<-- Gender and Discipleship

Jenis Kelamin dan Pemuridan

(Lukas 1 & 10, Yohanes 5)

Pemuridan: Pelajaran 5

 

Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

Pendahuluan: Tenang. Kita tidak tidak akan membuka lahan baru dengan pelajaran ini. Sebaliknya, kita akan pelajari bagaimana para perempuan merespons panggilan pemuridan dan melihat apa yang kita (dari dua jenis kelamin) dapat pelajari mengenai menjadi murid masa kini. Kabar baiknya, hai kaum hawa, adalah bahwa para perempuan tampaknya lebih baik dibandingkan dengan para laki-laki yang kita pelajari pekan ini. Mari selami pelajaran kita!

  1. Maria

    1. Baca Lukas 1:8-9, 11-13. Yang disampaikan oleh malaikat kepada Zakharia apakah kabar baik atau kabar buruk? Apakah ia menginginkan seorang putra? (Ayat 13 mengatakan, “doamu telah dikabulkan.” Ia sudah lama berdoa agar memperoleh seorang putra!)

    2. Baca Lukas 1:14, 17-18. Coba ucapkan perkataan Zakharia dalam gaya bahasa masa kini. (“Bagaimana saya tahu kalau engkau tidak berdusta?”)

    3. Baca Lukas 1:19. Apakah Gabriel merasa terhina? (Sepertinya begitu. Gabriel sepertinya mengatakan, “Kamu tahu siapa yang sedang berbicara dengan kamu? Kamu paham dari mana saya memperoleh kabar ini?”)

    4. Apakah Zakharia telah menjadi seorang murid? (Ya. Ia bukan saja pengikut Allah, namun juga memiliki peran khusus sebagai seorang imam.)

      1. Apakah Allah sementara memanggil Zakharia untuk melakukan peran yang lebih besar sebagai seorang murid? (Ya! Ia dipanggil untuk menjadi ayah (dengan demikian menjadi seorang murid) dari seorang anak yang akan menjadi bagian dari rencana khusus untuk menyiapkan jalan bagi Mesias!)

        1. Apakah panggilan ini akan menjauhkan Zakharia dari zona nyamannya? Apakah akan mendatangkan rasa malu baginya? (Tidak. Memiliki anak akan mendatangkan kehormatan kepadanya. Benar-benar tidak ada yang negatif dari janji ini – selain daripada harus mengikuti perintah Allah. (Yang mestinya tidak akan menjadi hal yang “negatif.”)

      2. Apakah Zakharia meragukan jawaban atas doa-doanya?

        1. Apakah kita kadang-kadang ragu kalau doa-doa kita telah dijawab?

      3. Bagi seorang imam, apakah reaksi semacam ini bisa dimengerti? (Tidak. Ia telah mendoakan hal ini. Inilah yang ia dambakan! Ia seorang imam, seseorang yang mestinya memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Allah. Dan, ada contoh Abraham dan Sara yang memperoleh anak di usia lanjut. Sekalipun demikian, Zakharia ragu.)

    5. Beberapa bulan kemudian Gabriel melaksanakan misi yang sama. Baca Lukas 1:26-29. Manakala ayat 26 menyebutkan “bulan yang keenam,” apa yang dimaksudkan? (Bulan keenam dari kehamilan istri Zakharia, Elisabet.)

      1. Maria resah mendengar perkataan Gariel. Mengapa? (Tidak lazim bagi orang awam, khususnya wanita pada masa itu, untuk menganggap diri “sangat berkenan” di hadapan Allah.)

        1. Salam Gabriel ini apakah membuat Maria lebih percaya kepada pekabaran Gabriel yang selanjutnya ataukan membuatnya kurang mempercayai?

    6. Baca Lukas 1:30-33. Apakah kabar ini layak dipercaya? Bagaimana kredibilitas kabar ini dibandingkan dengan kabar yang Gabriel sampaikan kepada Zakharia beberapa bulan sebelumnya? (Kabar seperti ini belum pernah terjadi dalam catatan sejarah dunia!)

