<-- Discipleship Then and Now

Pemuridan Dahulu dan Sekarang

(Markus 16, Yohanes 3, Wahyu 14)

Pemuridan: Pelajaran 2

 

Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

Pendahuluan: Mungkin ada lebih dari satu orang Kristen yang saudara pernah dengar berucap “Saya mau ikut Yesus.” Mungkin sekali saudara juga mengucapkan hal yang persis sama. Bagaimanakah hal tersebut berlangsung sekarang ini? Pada zaman Yesus, para murid secara harfiah mengikutiNya kemana saja. Apa yang perlu kita lakukan sekarang? Kita sudah pelajari pekan lalu bahwa tujuan mula-mula para murid dalam mengikut Yesus adalah untuk kepentingan pribadi. Hal ini menjadikan para murid tersebut lebih mirip dengan kita! Dalam cara lain apa mereka itu seperti kita? Bagaimana dengan persaingan di antara para murid? Apakah hal itu terjadi pada zaman Yesus? Mari pelajari Alkitab dan selidiki bagaimana cara menjadi murid yang lebih baik sekarang!

  1. Perintah Jalan

    1. Jika saudara hendak mencari dalam Alkitab mengenai instruksi tentang bagaimana menjadi murid Yesus, akankah saudara melihat pada apa yang Yesus amanatkan kepada kedua-belas murid?

      1. Murid-murid tersebut bersama dengan Yesus secara fisik. Bagaimana caranya saudara memodifikasi pencarian saudara agar lebih relevan? (Saya akan mencari instruksi Yesus bagi mereka yang berlaku manakala Ia sudah pergi.)

    2. Coba tengok instruksi yang demikian. Baca Markus 16:15. Apa yang diserukan kepada kita untuk dilakukan jika kita adalah murid Yesus? (Beritakan kabar baik tentang Yesus kepada seluruh dunia.)

      1. Apakah ini yang menjadi pekerjaan utama kedua-belas murid Yesus?

      2. Tadi kita membicarakan masalah tidak hadirnya Yesus secara fisik. Apakah pekerjaan utama kedua-belas murid saat Yesus masih bersama mereka? (Yesus mengajar mereka kabar baik itu. Logikanya, mereka perlu belajar kabar baik tersebut sebelum bisa membagikannya.)

        1. Apakah itu berarti perlu mempelajari dahulu “kabar baik” itu sebelum kita mulai mengkhotbahkannya kepada dunia?

          1. Jika ya, apakah sekarang ada pengganti atas kehadiran Yesus? (Baca Yohanes 14:25-26. Roh Kudus mengajar kita sekarang mengenai kabar baik itu. Para murud juga mencatat perkataan Yesus kepada mereka dan kita bisa dan harus membaca serta mempelajari Alkitab – sembari memohon agar Roh Kudus membantu kita untuk mengerti.)

    3. Baca Wahyu 14:6-7. Apakah ini berarti kita kehilangan pekerjaan? Kita telah gagal mengabarkan injil, sehingga diperlukan malaikat untuk melakukan pekerjaan tersebut pada akhir zaman? (Tidak. Dua hal. Pertama, malaikat ini bertugas untuk memberitakan injil kepada “semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum.” Ini bukanlah tugas baru. Tugas tersebut sejajar dengan dengan tugas Markus 16:15 untuk “beritakan Injil kepada segala makhluk.” Pekerjaan tersebut diberikan oleh Yesus kepada murid-muriNya yang pertama (dan kepada kita) dan diulangi di kitab Wahyu. Kedua, kitab Wahyu penuh dengan simbol. Apakah malaikat tersebut melambangkan kita ataukah malaikat harfiah yang menolong kita tidaklah jelas. Kesimpulannya: pekabaran ini merupakan tugas murid-murid masa kini.)

