Unsur
Etnis dan Pemuridan
(Lukas
17, Markus 7, Kisah 10)
Pemuridan:
Pelajaran 6
Copr.
2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi
Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia,
kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar
diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan
pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Salomo
mengatakan bahwa tidak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. (Pengkhotbah
1:9). Masalah ras sudah merupakan kisah lama. Masalah tersebut telah ada sejak
zaman Yesus dan masih ada sampai sekarang – kendati di Amerika tingkatannya
lebih rendah dari tempat lain. Saat pertama pindah ke daerah ini saya dulunya
menjadi anggota dari sebuah gereja yang memiliki masalah ras yang serius. Ras
yang satu menganggap bahwa ras lainnya sedang berusaha menguasai gereja.
Setelah pindah, saya datang berkunjung dan berkhotbah di gereja tersebut. Saya
ingat suatu ketika saya memasuki gereja tersebut dan kedua ras tersebut secara
terpisah sedang mendiskusikan pelajaran mereka. Saya duduk di kelas yang “salah”
yang tidak sesuai dengan ras saya. Saya dulu pernah berkhotbah tentang
rekonsiliasi ras di gereja tersebut. Kemudian anggota-anggota dari kedua ras
tersebut mendatangi saya dan berkata, “Mudah-mudahan MEREKA mendengarkan.” Sangat menyedihkan. Sekarang ini,
sebagiamana yang bisa diduga, gereja tersebut tidak lagi beranggotakan dua ras.
Ini menjadi salah satu jalan keluar, namun sepertinya cara ini bukanlah jawaban
Alkitabiah atas permasalahan tersebut. Mari selami pelajaran kita dan temukan apa kata
Alkitab tentang ras dan pemuridan!
- Orang Samaria
- Baca
Lukas 17:11-14. Ini merupakan mujizat “jarak jauh.” Apakah saudara merasa
bahwa Yesus yang sedang mengadakan perjalanan dan tempat yang dituju
sudah ada dalam benaknya akan dilambatkan oleh orang-orang ini? (Ya. Tampaknya Yesus
berseru kepada mereka sementara Ia meneruskan perjalananNya.)
- Jadi
masalahkah jika Yesus tidak berhenti dan meluangkan waktu bersama
mereka? Apakah
mujizat yang mereka alami kurang berkhasiat? (Tidak. Sementara mereka
mengikuti perintah Yesus, mereka disembuhkan.)
- Apakah
ada pelajaran yang bisa kita tarik dari sini? (Allah yang kita miliki
sungguh besar dan dapat melakukan apa saja bagi kita. Ia tidak perlu
mengkaji masalah tersebut.)
- Mengapa
Yesus menyuruh mereka untuk memperlihatkan diri kepada imam-imam?
(Seseorang perlu menemui imam untuk mendapatkan pernyataan resmi bahwa
dirinya tidak lagi mengidap penyakit kulit yang menular. Imamat 14:1-7.)
- Baca Lukas 17:15-16. Mengapa di sini disebutkan ras dari orang
tersebut?
- Apakah hal ini menjadi bukti bahwa Lukas seorang rasis?
- Bagaimana sampai soal ras ini ditambahkan ke dalam kisah
tersebut? (Lukas benar-benar seorang yang “sadar ras” di sini. Menurut
saya, kisah ini diceritakan karena adanya faktor ras. Allah menunjukkan
bahwa ras “yang tidak disukai” menunjukkan ciri pemuridan yang lebih
baik dari pada ras yang disukai.)
- Baca
Lukas 17:17-19. Bagaimana saudara menggolongkan cara pendekatan Yesus
terhadap masalah rasial ini? (Bagi saya Yesus sepertinya tidak terlalu
benar. Ia menyebut orang ini “orang asing.” Kali ini Yesus menggaris-bawahi
soal orang asing yang melakukan hal yang benar.)
- Tengok kembali Lukas 17:19. Apa artinya menurut saudara?
