<-- Called to Discipleship by Jesus

Dipanggil Menjadi Murid oleh Yesus

(Yohanes 1, Lukas 5)

Pemuridan: Pelajaran 3

 

Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

                                                                     

Pendahuluan: Apa yang diperlukan untuk menjadi seorang murid Yesus? Apa yang saudara perlukan untuk meyakinkan orang lain agar menjadi murid Yesus? Jika saudara bukan murid, apa yang bisa meyakinkan saudara? Pelajaran pekan ini merupakan kelanjutan dari telusuran kita mengenai bagaimana Yesus memanggil murid-muridNya dan bagaimana tanggapan mereka. Mari selami pelajaran kita dan pelajari lebih banyak lagi!

  1. Memanggil Para Murid

    1. Dalam pelajaran sebelumnya dari seri ini kita sudah menengok bagaimana Yesus memanggil Andreas, Petrus, Yakobus dan Yohanes. Mari lanjutkan dengan membaca Yohanes 1:43-45. Seberapa mudahkah meyakinkan Filipus untuk mengikut Yesus (Yesus hanya mengatakan “Ikutlah Aku” dan ia mematuhinya.)

      1. Apa yang memotivasi Filipus untuk mengikut Yesus? (Filipus percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Hal tersebut kita ketahui dari apa yang ia sampaikan kepada Natanael.)

    2. Baca Yohanes 1:46. Natanael beranggapan bahwa apa yang Filipus sampaikan itu campur aduk. Apa yang tidak beres? (Filipus berkata inilah Mesias, namun ia juga mengatakan bahwa orang ini adalah putra dari seseorang yang bernama Yusuf yang berasal dari kota yang buruk.)

      1. Baca Matius 2:4-6. Apa yang dikatakan di sini tentang tempat asal Mesias?

      2. Baca Yohanes 7:52. Nazaret berada di wilayah Galilea. Apakah pendapat Natanael cukup berlandaskan pemahaman teologis? (Kalau saja ia meneliti silsilah, ia akan mendapati bahwa Yesus lahir di Betlehem – cocok dengan nubuatan (Bandingkan Mikka 5:1 dan Lukas 2:4-7). Saya sangsi kalau Filipus piawai dalam meneliti silsilah, namun tampaknya ia cukup mengerti nubuatan!)

    3. Baca ulang Yohanes 1:46. Bagaimana jawaban Filipus atas pertanyaan teologis yang Natanael ajukan?

      1. Apa yang kita tarik dari sini mengenai perekrutan murid?

      2. Bagaimana saudara membandingkan antara terlibat debat teologis dan memberitahu seseorang bagaimana perbuatan Yesus dalam hidup saudara? Mana yang lebih nyaman bagi saudara? Mana yang lebih meyakinkan bagi saudara?

    4. Baca Yohanes 1:47. Natanael menunjukkan sikap skeptis. Bagaimana cara Yesus mendekatinya?

      1. Apakah Yesus sedang “menyanjung-nyanjung” Natanael dengan pujianNya?

      2. Apabila kita berhadapan dengan orang skeptis, perlukah kita menyampaikan bahwa mereka tampak hebat atau berbaju rapih atau nyata-nyata cerdas?

    5. Baca Yohanes 1:48-49. Apa yang ayat-ayat ini bisa tambahkan untuk menentukan apakah Yesus sedang “menyanjung” Natanael? (Ia tidak sedang memuji Natanael. Perhatikan bagaimana Yesus mengganti pokok pembicaraan. Natanael ingin agar Yesus membuktikan diri sebagai Mesias. Yesus mengalihkan pembicaraan kepada karakter Natanael – apakah ia memenuhi syarat untuk menjadi murid. Yesus mengatakan, “Saya tahu karaktermu.” Tatkala Natanael menanyakan “Bagaimana,” Yesus menunjukkan bahwa Ia bukanlah manusia biasa.)

      1. Yesus melihat Natanael di bawah pohon ara. Seberapa meyakinkankah bukti tersebut? Apa saudara dapat diyakinkan?

    6. Baca Yohanes 1:50-51. Apakah Yesus itu orang baik semata? Apa penegasan yang Dia ajukan? (Ia memberitahu Natanael bahwa ia akan melihat hal yang lebih baik yang akan membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias.)

    7. Baca Lukas 5:1-3. Dalam pelajaran pertama seri ini kita telah pelajari bagaimana Andreas dan Simon Petrus menjadi murid. Kita mengulas bagaimana dengan “serta-merta” Simon dan Andreas “meninggalkan jarring mereka dan mengikut Yesus (Matius 4:18-20. Menurut saudara, kapan kisah ini (dalam Lukas) terjadi? Sebelum atau sesudah panggilan Yesus yang pertama? (Tafsir Alkitab terbagi mengenai hal ini. Saya mencari keterangan dari kira-kira dua belas tafsiran. Sepertiga dari mereka tidak menyebut apa-apa tentang waktu kejadian. Sepertiga yang lain menyebutkan bahwa cerita Lukas lebih detil daripada panggilan yang dituliskan dalam Matius 4. Kira-kira sepertiganya lagi mengatakan bahwa pengutaraan dari Lukas merupakan akhir dari suatu panggilan progresif kepada para murid.)

