<-- PEMURIDAN

Persiapan untuk Pemuridan

(Markus 3, Kisah 1, Roma 12, Matius 10)

Pemuridan: Pelajaran 7

 

Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

Pendahuluan: Dalam dua pelajaran terakhir ini kita telah pelajari bahwa semua orang memenuhi syarat untuk menjadi murid. Apa yang selanjutnya perlu kita pelajari untuk menyiapkan diri menjadi murid? Menyiapkan diri untuk memimpin? Mari selami Alkitab dan temukan jawabnya!

  1. Dua Belas Orang yang Terpilih

    1. Baca Markus 3:13-15. Dapatkah pikiran saudara membayangkan adegan tersebut? Coba ungkapkan dalam bahasa yang digunakan masa kini. (“Bos” memanggil nama saudara dan saudara keluar dari kerumunan banyak orang dan masuk ke ruang kerja-Nya. Ia menjelaskan bahwa Ia ingin mempromosikan saudara. Ini pas benar dengan apa yang saudara inginkan, maka saudara pun setuju untuk menjadi rasul.)

      1. Apa uraian tugas dari seorang rasul? (1. Menyertai Yesus. 2. Siap berkhotbah. 3. Memiliki kuasa untuk mengusir setan.)

        1. Coba sejenak kita fokuskan pada aspek terakhir dari pekerjaan tersebut. Apakah saudara perlu diberi kuasa/wewenang untuk melakukan pekerjaan semacam ini? (Sulit untuk mengartikan ayat ini dengan cara lain.)

      2. Apa pelajaran bagi kita di masa kini yang bisa ditarik dari pemilihan dua belas murid tersebut? (Banyak yang menjadi pengikut Yesus, namun Ia hanya memilih beberapa orang saja untuk menduduki posisi yang memiliki wewenang.)

  2. Memilihmu

    1. Cara pemilihan kedua belas orang ini sangat “hitam putih.” Bagaimana kita dipilih oleh Yesus pada masa kini?

      1. Tempat yang baik untuk mulai mencari jawabannya adalah Kisah 1:21-26. Yesus telah kembali ke surga, dan jemaat mula-mula sedang dalam proses mencari pengganti Yudas. Mari kita baca cerita ini. Apa yang menjadi elemen penting dari pilihan tersebut? (Jemaat menggunakan hikmatnya dalam mencari seseorang yang sudah punya cukup pengalaman. Jemaat memilih dua orang dan berdoa memohon tuntunan ilahi lalu membuang undi – agar supaya keputusan terakhir diserahkan kepada Allah.)

      2. Apakah saudara bisa memilih diri sendiri untuk menjadi pimpinan? Saya teringat kepada seseorang yang belajar dan menambah ilmu agar bisa terpilih menjadi “Ketua Pertama.” Ia telah siap dan menunggu untuk dipilih oleh jemaat. Manakala tidak terpilih, ia meninggalkan gereja. Jelas, jemaat telah menentukan pilihan yang tepat. Kita semua bisa (dan harus) memilih untuk menjadi murid Yesus. Namun, posisi pimpinan tidaklah bisa “dipilih sendiri.”

    2. Baca Roma 12:3-5. Apa yang diajarkan di sini mengenai peran kita di dalam jemaat? (Kita semua memiliki tugas. Namun, tidak semua memiliki fungsi yang sama. Artinya, kita tidak memiliki pekerjaan yang sama.)

      1. Apakah kita punya peranan dalam memilih fungsi yang akan kita jalankan? (Peran kita adalah bersikap realistis mengenai pekerjaan kita. Manakala Alkitab mengatakan “hendaklah kamu berpikir begitu rupa,” maksudnya adalah bersikap realistis mengenai fungsi yang paling tepat bagi saudara.)
         
      2. Selain kita harus realistis, bagaimana fungsi-fungsi ini ditetapkan? (Baca Roma 12:6-8. “Kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita” tampaknya menunjuk kepada berkat-berkat dari Allah dan kuasa Roh Kudus. Pikirkan pemberian apa yang Allah telah karuniakan kepada saudara. Di bidang apa saudara dapat melakukan yang terbaik dalam pekerjaanNya? Itulah tempat saudara di dalam jemaat.)