- Apakah yang lainnya akan kembali mengidap penyakit lepra?
- Apakah
ada orang yang bisa disembuhkan tanpa adanya iman?
- Apakah
penyembuhan orang Samaria ini lebih hebat daripada yang lainnya?
(Menurut saya Yesus tidak bermaksud mengatakan bahwa yang lainnya tidak
disembuhkan, atau akan kembali terkena penyakit. Sebaliknya, menurut
saya maksud Yesus adalah bahwa orang ini disembuhkan baik pikiran
maupun tubuhnya. Imannya telah memperoleh upah.)
- Nelson’s
Bible Dictionary, pada bab “Orang Samaria,” menyebutkan “Orang Samaria terdiri
dari ‘ras campuran’ yang sudah terkontaminasi oleh darah asing dan
ibadat yang palsu.” Jika peribadatan mereka palsu, bagaimana bisa Yesus
mengatakan bahwa orang ini memiliki “iman?”
- Apa
yang diajarkan di sini mengenai anggota dari gereja lain? (Orang ini
jelas beriman dalam Yesus. Pandangan bahwa anggota dari denominasi
tertentu, buatan manusia, secara otomatis lebih unggul dari orang
Kristen lainnya merupakan gagasan yang bertentangan dengan Alkitab. Iman
merupakan persoalan pribadi.)
- Orang
Gerika
- Baca
Markus 7:24. Menurut saudara mengapa Yesus ingin merahasiakan
keberadaanNya di Tirus? (Baru Matius 15:24. Ini merupakan catatan Matius
dari kisah yang sama. Yesus tidak datang untuk melayani orang Tirus. Ia
ingin beristirahat semata.)
- Baca
Markus 7:25-26. Apakah perempuan ini seorang percaya? (Baca Matius 15:22.
Fakta bahwa Ia menyebut Yesus “Tuhan, Anak Daud,” menunjukkan bahwa ia
percaya Yesus adalah Mesias.)
- Baca
Markus 7:27. Mengapa Yesus membicarakan soal makan?
- Bagaimana
saudara memaknai kata-kata Yesus kepada perempuan ini?
- Apakah
Yesus menyebutnya “anjing” karena ia orang Gerika bukan orang Yahudi?
(Ya! Lebih buruk lagi, tampaknya Ia menyebut anaknya seekor anjing.)
- Baca
Markus 7:28-30. Menurut saudara apakah tadi Yesus sedang menguji imannya
ataukah Ia sungguh-sungguh? (Keduanya. Menurut saya Ia sungguh-sungguh
untuk dua alasan. Ia memasuki kota tersebut dengan diam-diam agar Ia
tida akan terganggu oleh orang-orang ini. Ia secara khusus menyebutkan
bahwa misinya bukanlah untuk orang-orang ini.)
- Masih ingat gereja yang saya sebutkan di bagian pendahuluan? Sepengetahuan saya mereka
tidak pernah menyebut ras lainnya “anjing” atau mengatakan tidak akan
menolong mereka. Apa pelajaran yang bisa kita tarik di sini? Orang-orang
yang berasal dari ras yang tidak disukai dapat datang kepada Yesus jika
mereka menunjukkan iman yang besar dan menepiskan cercaan? (Menurut saya
kisah ini jauh lebih hebat daripada apa yang tampak di permukaan.
Pertama, memiliki misi yang terfokus itu baik. Misi Yesus di dunia ini
berlangsung kira-kira tiga tahun lamanya dan fokus misinya pada saat
tersebut adalah bangsa Yahudi. Ini demi alasan efisiensi, bukan rasisme.
Kedua, Yesus (ketika itu dan sekarang ini) menguji iman kita. Yesus
menguji iman perempuan ini dengan mengatakan hal-hal yang ia sudah
ketahui sebelumnya – bahwa orang Yahudi memandang rendah kepada orang
non-Yahudi. Imannya tidak undur dengan kenyataan ini. Yesus yang
mendapati bahwa imannya teguh, menyembuhkan anak perempuannya.)