    7. Baca Lukas 1:34. Apakah Maria meragukan perkataan Gabriel? (Tidak. Ia hanya bertanya “Bagaimana hal itu mungkin terjadi?” Ini merupakan pertanyaan yang masuk akal jika melihat isi kabar yang dia terima.)

    8. Baca Lukas 1:35-38. Apa respons Maria terhadap kabar yang tidak masuk akal ini? (Silahkan, Allah)

      1. Apakah hal negatif yang bisa muncul dengan membiarkan Allah melakukan apa yang menurut Gabriel akan Ia lakukan? (Yusuf bisa jadi menolak menikahinya. Reputasinya akan hancur. Bahkan terancam dilontari batu (lihat Yohanes 8:3-5.)

      2. Bagaimana saudara membandingkan respons Maria atas panggilan kepada pemuridan yang khusus ini dengan respons imam Zakharia?

        1. Siapakah yang pantas berkata kepada Gabriel “Bagaimana saya tahu kalau engkau tidak berdusta?” (Kepada Gabriel diberikan kabar yang amat sangat masuk akal yang pas untuk hidupnya (ia menikah) dan merupakan jawab atas doanya. Kepada Maria disampaikan cerita yang amat sangat tidak masuk akal (sampai saat itu), yang bisa membawa konsekuensi negatif bagi hidupnya. Namun ia mengatakan, “Baiklah, Tuhan. Gunakanlah aku sebagaimana yang engkau katakana tadi.”)

        2. Apakah hal ini memberikan kita wawasan mengapa Allah memilih Maria untuk menjadi ibu Yesus?

    9. Jelas, Allah tidak akan memanggil Zakharia untuk menjadi ibu Yesus. Hal tersebut membutuhkan mujizat yang lebih sangat tidak masuk akal. Mengapa Maria memberi respons positif terhadap panggilan tersebut? Apakah perempuan memang lebih baik sebagai murid?

      1. Apakah hal ini memang ada kaitannya dengan gender? (Mungkin saja – teristimewa dalam budaya ketika itu. Pekan lalu kita membahas tentang Nikodemus, seorang yang memiliki segala jenis kekuatan dan wewenang. Apabila saudara memiliki landasan kekuatan, apabila saudara memiliki seperangkat “peralatan” yang biasa saudara manfaatkan untuk membereskan segala hal di masa lalu, maka lebih sukarlah untuk menerima gagasan tentang menyerahkan segalanya dan mengikut Yesus. Maria mengatakan “Bantulah agar saya mengerit.” Saat ia sudah mengerti, ia mengatakan, “Baiklah.” Zakharia mengatakan, “Saya mengerti, tapi bagaimana saya bisa memastikan kalau engkau tidak sedang berdusta?”)

  2. Maria Magdalena

    1. Baca Lukas 8:1-3. Kita dapati dalam ayat-ayat ini bahwa ada perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dalam pelayananNya. Bagaimana ayat-ayat ini menyiratkan bahwa mereka membantu Yesus? (Mereka menyokong upayaNya “dengan kekayaan mereka.” Kemungkinan mereka menggunakan uang dan makanan mereka untuk menjaga keberlangsungan usaha pekabaran injil tersebut.)

    2. Baca Yohanes 19:25. Markus 15:46-47. Markus 16:1. Apa yang diberitahukan oleh ayat-ayat ini tentang pemuridan Maria Magdalena? (Bahwa ia bersama-sama Yesus di saat-saat yang paling buruk.)

    3. Baca Yohanes 20:11-16. Apa upah yang Maria terima karena tak lepas dari sisi Yesus saat mereka melalui akhir yang getir? (Ia merupakan orang pertama yang melihat Dia sebagai Tuhan yang bangkit!)

    4. Pelajaran apa yang diajarkan di sini tentang menjadi murid di masa kini? (Saudara tidak harus menjadi kepala rombongan. Allah mengasihi (dan memberi upah) orang-orang yang dengan setia bekerja keras di belakang – bahkan di saat tak seorang pun selain Allah memperhatikan apa yang sedang mereka lakukan.)

  3. Maria dan Marta

    1. Sejauh ini, kita telah bertemu dengan para murid perempuan dalam peran “pendukung.” Mari kita perhatikan lebih dekat soal ini dengan membaca Lukas 10:38-40. Apakah ini yang jadi masalah di jemaat? Beberapa orang giat berusaha dan membantu mengatasi masalah, dan yang lainya hanya berbicara (atau mendengarkan)?