    4. Kita lanjutkan dengan instruksi Yesus yang tercatat dalam Markus 16. Baca Markus 16:16. Setelah kita membagikan kabar baik kepada orang lain, apa yang kita harapkan? (Reaksi! Orang-orang akan percaya dan dibaptis, atau tidak percaya dan dihukum.)

      1. Apa yang terkandung di sini mengenai pekerjaan kita sebagai murid? (Peran kita adalah untuk membagikan. Keputusannya bergantung pada sang pendengar.)

      2. Apakah pendengar sendiri yang mengambil keputusan ini? (Baca Yohanes 16:7-11. Kembali kita dapati Roh Kudus sebagai unsur penting dalam tim kerja saat kita memberitakan kabar baik. Kita memberitakan, Roh Kudus meyakinkan, dan pendengar memutuskan.)

    5. Wahyu 14:7. Bagaimanakah kesejajaran ayat ini dengan Markus 16:16? (Ayat ini mengulangi perlunya manusia untuk mengambil keputusan karena penghukuman itu diberlakukan bagi kita.)

      1. Apakah dengan hal ini peran kita dalam menyerukan adanya penghukuman menjadi lebih jelas? (Wahyu 14:7 menegaskan sisi penghakiman lebih dari Markus 16:16. Sementara saat Kedatangan Yesus Kali Kedua semakin mendekat, semakin mendesak pula pekabaran tentang hasil dari pilihan ini harus diberitakan.)

      2. Hal lain apakah yang lebih ditekankan dalam Wahyu 14:7 dibanding dalam Markus 16:15-16? (Bahwa Yesus adalah sang Pencipta. Markus 16:15 menyebutkan “segala mahluk.” Alkitab versi King James menggunakan istilah “creature” – mahluk ciptaan. Ini mengindikasikan bahwa ada Pencipta. Namun, Wahyu 14:7 mematrikan landasan peribadatan kepada Allah sebagai Pencipta kita.)

        1. Apabila saudara melihat sekeliling, apakah peran Allah sebagai Pencipta merupakan soal yang lebih penting dalam zaman (akhir) kita ini? (Ya! Debat tentang evolusi/penciptaan makin menggelora – bahkan di kalangan orang-orang yang mempercayai Alkitab. Kedua, perbaktian Sabat merupakan peringatan akan Penciptaan. (Kejadian 2:2-3; Keluaran 20:8-11). Ibadah mingguan kini lebih lekat kepada kebangkitan daripada Penciptaan. Ini merupakan pergeseran fokus menjauhi Wahyu 14.)

  2. Isyarat Jalan

    1. Baca Markus 16:17-19. Ayat terakhir menunjukkan bahwa sesungguhnya ini merupakan instruksi terakhir Yesus. Bagaimana skor gereja saudara dalam pemahaman akan tanda-tanda zaman? Bagaimana skor saudara?

      1. Kita telah mengasumsikan bahwa instruksi terakhir Yesus kepada murid-muridNya berlaku kepada kita juga. Haruskah kita menetapkan bahwa bagian tertentu dari instruksi tersebut berlaku namun tidak semuanya?

      2. Jika menurut saudara semuanya berlaku, coba kita cermati lebih dekat lagi. Apakah Yesus menyuruh kita memegang ular berbisa dan meminum racun?

        1. Apa hubungan logis antara ayat tersebut tersebut dan pekabaran injil?

        2. Sementara memikir-mikirkan apa yang telah saudara baca dalam Alkitab mengenai gereja mula-mula, apakah saudara pernah membaca sesuatu tentang memegang ular dan meminum racun? (Tidak. Kisah tentang Paulus yang tergigit ular (Kisah 28:3-5) merupakan contoh yang paling dekat.)

          1. Kalau saudara tidak mendapati hal ini terjadi dalam gereja mula-mula, menurut saudara apa arti kalimat tersebut? (Kalau kita menimbang satu contoh yang kita temukan (Paulus tergigit ular dan tidak tewas) tampaknya yang Yesus katakan adalah bahwa sementara kita keluar dan mengabarkan injil, kita mungkin akan menghadapi bahaya. Ia akan melindungi kita.)

