<-- An Overview of Discipleship

Gambaran tentang Pemuridan

(Yohanes 1, Matius 4, 16 & 20, Markus 8)

Pemuridan: Pelajaran 1

 

Copr. 2007, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

 

Pendahuluan: Pekan lalu kita telah selesaikan seri pelajaran tentang penderitaan. Pelajaran tersebut diakhiri dengan ajakan untuk memantulkan kasih dan pengorbanan Yesus bagi kita dalam hubungan kita dengan orang lain. Ajakan ini menjadi penuntun yang paling alami untuk memasuki seri pelajaran baru tentang pemuridan. Apa artinya menjadi murid Yesus? Apa contohnya? Apa yang memotivasi kita untuk menjadi murid? Mari selami pelajaran kita dan mulailah pelajari apa artinya menjadi murid Yesus!

  1. Murid-murid yang Pertama

    1. Baca Yohanes 1:19-20. Siapakah yang sedang dinanti-nantikan oleh pemuka bangsa Yahudi? (Mereka mengharapkan datangnya Mesias. Tatkala Yohanes Pembaptis membuat heboh bangsa tersebut, mereka mengirimkan utusan untuk memastikan apakah ia sang Kristus, sang Mesias.)

      1. Apa yang terkandung di sini mengenai suasana hati bangsa Yahudi pada saat itu?

    2. Baca Yohanes 1:23-27. Apa hubungan Yohanes dengan Mesias? (Ia bukanlah Mesias, namun seorang yang menyiapkan jalan bagi Mesias yang akan datang.)

    3. Baca Yohanes 1:29-31. Siapa yang diidentifikasi oleh Yohanes sebagai Mesias? (Yesus.)

    4. Baca Yohanes 1:35-37. Dilatar-belakangi ayat ini, menurut saudara apa yang memotivasi kedua murid ini untuk mengalihkan pengabdian mereka dari Yohanes kepada Yesus? (Mereka mendengar Yohanes berkata Yesus adalah “Anak Domba Allah” – yang artinya Ialah sang Mesias. Mereka ingin mengikut Mesias, bukannya orang yang menyiapkan jalan bagi Mesias.)

    5. Baca Yohanes 1:40-41. Siapa rupanya yang memotivasi alih pengabdian ini? Siapa yang menjadi kekuatan penggeraknya? (Murid-murid itu sendiri.)

    6. Matius 4:18-20. Terang berbeda apa yang disajikan di sini? (Yesus memanggil Andreas dan Petrus untuk menjadi murid. Dari pemaparan Yohanes sudah jelas bahwa kedua orang ini telah percaya bahwa Yesus itu Mesias. Jadi, ini bukanlah kesepakatan buta untuk mengikuti sembarang orang.

      1. Pekerjaan apa yang Yesus sodorkan kepada Andreas dan Petrus?

        1. Menurut saudara, apa artinya peran ini dalam benak mereka? Jika Yesus itu Mesias, apa artinya menjadi “penjala manusia?”

    7. Baca Matius 4:21-22. Apa syarat pemuridan bersama Yesus? (Ayat ini menuliskan bahwa mereka tanpa ragu meninggalkan pekerjaan dan meninggalkan ayah mereka juga.)
      1. Baca Markus 1:20. Apakah ayah mereka, Zebedeus, menjadi tak berdaya? (Markus menambahkan hal penting bahwa Zebedeus memiliki pembantu. Tampaknya ini usaha perikanan yang sukses.)

    1. Dalam ayat-ayat sebelumya, tampak bahwa Yesus nyata-nyata memanggil Yakobus dan Yohanes. Menurut saudara, apa yang memotivasi mereka untuk segera pergi? Bahkan meninggalkan ayah mereka?

    2. Baca Matius 20:20. Apa yang tersirat dari ayat ini?

    3. Baca Kisah 1:1-6. Perhatikan bahwa ayat ini terjadi setelah penyaliban dan kebangkitan Yesus. Apa rupanya yang secara umum memotivasi murid-murid untuk mengikut Yesus? (Kemuliaan diri.)

