 1:6. Apakah ini menjadi bukti bahwa Yesus tidaklah pra-hadir dalam kekekalan, bahwa Ia “dilahirkan?” (Tidak. Kita telah pelajari sebelumnya bahwa Yesus menciptakan tempat kelahiranNya, jadi bagiNya “lahir” dan pra-hadir itu saling cocok. Khususnya perhatikan bahwa ayat ini menyebutkan Yesus dilahirkan ke “dunia” bukannya ke “alam semesta.” Hal ini menegaskan gagasan mengenai kelahiranNya sebagai manusia.)

      1. Baca Kolose 1:18 untuk mendapatkan petunjuk lain mengenai arti dari Yesus “dilahirkan.” Arti baru apakah yang disodorkan di sini untuk istilah “sulung?” (Paul menunjuk kepada kebangkitan Yesus sebagai “yang pertama bangkit dari antara orang mati.”)

    4. Dalam Yohanes 3:16 King James Version terdapat kata “begotten” [diperanakkan]. Apakah kata “begotten” ini membuktikan bahwa Yesus itu lahir dan tidak pra-hadir dalam kekekalan? (Penulis pelajaran yang menjadi dasar pembahasan kita ini menjelaskan panjang lebar tentang kata bahasa Gerika (monogenes) dan bagaimana Yohanes menggunakan istilah tersebut. Menurut saya penjelasan tersebut benar, namun saya juga berpendapat bahwa ada jawaban yang lebih sederhana: Yesus dilahirkan oleh Maria. Karenanya Ia “diperanakkan.” Di lain sisi, Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Yesus telah ada sebelum Ia diperanakkan oleh Maria.)

    5. Baca Ibrani 1:7-9. Yesus adalah Allah sepenuhnya, bagaimana bisa Ia ditempatkan ”lebih tinggi” dari “rekan-rekan” malaikatNya? Mengapa ia perlu ditempatkan “lebih tinggi?” (Lagi-lagi menurut saya seluruh rangkaian ayat-ayat ini sedang memperlihatkan bahwa Yesus dikaruniakan penghargaan khusus karena Ia telah mengalahkan dosa. Jika saudara melihat kembali Ibrani 1:3-4 maka akan terlihat urutannya; Yesus mengadakan penyucian dosa lalu kemudian duduk di sebelah kanan Allah. Tampaknya pada titik ini penghargaan khusus dikaruniakan kepada Yesus. Saya yakin inilah yang dibahasakan sebagai “lebih tinggi” dalam Ibrani 1:8. Tidak ada malaikat yang mati bagi dosa-dosa kita. Allah yang mati bagi kita!)

    6. Baca Kolose 1:15. Bagaimanakah Yesus menyatakan anggota Trinitas lainnya? (Allah tidak kasat mata. Yesus adalah gambaran kasat mata akan Allah.)

1.      Apakah ini berarti lebih dari apa yang dapat ditangkap indra penglihatan? (Ya. Tatkala Yesus datang ke bumi Ia menyatakan karakter dan kasih Allah.)

 

      1. Ayat ini juga menyebut Yesus sebagai “sulung.” Apakah ini merujuk kepada kelahiranNya sebagai manusia ataukah kebangkitanNya?

    1. Baca Kolose 1:16-17. Ayat ini dengan jelas menyatakan bahwa Yesus adalah Pencipta alam semesta. Perhatikan frasa terakhir ayat 16: “dan untuk Dia.” Bagaimanakah semesta alam kita ini (termasuk kita) diciptakan untuk Yesus? (Jika saudara menciptakan sesuatu, saudaralah pemiliknya. Saudara bangga atas hal tersebut.)

      1. Suatu pemikiran kelam melintas di benak saya. Apakah dunia kita diciptakan untuk memperlihatkan pertentangan antara kebaikan dan kejahatan? Apakah dunia kita ini dimaksudkan untuk menjadi tempat di mana Yesus akan menunjukkan bahwa Allah adil dan mengasihi dan layak dipilih melebihi Lucifer?

        1. Apakah jawabannya akan mempengaruhi iman saudara? (Baca Roma 9:20,21)

      2. Masih ingat komentar saya tentang TKA? Apakah yang dimaksud oleh ayat yang mengatakan (Kolose 1:17) “segala sesuatu ada di dalam dia?” (Yesus adalah sumber dari kekuatan yang menjadi “perekat” alam semesta.)

    2. Pikirkan dampak keseluruhan dari ayat-ayat ini. Apa yang kita ketahui tentang Yesus? (Ia bukanlah manusia semata. Ia bukanlah malaikat semata. Ia adalah sang Pencipta yang pada saat ini terus menopang alam semesta!)

  1. Menang atas dosa

    1. Baca Wahyu 19:11-16. Pejamkan mata saudara dan bayangkan adegan ini! Siapakah Ksatria ini? Siapakah “Raja segala raja dan Tuan atas segala tuan” ini? (Ayat 13 mengungkap bahwa namaNya adalah “Firman Allah.”

      1. Siapakah “Firman Allah” itu? (Baca Yohanes 1:1-3 dan baca selintas Yohanes 1:14-35. Yohanes yang juga menulis kitab Wahyu, mengidentifikasi Yesus sebagai “Firman.” Identifikasi yang tidak dapat diragukan. Yesuslah sang Ksatria di atas kuda putih. Ialah Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan dari Wahyu 19.)

    2. Baca Wahyu 19:19-21. Kita telah mempelajari bahwa Yesus adalah Pencipta kita. Kita tahu bahwa Ia mati bagi kita agar kita bisa memperoleh hidup kekal. Fakta lain apa yang kita dapati tentang Yesus? (Ia adalah sang “Penuntas.” Ia memusnahkan dosa, penganjur dosa, dan orang berdosa yang tidak mau bertobat.)

    3. Sobat, sisi mana yang engkau pilih dalam pertempuran antara kebaikan dan kejahatan? Jika engkau belum memilih untuk bersekutu dengan Yesus sebagai Allahmu, inilah saatnya untuk melakukannya. Sangat berlimpah alasan untuk berada di sisi-Nya.

  2. Pekan depan: Kenyataan Kemanusiaan-Nya.