- Orang
Italia
- Baca
Kisah 10:1-2. Apa yang saudara ketahui tentang Kornelius? (Ia seorang komandan dari
divisi Italia. Tampaknya ia seorang Italia (Ayat ini menyebut “pasukan
Italia” dan ia memiliki nama Latin.) Ia percaya kepada Allah yang
benar dan ia orang yang setia. Namun, ia tidak bisa menjadi orang Yahudi
“sepenuhnya” karena di kemudian hari ia disebut sebagai orang “tidak
bersunat.” Lihat Kisah 11:1-17.)
- Baca
Kisah 10:3-5. Apa yang dikatakan di sini mengenai kesanggupan orang bukan
Yahudi untuk menjadi murid? (Allah memiliki pekabaran khusus bagi orang
yang bukan dari kalangan Yahudi! Allah memiliki rencana bagi Kornelius.)
- Apa kira-kira masalah yang saudara dapati dalam pekabaran ini? (Baca Kisah 10:27-28. Allah
mengarahkan Kornelius untuk mendatangkan seorang Yahudi ke rumahnya.
Masalahnya, sebagaimana yang kemudian dijelaskan Petrus, adalah bahwa orang
Yahudi yang taat tidak akan mau berkunjung ke rumah orang bukan Yahudi.
- Baca
Kisah 10:9-17. Ayat ini menyebutkan bahwa Petrus “bertanya-tanya di dalam
hatinya, apa kiranya arti penglihatan yang telah dilihatnya itu.” Apa
yang perlu dipertanyakan? Bukannya pekabarannya amat jelas – semua daging
itu kini halal? (Itulah persinya arti penglihatan itu pada sekilas
pandang pertama. Meskipun begitu, Petrus tidak yakin kalau itulah arti
penglihatan tersebut sebenarnya.)
- Baca
Kisah 10:17-19. Apakah cerita ini telah berganti topik? Mengapa
disebutkan bahwa Petrus sementara merenung-renungkan penglihatan tersebut
saat ketiga orang ini tiba di rumahnya? (Ayat ini menceritakan bahwa
tujuan dari orang-orang suruhan Kornelius dan penglihatan Petrus itu
saling terkait.)
- Baca
Kisah 10:23-29. Apakah penglihatas tersebut terkait dengan daging haram?
(Tidak. Apapun pandangan saudara tentang larangan mengenai makan daging
haram dalam kitab Imamat (lihat Imamat 11), cerita ini jelas bukanlah
tentang apa yang dibolehkan untuk saudara makan, namun mengenai siapa
yang dapat menjadi murid Allah.)
- Baca
Kisah 10:30-33. Dalam skala 1-10, seberapa pastikah saudara bahwa Allah
berada di balik pertemuan antara Petrus yang berbangsa Yahudi dan
Kornelius yang berbangsa Italia? (Keduanya dituntun oleh Allah untuk mengadakan
pertemuan ini.)
- Baca
Kisah 10:34-38 dan Kisah 10:44-47. Apa yang diajarkan di sini mengenai
rasisme di dalam gereja?
- Pelajaran
apa yang dapat kita tarik soal apakah Allah membedakan etnis dalam
pemuridan?
- Diskriminasi
Allah didasarkan atas apa? (Kisah 10:34-35. Dasar “pendiskriminasian” Allah
adalah orang-orang yang takut kepadaNya dan yang melakukan apa yang
benar.)
- Sobat,
jika Allah tidak memberlakukan diskriminasi atas dasar ras, apa hak kita
untuk memberlakukan diskriminasi atas dasar tersebut? Jika engkau merasa
sebagai korban rasisme, ingat bahwa Alkitab menghargai orang-orang yang
menepiskan hinaan rasial saat mencari Allah.
- Pekan
depan: Persiapan untuk Pemuridan.