<-- Lessons From Would-be Disciples

Pelajaran dari Para Calon Murid

(Matius 8, Yohanes 3)

Pemuridan: Pelajaran 4

 

Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

Pendahuluan: Harus diakui bahwa terkadang timbul rasa malas dalam diri kita. Kadang-kadang kita merasa nyaman dan enggan berubah. Terkadang perubahan terasa terlalu rumit. Terkadang perubahan sepertinya tidak ada manfaatnya. Baru-baru ini saya melakukan beberapa perubahan yang amat besar. Setelah 30 tahun mengurusi perkara pengadilan, saya beralih menjadi dosen di sekolah hukum. Setelah puluhan tahun, Roh Kudus menyentuh nalar saya sehingga tersadar akan dosa dalam hidup saya. Saya bertobat dan berubah. Perubahan karir saya meminta banyak pengorbanan dan menyita banyak sekali waktu luang saya. Saya perlu mengeluarkan banyak uang karena kini saya perlu menyewa rumah. Waktu bersama istri saya banyak tersita. Saat menulis pelajaran ini saya sementara terbaring di tempat tidur karena mengalami cedera fisik yang mungkin tidak akan saya alami andai masih bekerja di tempat lama. Apakah perubahan ini bermanfaat? Sudah barang tentu! Panggilan Yesus kepada kita untuk menjadi murid merupakan panggilan untuk berubah. Mari mulaikan pelajaran kita dan pelajari sekelompok orang yang enggan untuk berubah dan mengikut Yesus.

  1. Ahli Taurat

    1. Baca Matius 8:18-20. Orang ini secara sukarela mengajukan diri untuk menjadi murid Yesus. Mengapa Yesus menyinggung beberapa nama hewan saat memberi respon? (Yesus memberitahu ahli Taurat tersebut bahwa Ia tidak memiliki tempat tinggal.)

      1. Apa kaitan antara jawaban yang Yesus berikan dan tawaran yang diajukan oleh ahli Taurat tersebut? Ahli Taurat tersebut tidak menanyakan soal akomodasi pada Yesus. (Yesus menghendaki agar orang ini melihat gambaran utuh dari perubahan yang dihadapi. Ahli Taurat ini mungkin sedang menggebu-gebu mendengarkan ajaran Yesus. Namun, sebelum ia mengikuti dorongan hatinya untuk menjadi seorang murid, Yesus ingin agar ia memahami bahwa ini bukanlah perjalanan wisata yang mewah.)

    2. Alkitab tidak mencatat bagaimana tanggapan sang ahli Taurat. Menurut saudara, apakah ia mengikut Yesus? (Saya sangsi. Yesus mengetahui isi hatinya dan Yesus tahu bahwa ahli Taurat ini akan berkesimpulan bahwa perubahan ini tidak cukup membawa manfaat.)

  2. Si Penggali

    1. Baca Matius 8:21-22. Orang ini setidaknya telah berketetapan untuk mengikut Yesus karena ia disebutkan sebagai “salah seorang murid.” Apakah menurut saudara Yesus bersikap terlalu kasar?

      1. The IVP Bible Background Commentary on the New Testament menyebutkan bahwa salah satu kewajiban dasar dari seorang anak sulung adalah menguburkan ayahnya. Apakah Yesus menyuruh orang ini untuk tidak menghormati ayahnya dan tidak perlu memastikan bahwa ayahnya bisa dikuburkan dengan layak?)

      2. Baca Efesus 6:2-3. Apakah Yesus menentang satu dari Sepuluh Hukum dan tulisan Paulus? (Jangan beranggapan bahwa sang ayah telah meninggal. Dalam budaya Yahudi, orang yang meninggal segera dikuburkan. Kalau ayah dari orang ini baru saja meninggal, ia tidak akan keluyuran mendengarkan Yesus. Kemungkinan besar ceritanya adalah bahwa murid ini ingin menunggu sampai ayahnya meninggal barulah ia mengikut Yesus. Inilah yang berlaku pada Abraham. Lihat Kejadian 11:31-12:5.)

