<-- Patterns of Discipleship

Pola Pemuridan

(1 Korintus 12, Lukas 17)

Pemuridan: Pelajaran 13

 

Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

 

Pendahuluan: Kita telah tiba di akhir dari seri pelajaran tentang apa artinya menjadi murid Yesus Kristus. Mari akhiri seri ini dengan melihat bagaimana kita bekerja sama sebagai murid. Teladan seperti apa yang Alkitab berikan bagi kita? Perlukah kita memilih siapa yang akan menjadi “teman” Kristiani kita? Perlukah kita “pintar-pintar” dalam berinteraksi dengan orang percaya yang mungkin saja tidak memiliki pandangan yang benar? Mari mulaikan pelajaran kita dan temukan jawabnya!

  1. Murid yang Menyimak

    1. Baca 1 Korintus 12:1-3. Melihat sejarah masa lalu mereka, bagaimanakah kesanggupan murid-murid ini dalam membedakan orang baik dan orang jahat? (Tidak terlalu bagus. Dahulu mereka tersesat.)

      1. Apakah kesalahan mereka di masa lalu bisa dipahami? (Paulus berkata bahwa mereka telah ditarik kepada “berhala-berhala yang bisu.” Mereka ini bisa kehilangan arah bahkan tanpa adanya suara bujukan.)

        1. Menurut dugaan saudara bagaimana peluang mereka untuk berbuat benar di masa mendatang? Bagaimana cara saudara menolong mereka? (Peluang tampaknya suram. Maka, sangatlah penting untuk membuat penilaian sesederhana mungkin.)

      2. Apa ujian sederhana yang Allah berikan kepada mereka (dan kita)? (Seseorang digerakkan oleh Roh Kudus kalau ia menuntun orang lain kepada Yesus.)

    2. Baca Kisah 20:28-30. Apakah “serigala-serigala” ini mudah dikenali? (Ayat ini lebih membuat cemas dibandingkan 1 Korintus 12. Serigala-serigala ini tidak menolak kebenaran, mereka memutar-balikkan kebenaran.)

      1. Jika seseorang memutar-balikkan kebenaran semata, bagaimanakah mengaplikasikan “Terkutuklah Yesus,” dan “Yesus adalah Tuhan” sebagai sebuah ujian? (Tengok kembali Kisah 20:30. “Serigala-serigala” ini bertujuan untuk menarik murid-murid supaya “mengikut mereka.” Murid sejati bertujuan menjadikan Yesus Tuhan. Tampaknya akan butuh waktu untuk memunculkan karakter seseorang yang sesungguhnya (serigala atau murid).)

        1. Sementara itu apa yang perlu kita lakukan? (Jika mereka mengatakan “Yesus adalah Tuhan” biarkan waktu yang menjawab dan tetap waspada.)

    3. Baca 1 Korintus 12:4-6. Mengapa ayat ini menekankan perbedaan dalam apa yang diperbuat murid-murid?

      1. Perhatikan alur logika dalam ayat-ayat pertama 1 Korintus 12. Menurut saudara apa yang disampaikan di sana? (Logikanya adalah tentang murid sejati dan murid palsu. Mereka yang digerakkan oleh Roh Kudus dan mereka yang digerakkan oleh ambisi pribadi. Ini menjelaskan bahwa sekalipun seorang murid melakukan hal yang amat berbeda dengan apa yang saudara lakukan, bukanlah berarti bahwa orang tersebut tidak melakukan kehendak Allah. Saudara perlu memandang ke arah mana pekerjaan orang tersebut menuntun orang lain. Jika pekerjaan mereka menuntun orang banyak kepada Yesus, maka mereka sedang bekerja dengan Roh Kudus untuk melakukan perintahNya.)

        1. Apakah hal ini berlaku bagi perbedaan dalam pilihan musik?

        2. Apakah hal ini berlaku bagi perbedaan dalam pilihan cara beribadah?

        3. Apakah hal ini berlaku bagi penekanan atas karunia rohani tertentu, contohnya memiliki (atau tidak memiliki) karunia lidah?

  2. Bekerja Sama

    1. Baca 1 Korintus 12:7-11. Kita tidak akan melihat satu per satu karunia-karunia khusus ini. Sebaliknya, mari lihat pekabaran keseluruhannya. Apa gunanya memberikan karunia yang berbeda kepada orang Kristen yang berbeda? (Pertama-tama adalah bahwa kita perlu bekerja bersama-sama. Orang Kristen yang “beribadah di hutan,” orang Kristen yang mendengarkan kaset, atau televisi atau radio sebagai satu-satunya sarana peribadatan akan kehilangan tema pokok Alkitab. Jemaat Allah bergantung pada kerjasama kelompok.)

    2. Baru-baru ini saya mendengar seorang pengkhotbah mengatakan bahwa dari 1.5 juta orang yang tinggal di satu daerah, hanya 2,000 yang pernah mengenal injil. Baca ulang 1 Korintus 12:8. Menurut saudara, apakah “karunia berkata-kata dengan pengetahuan” itu? (Menurut saya artinya adalah “pengetahuan akan Alkitab.” Yang dikatakan oleh pengkhotbah tersebut, dan menurut saya benar adanya, adalah bahwa orang-orang yang memahami Alkitab dengan baik jumlahnya terbatas. Ini merupakan karunia rohani yang perlu dibagikan kepada orang-orang yang memiliki karunia rohani yang lain. Bukan berarti bahwa mereka yang memiliki karunia tersebut lebih unggul, atau hanya mereka saja yang diselamatkan.)


