<-- Mission and Commission

Misi dan Penugasan

(Markus 16, Matius 25, Yehezkiel 24, Wahyu 14)

Pemuridan: Pelajaran 12

 

Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

Saat mulai membaca ayat-ayat Alkitab untuk pelajaran pekan ini, saya menjadi kecil hati. Sepertinya Yesus memberikan ujian kepada umat percaya dan saya benar-benar gagal menjalani ujian tersebut. Bagaimana kalau saudara bergabung dengan saya dalam pelajaran minggu ini dan lihat bagaimana skor saudara dalam “ujian” tersebut? Jika saudara juga gagal dalam ujian tersebut maka setidaknya saya memiliki penjelasannya. Mari salami pelajaran Alkitab kita dan lihat bagaimana pendapat saudara!

  1. Percaya dan Lakukan

    1. Baca Markus 16:14. Mengapa Yesus mencela murid-muridNya? (Karena mereka tidak mempercayai orang-orang yang membawa kabar bahwa Yesus telah bangkit.)

      1. Mengapa murid-murid tersebut bersikap seperti itu? Bukankah hal itu tepat seperti yang mereka harap-harapkan? (Mungkin karena kesombongan diri. Jika Yesus tidak menampakkan diri kepada mereka maka mereka tidak akan percaya. Bandingkan Yohanes 20:24-25.

    2. Baca Markus 16:15-16. Apa yang membedakan antara orang-orang yang akan diselamatkan dan orang-orang yang akan dihukum? (Percaya kepada Yesus.)

    3. Baca Markus 16:17-18. Apakah ada ujian yang akan menentukan siapa yang sungguh-sungguh percaya? (Yesus mengatakan bahwa orang-orang yang percaya memperlihatkan tanda-tanda tertentu: mengusir setan, berbicara dalam bahasa yang baru, memegang ular, minum racun dan menyembuhkan orang sakit.)

      1. Jika itu ujiannya, dapat saya katakan bahwa saya gagal dalam ujian tersebut. Sepengetahuan saya, pelajaran bahasa Spanyol yang saya ambil semasa kuliah dulu dan makan di [sebuah jaringan restoran yang namanya tidak disebutkan] nilainya hampir sama dengan yang akan saya peroleh dalam salah satu ujian ini.)

      2. Manakala saya hendak memperdebatkan bahwa arti dari satu ayat Alkitab tidak segamblang apa yang dituliskan, kegugupan melanda saya. Ujian ini tampaknya begitu tidak logis. Mengapa sampai memegang ular atau minum racun dikait-kaitkan dengan percaya kepada Yesus? (Yang saya lihat adalah hal-hal tersebut sama sekali tidak punya keterkaitan.)

        1. Apakah ada perintah lain di dalam Alkitab agar kita memegang ular atau minum racun. Apakah pernah kita baca soal Yesus memegang ular atau minum racun? (Kedua-duanya tidak.)

        2. Tak satupun ulasan Alkitab yang saya baca yang menganjurkan bahwa kita harus benar-benar minum racun untuk membuktikan iman kita. Ulasan dalam Barnes’ Notes dan Adam Clarke’s menyebutkan bahwa tanda-tanda ini diberikan kepada orang-orang yang hidup “di era primitif” atau di “zaman primitif.” Patutkan kita menyebut Yesus dan murid-muridNya orang “primitif?” Manakala kita mulai menegaskan bahwa kita lebih canggih dari orang-orang yang hidup di zaman Alkitab, saya juga mulai dilanda kegugupan. Tampaknya kebanggaan diri sedang berkibar. Kita mungkin punya teknologi yang lebih baik, namun saya ragu kalau kecerdasan emosi kita lebih tinggi.)

      3. Tengok kembali Markus 16:17. Apakah ada benang merah dalam semua tanda-tanda ini? (Semua tanda-tanda ini terkait dengan kesukaran. Iblis, kendala bahasa, ular, racun, dan penyakit, semuanya merupakan rintangan yang dihadapi murid-murid saat mereka mengabarkan injil. Menurut saya kata Yesus tanda saudara seorang yang percaya adalah bahwa Allah akan menyingkirkan halangan berat saat saudara bersaksi.)

        1. Baca Kisah 28:3-6. Apakah ini menjadi suatu contoh dari pemahaman yang saya usulkan untuk ayat-ayat ini? (Ya. Kita ketahui bahwa Paulus pernah dipatuk ular dan tidak meninggal, dan kejadian ini digunakan menjadi salah satu metode pengabaran injil.)

  2. Percaya dan Penghakiman

    1. Matius 25:31-33. Apa yang dilambangkan oleh domba dan kambing? (Ini merupakan gambaran lain tentang orang-orang yang percaya serta diselamatkan dan orang-orang yang dihukum.)

    2. Baca Matius 25:34-40. Bagaimana pemahaman saudara tentang ayat ini? (Saya merasa jauh lebih baik setelah membaca ayat ini dibandingkan setelah membaca Markus 16:17-18. Saya baru saya mengisi laporan pajak dan saya melaporkan ratusan dolar yang saya dan istri sumbangkan dalam bentuk makanan dan pakaian.)