  3. Nikodemus

    1. Baca Yohanes 3:1. Apa yang diceritakan di sini soal status sosial Nikodemus? (Ia seorang tokoh terkemuka. Seorang pemimpin agama dan pemimpin politik.)

    2. Baca Yohanes 3:2. Nikodemus memuji-muji Yesus, namun ia tidak mengemukakan maksud kunjungannya. Menurut saudara mengapa Yesus ingin bertemu secara pribadi dengan Yesus. Apakah ia sedang menimbang-nimbang untuk menjadi murid Yesus?

      1. Apakah Nikodemus menimbang-nimbang suatu perubahan dalam hidupnya?

    3. Tengok lagi Yohanes 3:2. Perlukah Yesus merasa terhina atau tersanjung oleh kalimat pembuka yang Nikodemus sampaikan? (Ini bisa menjadi ‘sanjungan berbisa.’ Nikodemus bermaksud memberi pujian. Namun ini merupakan pujian untuk seorang nabi, bukan untuk sang Mesias.)

    4. Baca Yohanes 3:3. Sebentar! Ayat ini diawali dengan, "Yesus menjawab, katanya.” Bagaimana pernyataan Yesus ini bisa menanggapi pernyataan Nikodemus bahwa Yesus datang dari Allah?

      1. Coba kita mundur sejenak. Menurut saudara apa alasan Nikodemus datang menemui Yesus? Apakah kunjungannya ini untuk mengatakan pada Yesus “Kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah?” (Tidak. Saya sangsi kalau Nikodemus menempatkan pujian kepada orang yang tidak dikenal dalam daftar teratas prioritasnya. Nikodemus ingin mengetahui apakah Yesus itu Mesias. Ia ingin mengetahui kalau Yesuslah yang perlu dituruti.)

      2. Sekarang, saya kembali bertanya, apakah pernyataan Yesus dalam ayat 3 merupakan sebuah “jawaban?” (Ya. Yesus tidak mau berbasa-basi. Ia tahu keberadaan Nikodemus di situ adalah untuk mencari tahu lebih jauh tentang kerajaan Allah dan peran Yesus di dalamnya. Yesus segera menuju sasaran dengan mengatakan “Engkau harus berubah. Engkau bukanlah bagian dari Kerajaan Allah kecuali engkau “dilahirkan kembali.” Tak usahlah kita membahas detil Kerajaan tersebut kalau engkau bukan bagian darinya.”)

    5. Kita lanjutkan dengan menambahkan ayat 4. Baca Yohanes 3:3-4. Tempatkan kembali diri saudara pada posisi Nikodemus. Apakah saudara terhina oleh jawaban Yesus? (Kalau tidak terhina, ya terganggu. Jelas, perbincangan ini tidak berlangsung sebagaimana mestinya. Saudara orang penting. Yesus seharusnya bersuka hati karena bisa bertemu saudara. Sebaliknya, Yesus sepertinya mempertanyakan kelayakan saudara. KataNya keselamatan dan pemuridan membutuhkan perubahan.)

      1. Menurut saudara, apakah Nikodemus bersungguh-sungguh dalam pertanyaannya? (Sangat jelas bahwa tak seorang pun secara harfiah dapat dilahirkan kembali. Menurut saya, Nikodemus menunjukkan sikap defensif. Menurut beberapa komentar Alkitab, Nikodemus tentunya mengerti perlunya “kelahiran baru” bagi orang non Yahudi yang hendak bertobat dan menganut Yudaisme. Namun hal ini tidak berlaku bagi bangsa Yahudi. Saran ini tentunya amat sangat tidak tepat diajukan kepada pemimpin Yahudi terkemuka seperti dia. Ia tidak melihat bahwa dirinya perlu berubah.)

    6. Baca Yohanes 3:5. Kini Yesus secara gamblang mengemukakan apa yang Ia maksudkan dengan “dilahirkan kembali.” Apakah itu? (“Dilahirkan dari air dan Roh.”)

 

      1. Menurut saudara apakah Nikodemus paham apa yang Yesus utarakan? (Baca Yohanes 4:1-2. Karena Nikodemus mengikuti terus mujizat-mujizat yang Yesus lakukan, ia tentunya mengikuti juga laporan tentang orang-orang yang ditobatkan oleh Yesus. Dugaan saya adalah bahwa Nikodemus tahu bahwa “dilahirkan dari air” artinya dibaptiskan.)