    3. Baca 1 Korintus 12:14-16. Menurut saudara, bagaimana kira-kira sikap dari kaki dan telinga. Apakah mereka mengatakan bahwa mereka terlalu bagus untuk menjadi bagian dari tubuh? Apakah mereka merasa tidak cukup untuk menjadi bagian dari tubuh? (Tampaknya mereka merasa tidak cukup karena mereka ingin menjadi bagian tubuh yang lain.)

 

    1. Baca 1 Korintus 12:21. Sikap apa yang ditunjukkan oleh mata dan kepala? (Mereka merasa lebih hebat dari yang lainnnya.)

    2. Saya lebih kerap bertemu dengan orang Kristen “mata dan kepala” dibandingkan dengan “kaki dan telinga.” Gereja saya menganggap dirinya lebih hebat dari gereja Kristen lainnya. Saya menduga hal yang sama juga dirasakan oleh gereja yang lain. Apakah pekabaran dalam 1 Korintus 12 ditujukan hanya kepada orang-orang dalam denominasi tertentu? Ataukah, ini merupakan pekabaran buat segala jenis denominasi? (“Garis batas” yang ditarik oleh pasal ini memisahkan orang-orang yang dituntun oleh Roh Kudus dan yang tidak. Pandangan saya adalah bahwa pekabaran ini berlaku lintas agama. Jika gereja saudara memiliki pekabaran yang khusus, beritakan. Jangan secara arogan berpikir bahwa kalian lebih baik karena hal tersebut – karena kelompok lain juga memiliki karunia dan pekabaran khusus yang dibutuhkan oleh dunia.)

  1. Berinteraksi dengan Baik Bersama-sama

    1. Baca Lukas 17:1-3. Saat bekerja sama dengan sesame murid, kita tidak boleh menutup mata terhadap kebenaran. Menurut Yesus, kita harus berjaga-jaga terhadap siapa? (“Jagalah dirimu.”)

      1. Mengapa tidak mewaspadai orang lain? Lagi pula, orang itu yang menyesatkan orang banyak!

      2. Apa yang Yesus maksudkan dengan “dirimu?” (Tampaknya saya tidak sekadar mewaspadai diri sendiri – sekalipun ini bukan pekerjaan purna-waktu! Sepertinya komunitas Kristen sementara mewaspadai kelompoknya sendiri.)

        1. Bagaimana caranya? Dulu saya kesal sekali kalau ada orang Kristen menyerang orang Kristen lainnya. Salahkah saya? Apakah tugas kita hanya “menyerang” (mewaspadai) sesama orang Kristen? (Salah satu karunia yang disebutkan dalam 1 Korintus 12:10 adalah “membedakan bermacam-macam roh.” Kita tidak boleh menyerang orang Kristen lainnya hanya karena ia memiliki pendekatan yang berbeda. Dosa perlu dikecam. Namun bagaimanapun, perlu juga diampuni.)

    2. Baca Lukas 17:7-9. Bagaimana jawaban saudara atas pertanyaan dalam ayat 9? (Saya akan berterima kasih kepada hamba tersebut, namun menurut saya di sini ada masalah waktu dan budaya. Jawaban yang tepat adalah “tidak,” ia tidak akan berterima kasih kepada hamba tersebut.)

    3. Baca Lukas 17:10. Mengapa seorang hamba disebut tidak berguna jika ia melakukan tugasnya? (Ia melakukan hanya apa yang dibayarkan kepadanya. “Manfaat”nya telah dibayarkan. Jika hamba tersebut melakukan hal yang lebih, maka ada “manfaat” yang tidak mendapatkan kompensasi.)

      1. Saudara mungkin akan protes dengan mengatakan bahwa hamba tersebut (kalau ia seorang budak) tidak mendapat bayaran apa-apa. Bagaimana dengan saudara? Apakah saudara dibayar untuk menjadi murid Yesus? (Ia membayar saudara dengan nyawaNya.)

      2. Bagaimana sikap saudara terhadap pekerjaan saudara sebagai murid?

      3. Orang lain (dan saya) sering mengatakan tiga hal yang berbeda ini:

        1.  “Saya tidak cukup diberi makanan rohani.”

        2.  “Gereja ini tidak menghargai saya.”

        3. “Apa lagi yang pekerjaan yang perlu saya buat?”
        4. Menurut Lukas 17:10, yang mana dari ketiga pertanyaan ini yang seharusnya ditanyakan oleh murid yang baik?
          1. Saat Yesus membawakan cerita ini, apakah Ia sedang memberikan pelajaran bagi para tuan dan para hamba? (Menurut saya Yesus tidak sedang mengajar kita untuk bertindak sebagai “tuan” atas sesama orang beriman dan tidak berterimakasih terhadap mereka. Ia sedang berbicara kepada kita sebagai murid yang melayani. Jangan mengharapkan pujian saat saudara melakukan pekerjaan saudara. Jangan mengira bahwa saudara berhak dilayani oleh orang lain. Allah membayar saudara dengan nyawaNya. Saudara berhutang banyak kepadaNya.)

    4. Sobat, murid seperti apakah engkau? Apakah engkau bekerja dengan orang lain? Apakah engkau menyadari pentingnya karunia yang diberikan kepada orang lain? Apakah engkau mengesampingkan arogansi? Apakah engkau menunjukkan sikap bersyukur dapat menjadi bagian dari pekerjaan tersebut? Jika tidak, akuilah dosamu dan berdoalah agar Roh Kudus mengubah hatimu dan menjadikan engkau murid yang lebih baik.

  2. Pekan depan kita mulaikan seri pelajaran baru tentang pelayanan Yesus.