    3. Menilik apa yang telah kita pelajari sejauh ini, apakah langkah pertama dalam persiapan untuk permuridan? (Mencari tahu peran saudara dalam pekerjaan tersebut. Peran saudara bisa saja berubah sejalan dengan berlalunya waktu, namun intinya tetap sama: 1) Cari tuntunan Allah lewat pemberian yang Allah telah karuniakan kepada saudara dan peluang untuk memimpin yang ditawarkan oleh gereja. 2) Bersikap realistis mengenai karunia dan talenta saudara.)

  3. Tugas

    1. Matius 10:1, 5-6. Apakah ini perintah untuk kita? (Ya dan tidak. Kita paham bahwa pembatasan dalam misi bukanlah perintah untuk kita karena pekan lalu kita telah pelajari bahwa Petrus dan Kornelius jelas dituntun oleh Allah untuk bertemu agar orang bukan Yahudi dapat mendengar kabar injil. Namun, prinsip utamanya adalah bahwa kita harus fokus pada misi kita.)

      1. Prinsip apa yang perlu kita pelajari dari panggilan Yesus kepada murid-muridNya? (Persiapan untuk pemuridan menuntut kita untuk datang dekat kepada Yesus lewat belajar Alkitab dan doa.)

      2. Pelajaran apa yang bisa ditarik dari dikaruniakannya wewenang untuk “menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan-setan?”

        1. Adam Clarke’s commentary menyebutkan seperti ini: “Orang yang pelayanannya tidak disertai penyembuhan jiwa yang sakit, tidaklah pernah terpanggil oleh Allah.” Setujukah saudara? (Tidak pasti apakah yang dimaksud oleh Clarke adalah pengusiran setan atau pertobatan. Jika seorang pendeta tidak pernah mempertobatkan seorang pun, maka hal tersebut tentu jadi masalah. Sementara menelusuri “daftar wewenang” yang terdapat pada ayat satu, saya dapati bahwa kebanyakan pendeta yang saya kenal tidak melakukan penyembuhan seketika dan penuh mujizat.)

        2. Baca Efesus 4:11-12. Dalam daftar ini “rasul-rasul” (yakni kedua belas orang dalam Matius 10:1) berbeda dengan “pemberita injil” dan “gembala.” Apa yang dikatakan disini mengenai wewenang yang sama pada gembala dan rasul? Apa yang dikatakan di sini mengenai perlunya mereka mengusir setan dan menyembuhkan?

    2. Baca Matius 10:7-8. Mana dari perintah-perintah ini yang menurut saudara berlaku bagi persiapan kita untuk pemuridan? (Pekabarannya seharusnya sama. Jika kita diberi wewenang untuk melakukan hal-hal lainnya, maka kita harus melakukannya.)

      1. Apakah arti dari “kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” (Jika Allah telah mengaruniakan suatu pemberian kepada saudara, jika Ia telah memberi wewenang kepada saudara dengan kuasa ilahi, gunakanlah hal itu dengan leluasa untuk menolong orang lain.)

    3. Baca Matius 10:9-10. Apa arti ayat ini? Apakah kemiskinan merupakan bagian dari pemuridan? (Merupakan kebalikannya. Perhatikan bahwa mereka meninggalkan uang, koper, pakaian cadangan, sepatu dan dasi di rumah.)

      1. Masuk akalkah hal tersebut? (Yesus mengatakan bahwa orang-orang yang merasakan faedah dari mendengarkan injil perlu menyediakan hal-hal tersebut bagi saudara.)