    8. Baca Lukas 5:4-5. Apa yang salah dengan usulan Yesus ini? (Mereka telah mencari ikan semalaman – karena logikanya malam hari merupakan saat yang paling tepat untuk menangkap ikan. Yesus, yang merupakan seorang “pengkhotbah” dan bukan seorang “nelayan professional,” memberi saran profesional yang gila-gilaan kepada Petrus. Petrus memperhatikan bahwa saran ini buruk, namun demikian katanya ia akan menurutinya.)

      1. Perhatikan bahwa Simon Petrus menyebut Yesus “Guru,” dan ada cukup alasan dalam dirinya untuk menuruti saran Yesus lebih daripada pengalaman sendiri selama menjalankan profesinya. Apa yang terkesan di sini: Apakah panggilan ini merupakan panggilan pertama kepada pemuridan atau tidak? (Terkesan bahwa ini merupakan panggilan lanjutan.)

    9. Baca Yohanes 21:1-6. Kapan kisah ini berlangsung? (Setelah Yesus disalib dan bangkit.)

      1. Apa yang diceritakan disini mengenai murid-murid dan penangkapan ikan? (Mereka kembali menangkap ikan!)

      2. Apa yang dikemukakan di sini mengenai urut-urutan dari panggilan-panggilan tersebut? (Saya senang dengan gagasan tentang panggilan progresif terhadap murid-murid ini karena tampaknya ada persesuaian antara hidup saya dan hidup mereka. Yesus memanggil dan saya tersandung berulang kali saat mencoba menurutinya. “Segera” berangkat memang menjadi cita-cita. Kendati demikian Yesus tetap berdiri di depan pintu hati kita dan mengetok.)

    10. Baca Lukas 5:6-7. Menurut saudara mengapa Yesus mengadakan mujizat untuk memperbanyak keuntungan dari pekerjaan yang Yesus ingin agar Petrus tinggalkan?

    11. Baca Lukas 5:8-11. Apa yang dikemukakan di sini sebagai jawab atas pertanyaan saya sebelumnya? (Manakala Yesus melakukan sebuah mujizat mencengangkan yang terkait dengan profesi Petrus, Petrus segera sadar bahwa ini merupakan hal yang nyata. Tidak ada unsur tipuan di sana. Mujizat tersebut mengubah hatinya.)

      1. Apa yang dikemukakan di sini mengenal panggilan Yesus agar saudara menjadi seorang murid? Apa yang dikemukakannya tentang arah hidup saudara? (Yesus mencari Petrus dan rekan-rekannya yang lain! Menurut saya, saudara dapat meminta Allah untuk menegaskan arah yang saudara perlu tempuh dalam hidup saudara. Kalau masih belum jelas, maka ikutilah kemana bakat dan pemahaman saudara tentang Allah menuntun saudara.)

      2. Apakah saudara perhatikan siapa-siapa yang menjadi “mitra” Petrus? (Seluruh kelompok tersebut – Petrus, Yakobus dan Yonanes memiliki semacam hubungan pekerjaan.)

      3. Apa pendapat saudara tentang Petrus dan para mitranya yang meninggalkan imbalan finansial dari mujizat yang baru saja terjadi?

    12. Baca Matius 9:9. Apa yang saudara ketahui tenang “pemungut cukai” di zaman Yesus? (Mereka adalah orang-orang Yahudi yang memungut pajak untuk bangsa Roma.)

      1. Menurut saudara apa pandangan orang Yahudi terhadap profesi tersebut? (Roma merupakan bangsa penjajah. Sebagai akibatnya, para pemungut pajak dipandang sebagai pengkhianat.)

      2. Yang saya ketahui, Roma biasanya “melelang” pajak-pajak di suatu daerah tertentu. Orang yang memenangkan lelang tersebut akan membayar kepada Roma pajak yang dilelang tadi, dan diberi wewenang dari Roma untuk memungut pajak di daerah tersebut. Masalah apa yang menurut saudara akan muncul dalam skema ini? (Bagi peserta lelang, pemikirannya adalah untuk mendapat keuntungan. Lebih banyak pajak yang terkumpul, lebih banyak pula keuntungannya.)

        1. Kita biasanya berpendapat bahwa mendapatkan keuntungan dengan cara menghasilkan sesuatu yang bernilai itu baik dan masuk akal. Produk apa yang dihasilkan oleh pemungut pajak? (Sekarang saudara bisa lihat mengapa pemungut pajak tidak saja dianggap sebagai pengkhianat, namun juga dipandang sebagai orang yang tidak jujur dan tamak.)

      3. Mengapa Yesus memanggil orang seperti itu untuk menjadi muridNya? (Yesus melihat sesuatu dalam dirinya – dan Yesus benar karena orang inilah yang menulis injil Matius. Ini juga menunjukkan bahwa Yesus menginginkan saudara untuk menjadi muridNya, apa pun latar belakang saudara.)

      4. Apa yang saudara pelajari tentang Matius dari caranya menggambarkan panggilannya untuk menjadi murid? (Ia jujur tentang latar belakangnya. Ia tidak menambahkan detil-detil yang yang membuatnya terlihat lebih baik. Ini memberi kita pandangan mengenai bagaimana ia menuliskan injilnya.

    13. Sobat, bagaimana dengan engkau? Maukah engkau menjawab panggilan Yesus untuk menjadi muridNya?

  2. Pekan depan: Pelajaran dari Para Calon Murid