      1. Apakah keluhan Marta ini sesuatu yang wajar? (Mengapa harus satu orang yang melakukan semua pekerjaan?)

    2. Baca Lukas 10:41-42. Yesus mengatakan bahwa “hanya satu saja yang perlu.” Apakah hal yang satu itu? (MendengarkanNya!)

      1. Bagaimana mereka bisa makan kalau Marta tidak melakukan hal yang lain itu?

 

      1. Bagaimana mereka bisa memperoleh tempat untuk duduk (atau berbaring), sesuatu untuk diminum dan peralatan makan tanpa adanya seseorang yang merisaukan segala tetek bengek tersebut? (Jika tak ada yang berpayah-payah mengurusi tetek bengek tersebut, maka tidak akan ada makanan yang terhidang – perlu ada mujizat dari Yesus. Menurut saya Yesus bukannya mengatakan “jangan lakukan hal-hal yang perlu ini.” Sebaliknya, Ia mengatakan “jangan tenggelam dalam detil. Ingat bahwa tujuan utamanya adalah mengabarkan injil. Mempelajari injil lebih penting daripada memasak dan bersih-bersih.”)

      2. Apakah dipelajari dari sini oleh murid-murid (dari kedua gender) masa kini?

      3. Gereja saja menghadapi situasi yang mengganggu. Di hari-hari di mana diadakan acara “makan bersama” anggota-anggotanya sibuk di dapur gereja sementara khotbah sedang berlangsung. Mereka tidak mendengar khotbah tersebut. Bagaimana saudara mengaplikasikan cerita Marta dan Maria dalam situasi ini?

        1. Ingat bahwa Yesus tidak menyalahkan Marta. Ia hanya mengatakan bahwa Maria telah memilih “bagian yang terbaik.” (Menurut saya “yang terbaik” bukanlah menyiapkan hidangan di saat khotbah sedang berlangsung.)

  1. Perempuan Samaria

    1. Jika saudara tidak terlalu kenal cerita ini, bacalah Yohanes 4:3-42. Jika saudara sudah tahu, mari fokuskan pada beberapa ayat. Baca Yohanes 4:6-9. Apa yang salah dengan Yesus yang meminta minum dari perempuan ini?

      1. Jika orang Yahudi memandang rendah orang Samaria (dan perempuan), maka mengapa ia harus mengeluh? (Yesus sedang melanggar beberapa hal yang tabu dalam budaya mereka. Laki-laki Yahudi tak akan berurusan dengan orang Samaria, apalagi perempuan Samaria. Lebih buruk lagi, Yesus meminta minum dari tempayannya. Lebih buruk lagi, Yesus bisa berhutang budi kepada perempuan ini. Pelanggaran akan norma-norma budaya yang Yesus lakukan sangatlah ekstrim sehingga perempuan ini memberi peringatan.)

    2. Baca Yohanes 4:10, 25-26. Mengapa Yesus mengatakan perkara-perkara ini kepada perempuan ini? (Ia sedang mengupayakan untuk menjadikan perempuan ini muridNya.)

    3. Baca Yohanes 4:39-42. Mengapa Yesus memilih seorang perempuan untuk mengabarkan injil di Samaria?

      1. Baca Matius 10:5-7. Bagaimana saudara mempertemukan ayat-ayat ini dengan pekerjaan Yesus pada perempuan Samaria tersebut? (Pada beberapa peristiwa Yesus sepertinya mematuhi norma-norma budaya. Pada peristiwa lain tidak demikian. Kita perlu meminta tuntunan Roh Kudus dalam hal ini.)

      2. Apakah yang menjadi isu pokok terkait dengan budaya? (Baca Galatia 3:26-29)

    4. Sobat, Allah memanggilmu agar mengikutiNya apapun jenis kelaminmu. Sekalipun budaya membuat beberapa perkara menjadi lebih sukar, Allah telah memberikan tugas-tugas terpenting kepada murid-murid yang perempuan!

  2. Pekan depan: Etnis dan Pemuridan