      1. Apakah menyumbangkan makanan dan pakaian di dapur umum dan badan amal bisa diperhitungkan? Saya belum pernah bertemu muka dengan siapa pun yang menyantap atau mengenakan sumbangan saya.

        1. Maukah saudara bertemu muka dengan para tuna wisma dan fakir miskin?

          1. Jika jawabnya “Tidak,” apakah berarti kita gagal juga dalam ujian ini?

        2. Dua pertemuan terakhir antara saya dengan tuna wisma dan fakir miskin merupakan peristiwa yang menyenangkan. Namun, pertemuan sebelumnya sangat buruk. Seorang tunawisma menelpon saya lewat telepon selularnya (¡) dan memaksa agar saya membeli kasur angin dan mengantarnya ke rumah penampungan karena kasur di sana tidak memuaskan. Perempuan tersebut terus-terusan menelepon dan berteriak-teriak. Kejadian seperti ini tidak bisa dikatakan setara dengan menolong Yesus.

    3. Baca Matius 25:41-46. Perlukah kita mencoret omong kosong tentang “dibenarkan oleh iman” ini? (Tidak. Saya melihat hal ini persis seperti ayat dalam kitab Markus tadi. Dalam kitab Markus, Yesus menggambarkan apa yang akan terjadi kepada pengikut-pengikut setiaNya saat mereka menemui kesulitan dalam pengerjaan penginjilan. Di sini, Yesus menggambarkan reaksi dari orang yang sungguh-sungguh percaya terhadap orang-orang yang membutuhkan. Jika saudara menunjukkan sikap mau menolong dan saudara melakukannya, maka itulah cerminan dari apa yang ada di hati saudara—keinginan untuk mengikut Yesus.)

  3. Percaya dan Bersaksi

    1. Baca Lukas 24:45-49. Sejauh ini, kita telah bersua dengan beberapa ujian pemuridan yang menciptakan keraguan di benak saya soal derajat kemuridan saya. Apa janji Yesus yang memungkinkan kita memenuhi syarat pemuridan? (Roh Kudus.)

    2. Baca Yehezkiel 24:3-4. Menurut saudara apakah orang-orang ini perlu pelajaran memasak?

      1. Petunjuk apa yang saudara temukan dalam ayat-ayat ini mengenai masalah yang sedang Allah sorot dalam cerita masak-memasakNya ini? (Ia menyebut mereka sebagai “kaum pemberontak.” Mereka memiliki masalah rohani.)

    3. Baca Yehezkiel 24:5. Apa solusi bagi masalah rohani mereka? (Menaruh kuali di atas api dan mendidihkannya.)

        1. Menurut saudara apa yang dilambangkan oleh api? (Roh Kudus!)

        2. Bagaimana dengan saudara – apakah “kuali” saudara sedang mendidih di atas api? Ataukah, saudara menjadi pot berisi air dingin dan daging busuk? (Barangkali jika dalam hidup kita “temperatur” Roh Kudus lebih tinggi, skor kita akan lebih baik dalam ujian pemuridan.)

  4. Teori Misi

    1. Sejauh ini kita telah membahas soal kesukaran yang mungkin akan dihadapi dalam misi, kita telah membahas soal tindakan misi dan kita telah membahas soal kuasa bagi misi. Teori apa yang menaungi misi kita – terutama jika saudara percaya bahwa kita sedang hidup di hari-hari terakhir sebelum Kedatangan Yesus Kali Kedua?

    2. Baca Wahyu 14:6-7. Bagaimana Alkitab melukiskan pekabaran malaikat ini? (Pekabaran tentang “injil yang kekal.”)

    3. pekabarannya? (Bersedia menghadapi penghakiman terakhir!)

      1. Bagaimana caranya? (Sembah Allah, takut akan Allah, muliakan Dia.)

      2. Atas dasar apa Allah patut kita sembah, takut dan puji? (Ia adalah sang Pencipta!)

        1. Sobat, apakah engkau mengerti isu mendasar dalam pertempuran tersebut? Apakah saudara sedang membawakan pekabaran yang tepat?

    4. Pemilihan waktu merupakan hal yang amat penting. Mungkinkah bahwa skor saya (kita) dalam memegang ular, minum racun, mengusir setan, menyembuhkan penyakit tidak terlalu bagus karena karena itulah garis penentu dari pertempuran di masa itu dan sekarang yang menjadi garis penentu pertempuran adalah penciptaan/evolusi dan ibadah Sabtu/Minggu?

    5. Dapatkah kita juga beranggapan bahwa kisah domba/kambing kemungkinan besar tidak relevan lagi dilihat dari pemilihan waktu? (Tidak. Ini merupakan kisah tentang penghakiman. Allah tidak pernah membiarkan kita berhenti pada pemahaman yang sederhana akan injil. Pemahaman tersebut haruslah meresap masuk ke dalam hidup kita dan mengubah perilaku dan perbuatan kita.)

    6. Sobat, apakah engkau paham akan tugas seorang murid? Apakah engkau memahami isu-isu tentang zaman akhir? Apakah pemahamanmu mengubah hidupmu?

  5. Pekan depan: Pola Pemuridan.