      1. Tak sangsi bagi saya bahwa murid-murid mengikut Yesus sebagian (saudara tentukan sendiri seberapa besar bagian tersebut) didasarkan keyakinan mereka bahwa Ialah Mesias dan mereka yang pertama-tama akan berada dalam kerajaan baru yang besar yang Yesus akan dirikan di bumi. Menurut saudara, apakah Allah bermaksud menggunakan motivasi tersebut untuk memikat murid-murid?)

        1. Jika ya, apa pendapat saudara terhadap motivasi yang demikian?

        2. Berapa banyak dari motivasi saudara untuk melakukan kebajikan dilandaskan atas pengharapan akan kemuliaan diri?

    4. Baca Markus 8:31-32. Menurut saudara, mengapa Petrus menegur Yesus? (Petrus tidak ingin Yesus mengatakan bahwa Yesus akan dibunuh. Yesus adalah Mesias yang akan mendirikan kerajaan yang megah di atas bumi.)

    5. Markus 8:33-35. Sekarang Yesus yang memarahi Petrus. Apa alasan Yesus memarahi Petrus? (Yesus berkata bahwa penyangkalan diri merupakan prinsip dalam mengikut Yesus.)

      1. Pikirkan baik-baik. Apakah ini iming-iming? Apakah panggilan Yesus untuk pemuridan menggugah keinginan untuk meninggikan diri? Apakah kini Ia menolak motivasi tersebut?

        1. Mengapa Alkitab (Wahyu 21) membicarakan tentang emas dan batuan mulia di Yerusalem baru?

        2. Adakah yang diajarkan oleh motivasi murid-murid ini  kepada kita?

    6. Baca Matius 16:26-27. Apakah di sini ada penjelasannya? Jika ya, dapatkan saudara menjelaskannya? (Ini merupakan fakta bahwa Yesus menggugah kepentingan pribadi kita. Namun, cara murid Kristiani melayani kepentingan dirinya berbeda dengan cara dunia. Kepentingan pribadi kita akan terlayani dengan mendahulukan kepentingan orang lain.)

    7. Baca Lukas 18:10-13. Apakah ini merupakan variasi dari apa yang Petrus katakan kepada Yesus? Apakah saudara menemukan hal yang sama dalam jemaat saudara? Di jemaat lain di ujung jalan sana?

      1. Apakah ada cara yang lebih halus dalam mengatakan bahwa hal ini terjadi dalam jemaat saudara? Bahwa hal ini terjadi pada diri saudara?
      1. Apakah pendapat Yesus mengenai perilaku seperti ini. (Lukas 18:14)

        1. Sebentar! Apakah Yesus memberi resep mengenai cara untuk ditinggikan?

    1. Apa yang saudara simpulkan tentang motivasi yang patut bagi pemuridan? (Allah memanggil kita untuk mengikut Dia atas dasar manfaat bagi kita. Ia menggugah keinginan kita untuk memuliakan diri. Namun, apabila kita menggali lebih dalam lagi akan arti dari menjadi murid sejadi, kita akan temukan bahwa pengorbanan dirilah yang menjadi kunci menuju keuntungan yang sesungguhnya.)

      1. Apakah ini sebuah rumusan belaka? Sekadar cara untuk mendapatkan urut-urutan yang sebenarnya? Contohnya, jika saya mengatakan (seperti orang Farisi) “Saya orang penting, saudara sekalian orang rendahan,” ini merupakan cara yang tidak tepat untuk ditinggikan. Tapi, jika cerdik saya akan berkata “Engkau orang penting, saya orang rendahan dan tak berguna.” Itulah hal tepat yang perlu dikatakan agar Yesus meninggikan saya. Itukah yang kita tarik dari sini? (Ini bukanlah sekadar kata-kata, bukan formula semata. Yesus mengharapkan sikap pengorbanan diri dari tengah-tengah murid-muridNya. Pengorbanan diri ini untuk tujuan kemuliaan (yang direstui Yesus) di akhir nanti.)