    1. Baca Yohanes 3:6. Apakah Nikodemus mau dibaptis? (Tidak. Ini akan memberi kesan mendalam bahwa ia tidak layak. Ia seorang pemimpin agama, bukan bagian dari rakyat jelata. Keangkuhan hatinya menolak hal ini. Itulah sebabnya “apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging.” Hati manusia secara alamiah menolak injil.)

    2. Kita kembali pada tema dari seri pelajaran ini – pemuridan. Nikodemus yakin bahwa ia berada pada jalur yang tepat. Ia semata hendak mencari informasi lebih banyak untuk memastikan kalau Yesus itu Mesias. Nikodemus ingin memurnikan kehidupannya yang saleh. Sebaliknya, Yesus mengatakan ia perlu berubah! Ini bukanlah jawaban yang Nikodemus harapkan.

    3. Baca Yohanes 3:7. Apa yang dikatakan oleh ayat ini mengenai ekspresi Nikodemus pada saat itu? (Ia pasti tampak terkejut. Kalau tidak, tentunya Yesus tidak akan mengatakan “Janganlah engkau heran.”)

    4. Baca Yohanes 3:8. Logiskah Roh Kudus itu? (Dalam Penciptaan yang Allah lakukan kita lihat adanya keteraturan. Karenanya saya keberatan untuk mengatakan bahwa salah satu dari oknum ke-Allah-an itu tidak logis. Namun, ayat ini setidaknya berkata bahwa Roh Kudus itu tidak dapat diprediksi oleh manusia. Roh Kudus melakukan apa yang ia kehendaki, manusia dapat merasakan kehadiran Roh Kudus, namun mereka tidak tahu dari mana datangnya dan kemana perginya.)

    5. Baca Yohanes 3:9-10. Bisakah saudara bersimpati terhadap Nikodemus? Ia ingin mengetahui mengapa logika dan penurutan tidaklah cukup!

      1. Guru Israel tidak mengerti bahwa gagasan tentang “dilahirkan kembali” ke dalam pemuridan memerlukan baptisan dan regenerasi (lahir ulang) oleh Roh Kudus. Saudara paham maksudnya? (Sekadar tahu Alkitab dan mengikuti aturannya tidaklah cukup. Roh Kuduslah yang membawa kita kepada pertobatan. Pengampunan berasal dari kasih karunia Allah yang tidak didasarkan pada perbuatan baik seseorang. Kita tidak bisa mengupayakan hal-hal ini. Keangkuhan menjadi penghalang untuk menerima karunia-karunia ini.)

      2. Pendekatan baru pemuridan seperti apa yang kita temukan dalam pertemuan dengan Nikodemus ini? (Segala logika dunia dan segala pemahaman tentang perangai manusia tidak serta-merta membawa pertobatan hati. Semua itu adalah “daging.” Unsur pentingnya adalah Roh Kudus.)

    6. Baca Yohanes 3:14-16. Mengapa Yesus membandingkan diriNya dengan ular – simbol pertama kejahatan (lihat Kejadian 2)? Selain “meninggikan” yang dianalogikan dengan salib, tidakkah perbandingan ini keliru? (Sebagaimana halnya manusia perlu memandang kepada ular, demikian juga kita perlu menghadapi dosa-dosa kita. Kita perlu berhadapan dengan falta bahwa kita perlu berubah. Dalam Lukas 13:3 Yesus mengatakan bahwa jika tidak bertobat kita akan binasa.)

    7. Sobat, andai pun engkau seorang pemimpin agama yang dihormati, engkau bisa saja tidak memahami pemuridan. Engkau bisa saja tidak mengetahui perubahan yang perlu terjadi dalam dirimu. Melalui kuasa Roh Kudus kita berhadapan muka dengan muka dengan dosa-dosa kita, mengakuinya, bertobat dari dosa-dosa tersebut dan berubah. Maukah engkau melakukan hal tersebut?

  1. Pekan depan: Jenis kelamin dan Pemuridan.