          2. Haruskah kita memegang ular berbisa dan minum racun untuk menguji janji ini? (Tidak. Baca Matius 4:5-7. Tampaknya ini merupakan situasi yang identik. Setan mengingatkan Yesus tentang janji perlindungan dari Allah. Namun, Yesus menjawab bahwa kita tidak boleh dengan sengaja menempatkan diri dalam bahaya.)

  3. Yohanes dan Persaingan

    1. Ayo ganti persneling dan perhatikan aspek lain dan pemuridan dulu dan sekarang. Baca Yohannes 22-23, 26. Keluhan apa yang dilontarkan oleh murid-murid Yohanes Pembaptis tentang Yesus? (Bahwa telah terjadi “persaingan.” Orang-orang mulai meninggalkan Yohanes Pembaptis dan menyeberang kepada Yesus.)

      1. Mengapa murid-murid Yohanes harus menguatirkan hal tersebut? (Tampaknya tidak semua murid Yohanes memahami pekabaran bahwa ia sementara menyiapkan jalan bagi Yesus. Adalah wajar bila dalam hidup ini terjadi persaingan. Mereka inginkah guru mereka tetap lebih poluler dari pesaing-pesaing yang lain.)

      2. Mengapa murid-murid Yohanes mengeluhkan pembaptisan yang Yesus lakukan? (Yesus bahkan “mencuri” metode mereka! Curang betul!)

    2. Baca Yohanes 3:27. Siapa yang Yohanes sedang bicarakan? (Ia membicarakan dirinya sendiri dan semua orang. Setiap orang memperoleh karunia dari Allah.)

      1. Apa yang Yohanes maksudkan? (Ada dua alasan mengapa seharusnya tidak ada persaingan. Pertama, semua karunia talenta yang manusia miliki berasal dari Allah. Mengapa saudara harus menuntut pujian terhadap sesuatu yang orang lain berikan kepada saudara? Kedua, banyaknya karunia yang saudara peroleh ditentukan oleh Allah. Jika Yesus memiliki lebih banyak “karunia” maka tidak jadi soal. Murid-murid Yohanes tidak boleh berharap bahwa Yohanes memiliki karunia yang lebih banyak daripada yang diberikan Allah kepadanya.)

      2. Pikirkan hal ini sejenak. Apa yang dikatakan di sini mengenai kebanggaan akan “status” dalam hidup ini?

        1. Apa yang dikatakan tentang rasa dengki? Ketamakan?

        2. Sebelum melanjutkan lebih jauh: Apakah setiap orang telah menggunakan semua karunia yang diberikan Allah?

          1. Jika jawabnya “tidak,” lalu apakah salah kalau berbangga diri karena telah menggunakan karunia yang lebih banyak daripada orang lamban yang menjadi pesaing kita?

          2. Jika jawabnya “tidak,” maka haruskah kita tidak cemburu manakala kita yang lamban dan “pesaing” kita menerapkan iman yang lebih besar dan melakukan pekerjaan yang lebih baik karena ia lebih banyak menggunakan karunianya? (Rasa dengki dan tamak itu salah. Apakah kita sedang berdiri di tempat kita sekarang ini karena kita diberikan karunia yang terbatas ataukah karena kegagalan kita memanfaatkan karunia Allah, masa lalu kita tidak bisa diubah. Yang bisa kita lakukan adalah memanfaatkan karunia dan peluang yang Allah berikan sekarang dan menyerahkan hasilnya kepada Allah.

    3. Sobat, Allah telah menawarimu pekerjaan untuk menjadi muridNya. Maukah engkau menerimanya? Maukah engkau mengabarkan kabar baik tentang keselamatan dari penghukuman? Maukah engkau bekerja tanpa ada iri hati atau persaingan?
  1. Pekan depan: Dipanggil menjadi Murid oleh Yesus