  1. Hakekat Pemuridan

    1. Baca Lukas 14:25-26. Yesus sementara mengajarkan apa artinya menjadi murid. Kesan apa yang saudara peroleh dari perkataan Yesus ini?

      1. Apakah kata-kata Yesus ini dimaksudkan untuk diartikan secara harfiah? Jika demikian, apakah berarti bahwa menyangkal diri merupakan panggilan untuk menyangkal keluarga dekat kita?

      2. Jika memang demikian, mengapa sepertinya Markus (Markus 1:20) memaparkan bahwa Yohanes dan Yakobus tidak membenci ayah mereka?

    2. Baca Matius 15:4. Bagaimana saudara menjelaskan ayat ini? Apakah Yesus semata sedang mengalami “hari buruk” saat melontarkan pernyataan soal membenci orang tua dalam Lukas 14:25-26?

    3. Baca Matius 10:37. Apa sumbangsih ayat ini terhadap pencarian saudara akan maksud Yesus tentang membenci saudara kita? (Tatkala Yesus mengatakan agar kita “membenci” keluarga, menurut saya maksudnya adalah dalam artian “kurang mengasihi mereka.” Jika tidak, maka Matius 15:4 dan Matius 10:37 tidak sejalan.)

    4. Coba tengok konteks Lukas 14:25-26 untuk mendapatkan gambaran yang lebih besar. Baca Lukas 14:16-20. Bagaimanakah kisah ini dapat menjadi pembuka diskusi Yesus tentang “membenci” keluarga kita? Bagaimana sekarang pemahaman saudara akan pernyataan Yesus tentang “membenci” keluarga kita?

    5. Kisah tentang pesta perkawinan ini sangat mirip dengan apa yang Yesus ceritakan dalam Matius 22:1-14. Kita akan baca rincian dari bagian terakhir kisah tersebut. Baca Matius 22:10:14. Saya yakin hampir semua orang yang membaca aya-ayat ini akan mengenali bahwa “inti” kisah ini adalah bahwa kita masuk surga dengan menerima undangan dan mengenakan jubah kebenaran Allah, bukan karena kita orang baik. Apa yang perlu kita simpulkan setelah mempertimbangkan semua hal ini? Apakah ada perbedaan antara menjadi murid dan diselamatkan?

      1. Apakah kita diselamatkan semata oleh mengakui Yesus sebagai Tuhan dan menerima hidup dan pengorbananNya ganti kita, dengan kata lain: menerima jubah kebenaranNya? Namun, menjadi murid merupakan hal yang sukar karena kita harus “membenci” orang-orang yang paling kita kasihi di dunia ini?

      2. The Bible Exposition Commentary mengatakan bahwa seorang “murid” adalah “seorang pembelajar, seorang yang mengikatkan diri kepada seorang guru untuk mempelajari suatu ketrampilan atau mata pelajaran. Barangkali istilah modern yang paling mendekati adalah ‘magang.’”

        1. Ataukah, saat Yesus berbicara tentang “membenci” keluarga dan menyangkal diri, Ia semata membicarakan tentang keputusan awal untuk mendapatkan keselamatan. Apakah yang Ia katakan adalah “Jangan biarkan keluarga atau rencana pribadimu menjadi penghalang bagi engkau untuk menerima undangan pesta perkawinan dan keputusanmu untuk mengenakan jubah kebenaran?

    6. FrSobat, maukah engkau memutuskan untuk belajar bersama kami beberapa pekan mendatang untuk mencari tahu apa sebenarnya arti dari menjadi murid Yesus Kristus?

  2. Pekan depan: Pemuridan Dahulu dan Sekarang.