      2. Apa yang terjadi dengan “kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma?”

      3. Setidaknya untuk lima tahun pertama dari pelajaran ini, saya mendanai sendiri semua pengeluaran. Semua penerjemah secara sukarela memberikan waktu mereka dan menanggung biaya-biaya yang timbul. Kira-kira lima tahun yang lalu anak saya mulai menempatkan iklan Google di situs pelajaran ini untuk menutupi biaya-biaya yang timbul. Perlukah saya menerima uang dari saudara gantinya menerima dari pemasang iklan Google? (Tidak semua orang mengikuti aturan ini. Paulus menyokong dirinya sendiri. Kisah 20:34.)

    4. Baca Matius 10:11-13. Mulailah dengan ayat 11. Apa pelajaran tentang pemuridan yang saudara pelajari dari ayat ini? (Landasan bagi misi saudara bergantung pada upaya saudara (“cari”), kesediaan penduduk setempat untuk membantu (“seorang yang layak”), dan berlanjut pada kemitraan antara kalian berdua (“tinggallah padanya sampai kamu berangkat.”). Saya tidak akan mengesampingkan tuntunan Roh Kudus karena salah satu oknum keallahan yakni Yesuslah yang memberikan perintah ini.)

      1. Pelajaran apa yang saudara temukan dalam ayat 12 (Bersikap hormat dan bersikap baik terhadap keluarga setempat yang bekerja dengan saudara.)

      2. Pelajaran apa yang saudara temukan dalam ayat 13? (Jika mereka suka menolong, berkatilah mereka.)

    5. Baca Matius 10:14-16. Apa yang harus saudara lakukan jika mereka tidak mendengarkan saudara (Tinggalkan tempat itu.)

      1. Apakah perintah tentang meninggalkan tempat ini perlu menjadi penuntun pekerjaan pekabaran injil yang kita lakukan di masa kini? Bagaimana dengan usaha kita untuk menjangkau orang-orang yang dulu pernah menjadi anggota jemaat?

          1. Jika mantan anggota mengatakan “tidak,” apakah kita tidak perlu mencoba lagi?

          2. Ataukah, perintah ini hanya berlaku bagi keduabelas murid yang memiliki tugas yang sangat besar dengan waktu yang terbatas?

      2. Mengapa Matius 10:15 ini betul menurut saudara? Sekadar menolak untuk mendengarkan saja sudah lebih buruk daripada pemerkosa (Kejadian 19:4-5)? Bagaimana bisa? (Baca Matius 11:23-24. Barnes’ Notes mengemukakan bahwa ini ada kaitannya dengan “terang” yang ada pada saudara. Tampaknya Lot, pengikut Tuhat di Sodom, bukanlah seorang evangelis yang cukup baik. Orang-orang Sodom tidak memiliki pandangan yang cukup baik tentang Allah. Di lain sisi, orang-orang dikirim pergi dalam Matius 10 merupakan keduabelas murid tersebut! Siapa lagi yang bisa menjelaskan injil dengan lebih baik daripada mereka? (Sebenarnya, sebagaimana yang telah kita pelajari di awal seri pelajaran ini, pemahaman murid-murid ini terhadap misi mereka pada saat itu tidaklah begitu bagus. Namun tampaknya, pekerjaan mereka masih lebih baik daripada pekerjaan Lot!)

      3. Manakala Yesus mengatakan “hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati” pelajaran apa yang Ia ingin murid-muridNya pelajari? (Gunakan akal sehatmu! Gunakan otakmu! Sejumlah orang Kristen mengeluhkan tentang model kebaktian “pencarian,” mengeluhkan tentang penggunaan teknik-teknik komersial untuk memasarkan gereja dan menjadikannya menarik di mata dunia. Menurut pandangan mereka, model kebaktian usang dan membosankan yang mereka jalankan itu lebih rohaniah – Allah akan membawa masuk orang yang tepat (tidak jadi soal kalau hanya sedikit, kalaupun ada, yang datang selama beberapa tahun terakhir ini). Tuhan kita mengatakan, bila hendak mengabarkan injil kepada dunia jadilah “cerdik seperti ular.”

    6. Sobat, maukah engkau mengambil langkah untuk menemukan peranmu sebagai murid yang efektif?

  4. Pekan depan: Mengalami Pemuridan.